Sampul Novel Ngejar Dari Sekolah

Ngejar Dari Sekolah

7.9 / 10.0
Airy Julietta begitu mengagumi Nickolas Edsel Sanders, pemuda cerdas yang terus menolaknya dengan kata-kata kasar. Meski disakiti, Airy tak menyerah hingga membuat sahabatnya, Rayna, merasa gemas. Rayna justru berharap Airy berpaling pada murid baru bernama Mark yang tulus mencintainya. Saat perpisahan SMA tiba, Airy bertekad menyatakan perasaannya sekali lagi. Akankah ambisinya terwujud? Ikuti lika-liku hubungan mereka yang berlanjut hingga masa kuliah.

Ngejar Dari Sekolah Bab 1

"Lo yakin mau tunggu sendiri? Mau gue temenin?" sekali lagi Rayna memeriksa keadaan sahabatnya.

"Gak usah, gue sendiri saja nanti Nick malu kalo ada lo."

"Airy, lo yakin Nick bakalan datang? Kok gue gak yakin sih?" bukan tanpa alasan Rayna cemas kalau Nick akan mengecewakan Airy kali ini. Karena sudah beberapa kali Airy di kecewakan.

"Gue yakin, kemaren gue bilang sendiri sama Nick kok." Dan Airy selalu bersikap optimis meyakinkan sahabatnya yang khawatir ia sedih.

"Terus dia bilang apa? Bilang iya datang?"

"Nick cuma ngangguk saja."

"Alamak! Itu bukan jawaban yang pasti Airy! Bisa saja Nick itu gak sengaja ngangguk tapi gak tahu lo bilang apa! Lo lebih jelas kek."

"Masa Nick budek sih gue ngomongnya jelas kok. Sudah sana lo cabut! Gue mau pesan dulu sama waitersnya."

"Ya sudah gue cabut, kalo lo butuh gue atau ada apa-apa lo telepon nanti gue jemput." Rayna meninggalkan Airy sendiri di sebuah cafe favorit Airy.

"Iya sudah gue bakal pulang sama Nick."

"Jangan halu ya? Ya sudah. Sekali lagi selamat ulang tahun ya Airy sayang sahabat terbaik gue." Rayna khawatir dengan sahabatnya tapi ia tetap harus mendukung apa yang diinginkan Airy.

Menurut Rayna, belum tentu Nick akan datang di perayaan ultah Airy. Airy sengaja hanya mengundang Nick ke cafe kesukaannya. Tapi Airy yakin banget Nick akan datang dan wajahnya sangat cerita.

Airy menunggu Nick di meja cafe paling sudut. Pemandangannya sangat indah, kaca di hadapannya menampilkan city light yang cantik berkelip. Airy memilih menu yang paling baik di cafe ini, orange jus dan dessert tak terlalu manis kesukaan Nick. Airy juga mereques lagu-lagu romantis untuk menghabiskan malam ini.

Dari jam 7 seperti waktu yang Airy katakan, Nick sudah terlambat 1 jam. Makanan sebentar lagi akan di keluarkan. Juga kue ulang tahun kecil yang disiapkan oleh pemilik cafe nanti menjadi gong acara ultah Airy. Tapi jam-jam berikutnya berlalu dengan cepat. Airy bolak-balik menengok ke arah pintu menanti Nick.

Beberapa waiters mencoba menghibur Airy dengan membawakan kue tart mini berlilin satu untuk Airy tiup yang keluar lebih cepat. Mereka tahu teman yang di tunggu Airy tak akan datang. Airy bukan pelanggan pertama yang dikecewakan ketika menunggu pasangan di cafe mereka.

Hingga cafe ini hendak tutup, Nick tak juga datang. Hingga akhirnya waiters membungkus makanan yang sudah dipesan untuk Airy bawa pulang, karena cafe harus tutup.

"Nick, kenapa kamu gak datang? Ada apa Nick?" desah Airy kecewa. Tapi ia tak berpikiran jelek. Airy berpikir kalau Nick mungkin berhalangan karena sakit atau mobilnya mogok.

Airy berjalan gontai menuju halte bis, ia sengaja tak membawa motornya karena yakin Nick akan memberikannya tumpangan.

***

Keesokan harinya Rayna menghadang Nick di lorong sekolah.

"Nick, gue mau bicara sama lo! Sini lo!" Rayna menarik tangan Nick ke tempat sepi.

"Apa sih?"

"Kenapa semalem lo gak datang ke cafe? Airy tunggu lo di sana! Tega ya lo! Kalo lo memang gak mau datang lo bilang dong! Jangan bikin Airy nungguin lo!"

"Memang gue janji akan datang? Kenapa hanya gue yang lo marahin? Lo dong temennya hibur dia. Gue semalem gak bisa gue sibuk sama keluarga gue!"

"Lo tahu kan kalo kemaren ultahnya Airy?"

"Ya Airy bilang sama gue, mau ngerayain ultah. Ya silakan saja, gue gak bisa, sama yang lain saja."

"Asal lo tahu ya, kemaren hanya lo yang diundang, bahkan gue gak diundang. Hanya lo! Terus lo gak datang!"

"Mana gue tahu hanya gue yang di undang. Sudah ah, ribet banget sih!" Nick hanya berlalu pergi.

Rayna akhirnya melepas Nick menuju kelasnya. Nick memang tak pernah menanggapi perasaan Airy. Tapi Airy dengan gigih terus mengejar Nick.

Rayna mendapati Airy duduk di kursinya dan berusaha untuk tidur tertelungkup di atas meja dengan tangan menyilang sebagai penyangga kepalanya.

"Airy, lo baik-baik saja kan?"

"Hmm... iya gue baik-baik saja, cuma ngantuk"

"Airy lo sedih ya Nick gak datang?"

"Sedih sih pasti, tapi ini tantangan! Gue gak akan patah semangat!" tiba-tiba Airy bangun dan bersemangat.

"Airy, sampai kapan lo ngejar cinta Nick? Lo masih yakin dia bakalan nerima lo?"

"Gue yakin! Gue akan ngejar sampai gue gak bisa ngejar dia lagi!"

"Nanti malem ikut gue yuk, gue ada reuni sama teman SMP gue. Kali saja lo bisa ketemu orang yang bikin lo jatuh cinta."

"Lo mau comblangin gue sama teman lo? Hehhe.. boleh saja. Kalo ada teman lo yang bisa bikin gue berpaling dari Nick gue bakal lupain Nick!"

"Benar ya? Janji loh!"

"Iyaaa. Lo lihat gak Nick di mana pagi ini?"

"Astagaaa... ada dikelasnya! Gak usah lo samperin sudah mau bel masuk kelas!" Rayna menahan tangan Airy agar tak keluar lagi dari kelas.

"Iya nanti saja pas istirahat."

"Gue khawatir melihat lo sama Nick, sudah sering ditolak tapi masih saja gigih."

"Kalo cinta kan harus diperjuangkan, iya gak? Hehehhe.."

"Iya sih. Tapi kira-kira juga kalo ditolak terus ya kemungkinan dia gak suka sama lo. Jangan maksa."

"Ya untuk sekarang gue masih semangat!"

Airy masih saja semangat, kalo yang lihat pasti sudah merasa iba dengan Airy. Sering banget di cuekin dan di tolak terang-terangan sama Nick. Tapi dari pandangan Airy itu biasa saja.

"Hay Nick. Kemaren kemana aku nungguin di cafe kok gak datang?" tanya Airy dengan ceria-ceria saja gak ada kemarahan.

"Gue ribet sama urusan keluarga. Gue gak janjikan mau datang? Kemaren lo ultah?"

"Iya, gue mau ajak lo rayain dengan makan di cafe."

"Oh, selamat ya."

"Makasiiiih." Jawab Airy bahagia.

"Ya sudah apa lagi?" tanya Nick yang bingung melihat Airy masih di depannya.

"Bagaimana kalo pulang sekolah kita makan ice cream di ujung jalan?"

"Gue gak suka ice cream."

"Lo sukanya apa?"

"Gue sukanya sendiri, dan makan, minum apa pun sendiri."

"Hmmm.. beli sendiri di mana ya?"

"Lo punya hobi ganggu orang ya? Awas gue mau ke kantin."

"Ya sudah gue traktir di kantin saja ya?"

Nick berjalan tanpa menoleh lagi. Airy berjalan di belakangnya.

Nick makan hingga 80 ribu dan dengan sigap Airy membayar duluan. Nick santai saja sambil memasukan lagi uangnya.

"Airy lo dipanggil bu Mariana di kantor."

"Hah, dipanggil? Kenapa ya?"

"Sudah buruan!" kata Rayna.

"Okey, Nick gue cabut dulu ya. Bye." Nick gak bilang apa-apa melihat kearah Airy juga enggak.

"Eh Nick, lo tahu gak kemaren Airy bela-belain ngumpulin duit buat ngerayain ultah sama lo. Tapi lo gak datang dan gak kasih kabar. Lo kok bisa sih tega banget? Ini buat lo jajan 80 ribu, Airy pakai uang hasil dia ngelesin math anak-anak SMP. Tapi lo gak ada ngehargainnya! Seenggaknya lo jangan PHP!" teriak Rayna membela Airy.

"Tolong bilang juga sama sahabat lo jangan peduliin gue. Gue gak suka dia dekat-dekat sama gue. Dan gue gak akan pernah kasih harapan sama dia. Dan dia sudah ganggu gue. Jangan harap gue mau pacaran sama dia."

"Lo memang tega ya. Lo berasa cakep dan Airy gak pantes buat lo? Airy itu keren dan manis, Airy juga punya sexy brain, dia pinter. Gue harap Airy bosen ngejar lo. Dan menemukan orang lain. Karena gue sudah sering bilang buat ninggalin Lo, dia malah ketawa dan bertahan, memang gila."

"Belajar, kalo apa yang kita mau belum tentu bisa kita dapatkan. Bilang sama dia. Jangan di kira gue gak cape ngadepin dia yang muka tembok. Gue gak pernah kasih respon tapi dianya aja yang kegeeran. Bawa sahabat lo dari depan gue dan jangan pernah lagi muncul di muka gue!" hardik Nick tanpa perasaan

Airy mendengar semua pembicaraan Rayna dengan Nick, karena tadi ia berbalik hendak mengambil buku yang ada di atas meja. Airy tahu kalau Nick susah di taklukan, tapi baru kali ini ia dengar betapa Nick benci dengannya. Airy kembali ke ruang guru melupakan buku catatan harian miliknya.

"Airy, mulai minggu depan tolong gantikan ibu untuk mengajar anak kelas 1 pelajaran tambahan ya. cuma sampai ibu selesai melahirkan." Pinta Ibu Mariana

"Baik Bu. Bahannya saya di kasih kan Bu?"

"Iya ini bahannya untuk 2 minggu. Buat singkat padat dan jelas ya, Cuma 1 jam saja sepulang sekolah. Tenang saja nanti Ibu kasih bayaran."

"Baik Bu." Airy kembali ke kelas, hatinya hancur. Selama ini Rayna sering mengatakan hal yang sama untuk meninggalkan Nick tapi ia tetap semangat. Perkataan Nick tadi membuatnya patah hati. Apa kali ini ia harus mundur?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ngejar Dari Sekolah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
8.2
Kecelakaan tragis yang melumpuhkan sang suami memaksa ayah mertua tinggal bersama mereka. Namun, situasi di rumah tangga dalam novel modern misteri Derita Menantu Jelita ini kian mencekam saat sang suami bertekad mendapatkan keturunan demi garis keluarga. Sebuah rencana nekat dijalankan; ia diam-diam mencampurkan obat ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Keputusan gelap tersebut seketika mengubah segalanya, menyeret kehidupan mereka ke dalam pusaran konflik yang tak lagi terkendali.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan