Sampul Novel Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu

Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu

8.8 / 10.0
Dalam Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu, seorang wanita lulusan SD bangkit dari hinaan mantan suami pelit. Ia dipaksa menikahi duda billionaire tanpa cinta. Simak perjuangannya meraih martabat dalam romance novel ini, sebuah modern novel tentang pilihan hidup dan kebahagiaan baru.
Ringkasan Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu
Pasca diceraikan suami pelit yang merendahkannya karena hanya lulusan SD, seorang wanita miskin dipaksa orang tuanya menikahi duda kaya raya. Pernikahan kedua tanpa cinta ini menjadi awal babak baru yang penuh tanda tanya. Sanggupkah ia menyembuhkan luka batin akibat hinaan mantan mertua dan membangun kebahagiaan bersama pria asing? Simak perjuangannya keluar dari derita demi menemukan cinta sejati dalam rumah tangga yang diawali keterpaksaan.
Baca Selengkapnya

Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu Bab 1

"Jika kamu tak terima, silahkan cari lelaki lain sebagai suamimu!" teriak Mas Tedy.

Aku menatap tajam ke arah Mas Tedy, suamiku. Tak menyangka ia yang terkenal alim dan rajin meminta istrinya untuk mencari lelaki lain untuk bisa mencukupi kebutuhan. Suami macam apa dia?

"Sekali lagi kamu ngomong kayak gitu, aku akan benar-benar pergi dari sini, Mas. Tapi, jangan harap kubawa anak-anak. Biar kamu tahu rasanya mengurus dan mencukupi kebutuhan dua anak," ucapku dengan tegas. Aku berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Mas Tedy yang masih duduk di teras.

Aku sangat geram dibuatnya, ia selalu mengucapkan hal itu. Mencari pria lain? Memangnya aku ini istri siapa? Lidahnya seperti ada paku yang terlempar menusuk relung hatiku.

"Ya udah sana cari aja lelaki lain yang bisa ngasih tiga juta perbulan, yang bisa nyukupin kamu," balas Mas Tedy sangat santai dan seperti tak ada beban, membuatku semakin geram. Ia selalu mengucapkan kalimat itu, entah sudah berapa kali tak terhitung. Setiap aku mengeluh dengan yang yang diberikan dan meminta tambahan.

Keesokan pagi, Mas Tedy sudah bersiap untuk pergi ke kebun milik Bapakku. Ia akan memanen jagung manis. Aku akan menyusul setelah selesai mengurusi kedua putraku yang hendak sekolah.

Pertama mengantar Arshaka, putra sulungku yang sudah duduk di bangku kelas enam SD. Setelah itu, mengantar putri bungsuku, Kayla, yang masih sekolah di taman kanak-kanak. Selesai mengantar barulah menyusul Mas Tedy ke kebun.

Selain Mas Tedy, ada tiga orang lainnya yang membantu memanen jagung. Mereka akan di beri Ibu upah setelah menyelesaikan pekerjaannya.

"Anak-anak udah pada berangkat sekolah, Li?" tanya Mamakku.

"Sampun, Mak," jawabku.

"Sarapan dulu sini, nanti baru bantu-bantu," ajak Mamak.

"Enggeh, yang lain sampun sarapan, Mak??" tanyaku.

"Sudah semua tadi pagi," balas Mamak sembari memasukkan jagung-jagung yang sudah di pisahkan dari pohonnya.

Aku sarapan sendiri karena yang lain sudah sarapan sejak pagi. Setelah itu, aku membantu memasukkan jagung manis ke dalam karung besar yang nantinya akan di timbang oleh pembeli.

Mas Tedy dan para pekerja mengambil jagung. Mereka mengumpulkan setiap jagung yang dipetik kemudian Ibu, Bapak dan aku memasukkannya ke dalam karung.

"Nanti yang mangkiran kamu bawa pulang, Li, kasih juga untuk tetanggamu," ucap Bapak.

Bapak memang tau jika putri sulungnya hidup pas-pasan, bahkan tetanggaku yang sering memberikan sesuatu kepada keluargaku.

"Mereka pada mau kan, enggak nolak? Soalnya yang bagus di jual, di sana kan enggak ada yang nanam jagung," imbuh Bapak.

"Maulah, Pak, meski mangkiran, tapi juga masih bagus-bagus kok apalagi gratis," balasku.

Jagung sudah masuk karung semua, tinggal menunggu pembeli yang sebentar lagi datang. Matahari mulai condong, aku berpamitan untuk pulang lebih dulu karena waktunya menjemput Kayla

Selang beberapa saat setelah aku sampai rumah, Mas Tedy pulang dengan membawa empat karung jagung mangkiran. Jagung mangkiran biasa di sebut jagung BS-an.

"Banyak banget bawanya, Mas, memang bisa habis?" tanyaku.

"Buat makan ayam," jawabnya yang membuat hatiku dongkol. Enak saja jagung manis pemberian Bapak diberikan untuk Ayam.

Daripada pikiranku pusing lebih baik aku mandi dan setelah itu masak untuk makan siang.

"Hallo, lagi dimana? Kesini ada jagung manis satu karung."

"Iya, Mbahnya panen."

Aku mendengar dari kamar mandi percakapan Mas Tedy. Aku sudah bisa menebak kalau ia sedang berbicara dengan kakak iparku yang tinggal di kabupaten seberang.

Benar saja tak sampai satu jam seorang lelaki bertubuh tinggi, dan perut buncit datang mengendarai motornya dengan senyum sumringah

Tetanggaku yang sedang mengupas jagung itu segera pamit pulang, mungkin mereka merasa tak enak karena kedatangan Kakak iparku.

Jagung yang masih sisa tiga karung setengah, langsung diangkut Mas Nobi ke atas motornya, setelah itu lelaki buncit itu pulang.

"Mas! Kenapa jagungnya kamu berikan sama mas Nobi semua? Tetangga belum di kasih seperti Santi, Siti, dan tetangga dekat rumah lainnya. Emang Bapak berpesan untuk dikasihkan sama Mas Nobi, nggak kan. Lagian bisa-bisanya kamu nggak menyisakan buat anak-anak, padahal anak-anak paling suka sama jagung manis!" teriakku begitu amarah.

Pelit dengan anak dan istri tapi dengan Kakaknya sangat royal. Suami macam apa dia, seenak udelnya memperlakukan aku seperti itu.

"Terserah aku, yang bawa jagung itu siapa? Aku kan," ucapnya tambah ngeyel. Ingin diraup wajah pelitnya itu.

Aku yakin pasti kakak iparku akan pamer di sosmed. Mas Nobi pamer jagung manis jika habis panen jagung dan akan ia bagi-bagikan dengan tetangganya dengan dalih hasil panennya sendiri seperti kejadian yang sebelum-sebelumnya.

Semua pekerjaan rumah sudah beres, begitu juga melayani pembeli di warung kecilku yang cukup ramai hari ini. Warung ini adalah sumber utama pemasukan kami, dari sinilah aku memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mumpung sepi, aku menyempatkan diri merebahkan tubuh sambil mengecek HP. Ada notifikasi masuk, unggahan dari Mas Nobi yang muncul di beranda Facebook.

"JAGUNG MANIS HASIL PANEN DARI TANAH GUNUNG."

Aku mendengus pelan, tidak percaya. Berani sekali dia mengaku-ngaku jagung itu hasil panennya. Kebunnya sendiri saja tak pernah ia urus, tapi sekarang malah sok-sok rajin jadi petani sukses. Padahal semua itu sebenarnya hasil kerja keras Bapak dan Mamakku, mereka yang menanam, mereka juga yang merawat sampai panen.

Aku terus membaca komentar-komentar di bawah unggahannya.

"Panen banyak, Nob."

"Alhamdulillah banyak sekali, Bro," balasnya, menambahkan emoji senyum penuh kebanggaan palsu.

"Aku minta dong."

"Sini, Nduk, kubagi. Sebagian sudah kuberikan ke tetangga," balasnya lagi, seolah dia ini orang paling dermawan sejagat raya.

Emosiku makin naik membaca semua komentar itu. Jagung-jagung yang dia banggakan itu bukanlah hasil kerja kerasnya, melainkan milik Bapak dan Mamakku yang susah payah bekerja di ladang. Rasanya aku tidak bisa diam saja.

Dengan dada yang masih bergemuruh, aku mencari Mas Tedy yang sedang duduk santai di teras.

"Mas, kamu tahu nggak, Mas Nobi pamer di Facebook seolah-olah dia yang panen jagung itu? Nggak ada sekalipun dia memberi pengakuan kalau itu sebenarnya itu pemberian kita. Hasil keras Bapak dan Mamakku."

Mas Tedy hanya melirikku sekilas dengan wajah datar, seolah masalah ini sepele. "Ya biarin aja, Bu. Toh cuma jagung."

Aku tertegun, tak percaya dengan jawabannya. "Mas, kamu kok bisa-bisanya bilang begitu? Itu hasil keringat Bapak dan Mamakku, loh! Harusnya kamu juga menghargai usaha mereka. Kita yang kerja keras, orang lain yang dapat pujian!"

Ia mengangkat bahu, tampak acuh tak acuh. "Kalau kamu malu, ya biarin aja. Aku nggak peduli soal itu," katanya dengan nada dingin, lalu beranjak pergi begitu saja tanpa sepatah kata lagi.

Aku hanya bisa memandang punggungnya dengan perasaan kecewa dan terluka yang semakin mendalam. Rasanya seperti ada tembok yang makin tinggi di antara kami, semakin tebal setiap kali dia mengabaikan perasaanku.

---

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Yang Ditulis Ulang
9.3
Madelyn Jent wafat penuh sesal setelah delapan tahun pernikahan hambar dan vonis kanker mematikan. Di detik terakhir, Zach Jardin tak kunjung datang hingga Madelyn bersumpah takkan mencintainya lagi jika waktu terulang. Keajaiban membawanya kembali ke usia delapan belas tahun. Madelyn bertekad menjauhi Zach demi masa depan baru, namun takdir berkata lain. Pria itu justru muncul kembali, mendekat dengan aura intimidasi dan janji untuk menjaganya seumur hidup.
Sampul Novel Gairah Duda Keren
8.1
Moreno Dava Mahendra berubah menjadi sosok dingin sejak kepergian sang istri. Meski galak, duda tampan ini tetap jadi rebutan. Di sisi lain, Aira Cecilia harus bekerja di rumah bordil demi melunasi utang ayahnya. Nasib mempertemukan mereka dalam sebuah jebakan hingga berakhir di ranjang yang sama. Moreno terkejut melihat wajah Cecil yang sangat mirip mendiang istrinya. Ia pun menuntut pernikahan. Akankah cinta bersemi di tengah luka masa lalu mereka?
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Kehidupan Ariel dipenuhi cemoohan karena statusnya sebagai anak dari hubungan gelap. Meski menyandang nama besar sang ayah, ia tetap dianggap sebagai noda hitam yang tak termaafkan. Di tengah penderitaan itu, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan, seorang miliarder sempurna yang memiliki dunia berbeda. Akankah Shawn mampu menjadi pelindung bagi Ariel dan menjaganya dari hinaan dunia? Ikuti perjuangan cinta mereka yang penuh tantangan dan perbedaan kasta.
Sampul Novel Kabut Cinta Riana
9.2
Riana yang cantik jelita harus menelan pil pahit saat harapannya hancur berkeping-keping. Sang kekasih justru memilih wanita lain, meninggalkan luka mendalam yang mengubah hatinya menjadi sedingin es. Meski dikhianati, ia terus berjuang dengan ketabahan dan pengorbanan yang luar biasa. Akankah ketulusan Riana mampu menyibak kabut duka dan menuntunnya menemukan cinta sejati yang selama ini ia dambakan di tengah dinginnya kesendirian?
Sampul Novel Malam Panas Bersama Mafia Dingin
9.6
Amora Nouline selalu hidup di bawah bayang-bayang kakaknya, Alana, karena pilih kasih sang ibu. Saat ayahnya sakit parah dan butuh biaya besar, ibu dan kakaknya justru tega mendesak Amora menjual diri. Demi kesembuhan sang ayah, Amora terpaksa setuju meski hatinya hancur. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang mafia dingin yang sangat berkuasa. Meski pria itu berwajah tampan, aura kejamnya membuat Amora dilingkupi rasa takut yang luar biasa malam itu.
Sampul Novel TERPAKSA MENIKAHI MANTAN
8.9
Aku tak pernah menyangka harus menjadi pengantin pengganti bagi Uswa, mantan kekasihku di masa SMA. Nasib berubah drastis saat Ilham, calon suaminya, mendadak kritis tepat sebelum akad nikah dimulai. Di tengah situasi darurat, Bang Adam dan keluarga besar Uswa mendesakku untuk mengambil posisi mempelai pria. Meski penuh keraguan dan rasa terkejut, pernikahan ini tetap terlaksana. Kini, bagaimanakah kelanjutan kisah hidup kami setelah bersatu kembali?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan