
Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
Bab 2
"Mas lepasin aku cuman main di rumah buk Arul saja memangnya salah, dengan apa yang aku lakukan?" tanyaZahra Sembari untuk melepaskan cengkraman dari tangan suaminya
Tio seketika berbalik dan langsung mengayunkan tangan Zahra yang dia pegang lumayan keras. Tio juga memberikan tatapan tajam yang membuat Zahra bergidik ngeri.
Bagaimana pun Zahra adalah perempuan Zahra pasti kalah dengan Tio
Apalagi Zahra sebatang kara di kota itu jika Tio melakukan hal yang kekelewatan. Kemungkinan dirinya akan meninggal juga.
"Ya Allah ampuni dosaku jika memang ini waktunya kembali maka aku ikhlas ya Allah aku menyerahkan semua takdirku kepadamu," monolog Zahra
Setidaknya jika Zahra meninggal di situ Zahra akan mengikhlaskan dan bahagia kali ini.
Plakk.
Tio langsung menampar wajah Zahra sekuat tenaga hal itu membuat Zahra terhuyung dan mengeluar sedikit darah.
"Dasar perempuan jalang apakah selama ini yang aku berikan masih kurang jika memang kurang kamu bisa mengatakannya padaku jangan buat aku malu di lingkungan ini," ujar Tio dengan berteriak.
Zahra hanya bisa menangis mendengar semua umpatan yang keluar dari mulut Tio. Zahra masih sangat lemah untuk membalas apa yang zahra lakukan saat ini
Kalau suami kamu bertanya itu di jawab kenapa diam saja? Apakah kamu bisu hah! Tanya Bu anti yang menjambak rambut Zahra tertutup hijab yang membuat kepala Zahra mendongak.
Semakin sakit yang Zahra raskan selama ini dirinya tak pernah mendapatkan dari keluarga suaminya
Zahra selalu saja mendapatkan perlakuan yang buruk dan selalu mendapatkan perkataan yang menyakiti hati
Ingin rasanya Zahra nelwan namun Zahra tidak memiliki apa pun yang bisa di banggakan jika Zahra melawan keluarga sang suami.
"Maaf mas aku tau kamu kecewa," ujar Zahra.
"Bicara sekali lagi kau jalang! Aku akan merobek mulut sok sucimu itu," ucap tio mencengkram dagu
"Tio buk anti hentikan! Kalian bisa membunuh anak orang," ucap pak RT mencoba melerai kdrt yang dilakukan oleh tio kepada Zahra.
"Pak RT jangan ikut campur urusan rumah tangga anak aku ya. Pak RT tidak memiliki wewenang untuk mencampuri urusan mereka," ujar buk Anti
"Kalau aku tidak boleh ikut campur lebih baik buk anti menasehati anak ibu, malu buk masa anak laki-laki main tangan sama perempuan. Dimana harga diri anak ibu," ucap pak RT
"Aku memiliki harga diri yang lebih tinggi dari pada pak RT ya, maka dari itu aku memberikan pelajaran untuk istri yang tidak diri. Dia sengaja ingin menghancurkan harga diri saya," jawab Tio.
"Harga diri yang mana kamu punya aku pikir laki-laki yang bermain tangan pada wanita adalah lelaki yang paling rendah," seru Ayus mengejek Tio
Ayus adalah pemuda yang seumuran dengan Tio, tetapi Tio selalu menganggap Ayus adalah saingannya.
Sedari dulu tio, tidak mau kalah dari Ayus apa pun yang Ayus miliki. Maka Tio harus memilikinya apa pun yang terjadi.
"Diam kamu, peniru ngerti apa kamu soal rumah tangga? Lihatlah usiamu sudah hampir sama dengan Tio tapi kamu sampai sekarang masih mendapatkan pasangan," ujar Bu Anti mengejek Ayus
Ayus hanya pub hanya tersenyum, memamerkan lesung pipi yang Ayus punya. Dia menggelengkan kepalanya seolah apang di katakan buk anti hanyalah sebuah guyonan saja.
"Lebih baik aku melajang selamanya buk anti, dari pada aku harus menghancurkan kehidupan anak gadis orang. Kalau memang kamu belum bisa lepas dari ibu kamu. Maka jangan menikahi anak gadis di rawat dan di sayangi oleh kedua orang tuanya, karena itu akan membuat dia menderita," kata Ayus sembari menepuk pundak tio.
Ayus berharap dengan sedikit nasehat yang di berikan pada tio maka akan membuat Tio sadar, tetapi tetaplah Tio. Tio tidak akan pernah sadar atas kesalahan yang tio lakukan sebelum tuhan memberikan tamparan keras.
"Dasar sok bijak," ujar Tio mendengar semua ocehan Ayus.
Tio akhirnya pergi bersama sang ibu tak lupa. Tio menyeret Zahra yang masih sangat terluka lahir batinnya.
"Hai tio jika, kamu melakukan kekerasan dalam rumah tangga pada Zahra di rumah. Maka aku tak akan segan-segan melaporkan kamu ke polisi," ucap Ayus yang menjawab sebagai seorang hansip di kampung itu.
Sebagai seorang hansip dia wajib menjaga keamanan kampung dan Zahra di anggap itu adalah tanggung jawabnya.
"Bu ingat ya aku akan menikah dengan gadis itu jika anak ibu menceraikan," kata Ayus
"Apa maksudmu nak Ayus."
Ayus hanya tersenyum saja kemudian meninggalkan kerumunan warga tadi mencoba melerai Zahra dengan Tio.
Setelah sampai di rumah Tio langsung melempar Zahra ke atas kursi ruang tamu, yang di sampingnya ada wanita cantik dengan pakaian kurang bahan.
"Dasar jalang kamu pasti Goda Ayus di belakangku bukan? Kamu ingin menjadi istrinya hah," tukas Tio
"Mas jangan teriak-teriak gitu aku takut," ujar wanita itu dengan suara pick me.
"Duduklah dengan baik aku akan memberi pelajaran pada jalang ini," ujar Tio dengan senyum terukas.
Dia terlihat tenang dalam menghadapi wanita seksi itu sangat berbanding terbalik apa yang di lakukan ke Zahra.
Wanita Hanya duduk, kemudian duduk menyilangkan kakinya dan duduk dekat Zahra. Wanita itu, sedang menunjukkan kepada Zahra bahwa derajatnya lebih tinggi derajatnya di bandingkan istri sah tio.
"Apakah kamu sering menggoda Ayus?" tanya Tio
Zahra langsung menggeleng dengan cepat dia hanya beberapa kali berpapasan dengan Ayus tetapi zahra tak pernah mengobrol dengan rival pribadi tio abadi
"Aku tak pernah menggoda siapa pun aku juga tak pernah keluar rumah kecuali keluar rumah membeli sayur lalu kapan aku menggoda teman kamu mas," jawab Zahra
"Pembohong! Pasti kamu berbohong," kata Tio
"Tidak mas aku tidak pernah berbohong denganmu," ujar Zahra
"Zahra pasti sedang berbohong mas kamu tahu jika membeli sayur saja bukan! Tetapi apakah kamu tahu ketika kamu bekerja?bisa dia diam-diam pergi kerumah Ayus Untuk menggodanya," ujar Siska sembari melirik Zahra dengan tatapan yang mencemoh
"Kamu benar-benar wanita gak tahu diri! Jalang! Wanita murahan! Mulai hari ini kamu tidak aku izinkan keluar rumah! Kamu hanya boleh mengerjakan pekerjaan rumah saja aku juga tak akan memberikan uang sepersen pun uang untukmu. Sia-sia selama ini Ku merawatmu ternyata di belakangku kamu, menggunakan uangku untuk menggoda laki-laki lain," gumam Tio
"Tapi mas?" tanya
"Jangan ngebantah, Tio masih mau menampungmu di sini. Kalau aku jadi Tio pasti aku akan mengusir kamu dari rumah ini," jawab Bu Anti
Zahra hanya bisa menunduk meratapi nasibnya yang sangat tragis. Andai saja waktu bisa di bisa di ulang tidak pernah mau mengenal laki-laki seperti tio
Padahal jika Tio berfikir uang dua puluh ribu, tidak akan pernah cukup untuk menghidupi Zahra. Apa lagi Zahra ingin menghambur-hamburkan uang itu bersama dengan laki-laki lain mana cukup. Apakah otakmu sedang bermasalah Tio?
Anda Mungkin Juga Suka





