Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nafkah Batin Yang Tak Tertunaikan

Nafkah Batin Yang Tak Tertunaikan

Bagi Soraya, pernikahan merupakan ikatan suci yang seharusnya hanya terjadi sekali seumur hidupnya. Namun, fondasi rumah tangganya kini mulai goyah akibat adanya misteri besar yang disembunyikan oleh sang suami. Kejujuran di antara mereka pun dipertanyakan saat satu per satu keanehan muncul. Rahasia gelap apakah yang sebenarnya disimpan rapat oleh Kang Yana dari istrinya? Sanggupkah komitmen Soraya bertahan di tengah badai ketidakpastian ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ah, aku geram. Manakah yang harus kusalahkan, Kang Yana atau nasib diriku?

Terlanjur kesal, ku acak-acak taburan bunga yang berbentuk love diatas kasur hingga berserakan. Ku obrak-abrik semua isi lemari hingga luluh lantak. Kamar yang tertata indah entah untuk siapa. Kini berubah seperti kapal pecah. Biarkan saja Kang Yana tahu akulah yang berulah seperti ini. Perasaanku sudah terlanjur dicabik-cabik olehnya.

Baru saja aku membeli mulut pedas tetangga. Apa aku harus menjualnya lagi? Ku remas sprei dan menariknya dengan kencang hingga terlepas dari kasur.

Aku berjalan gontai keluar kamar. Semua sudah jelas, ada wanita lain yang Kang Yana sembunyikan. Kalau tidak, mana mungkin ada kamar tersembunyi dengan seluruh pakaian wanita. Tega nian kamu Kang. Andai saja aku berpikir lagi sebelum menerima pinanganmu, andai saja aku tak terbuai rayuan gombalmu. Mungkin, aku tak akan terlibat dengan urusan yang membuat kepala pening tujuh keliling. Nasi sudah menjadi bubur.

Tapi...bubur juga sepertinya enak kalau dibumbui. Otak normalku kembali connect.

Tidak, aku tidak boleh diam saja. Aku harus mencari cara untuk memperjelas semua ini. Semua kesemuan harus terungkap didepan mataku sendiri. Bukan Soraya namanya jika harus mundur. Apalagi ini menyangkut masa depan.

Duduk sejenak di sofa ruang tamu. Hening, ruangan besar tanpa penghuni. Begitu menyeramkan. Seharusnya rumah yang di isi oleh pria saleh, selalu menyejukkan hati. Tapi bukan kesejukan dan ketentraman yang kurasa. Hanya ada rasa panas yang membakar seluruh tubuh. Padahal ac sudah nyala semua.

Entah apa yang merasukiku saat ini, ide gila mulai menghujan. Cepat-cepat ku buka layar ponsel dan mencari toko online shop. alat penyadap suara ku tekan search. Sampai akhirnya ku temukan alat sadap suara berukuran koin agar bisa kusimpan di tempat tersembunyi, dibalik kasur atau dibalik meja kamar rahasia. Segera ku klik beli dan masuk keranjang, sengaja memilih ekspedisi ojek online agar bisa sampai secepatnya.

Menurut pengalamanku, alat ini ampuh membuktikan kesalahan seseorang yang sedang membicarakan niat jahat mereka.

Aku tersenyum mengingat masa-masa masih bekerja. Saat menjebak karyawan yang dicurigai licik. Alat seperti itu ampuh sebagai bukti kecurangannya sebelum di audit.

Setelah dua jam menunggu, gawaiku bergetar tanda telepon masuk.

"Assalamualaikum Teh, paket sudah sampai sesuai alamat." Sudah pasti itu telepon dari tukang ojek online yang mengirim pesananku.

"Oke, tunggu sebentar!" Dengan cepat kuambil uang dua puluh ribu dari dompet.

Aku segera berlari keluar rumah. Halaman yang cukup luas, membuatku harus berjalan sekitar beberapa meter untuk sampai di gerbang depan,

"Makasih." Ku berikan uang itu pada tukang ojek, sekedar untuk membeli cemilan. Karena pesanan sudah kubayar via transferpay.

Tak sabar ingin segera kupasang alat ini diseluruh kamar. Aku membeli lima alat sadap. Tak apa, mengeluarkan sedikit tabungan, demi menguak kebenaran.

Aku berlari sedikit lebih cepat memasuki rumah. Hatiku selalu terbakar ketika melihat kamar nomor tiga. Bukan terbakar cemburu, tapi terbakar kebencian karena telah ditipu.

Kutepak jidat, saat melihat kamar yang sudah amburadul, merasa sedikit bodoh, kenapa tadi menghancurkan seluruh isi kamar? Alhasil harus kubereskan sendiri agar tak menuai kecurigaan dari Kang Yana.

Kutata kembali seluruh isi lemari. Meski berat. Meski sesungguhnya tak sudi melakukan ini.

Seperti berada dalam perangkap. Baru sehari berada di rumah ini, serasa sudah seabad. Setiap detak jam kutunggu, kulihat, kureningi. Tuhan, semoga seluruh prasangkaku cepat terjawab.

Jika Kang Yana memang menyembunyikan wanita lain, kenapa tidak bilang dari awal?

Itu berarti tak ada bedanya dengan lelaki lain yang mempunyai tiga atau empat istri. Ah, tidak! Tidak mungkin. Seluruh prasangka berkecamuk. Kupejamkan mata erat. Menelan saliva yang mulai mengering.

Selesai!

kupasang satu alat dibawah meja samping ranjang. Dan satu di belakang ranjang.

***

Aksi dimulai, kulipatkan lengan baju. Berjalan cepat menuju kamar ketiga. Dengan seluruh kekuatan, kudobrak pintu hingga badanku ikut jatuh bersamaan dengan pintu terbuka.

"Hentikan!" Teriakku dengan nafas terengah. Kembang kempis dadaku naik turun. Sungguh batin terguncang menyaksikan adegan itu dengan mata kepalaku sendiri.

Nyaris Kang Yana terkejut, menjatuhkan tubuhnya kebelakang kasur hingga telentang.

Jijik aku melihat pemandangan yang seharuanya tak kulihat. Wanita itu menutup wajahnya dengan selimut.

"Sora..."

Kang Yana mendekatiku. Aku mundur beberapa langkah. Kugelengkan kepala tak percaya.

"Detik ini juga, tolong ceraikan aku!"

"Tidak Neng, Aa tidak akan menceraikan Neng."

"Oke, kalau begitu aku yang akan menggugat cerai." Ku akhiri pembicaraan. Bergegas kutinggalkan Kang Yana yang berusaha mengejarku.

Kututup pintu kamar. Runtuh tubuh ini dibalik pintu. Air mata mulai merebak di pelupuk mata.

"Sora.... Soraya... " Teriak Kang Yana.

"Sora... Soraya... Soraya..."

Suara itu terus menggema dalam ruangan. Aku terperanjat. Nafas terasa sesak. Peluh dingin membasahi seluruh tubuh. Tidur terlalu lama membuat pikiran terbawa ke alam mimpi. Apalagi tidur di sore hari.

Benar kata Kang Yana saat mengisi pengajian di kampungku dua minggu lalu. Tidur sore itu dapat menyebabkan yuuritsul majnuun alias mewarisi kegilaan atau lebih jelasnya kehilangan akal.

Ah, aku malah kehilangan akal setelah bersamamu Kang.

Bagaimana akalku akan sehat, jika Kang Yana saja menyembunyikan banyak rahasia dariku.

"Hanya Neng satu-satunya wanita yang Aa cintai dan sayangi."

"Hanya Neng yang akan menemani Aa hingga maut menjemput, dan kamu harus yakin, kita akan bersua kembali di akhirat."

Hati wanita mana yang tak tersentuh dengan rayuan seperti itu, rayuan yang kaluar dari mulut pria berparas tampan dan meneduhkan. apalagi diucapkan saat masih hangat-hangatnya menjadi pasangan suami istri.

"Bulshit!!"

Omong kosong semua, bisa-bisanya lelaki se'alim Kang Yana mengatakan kebohongan.

terlalu banyak melamun hingga tak sadar Adzan Maghrib sudah berkumandang. arloji menunjukkan pukul enam sore. Namun Kang Yana tak kunjung pulang. Seharusnya dia yang mengimami salat di mesjid.

Kuraih gawai diatas nakas. Tiga panggilan tak terjawab dari nomor Kang Yana. Dua Panggilan tak terjawab dari nomor asing. Baru saja kusentuh Nama Kang Yana dilayar ponsel, tiba-tiba nomor asing itu menghubungi lagi.

Siapa? Keningku mengerut. Aku tak biasa menerima panggilan dari nomor sembarangan, apalagi yang tak dikenal.

Kuabaikan panggilan itu, kusimpan kembali gawai diatas nakas. Berwudu dan berdzikir adalah cara terampuh menghilangkan kegelisahan.

Ku ayunkan kaki ke kamar mandi segera mengambil air wudu. Usai wudu, gawai masih bergetar.

"siapa sih?" Ganggu orang saja magrib- magrib nelpon." Gumamku, spontan telunjuk ini menekan tombol reject.

Kutunaikan salat. Aku bersujud bersimpuh bercengkerama dengan Sang Maha Pmberi petunjuk. Memohon agar Allah segera membukakn segala rahasia yang ditutup rapi oleh Kang Yana. Berharap Kang Yana akan berbicara jujur mengatakan semuanya.

Aku sadar dosaku melanjung tinggi, namun lebih dosa manakah seorang suami yang menyembunyikan sesuatu dari istrinya? Allah. Tangisku bergemuruh membiat badan gemetar hebat.

Selesai salat, gawai masih saja bergetar. Kali ini aku berbaik hati mengangkat nomor asing itu. Namun, saat kudekatkan pada telinga, nomor itu memutus panggilan.

Iseng banget ya ini nomor heuh. Awas aja kublokir nanti!

Aku mencoba menghubungi Kang Yana lagi. Allah kenapa aku harus khawatir sama Kang Yana. Mungkinkah naluri seorang istri mulai menjelma dalam diriku? bukan, bukan itu, hanya saja ingin cepat memastikan apa yang dirahasiakan Kang Yana dariku.

Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar.

"Kang Yana?" batinku menerka. Aku bergegas lari keluar untuk menyambut. Ya, aku harus pura-pura menyambutnya dengan senyuman. Meski sejujurnya ingin ku pentung kepalanya.

"Assalamualaikum bidadariku?" Dia menyodorkan tangan kanannya.

Bidadari? Hmmh bidadari yang keberapa kang?

"Wa'alaikumsalam." Kuraih tangan dan menciumnya tanda hormat. Allah kenapa pesonanya selalu menimbulkan getaran hebat dalam dada . Aroma parfumnya, parfum khas dengan aroma vanila dan cendana menusuk-nusuk hidungku. Sungguh menggoyahkan keteguhan untuk tidak berbaik hati padanya.

Dasar hati...menyingkirlah sebentar! Kita perlu waktu membuktikan kebenaran. Bisikan-bisikan bermunculan ditelingaku.

"Bapak, sudah makan Neng?" Tanya nya sambil meraih tanganku. Dia menggandengku berjalan menuju kamar Bapak Mertua. Memang, Bapak sudah tua, umurnya sudah hampir seabad, tapi dia masih terlihat sehat, hanya giginya yang tinggal sisa dua. Meski terkadang ada penyakit bawaan umur yang menyerangnya. Begitu Kata Kang Yana. Jadi aku harus telaten sesekali menengok bagaimana kondisi Bapak.

Lega melihat Bapak sudah tidur, kami kembali keluar. Kang Yana mengajakku duduk sebentar di sofa ruang tamu. Dia mendudukanku diatas pangkuannya. Aku tak mampu berontak.

Tapi ada yang aneh ku perhatikan seluruh tubuhnya. Kang Yana terlihat segar, seperti habis mandi. Kulit putihnya bercahaya. Tapi aku selalu gagal fokus kalau sudah melihat rambut Kang Yana yang sedikit basah. Pikiranku selalu travelling kemana-mana.

Kugelengkan kepala menolak prasangka lagi. Sudah jadi prinsip, tak ingin asal tuduh, minimal harus ada barang bukti. Selain aku melihatnya sendiri.

"Oia Neng, tadi Aa beli ubi cilembu sama bolu susu. Tapi lupa ketinggalan di mobil. Boleh Aa minta tolong ambilkan!" Kang Yana mengusap pundakku. Kemudian memberikan kunci mobilnya.

Alhamdulillah, akhirnya aku terlepas dari Kang Yana. Aku segera berdiri, lantas berjalan menuju parkiran.

Aku mencari-cari didalam mobil, karena Kang Yanq tak memberitahuku dimana letak umbi dan bolunya. Mungkin dia lupa karena kelelahan.

Setelah kubuka pintu depan mobil, penglihatanku jatuh tepat pada sesuatu yang tergeletak diatas jok samping sopir. Kain berwarna merah. merah membara seperti hati yang terbakar api kemarahan.

Kujemberngkan kain itu, tiba-tiba jatuh satu benda kecil.

Niqab?

Lalu Kuambil benda kotak yang jatuh kebawah jok.

"Foto? Foto seorang wanita bercadar."

Yaa allah...

Yaa rahman...

Yaa rahiim...

Apakah ini jawaban do'aku, justru aku menemukan bukti tanpa harus bersusah payah.

Allah, sekali lagi kaki ku gemetar terasa ingin runtuh. Dugaanku benar, ada wanita lain yang hadir dalam hidup Kang Yana.

Pertahannaku runtuhh. Aku beringsut meremas niqab dan foto itu. Bening bulir mulai membendung pelupuk mata.

Tapi siapa wanita ini?

Kuusap air mata yang sudah merebak. Berusaha menyembunyikan kesedihan. Ah kenapa harus ada air mata. Bukannya aku tidak mencintainya?

Aku berbalik menuju rumah, kutenteng bolu susu dan umbi yang katanya oleh-oleh Bandung untukku. Tak sudi aku memakannya.

Akan kuberikan kejutan untuk Kang Yana, niqab dan foto wanitanya , entah istri atau selingkuhan yang ia sembunyikan. Tapi mana mungkin seorang ustadz seperti Kang Yana selingkuh? Lalu apa aku benar-benar dijadikan tumbal sebagai istri kedua atau ketiga? Ah, perasaan kesal dan menyesal berkecamuk dalam dada.

Namun, tak kudapati Kang Yana di sofa ruang tamu. Kemanakah dia? apakah dia kembali ke tempat persembunyiannya? Dimanakah dia menyembunyikan wanita itu??

Kulempar susu dan umbi diatas meja. Maaf Kang aku nggak bisa menghormati laki-laki sepertimu lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintamu Dibayar Dengan Surat
8.3
Rio terpaksa menikahi Sintia Wijaya setelah sebuah insiden fatal merenggut kesucian gadis itu. Tiga tahun berlalu tanpa cinta, Rio justru memilih menikahi mantan kekasihnya, Clara. Ia membenci Sintia yang dianggapnya licik karena memanfaatkan hartanya demi biaya medis sang ibu. Rio bahkan menolak mengakui Dika sebagai putra kandungnya. Namun, dinamika rumah tangga mereka mulai bergejolak saat istri keduanya datang membawa sebuah perjanjian rahasia yang tak terduga.
Sampul Novel Hanya Menjadi Wanita Pengganti
9.8
Demi menjaga martabat keluarga setelah Naila kabur di hari pernikahan, Diandra Sahanaya alias Naya nekat menggantikan posisi adiknya untuk dinikahi Zayn. Meski Zayn menegaskan hanya mencintai Naila, Naya tetap berjuang memikat hati pria yang selama ini dipujanya itu. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh di hati Zayn, alasan tersembunyi di balik kepergian Naila terungkap. Akankah Zayn berpaling kembali pada Naila atau memilih mempertahankan Naya?
Sampul Novel Hasrat Agak Laen
9.7
Temukan narasi romansa modern yang unik dalam novel ini. Karya ini menyajikan perpaduan menarik antara realitas dan fiksi, di mana lebih dari separuh alurnya diangkat dari kisah nyata. Meski beberapa bagian dimodifikasi dan ditambah unsur imajinatif sebagai variasi, esensi ceritanya tetap terasa autentik. Persiapkan diri Anda untuk rangkaian peristiwa yang mungkin sulit dipercaya namun benar-benar bisa terjadi. Segera buktikan sendiri keunikan kisahnya sekarang juga.
Sampul Novel Kembalinya Istriku
8.0
Akibat krisis ekonomi dan musibah suami, Maharani terpaksa menjadi tulang punggung keluarga sebagai TKW di luar negeri. Namun, pengorbanannya dibalas pengkhianatan keji oleh Rudi yang menipunya. Penderitaan Rani kian memuncak saat putra tunggalnya meninggal dunia akibat kelalaian keluarga suaminya. Kini, didorong rasa sakit hati yang mendalam, Rani menyusun rencana besar untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel MINE
8.9
MINE
Hidup Ana berubah drastis setelah berselisih dengan pengusaha dingin yang menjadi pembicara di kampusnya. Meski kesal, Ana terpaksa terus berurusan dengan pria menyebalkan itu. Tanpa disadari, sosok tersebut adalah pria yang selama ini ia nantikan kehadirannya. Perubahan sifat sang pria membuat Ana bimbang antara benci dan puja. Di tengah perasaan yang berkecamuk, hubungan mereka justru dihantam berbagai teror berbahaya. Mampukah mereka bertahan menghadapi ujian?
Sampul Novel Pacar Kedua dan Istri Rahasia
8.5
Pasca insiden maut, Rafka menyembunyikan Adiva di London tanpa sepengetahuan siapa pun. Meski menyadari hati istrinya milik pria lain, Rafka tetap setia melindungi. Namun, Adiva justru merencanakan pelarian demi membalas dendam pada masa lalunya. Ia menjebak saudara kembarnya, Agatha, untuk bertukar posisi agar bisa mengecoh pengawal Rafka. Saat Agatha terjebak di London, Adiva mencuri identitas saudarinya untuk kembali menemui sang ayah dan memulai aksi balas dendam.