Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Baby

My Baby

Kalla Rei memilih mengakhiri hubungan sebelum Romeo Evans mendepaknya demi sebuah taruhan. Mengetahui cinta Romeo hanyalah kepura-puraan, Kalla berusaha bangkit meski harus menanggung luka sendirian. Namun, menghapus jejak pria yang selalu ada di hidupnya bukanlah perkara mudah. Di sisi lain, Romeo justru terjebak dalam dilema besar saat sosok dari masa lalunya muncul kembali secara tak terduga, tepat ketika ia mulai memiliki tambatan hati yang baru.
Bab
Bagikan

Bab 3

Seperti biasa, Paman Louis dan Bibi Kelly duduk berpelukan di depan televisi. Kadang-kadang mereka akan tidur di rumahku, kalau kebetulan aku memiliki banyak pekerjaan dan mengharuskan lembur. Bibi Kelly adalah asisten rumah tangga yang membantuku membersihkan rumah dan merawat Stella. Sedangkan Paman Louis adalah suaminya yang tidak sengaja mengantarkanku pulang ketika kabur dari rumah sakit beberapa tahun yang lalu. Aku tidak mengerti dengan takdir Tuhan. Aku rasa dunia cukup sempit, karena dari sekian ribu driver taksi, aku cukup beruntung mendapatkan Paman Louis sebagai orang yang mengantarku pulang.

Paman Louis adalah orang terpilih yang sampai sekarang masih menyayangiku karena hidupku cukup malang. Aku mengerti kalau Bibi Kelly dan Paman Louis adalah orang yang tulus, tapi aku masih merasa tidak enak hati kalau terus menerus menyusahkan mereka. Terlalu banyak jasa yang mereka berikan kepadaku yang tidak mampu aku bayar. Aku beruntung pernah mengenal mereka.

“Aduh romantisnya.” Aku menggoda Bibi Kelly yang masih saja salah tingkah, padahal mereka sudah cukup lama menjadi suami istri.

“Stella baru saja tidur.” Bibi Kelly memberikan informasi tanpa aku minta. Mana ada balita yang masih bisa bertahan sampai jam sepuluh malam? Aku tersenyum melihat kebersamaan mereka.

“Kalla, malam sekali baru sampai ke rumah? Marahi saja bos mu itu kalau sering-sering membuatmu lembur.” Paman Louis menatapku dan kubalas dengan kekehan.

“Ah, Paman bosan ya, menungguku pulang?” Aku meletakkan belanjaan dan menatanya secepat kilat.

“Bukan begitu, tidak baik wanita berkeliaran malam-malam. Kalau kau tidak keras kepala, paman tidak keberatan kalau disuruh menjemput.”

“Tidak usah, Paman. Aku bisa pulang sendiri. Lihat, aku baik-baik saja. Kalian jadi kan, ke rumah Samantha? Kasihan, dia sudah hamil besar.” Aku membuat pengalihan agar mereka tidak perlu mengkhawatirkanku.

“Besok kami akan berangkat, bagaimana kalau Stella ikut?” Bibi Kelly menatapku. Meskipun dari jarak yang cukup jauh, aku tahu kalau mereka berharap Stella diperbolehkan untuk ikut. Sudah waktunya mereka peduli dengan cucu mereka sendiri. Lagipula aku bisa merawat Stella selama mereka berada di dekat Samantha.

“Tidak apa-apa, Stella anak yang pintar dan bisa diatur. Kalian pergilah, aku titip salam untuk Samantha. Aku akan mengunjunginya nanti kalau cutiku sudah disetujui oleh bos gilaku itu. Aku sudah lama tidak berkunjung ke rumah Samantha” Aku terkekeh sendiri, mengingat kebaikan dan kejahilan Samantha yang selalu menganggapku seperti saudara perempuannya.

“Padahal kami akan senang kalau Stella ikut.” Paman Louis berkomentar. Ada kesedihan tersirat di wajah tuanya.

“Jam berapa kalian berangkat, aku titip sesuatu, ya? Untuk anak Samantha.”

“Kemarin saja kau sudah memberinya kereta bayi, padahal bayinya masih tenang di perut ibunya.” Kelly berkomentar dan ikut membantuku menata bahan makanan yang aku beli.

“Itu akan berguna, Bibi. Aku akan marah kalau bibi tidak mau membawanya, karena aku sudah membungkusnya seindah mungkin.”

“Terserah kau saja. Kau itu keras kepala seperti ibumu. Melihatmu aku jadi teringat dengan ibumu yang sering menyuruhku membawa pulang makanan untuk diberikan kepada Samantha” Bibi Kelly tampak menerawang saat dulu dia membantu ibuku menjadi asisten rumah tangganya. Ibuku mengalami kelainan jantung dan tidak bisa melakukan banyak pekerjaan. Ibuku dulunya adalah seorang wartawan yang beralih profesi menjadi editor di salah satu penerbit besar.

Aku tersenyum. Setiap membahas soal ibu, aku jadi semakin merasa bersalah. Andai hari ini ibu masih hidup, pasti aku bisa membuatnya bahagia. Tapi sayang, saat ini aku hanya bisa berdoa semoga ibuku berada di surga.

Setelah sedikit bercakap-cakap dan makan malam, aku menemani mereka sebentar di depan tivi. Aku tidak mengikuti acaranya, karena aku malah asyik mengobrol dengan Bibi Kelly. Ketika mereka berpamitan untuk tidur, karena memang sudah larut, aku baru mencari anakku ke kamarnya. Hari ini mereka menginap, karena memang kadang-kadang malas untuk pulang ke rumah mereka yang letaknya satu blok dari tempatku tinggal.

Aku mengambil posisi ternyaman dan memeluk Stella. Tidurnya damai. Sebentar lagi ia akan masuk sekolah, sudah waktunya Stella bersosialisasi dengan teman-teman seusianya. Stella merengek berkali-kali, dan sebentar lagi usianya 4 tahun, sudah waktunya bagiku untuk melepasnya bebas bermain di luar sana. Meskipun ada kekhawatiran yang kupikirkan. Wajar terjadi, karena diriku begitu mencintai Stella dengan sepenuh jiwaku.

Hidupku sudah tenang sekarang, meskipun hanya memiliki Stella. Aku tahu kalau Romeo Evans tidak akan mau ambil pusing soal diriku. Aku hanya pacar taruhannya. Romeo tidak pernah tahu bagaimana kehidupanku yang sekarang. Aku memang menyingkir dari siapapun yang mengenaliku. Romeo tidak tahu kalau Stella adalah anaknya. Begini lebih baik, karena semakin diungkit, aku yang akan tersakiti. Sudah cukup cintaku dipatahkan oleh dirinya. Aku tidak mau Stella tersakiti gara-gara tidak diakui oleh ayahnya sendiri. Aku mengingat dengan benar, kalau ada seseorang yang begitu dicintai oleh Romeo. Aku akan membiarkan mereka bahagia dengan rumah tangga mereka.

Romeo Evans itu apa? Hanya laki-laki banci yang terlalu sombong yang selalu menganggap kalau dirinyalah yang terhebat. Dia memang hebat sekarang. Semua orang tahu kalau dia adalah lajang yang diincar oleh para calon mertua. Ketampanannya saja sudah terlihat sejak aku masih kuliah. Kalau dia tidak tampan mana mungkin aku khilaf atas dirinya? Wajahnya begitu memikat dan sulit untuk dilupakan. Kadang aku malas untuk mengakui kebodohanku itu.

Sekarang dia tidak hanya tampan, tapi juga kaya raya. Hotelnya ada di mana-mana. Setiap melintasi jalan raya, aku kadang melihat wajahnya yang sedang terpampang di dinding gedung yang tinggi. Semakin dewasa Romeo Evans menjelma menjadi sosok pria bertubuh kekar dengan wajah diatas rata-rata. Iklan hotelnya hilir mudik tersaji di tempat-tempat umum, belum lagi baliho-baliho yang menggambarkan betapa berkuasa dan berpengaruhnya seorang Romeo di negaranya. Apa mereka tidak tahu kalau aku sangat terganggu dengan iklan-iklan itu? Apa mereka tidak tahu kalau Romeo adalah bagian dari masa lalu yang ingin aku tanggalkan?

Aku sangat benci ketika bosku dengan centilnya menciumi majalah yang sering memunculkan potret Romeo Evans. Mereka tidak tahu kalau orang yang mereka puja-puja adalah seorang pecundang yang sebenarnya. Mereka hanya melihat ketampanan dan kekayaan Romeo tanpa mau melihat kepribadiannya yang buruk. Hanya korbannya saja yang mengerti bagaimana keburukan sifatnya.

Kalau aku adalah ibu yang melahirkan Romeo, aku akan merasa sangat malu dengan kelakuan anaknya itu. Kalau bisa aku akan menghajarnya sampai babak belur karena telah melukai hati anak gadis orang dan membuatnya hamil di luar nikah tanpa mau menanggung beban hidupnya. Beruntung sekali Romeo, karena aku bukan ibunya.

Aku jengkel ketika kepopulerannya melebihi artis, semakin melihat gambar-gambarnya kepalaku jadi pusing. Setiap aku melihatnya, yang terbayang adalah betapa aku sangat membencinya. Aku membencinya karena diriku pernah begitu sangat mencintainya. Aku malas menceritakan bagaimana hubunganku dulu ketika bersamanya. Dia itu seperti serigala bertopeng pangeran. Mereka tidak tahu seberapa jahatnya seorang Romeo Evans, andai mereka tahu, apakah mereka masih menghormatinya? Kalau mereka tahu kebusukannya apa mereka masih mau memuja dan menjadikannya idola?

Aku menghirup aroma bedak Stella dan memejamkan mata. Dunia tidak akan kejam kepada anak semanis Stella. Meskipun dalam tubuh Stella terdapat sebagian diri Romeo, aku pastikan anakku tidak akan tumbuh seperti ayahnya. Aku akan menjaganya agar Stella Rei tetap menjadi gadis manisku, bukan seorang pecundang nan menyedihkan seperti Romeo Evans.

Ini bukan sekedar kata-kata dari hatiku. Ini lebih seperti janji yang akan aku tepati sampai akhir.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berikan Aku Cinta
9.6
Dua kepribadian yang sama-sama kuat harus beradu dalam ikatan pernikahan yang tidak biasa. Seorang wanita bermental baja memutuskan untuk tetap bersatu dengan pria yang memiliki sifat sangat keras kepala. Bagaimana dinamika hubungan mereka saat ego dan prinsip masing-masing saling berbenturan di bawah atap yang sama? Kisah ini menyoroti perjuangan cinta dan komitmen di tengah kerasnya watak mereka yang sulit untuk saling mengalah satu sama lain.
Sampul Novel BUKAN ANAK HARAM
9.2
Terinspirasi dari kisah nyata, novel ini mengikuti perjalanan pilu Kartika yang dijual ibu kandungnya ke dunia malam. Di tengah penderitaan, ia jatuh cinta hingga mengandung Dania. Kehadiran sang putri membawa perubahan besar sekaligus tantangan baru dalam hidupnya. Ikuti perjuangan dua generasi wanita ini dalam menghadapi kerasnya takdir demi menemukan kebahagiaan. Sebuah narasi menyentuh tentang keteguhan hati dr. Dania yang kini telah sukses di Singapura.
Sampul Novel Cinta Pertama Dari Istri Kedua
9.4
Kehadiran suami yang nyaris tanpa cela ternyata tak mampu memberikan kepuasan bagi sang istri. Dalam sebuah keputusan yang ceroboh, ia justru memilih untuk mendatangkan istri kedua ke dalam rumah tangga mereka. Alih-alih memperbaiki keadaan, tindakan tersebut malah menjadi pemicu bencana besar yang mengancam keutuhan pernikahan. Kini, hubungan yang semula stabil harus menghadapi badai kehancuran akibat kehadiran sosok baru yang tak terduga.
Sampul Novel Gairah Nikmat Kopi Susu
9.3
Suasana hangat menyelimuti Fany dan Alvin saat mereka memulai momen intim di kamar. Setelah memastikan pintu terkunci dan AC menyala, Alvin tak kuasa menahan gairah melihat keindahan tubuh istrinya. Dengan penuh nafsu, ia mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh Fany yang menggoda. Meski awalnya belum siap sepenuhnya, sentuhan lembut dan rangsangan Alvin perlahan membangkitkan hasrat Fany hingga mereka hanyut dalam pergulatan cinta yang semakin memanas.
Sampul Novel Hamil dengan Mantan Bosku
8.9
Tiga tahun Cynthia menjadi sekretaris sekaligus pendamping setia Juan, namun ia dibuang saat sang bos memilih menikahi wanita lain. Di tengah pelarian, Cynthia harus menghadapi kehamilan dan keserakahan ibunya hingga hidupnya hancur. Lima tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok baru yang lebih kuat. Sementara itu, Juan yang selama ini tenggelam dalam penyesalan dan kekacauan, kini memohon agar Cynthia mau kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Little Brother
8.6
Irena menghadapi kenyataan pahit yang tidak pernah terlintas dalam benaknya sedikit pun. Hubungan persaudaraan yang seharusnya murni kini ternoda oleh sebuah rahasia gelap yang mengejutkan. Adik laki-lakinya sendiri ternyata telah lama menyembunyikan perasaan cinta terlarang yang melampaui batas wajar seorang saudara. Irena kini terjebak dalam dilema batin yang mendalam saat menyadari bahwa sosok yang ia sayangi memiliki obsesi romantis terhadap dirinya.