Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Absurd Ning

My Absurd Ning

Zora Alifia dikenal sebagai santriwati pembuat onar yang kerap memicu kekacauan di pesantren. Kelakuannya sering kali membuat Emir, sepupunya yang juga seorang Gus, merasa sangat kewalahan. Meski sering ditegur, Zora tetap membangkang hingga hubungan keduanya diwarnai ketegangan. Emir pun melontarkan ancaman pernikahan untuk menertibkan Zora. Ajaibnya, gertakan itu mulai mengubah sikap Zora menjadi lebih rajin dan taat menjalani kehidupan di pondok.
Bab
Bagikan

Bab 2

Zora menghela nafas dan membaringkan tubuhnya ke atas kasur dengan matanya menatap ke langit-langit kamar.

Dreet...

Dreet...

Dering telvon membuat lamunannya membuyar. Ia pun meraih handphonenya dan mengangkat panggilan video call yang masuk.

Panggilan video call itu menunjukkan nama kontak temannya.

Feni

Calling...

"Ada apa Fen?" Tanya Zora sambil mengarahkan kamera video call ke wajahnya.

"Lo liat ini." Feni membalik kamera Panggillnya dan kini menyorot seorang laki-laki dan perempuan yang sedang duduk berduaan di cafe sambil berpegangan tangan.

Zora terkejut melihat itu. Ia tau postur tubuh laki-laki itu siapa. Yah, itu adalah Rayan pacarnya.

Matanya membulat dan berkaca-kaca. Mulutnya bergetar tak mampu berucap apapun lagi yang jelas, Ia merasa sangat kecewa dengan perbuatan Rayan.

"Anjir Ra, dia selingkuh sama temen sekelasnya dong." Heboh Feni.

Setetes air mata terjatuh dari pelupuk mata Zora. Rasanya benar-benar sakit melihat laki-laki yang selama ini di percayainya ternyata selingkuh di belakangnya.

"Makasih infonya."

Tuut...

Zora pun mematikan panggilan sepihak. Ia benar-benar tak kuat melihat Rayan dan cewek itu di layar handphonenya. Ia marah, Ia kecewa dan merasa di hianati.

Ia menenggelamkan wajahnya ke bawah bantal. Isak tangisnya semakin keras di kala teringat nasehat Papah nya.

"Melakukan perbuatan haram memang terasa menyenangkan. Tapi hanya akan mendatangkan kebahagiaan sesaat saja. Setelahnya hanya ada rasa sakit dan kekecewaan karena Allah tak meridhoi tindakan yang di haramkan itu."

"Zora minta Maaf Pah. Zora gak nurut sama Papah." Zora benar-benar menyesal karena sudah melanggar aturan Papah nya.

Baru kali ini Ia merasakan sakit hati yang benar-benar sakit. Ini bukan karena Rayan menyelingkuhi nya tapi karena Ia telah mendapatkan balasan dari Allah akibat menentang orang tuanya.

Zora benar-benar merasa bersalah karena telah membuat Papah nya merasa berdosa hingga menangis akibat perbuatannya. Padahal ini semua bukan salah Papah nya, tapi salahnya yang telah menganggap sepele larangan orang tuanya.

Ia tak pernah menurut dengan nasehat-nasehat Papah nya. Ia selalu menganggap remeh larangan-larangan Papah nya. Padahal tanpa Ia sadari nasehat dan larangan itu bisa Ia jadikan penentang agar Ia tak terjatuh dalam jurang kemaksiatan.

Zora kembali mengambil handphonenya dan membuka room chat nya dengan Rayan.

Mine <3

Kita putus!

Urus aja selingkuhan lo itu, Gue gak mau lagi punya cowok brengsek tukang selingkuh kaya Lo!

(Anda memblokir kontak ini)

Zora pun meletakkan handphonenya ke atas nakas dengan sedikit membanting. Ia pun membaringkan tubuhnya ke atas kasur menarik selimut dan berusaha beristirahat tidur agar hati dan pikiran nya bisa tenang untuk sesaat.

Dengan rasa malas, Zora mengemasi beberapa baju-bajunya yang akan di bawanya ke pondok pesantren tempatnya akan tinggal mulai sekarang.

Sebenarnya Ia malas untuk melakukan ini tapi, mau bagaimana lagi dari pada Ia di nikahkan dengan sepupu jauhnya itu jadi, lebih baik Ia nurut saja untuk sekarang.

"ZORA AYO TURUN!"

Mendengar suara sang Mamah, Zora pun dengan malas menenteng tas nya seraya turun memijak setiap anak tangga.

"Udah siap?" Zora mengangguk lesu.

"Yang semangat dong kok lemes gitu."

"Iya mah." Balas Zora dengan decakan.

"Ayo ke mobil." Respati datang dengan sudah rapih mengenakan sarung dan baju kokohnya.

"Mau sekalian ngajar Pah?" Tanya Almi.

"Enggak Mah, jadwal Papah kan Cuma hari senin sama sabtu doang." Balas Respati.

"Ooh, yaudah kalian hati-hati." Almi mencium tangan Respati dan Zora mencium tangan mamahnya juga.

"Yaudah Mah, Kita berangkat dulu. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam. Ati-ati Pah. Zora jangan bikin masalah di sana ya! Awas kamu." Tuding Almi ke arah Zora dan Zora pun hanya berdekhem malas seraya pergi mengikuti Respati.

Setelah perjalanan setengah jam di jalan, keduanya pun akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. Yaitu pesantren Al-anam.

Sebuah pesantren yang terletak di sebuah desa yang tidak terlalu pedesaan sekali dan masih lumayan terjangkau dengan pusat kota. Pesantren tersebut didirikan oleh almarhum kakek buyutnya Zora, lalu sempat di pimpin oleh anak pertama yang merupakan pakdhe dari Respati dan sekarang pesantren tersebut berpindah tangan ke anak pertama Pakdhe yaitu Kyai Razka atau Kyai Razka yang merupakan sepupu dari Respati.

Zora dan Papahnya keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju ke arah ndalem.

"Assalamualaikum." Ucap Respati seraya memasuki ndalem yang nampak tak di tutup rapat pintunya.

"Waalaikumsalam." Jawab seorang gadis dari dalam.

"Eh Om Ares, Zora. Silahkan duduk Om. Sebentar saya panggilkan Ummah sama Ayah dulu." Kata gadis itu seraya berjalan pergi kembali untuk memanggil kedua orang tuanya.

Respati dan Zora pun duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Keyna memanggil kedua orang tuanya.

Gadis tadi adalah Putri bungsu dari Kyai Razka dan Ummah Icha. Namanya Keyna Latifah. Setelah Emir anak pertama mereka berumur 4 tahun, tak lama kemudian Ummah Icha hamil kembali dan melahirkan seorang anak perempuan yaitu Keyna.

Tak berselang lama, Kyai Razka pun datang menghampiri dan duduk di depan mereka berdua. Penampilannya nampak sudah cukup berbeda karena memang sekarang Ia sudah berumur. Tetapi walaupun begitu Kyai Razka masih terlihat gagah dan tampan di umurnya yang sudah tak muda lagi itu.

"Ada apa Res?" Tanya Kyai Razka.

"Jadi gini Kak. Ini si Zora anak ku rencananya pengen Aku pondokin di sini biar dia belajar banyak tentang ilmu agama." Kata Respati.

"Boleh Res. Bagus itu kalo Zora mau mondok di sini." Tercetak raut bahagia dari wajah Kyai Razka.

"Aku yang paksa si Kak. Dia gak bakalan mau kalo Aku gak paksa dan ngancem dia buat Aku nikahin sama Emir." Mendengar itu Kyai Razka tertawa diikuti oleh Respati.

Zora berdecak sebal dengan kelakuan Papahnya. Bisa-bisanya Papahnya itu mempermalukannya di depan sang om.

"Zora." Panggil Kyai Razka dan Zora pun menoleh.

"Iya om?"

"Kamu mau sama Emir?" Tanya Kyai Razka sedikit meledek.

"Enggak Om." Jawab Zora dengan polos.

Kyai Razka menggerakkan sebelah alisnya bingung.

"Kenapa? Emir ganteng loh."

"Zora gak cinta Om."

Mendengar jawaban Zora, Respati dan Kyai Razka pun sontak kembali tertawa.

"Bagus-bagus, kamu gak mandang fisik ternyata." Puji Kyai Razka dan di balas dengan senyuman kikuk oleh Zora.

Ummah Icha pun datang tak lama kemudian sambil membawa kopi dan teh untuk kedua tamunya.

"Silahkan diminum." Kata Ummah Icha seraya meletakkan 2 gelas itu dan setelahnya ikut duduk di samping Kyai Razka.

"Ada apa Res?" Tanya Ummah Icha.

"Ini anak ku Zora mau Aku pondokin di pesantren ini." Ummah Icha mengangguk-angguk dan tersenyum ke arah Zora.

"Bagus dong kalo Zora udah mau masuk pesantren. Di sini juga ada Mei sama Keyna jadi kamu punya temen."

"Iya tante.". Balas Zora sambil tersenyum tipis.

"Kamu mau ke asrama sekarang?" Tawar Kyai Razka.

"B__boleh om." Balas Zora walaupun rasanya agak ganjel.

"Key." Panggil Kyai Razka kepada putrinya.

Tak lama kemudian Keyna pun datang menghampiri.

"Iya ada apa Ayah?" Tanyanya dengan sopan.

"Tolong kamu antarkan Zora ke asramanya ya."

"Iya Ayah "

"Ayo Ra." Ajak Keyna menatap Zora.

"Tunggu." Cegah Zora sebelum pergi. Semua orang pun menatap ke arah Zora dengan bingung.

"Tapi Zora gak mau orang-orang sampai tau kalo Zora anaknya Ustadz Ares dan keponakannya Kyai Razka." Timpal Zora. Semua orang mengerutkan keningnya mendengar permintaan aneh yang Zora lontarkan.

"Kenapa?" Tanya Respati bingung.

"Zora malu Pah. Zora gak pinter dan ilmu agama Zora pun masih sangat kurang. Dan Zora ngerasa gak pantes buat di panggil Ning kaya Key dan Kak Mei." Zora menunduk setelah menjelaskan alasannya.

"Tapi Ra__."

"Setuju atau Zora gak mau masuk pesantren." Respati menghela nafas berat.

"Okeh. Asalkan kamu jangan nakal dan jangan bikin masalah." Zora mengangguk walaupun hatinya tak yakin.

"Papah." Zora memeluk Papahnya erat sebelum pergi.

"Papah 2 kali seminggu kesini kok buat ngajar, gak usah lebay sok-sokan gak bisa ketemu Papah lagi." Zora melepaskan pelukannya dan menatap Papah nya kesal.

"Kan gak setiap hari gimana si!." Zora berkacak pinggang.

"Yaudah sana ikut Keyna. Inget jangan bikin ulah." Zora berdekhem mengiyakan.

"Key pergi anterin Zora dulu. Assalamualaikum." Pamit Keyna.

"Waalaikumsalam."

Keduanya berjalan menelusuri lorong asrama sambil Keyna berceloteh menjelaskan beberapa tempat yang mereka lewati. Zora hanya mengangguk-angguk saja menyimak setiap ucapan Keyna.

"Papah gue ngajar pelajaran apa?" Tanya Zora.

"Om Ares ngajarnya tafsir jalalain sama fiqih." Zora hanya ber-oh dan mengangguk.

Tak terasa langkah mereka kini sudah sampai di depan pintu kamar asrama dimana Zora akan di tempatkan.

"Kalo Kak Mei kamarnya dimana ya?"

"Di lantai bawah, tadi sempat kita lewatin."

"Pintu nomor berapa?"

"Nomor 05." Zora mengangguk-angguk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Donat Penyelamat
8.9
Cita menjalani biduk rumah tangga penuh rintangan bersama Danang, pria yang terpaut sepuluh tahun lebih tua darinya. Badai besar menghantam saat sebuah kecelakaan tragis membuat kaki Danang lumpuh total. Kini, Cita terpaksa memikul beban sebagai tulang punggung keluarga sendirian. Tak hanya berjuang demi ekonomi, ia pun harus menghadapi penolakan keras dari mertuanya sendiri. Akankah cinta mereka bertahan dan menemukan kebahagiaan di tengah cobaan berat ini?
Sampul Novel Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
9.6
Pasca kecelakaan tragis, Arjuna harus menghadapi kenyataan pahit saat ia lumpuh. Dunianya hancur ketika Kirana, tunangannya, justru memilih menikah dengan adiknya, Bima. Di tengah perebutan takhta CEO oleh adik-adiknya, mental Arjuna kian terpuruk karena terapi fisik yang sulit. Demi memulihkan sang putra, ibunya menjodohkan Arjuna dengan Mentari. Gadis unik yang ceria namun matre ini hadir membawa harapan baru di tengah pengkhianatan dan keputusasaan Arjuna.
Sampul Novel Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
8.7
Vania, mahasiswi yang terhimpit utang keluarga, terpaksa terjun ke dunia malam demi masa depan adiknya. Takdir mempertemukannya dengan Reza, pria kaya penuh trauma yang awalnya hanya menganggap Vania sebagai objek transaksi. Namun, hubungan dingin itu berubah menjadi keterikatan emosional yang rumit. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan tekanan sosial, mereka terjebak antara benci dan candu. Mampukah cinta tumbuh di atas luka dan pengorbanan yang menghancurkan harga diri?
Sampul Novel Mafia Kejam Jatuh Cinta
9.6
Deo Morte Picasso, pemimpin mafia Italia yang benci wanita, terpaksa kabur ke desa demi menghindari tuntutan nikah orang tuanya. Di sana, sang Dewa Kematian justru terpikat oleh kembang desa hingga terlibat skandal satu malam. Tragedi kematian orang tua memaksa Deo pergi meninggalkan gadis itu dalam kondisi hamil. Dua tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, Deo kini sudah berkeluarga, meninggalkan luka dan tanda tanya besar bagi nasib sang ibu tunggal.
Sampul Novel Meninggalkan Negara Setelah Perceraian
8.5
Pasca tiga tahun menikah, perceraiannya menjadi bahan cemoohan satu kota sebagai istri yang terbuang. Enam tahun berselang, ia kembali ke tanah air bersama anak kembarnya sebagai dokter jenius yang masyhur di dunia. Meski banyak pria yang kini berupaya memikat hatinya, keadaan berbalik saat sang putri mengabarkan hal mengejutkan. Mantan suaminya kini justru bersujud selama tiga hari demi memohon kesempatan kedua untuk membangun kembali rumah tangga mereka.
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita adalah gadis ceroboh dan pemalas yang penuh kekurangan. Beruntung, ia memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat pintar yang selalu setia menjadi sandaran segala keluh kesahnya. Namun, dinamika persahabatan mereka diuji saat Luna mulai merasakan benih cinta pertama yang asing bagi dirinya. Sialnya, perasaan itu tertuju pada Athala. Kini, hubungan mereka berada di ambang perubahan besar yang mengancam status persahabatan demi sebuah rasa rumit.