Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Monster Yang Bersamaku

Monster Yang Bersamaku

Rein yakin telah menghabisi suaminya, Hary, dan berniat menyerahkan diri kepada Adrian, sahabat lamanya yang berprofesi sebagai polisi. Namun, situasi berubah mencekam saat seorang pria misterius muncul dan mengaku sebagai Hary. Meski wajahnya serupa, perangainya jauh lebih lembut dan penuh kasih sayang. Jika Hary asli sudah tewas, siapakah sosok asing yang kini mendekapnya? Apakah Rein terjebak delusi atau ada rahasia gelap yang sengaja disembunyikan pria itu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Rein sudah sadar namun ia enggan membuka mata, wanita membiarkan telinganya yang berubah jadi pengelihatan. Ketakutan dalam diri Rein masih menguasai hati dan pikirannya.

Bagaimana Hary tiba-tiba muncul begitu saja? Jika bukan Hary yang ia tenggelamkan di danau lalu siapa? Apa yang terjadi dengan ingatannya atau apa kah yang sebenarnya sedang terjadi? Bergantian tanda tanya itu membentur kepala Rein. Ia mencoba membuka sedikit matanya mengintip dari kelopak matanya dimana Hary dan sedang apa. Tapi ia tidak menemukan sosok suaminya itu berada di dekatnya hingga ia mendengar langkah kaki yang menuju kamarnya.

Rein kembali memejamkan matanya seakan masih tak sadarkan diri. Telinganya menangkap suara kursi yang ditarik di dekat tempat tidurnya dan Hary duduk sambil mengambil jemari Rein mengelus, mencium dan menggenggamnya.

"Sayang… maafkan aku atas semua keadaan ini. Aku berjanji untuk memperbaiki semua ini dari awal lagi." Sebelah tangan Hary mengelus rambut Rein, semua sentuhan yang Hary lakukan begitu berbeda. Wanita itu semakin takut jika Hary berbuat baik seperti itu maka disaat marah atau suasana hatinya sedang tidak baik ia tak ragu memukuli Rein lagi.

"Beristirahatlah sayangku." Sebuah kecupan lembut mendarat di dahi Rein. Pria itu menaikkan selimut Rein dan meninggalkan Rein yang dikiranya belum sadarkan diri. Disaat pintu tertutup mata Rein membuka, tanpa aba-aba air matanya kembali meluncur deras ia sangat bingung tak tahu harus berbuat apa.

Andai saja orang tuanya masih hidup atau andai saja ia dilahirkan tidak sebagai anak tunggal, andai saja oma atau siapa pun keluarganya masih ada. Rein berbalik dan meringkuk di dalam selimut ia menangis lagi tanpa suara.

Hary memandangi lantai yang berantakan dengan perasaan sedih dan marah. Ia menyingsingkan lengan sweeternya dan mulai membersihkan pecahan-pecahan kaca dan merapikan barang-barang yang berjatuhan. Tangannya berhenti pada jejak tetesan darah dan jejak darah lainnya yang seperti dilap dengan kasar. Pria itu pun memutuskan untuk tidak meninggalkan jejak apa pun yang akan menyulitkan Rein jika benar Adrian akan memeriksa kasus ini.

Adrian tak boleh mendapatkan bukti apa pun yang memberatkan Rein, Hary tak ingin membuat Rein semakin jauh menderita jika harus menjalani hukuman. Meski pun akhirnya Rein tidak bisa membuktikan jika Hary sudah tewas karena ia sekarang ada bersama Rein. Hary mempercepat pekerjaannya semakin cepat ruangan ini bersih semakin cepat pula perasaan Rein pulih itu yang diharapkannya.

Setelahmenangis setengah jam Rein ternyata tertidur kembali. Rasa lelah jiwa dan raganya tak mampu menahan kantuk. Namun ia bermimpi buruk, ia melihat Hary datang mendekatinya dengan kondisi terakhir ia bersama Hary. Baju Hary koyak dan penuh darah pun dengan wajahnya karena luka akibat pukulan botol oleh Rein. Tak hanya itu ia juga memukuli Hary dengan tongkat baseball. Wajah Hary menyeramkan matanya melotot penuh amarah pada Rein dan mencoba mencekik Rein.

"Matilah bersamaku perempuan jala*g!" Leher putih Rein seketika memerah karena noda darah dan cekikan Hary yang membuatnya sesak nafas.

"Tidak…! Jangan ….! Peeeergiii...ku mohon… jangaaaaannn…!!!" pekik Rein. Disaat yang sama pintu terbuka dan Hary menghambur mendekati Rein dan memeluk istrinya dengan erat. Rein membuka matanya dan meronta ia takut karena merasa cekikan itu nyata. Namun, Hary semakin mempererat pelukannya ia ingin menyampaikan pada Rein jika ia masih punya kasih sayang. Rein terus meronta namun tak mampu bersuara hanya erangan tertahan dari kerongkongan Rein.

"Sayang… ssshhhhttt…. Ssshhhttt… tenang Sayang… kau hanya mimpi buruk. Tidak ada apa-apa semua baik-baik saja, aku mencintaimu Rein, aku tidak akan menyakitimu, aku berjanji."

Bisikan lembut Hary di telinga Rein membuat Rein berhenti meronta. Hary masih memeluknya dan mengusap-usap punggung Hary. Rein terkejut hal ini tak pernah dilakukan sekali pun oleh Hary.

"Si-siapa kau?" Rein melepaskan dirinya dan menatap wajah Hary yang putih mulus tanpa ada bekas luka sedikit pun. Hary mendesah pelan dan membalas tatapan mata istrinya yang masih diliputi ketakutan.

"Sayang … aku suamimu, aku Hary Ananta. Sayang… mulai detik ini aku berjanji akan menjagamu, memperlakukanmu dengan baik dan mencintaimu sepenuh hati seperti janji kita di awal. Maafkan… hmmm tidak… ampuni aku yang sudah membuatmu jadi begini." Hary mengelus rambut Rein lagi, matanya masih tidak percaya, pikirannya pun masih kacau.

"Aku baru saja selesai memasak untuk makan malam. Aah… atau kau ingin memesan sesuatu lewat daring?" tanya Hary dengan lembut. Rein menggeleng ia masih belum yakin dengan apa yang dilihatnya sekarang ini, laki-laki yang di depannya sedang mengaku sebagai Hary suaminya.

"Sekali pun Hary tidak pernah memasak. Ia pun tak pernah memeluk sambil mengelus punggungku. Kau bukan Hary," jelas Rein lagi meski ketakutannya belum pergi namun ia sudah bisa menguasai dirinya kembali.

"Sayang, bukankah aku sudah berjanji aku akan berubah? Ketika aku melihatmu di pelukan Adrian aku bersumpah akan berlaku baik kepadamu dan tak akan menyakiti dirimu. Sungguh…". Hary kembali memeluk Rein dan mengecup puncak bahu Rein. Ada desir kecil yang Rein rasakan. Pelukan yang lama Rein rindukan, pelukan saat mereka baru-baru pacaran. Hary senang mengecup bahu Rein namun kebiasaan itu hilang saat mereka usai tunangan dan menikah. Lalu hari ini mendadak kecupan bahu itu muncul lagi. Pelan-pelan lengan Rein melingkar di pinggang Hary ia mulai merasakan takutnya berkurang. Hary tersenyum merasakan Rein sudah mulai tenang.

Mata Rein menyapu seisi ruangan yang sudah bersih bahkan lantainya pun mengkilap. Ia menuju dapur pelan-pelan. Ketika Hary sudah menenangkannya dan memintanya ikut makan malam Rein mengatakan ingin mandi terlebih dulu. Ia sungguh terkejut dengan perubahan Hary meski rasa bingung itu masih ada. Hary menarik kursi dan mempersilakan Rein duduk, benar-benar Hary kembali seperti mereka masih pacaran dulu.

Mata Rein berbinar, ia melihat menu yang dimasak Hary meski sederhana tapi itu adalah kesukaannya. Ayam goreng tepung dan spaghetti. Ia mengambil potongan kecil dan mencicipinya. Rein kembali terkejut ayam goreng tepung ini rasanya persis dengan buatan omanya. Hary tersenyum kecil melihat binar mata istrinya mata yang selama ini redup tanpa sinar.

"Aku mencoba mengingat resep yang selalu kau gunakan untuk membuat ayam goreng, resep yang omamu ajarkan kan?" Hary ikut mengambil potongan ayam goreng itu dan menyantapnya dengan nikmat. Lalu menyodorkan seporsi spaghetti yang sudah ia buat.

"Makanlah selagi hangat."

Hary mengambil bagian spaghettinya di piring lain dan memakannya dengan lahap. Rein mencoba menepis bayangan Hary yang bertahun-tahun ini menemaninya dengan Hary yang sedang makan dengan lahap di depannya dan sesekali menatap jenaka ke arahnya.

"Apa kau mau cola?" tanya Hary ketika Rein tinggal menyisakan sedikit makanannya. Ia bersyukur Rein mau makan banyak malam ini tubuh Rein sudah kehilangan banyak bobot beratnya. Hary membelakangi Rein menuang cola ke dalam gelas. Ia dengan cekatan mengambil sesuatu di balik laci dapur tanpa sepengetahuan Rein.

Dengan gerakan cepat ia memasukkan dua butir obat ke minuman Rein dan membiarkannya larut sebentar dan menghilangkan jejak. Sambil menunggu ia menuangkan cola yang sama di gelasnya dan memasukkan botol obat itu ke kantong celana panjangnya. Ia berbalik dan tersenyum kepada Rein sambil menyodorkan minuman itu.

"Habis ini temani aku nonton film yaa," pinta Hary tanpa mengurangi senyum di wajahnya. Rein mengangguk ia menikmati setiap tegukan cola yang sudah dicampur Hary dengan obat sampai habis.

"Aku ke kamar mandi dulu," jawab Rein lagi. Tangannya terjulur hendak merapikan bekas makanan mereka tapi Hary memegang tangan Rein sambil menggeleng.

"Tidak, biar aku saja kamu ke kamar mandi saja, Sayang."

Rein sedikit ragu perubahan Hary yang mendadak dan kontras masih memberikan lompatan kejutan bagi Rein. Wanita itu pelan-pelan berbalik dan meninggalkan Hary yang sesaat kemudian berkutat dengan cucian piring.

Hary menggenggam remote tivi dengan posisi santai. Rein sudah membersihkan dirinya dan duduk di sofa yang agak jauh dari Hary.

"Sayaaang… kok duduknya disitu siih? Sini dekat aku, filmya seru lhoo!" Hary menepuk sofa di sampingnya meski ragu Rein tak menolak. Sudah lama sekali mereka tidak melakukan ini, Rein duduk di samping Hary dan lengan suaminya itu segera di letakkan di belakang bahu Rein.

Mata Hary tak lepas dari film barat aksi yang sedang ditontonnya itu. Hingga tak lama Rein merasa kantuk yang sangat. Beberapa kali ia menguap dan menutup mulutnya. Ia heran baru kali ini ia merasa kantuk yang luar biasa. Tangan Hary menyentuh kepala Rein, mengusapnya beberapa saat dan memiringkan kepala Rein agar bersandar di bahunya.

Rein mengikuti gerak tangan Hary tak butuh waktu lama Rein jatuh tertidur di pelukan Hary dengan sangat pulas. Hary mematikan tivi yang sebenarnya ia tak nikmati filmnya. Ia memang menunggu agar istrinya tertidur dibawah pengaruh obat yang sudah ia campur di minumannya.

"Maafkan aku Rein, aku harus melakukan ini." Ia mengecup puncak kepala Rein sesaat. Lalu mengubah posisi Rein agar mudah ia gendong ke kamar dan meletakkannya di tempat tidur. Hary merapikan selimut Rein, mematikan lampu lalu menutup kamar.

Pria itu berjalan menuju kamar kerjanya dan menelpon seseorang. Ia mengatakan sesuatu tentang danau di belakang rumahnya. Setelah usai menelpon ia mengingat jika ada sosok lain yang harus ia waspadai. Adrian, sahabat Rein dan cinta Adrian yang belum padam pada istrinya itu. Hary mengambil kunci kontak mobilnya dan merencanakan sesuatu. Paling tidak Rein malam ini akan tertidur pulas tanpa mimpi buruk sampai ia kembali.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PKX" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PKX
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Amanda Rhea terlempar kembali ke masa lalunya, di mana ia bertemu lagi dengan sosok pria bernama Hagana. Sebuah ikatan misterius menyatukan Amanda dengan putri Haga secara tidak terduga. Namun, ancaman besar mengintai saat iblis dari alam mimpi mulai menampakkan diri dan mencelakai orang-orang di sekitar Amanda. Di tengah teror yang kian nyata, mampukah benih cinta antara Amanda dan Hagana bersemi kembali seiring takdir yang terus mempertemukan mereka?
Sampul Novel Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal
8.3
Sheny tewas bersama janin di kandungannya setelah dipaksa sang suami mendonorkan sumsum tulang demi menyelamatkan kekasih lamanya. Tujuh hari pascakematiannya, sang suami justru membawa wanita itu ke ranjang pernikahan mereka dengan penuh kepuasan. Namun, kelegaan itu segera berubah menjadi duka mendalam. Pria itu kini menangis histeris memeluk barang peninggalan Sheny, memohonnya untuk pulang, seolah lupa bahwa kekejamannya sendirilah yang telah merenggut nyawa istri dan calon anaknya.
Sampul Novel Bayangan Kematian: Kutukan Tiga Roh
9.7
Aurelia adalah putri tunggal konglomerat yang hidup dalam kemewahan hingga sebuah kecelakaan maut mengubah segalanya. Setelah menabrak tiga pemotor hingga tewas, gadis berusia lima belas tahun ini memilih kabur demi menghindari tanggung jawab. Namun, pelarian itu justru mengundang petaka supranatural. Kini, Aurel diburu oleh tiga roh penuh dendam yang menuntut balas. Mampukah ia lepas dari teror mengerikan ini, atau ia akan selamanya terjebak dalam kutukan?
Sampul Novel Cermin
8.7
Pasca kecelakaan, Inestia Rossi mampu melihat hantu dan mencium aura kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya alat yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang justru memberinya keberanian. Meski sering terancam kasus-kasus mengerikan di apartemennya, Ines terus berjuang. Konflik keluarga sempat memisahkan mereka, namun takdir membawa keduanya bertemu kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang berbeda.
Sampul Novel DOKTER FORENSIK
7.9
Randa adalah dokter forensik yang terjebak di antara realitas dan imajinasi akibat penyakitnya. Kondisi ini membuatnya merasa mampu berkomunikasi dengan jenazah. Dilema muncul saat ia mencintai dua wanita, Evlyn dan Avita. Randa akhirnya memilih Evlyn, namun ia tersadar bahwa Evlyn sebenarnya telah tiada sejak tujuh bulan lalu. Di tengah upaya Avita menyadarkannya, Randa harus memilih antara terus bersembunyi dalam halusinasinya atau kembali menghadapi kenyataan pahit.
Sampul Novel Misteri Desa Purnama
8.8
Demi melepas penat dari dunia perkuliahan, Aldi memilih berlibur ke Desa Purnama yang tenang. Namun, kedatangannya justru memicu bangkitnya kekuatan supranatural tersembunyi dalam dirinya. Di tengah suasana desa yang terpencil, Aldi terjebak dalam serangkaian peristiwa mistis yang mencekam dan sulit dinalar. Mampukah ia bertahan menghadapi teror gaib tersebut, ataukah liburan impiannya akan berubah menjadi mimpi buruk yang tak berujung?