Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Monster Yang Bersamaku

Monster Yang Bersamaku

Rein yakin telah menghabisi suaminya, Hary, dan berniat menyerahkan diri kepada Adrian, sahabat lamanya yang berprofesi sebagai polisi. Namun, situasi berubah mencekam saat seorang pria misterius muncul dan mengaku sebagai Hary. Meski wajahnya serupa, perangainya jauh lebih lembut dan penuh kasih sayang. Jika Hary asli sudah tewas, siapakah sosok asing yang kini mendekapnya? Apakah Rein terjebak delusi atau ada rahasia gelap yang sengaja disembunyikan pria itu?
Bab
Bagikan

Bab 1

Rein menatap jendela kamarnya yang berembun. Hujan di luar cukup deras mata bulatnya menatap lurus pada dahan pinus yang diguyur air dari langit. Cangkir teh di genggamannya sudah mulai berkurang kehangatannya. Ia mendesah pelan. Bibir tipisnya mengulas senyum pahit meski terasa sedikit nyeri di sudut bibirnya.

Memar di sudut bibirnya pelipis dan beberapa di bagian lengan masih tampak. Matanya semakin nanar memandang jauh ke arah danau kecil di belakang rumahnya. Masih teringat jelas pergulatan keras antara ia dan Hary suaminya yang seorang baji**an.

Selama ini Rein kalah oleh Hary baik fisik dan psikis terjajah dengan semaunya laki-laki durjana yang hanya menginginkan tubuh Rein dan harta warisan orang tua perempuan malang itu. Entah setan apa yang berpihak pada Rein, saat malam lalu Hary yang pulang dalam keadaan mabuk memaksa Rein untuk melayaninya. Rein menolak hingga membuat Hary naik pitam jemari Hary dengan kokohnya menjambak rambut Rein dan menyeretnya tanpa ampun. Ia merobek pakaian Rein hingga nyaris tak tersisa seolah mendapat kekuatan mendadak Rein melawan dengan segenap tenaga.

Rein kuat sangat kuat hingga mampu membuat Hary tak sadarkan diri. Masih dengan kekuatan yang sama Rein menyeret tubuh Hary ke danau kecil di belakang rumah mereka di tengah malam buta dan hujan yang deras. Tak lupa perempuan yang hilang akal jernihnya itu memberikan pemberat pada tubuh Hary agar tetap tenggelam di dalam kepekatan danau. Tanpa emosi tanpa air mata dan tanpa raungan Hary habis malam itu.

Sudah hari kedua hujan masih turun Rein tak bisa menyaksikan senja dengan cahaya oranye yang temaram. Senja kali ini basah dan sunyi ia kini merdeka dari Hary. Namun, ada sesak yang tersisa ia akan tetap sendiri meski kelak jodohnya kan terganti bila ada. Rahimnya sudah tidak ada hancur bersama janinnya akibat tendangan kaki Hary dua tahun lalu. Mata Rein basah ia menyesap tegukan terakhir tehnya. Lalu meletakkan cangkir dan meraih ponselnya. Ia menatap nama kontak seorang kawan lamanya. Letnan Adrian. Ia pun menelpon pria itu dan tersambung.

“Halo Rein apa kabar? Tumben kamu nelpon?” suara ramah Adrian terdengar senang dengan telpon Rein.

“Adrian... aku sudah membunuh Hary.” Suara Rein lembut dan tenang.

Adrian sangat terkejut dan terdiam cukup lama. Ingatannya terbang jauh pada sosok Rein yang lembut dan ceria. Mereka bersahabat sejak SMP hingga SMU dan terpisah ketika keluarga Rein pindah ke kota lain sementara Adrian memutuskan untuk menjadi seorang polisi. Mereka bertemu kembali saat reuni akbar SMU mereka.

Adrian berpikir jika ia masih punya peluang terhadap Rein untuk menjadi kekasihnya tapi salah saat itu Rein yang semakin cantik justru datang dengan tunangannya Hary. Adrian gelisah instingnya mengatakan jika ada yang disembunyikan Hary dengan perlakuannya bak ratu kepada Rein. Semua temannya mengatakan jika mereka serasi dan tampak berbahagia tapi tidak dengan Adrian hati kecilnya mengatakan jika…

"Adrian… kau masih disana?" Suara serak Rein mengaburkan ingatan Adrian. Pria tegap itu resah jika benar Rein sudah menghilangkan nyawa Adrian.

"Iya Rein share lokasi kamu yaa aku kesana sekarang."

Adrian terduduk di kursinya, ia seperti tak percaya dan mungkin tak akan pernah bisa percaya jika Rein melakukan suatu pembunuhan. Bahkan seekor semut pun Rein tak akan menginjaknya dengan sengaja terlebih ini nyawa manusia, suaminya sendiri. Di sudut hati Adrian yang lain malah bersemu karena rindu yang lama ia kunci justru tiba-tiba hadir menyeruak di segenap rongga dadanya. Ia rindu pada sosok manja yang sering bergelayut di lengannya.

Tawa yang renyah dan celotehnya yang nyaris tak pernah kehabisan kata. Lalu mengapa Rein tak pernah bisa melihat cinta di mata Adrian? Mengapa Rein tak pernah gugup saat ia bersandar pada bahu Adrian sementara butuh perjuangan bagi Adrian untuk menenangkan jantungnya? Adrian menyugar rambutnya dengan gusar, meski ingin sesekali menelpon Rein ia tak sanggup melakukan itu. Cemburu, kecewa dan patah hati masih bersatu mengunci jarak yang Adrian ciptakan.

Lalu sekarang... Rein membunuh Hary? Apa Rein sudah gila atau memang Hary pantas untuk itu? Ia pun berdiri mencari kunci mobil dan memutuskan untuk melihat Rein namun tidak sebagai polisi tapi sebagai Adrian yang dulu sebagai pahlawan Rein.

Mesin mobil terdengar dimatikan dan langkah-langkah berat menyusul hingga ke dalam rumah. Pintu terbuka lebar dan sesekali Adrian memanggil nama Rein. Sunyi. Adrian tampak semakin gusar ketika tiba di ruang tengah semua tampak kacau, pecahan kaca, meja yang terbalik barang-barang yang berserak dan ceceran darah….

"Rein… kamu dimana?" Mata Adrian mengawasi setiap sudut rumah dan pelan-pelan melangkah menyusuri tiap bagian rumah dan berharap menemukan Rein tanpa luka. Kaki Adrian sudah tiba di beranda halaman belakang, pemandangannya begitu indah dengan danau kecil tak jauh dari rumah Rein.

"Adrian…," suara Rein tanpa semangat memanggil nama sahabatnya itu. Ia sedang bersandar pada tiang di sudut beranda. Adrian sedikit terkejut mendengar namanya dipanggil. Rein masih membelakanginya dengan perlahan tangan Adrian terjulur ke bahu Rein dan memutar bahu Rein hingga berbalik menghadap Adrian. Mata Rein basah juga pipinya karena air mata yang tiba-tiba deras meluncur dari mata coklat Rein.

Adrian menghela nafas berat melihat memar-memar di wajah Rein dan seketika itu juga memeluk Rein dengan hangat. Kesedihan dan kerinduan mengaduk dada Adrian ia mengelus kepala Rein dengan lembut. Tangis Rein pecah ia sudah tak ingat lagi kapan terakhir Hary memeluknya penuh kasih seperti yang dilakukan Adrian saat ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku, Musuhku dan Para Pemburu
9.0
Dunia Jamie berubah drastis saat ia menginjak usia lima belas tahun. Gadis penakut ini tiba-tiba memiliki kekuatan supranatural untuk melihat makhluk gaib yang mengerikan. Di tengah kepanikannya, muncul Josh, seorang penyihir yang selalu mengganggu dan mencurigainya. Ke mana pun Jamie pergi, Josh selalu ada di sana. Namun, bahaya lebih besar mengintai mereka. Sosok misterius mulai memburu Josh dan mengawasi Jamie. Takdir apa yang sebenarnya mengikat mereka?
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2
8.2
Kehamilan pertama Adiba yang menginjak usia lima bulan justru dihantui teror mencekam di rumah baru mereka. Meski tetangga memperingatkan tentang kutukan kematian saat pembangunan kolam renang, Syden tetap mengabaikannya. Di tengah tekanan mistis yang makin gencar, mental Adiba kian terguncang oleh rumor perselingkuhan suaminya. Syden dikabarkan memiliki simpanan yang juga tengah mengandung lima bulan, memicu konflik batin hebat bagi sang istri sah.
Sampul Novel Ibuku Kuyang?
8.2
Sikap Ibu yang mendadak menolak makan bersama memicu kecurigaan besar dalam benakku. Situasi kian mencekam saat kabar hilangnya bayi secara gaib mulai menghantui desa. Setiap tengah malam tiba, Ibu selalu lenyap secara misterius tanpa jejak, seolah-olah ia bersembunyi dari pandangan dunia. Rahasia kelam apa yang sebenarnya ia sembunyikan dalam kegelapan? Aku mulai meragukan jati dirinya yang asli. Apakah sosok yang melahirkanku itu manusia ataukah siluman?
Sampul Novel KAHINA
8.1
Tahun 1982, Laksmi menemukan kenyataan pahit saat putrinya, Kahina, tewas mengenaskan di tangan wanita tua gila. Tragedi ini menjadi kunci pembuka rahasia kelam keluarga Laksmi yang terkubur sejak era kolonial. Melalui perjalanan raga sukma ke tahun 1881, terungkap keterlibatan leluhurnya dengan sekte pemuja setan dan konspirasi Logi Persahabatan. Dari zaman VOC hingga pandemi 2021, jaringan kriminal ini terus bergerak dalam bayang-bayang sejarah Indonesia yang penuh darah.
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dalam kondisi mengenaskan setelah tubuhnya dipinjamkan kepada Elizabeth, hantu istri dosennya sendiri, Daniel Danuarja. Tanpa diduga, Elizabeth justru memanfaatkan raga Jelita untuk berhubungan intim dengan sang suami hingga Jelita kehilangan kesuciannya. Saat kesadarannya kembali, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir lenyap. Di tengah kemarahan akibat dikhianati, Jelita kini terjebak dalam skandal rumit bersama Daniel.
Sampul Novel Mr. Reagan
8.2
Reagan Adam dikenal sebagai miliarder rupawan yang dipuja banyak wanita. Namun, di balik pesonanya, ia adalah dalang pembunuhan berantai yang mencekam London. Hidupnya berubah saat bertemu Clara, gadis toko bunga yang ceria. Awalnya Clara adalah target buruan, namun Reagan justru terobsesi memilikinya. Kini, Clara terjebak dalam dekapan monster tampan yang mengklaim seluruh hidupnya. Akankah ia pasrah menjadi milik pria berbahaya yang bisa menghabisinya kapan saja?