Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Obat Dalam Minumanku

Misteri Obat Dalam Minumanku

Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan formal di atas kertas, karena kami berdua telah memiliki kekasih masing-masing. Namun, sebuah insiden misterius menghancurkan batasan tersebut saat seseorang secara sengaja mencampurkan obat ke dalam minumanku. Akibatnya, aku kehilangan kendali diri sepenuhnya hingga situasi menjadi kacau. Siapakah dalang di balik rencana ini, dan bagaimana nasib hubungan kontrak kami setelah malam yang tak terduga itu?
Bab
Bagikan

Bab 2

Wajahnya begitu dekat, hinggaku merasakan helaan nap @snya yang maskulin, aku memejamkan mata kuat, bi/1 birku terasa kering.

"Aku, aku tak mengerti apa yang terjadi,"desisku berpegangan pada baju kaus yang menutupi dadanya.

Aku menenggadah menatapnya yang beku, tidak ada yang bisa dibaca si wajah itu, kemudian kujatuhkan lagi pandangan ke dadanya yang saat ini terasa begitu mengund @ng.

"Aku ...."

"Ayuni, ini sangat rumit tapi aku tidak bisa membantumu. G@nt1 bajumu, berusahalah tenang dan pergi tidur." Entah kenapa perkataannya begitu membuatku kecewa atau bahkan terl#ka, aku benar-benar menginginkannya saat ini. 

Menginginkannya dalam fersi yang aku sendiri bahkan tidak tahu.

"Katakan, apa yang terjadi padaku?" Suaraku kini ditelan tangis masih mencengkam dadanya kuat-kuat, tepatnya mencegah agar dia tidak pergi.

"Aku tidak tahu. Tetapi apapun yang kau inginkan cobalah untuk memikirkan Dimas, kau mencintainya, bukan?" Suaranya terdengar berat tapi mampu membuat sedikit kesadaranku menyeruak.

"Dimas, Dimas." Aku menggumamkan nama itu, tapi entah kenapa nama itu seakan tak berwujud, wajahnya hilang tak berbekas dari ingatan.

"Apakah aku begitu buruk?" Aku dengan tak berdaya menyandarkan kepala ke dadanya, terdengar jantungnya berdetak tak teratur, sejenak kunikmati itu lalu kemudian menenggadahkan kepala menatapnya yang juga sedang menatapku.

"Ayuni,"d3;s@hnya memb3lai teling@ku, ada nada menyerah di sana. Aku tidak mengerti dengan apa yang kumau, jadi ketika b1b1rny@ m3ny3ntuh b1b1rku aku gugup luar biasa. Tetapi seperti kata Ratna, yang namanya ci#m@n begitu menyenangkan hingga aku terlena dan nyaris lupa diri.

Dengan perlahan dia melepaskan b1b1rku, menatap manik mataku yang berkabut, aku melihat tekad di mata itu, menelan ludah berkali-kali atas pengalaman yang masih sangat baru bagiku.

Tetapi h@$r@t dalam diriku terlalu membara, hingga aku merasa sangat penasaran dengan ucapan Ratna. Kisah r@#j@ng yang biasanya kubaca dalam cerita saja kini terasa m3ngg1#rkan untuk dicoba.

"Ayuni," d3s@hnya di s3l@c1#m@n kami, dan itu sukses membuatku semakin gil@. Tetapi tak kusangka dia meny3nt@kkan kedua bahuku, membuat jarak beberapa centi di antara kami.

"Kita akan melupakan apa yang terjadi malam ini, saat ini aku hanya menolong," tegasnya dengan suara s3rak. Aku mengangguk, lalu dia mulai men@#gg@lkan j#b@h m@nd1 yang menutupi t#b#hku, mel3pask@n satu demi satu k@nc1n/ g piyamaku yang basah.

Semua terjadi, bagiku dengan sangat manis. Ratna benar, p3rcint@an itu menyenangkan dengan sosok bernama Mahendra. Dia memang pandai menyen@ngkan, begitu lembut, dia semp#rn@.

Aku bahkan menikmati tidur dengan men3mp3lk@n wajah ke d@danya yang bid@ng berb#l# hal#s, tangan kek@rnya m3m3l$kku erat, untuk sesaat aku merasa dilindungi. Tetapi entah kenapa menjelang tidur, aku meresakan air mata menetes melalui sudut mata.

****

Aku masih tertidur ketika ponsel berdering, rasanya seluruh tubuhku remuk membuat malas bergerak, aku berusaha mengabaikan ponsel itu.

Sialnya ponsel itu terus berdering aku terpaksa bangun dengan mata terpejam. Tetapi tunggu, ada yang aneh!

Ast@ga!

Aku terpekik menyadari bahwa tubuhku tidak berp@ka1 @n, kutarik kembali selimut menutupi separuh d@d@, aku panik. Kuabaikan ponsel yang terus berdering,  memilih berdiri memastikan apakah ada yang aneh dengan tubuhku.

Aku meringis ketika berdiri, p@ngk@l p@h@ku nyeri. Ya, Tuhan. Apa yang telah kulakukan, kutatap seperai dengan perasaan hancur ada n0da@ d@r@h di sana. Bayangan tadi malam berkelebat menghantam kesadaranku, air mataku mengucur tanpa bisa kutahan sama sekali.

Semua begitu mengerikan sekarang, beberapa bagian t#b#hku dipenuhi bercak yang bewarna ungu, ada yang hampir memudar ada yang masih sangat jelas, sekitar  l3h3r dan d@d@.

Kenapa aku begitu lepas kendali tadi malam? Kenapa aku jadi menginginkan hal sem3mal#k#n itu?

Aku benar-benar merasa k0t0r saat ini, bahkan setelah berendam berjam-jam aku tetap saja merasa k0t0r. Kulkas berjalan itu mer@mp@s keper@ w@n@nku, dia m3ny3nt#hk# di mana-mana.

"Kita akan melupakan apa yang terjadi malam ini, aku hanya menolongmu." Perkataannya tadi malam membuat hatiku sesak. 

Dia hanya menolongku?

Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi.

Aku menyelesaikan membersihkan diri memakai pakaian rumahan seperti biasa, baju kaus panjang tangan dan celana jogger. Kemudian mondar-mandir di kamar memikirkan kenapa aku begitu gil@ tadi malam.

Pasti ada yang salah. Mungkin aku salah makan atau .... Mataku tertumbuk pada gelas jus yang isinya sudah habis, aku yang meminumnya kemaren malam.

Apa itu ....

Astaga, Ratna!

Apa dia memasukkan obat p3r@ngs@ng dalam minumanku?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel Cinta sang tuan muda
7.9
Kehidupan Joan berubah drastis saat ia menemukan sesosok bayi perempuan di depan pintu rumahnya pada suatu pagi. Bayi malang itu hanya berselimut kain tipis di dalam kardus, ditemani sepucuk surat permohonan maaf yang misterius. Kejadian tak terduga ini membuat Joan dirundung dilema besar. Haruskah ia membesarkan anak tersebut dengan tangannya sendiri, atau justru menyerahkannya ke panti asuhan demi masa depan sang bayi yang lebih terjamin?
Sampul Novel Dok! Oh Dokter!
9.7
Dalam novel modern Dok! Oh Dokter!, sebuah pemeriksaan medis di UKS sekolah berubah menjadi momen yang menegangkan sekaligus membingungkan. Terbaring di atas ranjang dengan pandangan yang terhalang tirai pembatas, seorang siswi harus menahan rasa tidak nyaman saat alat pemeriksaan dimasukkan lebih dalam. Meski ia sempat berteriak menolak, sang dokter tetap melanjutkan tugasnya dengan tenang. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dokter tersebut terus mengoperasikan mesin medis dan mengangkat kaki pasiennya lebih tinggi.
Sampul Novel Hot Daddy
8.4
Dominic Immanuel Horrison adalah duda kaya raya yang dikenal dingin dan tak kenal ampun. Meski sifatnya kaku, ketampanan luar biasa sang miliarder tetap memikat banyak wanita. Namun, Dominic sangat selektif dalam mencari sosok ibu bagi anaknya. Pilihan akhirnya jatuh kepada Arabelle, sekretaris setianya yang dianggap memiliki kepribadian paling tepat. Akankah hubungan profesional mereka berubah menjadi cinta sejati yang harmonis dalam rumah tangga?
Sampul Novel Permainan Cinta Billionaire's
8.1
Ditinggal Aldo di hari pernikahan memaksa Aletta menikahi Bian demi menjaga martabat keluarga besar. Meski Bian sosok suami yang baik, kehidupan baru Aletta justru dipenuhi cobaan berat saat rahasia kelam mulai terkuak satu per satu. Situasi kian pelik ketika Aldo mendadak muncul kembali membawa kerumitan baru. Akankah Aletta mempertahankan rumah tangganya dengan Bian, atau justru kembali pada cinta lamanya? Ikuti perjuangan cinta penuh intrik ini.
Sampul Novel Rumah Singgah Kean
9.7
Nadya Aira Khairi, siswi SMA International Jakarta yang menawan, terpaksa pindah ke Pesantren Sabilunnajah Bandung karena ancaman ayahnya yang ingin mencabut seluruh fasilitas miliknya. Di sana, hidupnya berubah total setelah bertemu Adnan Khairi Al-Haqqi, putra pemilik pesantren yang tampan dan humoris. Namun, perasaan Nadya diuji saat mengetahui bahwa ustadz muda tersebut ternyata sudah memiliki calon istri. Bagaimana kelanjutan kisah Nadya di sana?