Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Masalembo (Crash Landing)

Misteri Masalembo (Crash Landing)

Airbus A320 terhisap badai dahsyat menuju portal masa lalu di benua asing. Selama dua jam mencekam, kabin dipenuhi gas beracun dan arwah penuh dosa. Di kokpit, Adam bersama Ingrid Rose, ahli astrofisika asal Austria, berjuang memecahkan teka-teki misterius demi menemukan jalan pulang. Meski berhasil kembali, pesawat kehabisan bahan bakar akibat badai tersebut. Tanpa pilihan lain, pendaratan darurat di perairan luas terpaksa dilakukan demi bertahan hidup.
Bab
Bagikan

Bab 2

Awan badai berbentuk lengkungan kabut dan asam hitam mendadak muncul di atas lautan, berdiameter hingga belasan kilometer, sangat luas sekali. Namun sayang....., semuanya itu terlambat diketahui, pesawat Hercules Lockheed C-130 itu sudah keburu berada dalam cengkeraman pusaran asap hitam. Seketika itu juga sisi kiri dan kanan pesawat kembali gelap gulita berwarna hitam seperti tadi.

Lampu indikator yang menunjukkan kecepatan pesawat atau ‘air speed indicator’ dan tanda peringatan lainnya ‘altitude allert’ berkedip-kedip secara bersamaan. Kemudian diikuti dengan suara tanda bahaya. “biiib.... biiib.... biib.... biiib.... biiib....” Maka...., mendekati sempurnalah kemalangan demi kemalangan yang dihadapi oleh pesawat Hecules Lockheed C-130 itu.

“Level di 15.000 feet Kep….! ” Sukhairi berteriak.

“Ini tak mungkin, tak boleh terjadi, puuuuull uuuuuup….!” Adam bersorak.

“Tak bisa Kep, masih terus terjerembab.” Jantung Sukhairi mencak-mencak.

“Climb....! climb....! climb....! climb....!” Adam masih mencoba bertindak.

Berkali-kali kedua orang Perwira muda itu berusaha untuk menstabilkan ketinggian, namun sayang...., aileron yang terletak di kedua ujung sisi sayap dan Elevator di bagian vertikal ekor pesawat masih belum mampu bekerja untuk mengembalikan badan pesawat yang terlanjur menukik tajam.

*****

Suatu kemalangan yang benar-benar malang. Lepas dari mulut harimau, diseruduk tanduk kerbau. Terpental dari tanduk kerbau, terjun bebas tercebur dalam ngarai. Entah apa lagi namanya, tapi itulah yang sedang terjadi, seperti terjun bebasnya pesawat Hecules Lockheed C-130 itu menuju lautan.

Pesawat yang tak lagi berdaya itu masih terus di hajar. Sebuah sentakan misterius mendadak menyapu badan pesawat dari sisi atas. Lalu diikuti dengan gelegar halilintar yang menerjang angkasa luas. Sambaran petir tunggal dari awan ke bumi atau cloud - to - ground - lightning melibas badan pesawat dengan begitu keras. Pesawat menghempas ke bawah hingga terjerembab terjun bebas. Suara mesin Turbo propeller mendenging tinggi terkena imbas sambaran halilintar yang begitu panas.

“Kiamat Kapten....! pesawat terjun bebas....!” Sukhairi menjerit keras.

“Lightning strike, pesawat tersambar Letnan....!” Adam menghela napas.

“Apa Kapten....?” Sukhairi ternganga pucat. Letnan itu bahkan tak menyadari pesawat telak tersambar halilintar.

“Pesawat tersambar.....!” Suara Adam terdengar bergetar.

“Ya Allah, kita akan mati Kapten....!” Sukhairi berteriak pasrah.

“Jangan, jangan, ini tak mungkin Let....!” Adam berteriak tak ingin menyerah.

“Ampun mak....! menyentuh level 9.000 feet sekarang, pesawat masih menukik tajam, mati....! mati....! kita akan mati Kep....! mampuslah kita Kep....!” Sukhairi cuap-cuap pucat

“Oh Tuhan…., Astaghfirullah, AllahuAkbar, AllahuAkbar, Lailahaillallah.” Adam berzikir dan berucap.

“Thrust zero….! thrust zero....! mampus....! mampus....! kita mampus Kep....!” Sukhariri kelabakan.

“Oh no....! it is impossible....!” Adam tercengang. Stick kemudi dia rasakan mendadak bergoyang-goyang.

“Aku tak mampu lagi Kapten, pesawat terlalu berat, kita akan terus menukik, AllahuhuAkbar.....! AllaahuAkbar….!” Teriak Sukhairi kejang-kejang.

“Climb....! climb....! climb….! Ini tak mungkin….! climb....! climb....! climb....! AllahuhuAkbar.....! AllaahuAkbar….!” Adam semakin kelabakan. Pilot termuda itu tak mampu mempertahankan ketinggian.

“4.000 feet Kapten….!” Lagi-pagi Sukhairi berteriak tegang. Level ketinggian pesawat terpantau di 4000 kaki, hanya sekitar 1.200 meter di atas lautan. Kiamat pun kini benar-benar datang.

“Oh Tuhan, AllahuAkbar, AllahuhuAkbar ! AllaahuAkbar....!”

“Lailahaillallah, Allahuakbar....!”

“Astaghfirullah, Astagfirullah, Allahuakbar....!”

Kengerian menyentuh puncak. Jeritan kematian terdengar bergema dalam ruangan kokpit pesawat. Panggilan pada Yang Kuasa “AllaahuAkbar...., AllahuAkbar....!” Tak henti-hentinya terucap. Pesawat Hercules itu semakin terjerembab dengan sebegitu cepat. Panggilan ‘Mayday Mayday’ pun tak sempat terucap.

*****

Di balik kesulitan....., terselip sebuah kemudahan, begitulah firman Nya. Begitu juga yang terjadi kini. Suatu keberuntungan...., terhempas di bawah ketinggian 3.000 kaki di atas permukaan laut, pesawat terlepas dari jeratan badai siluman, pengaruh induksi elektromagnetik pun seketika menghilang. Permukaan air laut sangat dekat, begitu rendah pesawat itu terlihat, berada pada level paling bawah dari gumpalan awan yang mematikan..

Menakjubkan....., sistem navigasi dan hydrolyc pesawat tadi ngadat kini kembali bekerja normal. Elevator di bagian vertikal ekor pesawat perlahan kini mampu berfungsi maksimal. Walaupun masih menukik, namun posisi badan pesawat sedikit mendatar.

Namun kengerian ternyata belumlah hengkang. Baru saja mereka menghela napas panjang, Sukhairi kembali kejang-kejang di tebas kekagetan

“Kapten....! lihat pulau itu ada lagi!” Teriak Suakhairi terperanjat menyaksikan pulau misterius yang tadi sempat mereka lihat dari kejauhan kini kembali muncul sekitar 5 mil jauhnya dari pesawat.

“Mustahil....!” Adam yang ikut menyaksikan geleng-geleng tak percaya.

Pulau misterius yang mereka saksikan kali ini lumayan besar. Agak memanjang dengan sedikit melengkung mirip mentimun bungkuk. Walaupun terlihat gelap, namun sepintas lalu tak terlihat warna hijau di sana. Bisa dikatakan pulau itu begitu gersang. Permukaan pulau berwarna kecokelatan, terlihat angker sekilas dipandang.

“Sepertinya itu bukan pulau Kep, lihat banyak bangunan piramida di sana....! apa mungkin....!” Sukhairi merinding memperhatikan.

“Ada yang tak beres, mungkin saja itu bukan sebuah pulau.” Adam juga ikut getar-getir memandang

“No choice Letnan, emergency landing, kita arahkan ke sana tepat di pinggir pantai.” Adam seketika itu juga membuat keputusan. Memang tak ada pilihan lain yang harus dia ambil selain mendaratkan pesawat di sekitar pulau misterius itu walaupun terlihat angker dipandang.

“Siap Kapten…!”

“Bersiap, ready for impact.” Adam memberi isyarat sebagai pertanda sebuah pendaratan darurat.

“Ready for impact.” Ulang Sukhairi ikhlas menganggukkan kepala.

Menuju detik-detik penghujung hayat, pekikan dan jeritan, kekalutan dan ketakutan serta kecemasan serta-merta buyar seketika itu dalam pikiran mereka. Maut begitu jelas menghadang di depan mata. Pangkat, harta, jabatan, orang tua dan kekasih tercinta mereka tinggalkan semua dan dikubur dalam-dalam di atas dunia. ‘Mati’ itulah kini kata-kata terindah bagi mereka.

“No flap.” Adam memulai prosedur pendaratan darurat.

“Flap zero degree.” Konfirmasi dari Sukhairi posisi flap atau sirip pesawat di kedua sayap pada posisi nol derajat tidak terbuka.

“No gear.” Adam mengingatkan.

“No gear Kapten.” Ulang Sukhairi memastikan bahwa roda-roda pesawat tetap dalam keadaan terlipat.

Celaka, dan benar-benar suatu kemalangan besar. Detik-detik menuju hempasan sekonyong-konyong kanal sebuah petir seperti garis zig-zag beliku-liku mengejar bagian sayap.

“Awaaaaas…!” Adam memekik kaget.

“Ya ampun…!” Sukhairi terperanjat pucat.

Mengejutkan, terjadi sebuah sambaran petir tunggal. “Duuuuuummm…!” Ledakan halilintar terdengar garang. Bahkan mampu mengejutkan jin dan setan.

Dalam sekejap mata, ujung streamer petir seperti cambuk api raksasa menyabet habis permukaan tangki bahan bakar yang terletak dalam sayap pesawat. Dua pasang static discharge yang terletak di kedua ujung sayap pesawat yang berfungsi untuk melepaskan muatan listrik statik tampaknya tak terlalu banyak membantu.

‘Electric spark’ atau percikan api yang terjadi di antara dua sambungan bahan logam yang terdapat di atas tangki bahan bakar pesawat tak dapat di redam oleh lapisan ‘seal’ pengaman secara sempurna.

Seluruh ruangan dalam pesawat akhirnya diselimuti asap dan gas yang mengandung karbon monoksida. Mata ber-kunang-kunang, kedua orang perwira yang tangguh itu mulai menggeliat kejang-kejang.

*****

Sabetan pamungkas halilintar kembali menerjang bagian sisi atas sayap pesawat Hercules Lockheed C-130 itu, telak mengenai tangki bahan bakar yang ada di sana. Seketika itu juga percikan partikel panas menyambar cairan yang mudah terbakar. Tangki bahan bakar pesawat terbakar hebat. Pesawat menukik tajam menuju permukaan laut tak jauh dari pulau misterius yang menyeramkan.

Kapten Adam dan Letnan Suhhairi ikut jadi korban. Tubuh kedua orang Perwira muda itu berwarna merah menyala tersengat oleh ‘....surge current....’ atau suatu aliran listrik kejutan yang begitu kuat dengan suhu mencapai ratusan derajat celsius. Letnan-dua Sukhairi gugur seketika. Sementara itu Kapten Adam, Perwira muda yatim piatu usia 27 tahun yang duduk di kursi pilot itu menggelepar meregang nyawa di angkasa. Tubuh yang malang itu terbakar merah berputar-putar berjuang melawan kepedihan di sekujur tubuhnya.

Menjelang detik-detik akhir hayatnya......, Perwira sekarat itu tiba-tiba saja dikagetkan oleh kemunculan suara gaib seorang wanita yang terdengar bergema dalam ruangan kokpit pesawat. Dialah.... wanita yang telah melahirkan pemuda itu ke atas dunia.

“.......Adam.....! Adam.....! Adam anakku......!” Begitu terdengar suara seorang wanita bergema yang terdengar oleh Adam memanggil namanya. Suara itu begitu lembut, Adam sendiri dia tak pernah mendengar suara selembut itu dalam hidupnya.

“.........Bertahanlah nak...! kau pasti kuat nak...! jangan takut....! ibumu ada di sini...!”

Suara gaib itu seakan-akan menyatu dengan kejutan induksi elektromagnetik yang menyengat tubuh Adam. Memunculkan suatu energi misterius yang mampu membuat jantung pemuda itu kembali terpicu untuk memompakan darah panas secara tiba-tiba, begitu panasnya darah itu hingga menggelegar seperti semburan lahar dan magma. Secara mukjizat, pemuda yang sekarat itu kembali terjaga. Adam kaget, dia merasakan dirinya seolah-olah kembali bangkit dari kematiannya.

Suatu mukjizat memang....., walaupun terbakar membara, namun tubuh Perwira muda itu tidaklah hancur. Jantungnya masih berdetak memompakan darah merah yang panas membara. Kedua bola mata Perwira itu kembali terbuka, Adam tetap dalam keadaan sadar. Dia bahkan masih tetap berzikir ‘....Subhanallah..... Subhanallah..... Subhanallah.....’ sembari menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana tubuhnya terbakar hingga ribuan derajat celsius panasnya. Dia bisa merasakan kepedihan di seluruh anggota badannya yang tak tertahankan. Merasakan bagaimana sekujur tubuh terbakar, pedih yang amat sangat. Sungguh suatu keajaiban, semuanya yang terjadi atas kehendak Yang Kuasa.

Dalam kepedihannya, pemuda itu menyaksikan sesosok putih bayangan wajah ibunya menembus kaca jendela. Dengan kasih sayang yang tulus, wanita itu tersenyum, lalu dia melambaikan tangan ke arah Adam. Wanita itu seolah-olah mengucapkan suatu kalimat, tapi tak terdengar suara. kemudian dia mengulurkan kedua tangannya dan kembali berkata. Adam memahami makna ucapan wanita itu, walaupun dia tak mendengar apa-apa di sana. Wanita itu seakan-akan ingin sekali memeluknya, tapi tangannya tak sampai. Adam mengulurkan kedua tangannya untuk meraih tangan wanita yang dirindukannya itu, namun dia masih juga tak bisa.

Untuk yang ketiga kalinya, wanita itu kembali berkata. Kali ini wajahnya terlihat lebih jelas. Wanita yang melahirkannya ke dunia terlihat putih bersih dan sangat cantik, mengalahkan cantiknya sesosok bidadari. Adam meraba wajah wanita itu, wanita itu membalasnya. Seketika itu Adam benar-benar merasakan kasih sayang seorang ibu. Sebuah kasih sayang yang tak pernah dia rasakan selama hidupnya.

“Ibu...? benarkah itu ibu...?”

“.......Iya nak..., betul ini ibumu.......”

“Ibu..., aku mohon....., ibu jangan pergi lagi....!”

“........Ibu tak akan pergi nak......!”

“Di manakah ibu sebenarnya sekarang..., apakah ibu di sini....?”

“........Betul nak.., ibu di sisimu, ibu selalu dekat dengan mu....!”

“Tap ibu...! aku tak tahan lagi....! aku lebih baik mati bu...!”

“...........Tidak nak.....! kamu adalah seorang Perwira yang tangguh...! kamu jangan menyerah...!”

“ Tapi aku sudah tak kuat lagi bu...”

“.......Percayalah pada ibu nak...! kamu pasti kuat......!”

Namun sayang, hanya sesaat Adam bisa menyaksikan bayangan wajah ibunya. Suara dentuman yang dahsyat kemudian mengakhiri semuanya.

“.....Buuuummmm…!” Suara ledakan terdengar membahana. Pesawat itu akhirnya meledak beberapa meter sebelum tercebur menghantam lautan. Baja ringan itu hancur berkeping-keping jatuh seperti puing-puing berserakan dalam radius ratusan meter. Adam ikut tercebur bersama pesawat yang hancur.

“Lailahaillallah...!” Pekik Adam. Itulah kalimat terakhir yang keluar dari mulut Perwira muda itu, seketika itu juga dia diam membisu mengakhiri duka.

Dunia dia rasakan begitu damai dalam kesunyian, tak ada lagi pekikan dan jeritan. Lalu dia tersenyum menyadari waktunya telah tiba. Tatapannya kemudian menembus langit. Dalam ketersenyumannya, Perwira muda itu kembali menyaksikan kemunculan sesosok perempuan putih berseri-seri mengenakan mukena serba putih turun dari celah pelangi di sore hari.

Perempuan itu tersenyum sembari melambai-lambai. Kedua tangannya dikembangkan mesra lalu dia ulurkan seolah ingin menggapai dan memeluk Perwira itu, begitu indahnya dirasakan. Dia menggenggam kedua tangan perempuan itu, sungguh lembut terasa. Tubuh Perwira itu dia peluk mesra, kemudian menggiringnya kembali menuju warna-warni pelangi yang masih terbias matahari.

Perwira muda itu harus pergi sebelum misteri yang ada di sana bisa dia ungkap. Panggilan Tauhid “Laila haillallah … AllahuAkbar’ pertanda kukuhnya iman sudah terucap.

Sungguh, sebuah pengorbanan yang tak mungkin bisa dibalas dengan tanda jasa, apalagi ditukar dengan setumpuk harta. Mungkin, memang tak ada air mata untuknya, tapi itulah mereka.

*****

Bahan bakar pesawat yang mempunyai berat jenis jauh lebih ringan dari air tumpah berserakan terapung-apung d iatas lautan. Api dengan cepat menyambar dan laut pun merah merona berkobar terbakar. Sekumpulan burung yang sedang bermigran terbang membentuk formasi diamond menuju pulau lain terperanjat kaget melihat kobaran api. Mata mereka terpelotot, lalu bubar kucar-kacir membentuk formasi kembang api, terbang centang-perenang entah ke mana lagi arahnya.

Ratusan ikan mungil yang sedang berenang di sekitar sana juga terperanjat kaget, lalu lari terbirit-birit mengambil langkah seribu menjauhi kobaran api. Mereka bertanya-tanya keheranan. “Aneh.....kok air bisa terbakar ya....?” Begitu tanya ikan-ikan mungil itu tak habis pikir.

Hanya hitungan detik setelah ledakan, perairan yang masih termasuk dalam kawasan segi tiga Masalembo yang terkenal angker itu mendadak berubah sepi tanpa suara. Walaupun sebenarnya segi tiga itu hanyalah sebuah garis khayal yang menghubungkan kota Majene, pulau Bawean dan kepulauan Tengah yang berbentuk segi tiga, ketiganya berada di Laut Jawa dan termasuk wilayah perairan Masalembo, namun apapun yang terjadi alam tak bisa diduga oleh manusia. Semuanya bisa saja berubah-ubah menurut kehendak Sang Pencipta. Yang menguasai alam semesta beserta seluruh isinya.

*****

Semenit kemudian, badai berlalu begitu cepatnya, sepertinya saat itu tak pernah ada kejadian apa-apa di sana. Satu persatu dari serpihan logam pesawat Lockheed C-130 itu tenggelam ke dasar lautan tanpa satu pun yang tersisa. Tak seorang pun yang tahu kejadian itu.

Awan-awan hitam menakutkan yang tadi bergumpal-gumpal di angkasa kini bersembunyi entah di mana. Petir yang barusan silih berganti bertebaran menuju bumi juga telah sirna. Langit terlihat kembali cerah, laut kembali terang, warna biru terbentang luas terlihat sampai ke ujung bumi. Matahari terlihat sangat terik, tepat berada di atas kepala.

*****

Pagi hengkang, siang pun datang, sang penerang jagat raya bersinar semakin garang, terik yang terasa bagai membakar permukaan laut yang tenang. Sesosok tubuh malang yang terapung-apung di tengah-tengah lautan itu merasa kepanasan. Susunan sarafnya yang tadi membeku setelah ledakan ikut tersengat karena kepanasan. Jantung yang nyaris tak lagi berdetak mendadak terlonjak memompakan darah menyentak-nyentak. Menakjubkan..., perwira muda yang sekarat itu akhirnya tak jadi mati mendadak.

Suatu mukjizat...., tubuh pemuda yang tadi terbakar itu masih panas memerah mengeluarkan asap. Lautan yang ada di sekelilingnya ikut mendidih bagai terbakar gas metana. Apakah sebenarnya yang telah terjadi, tak seorang pun yang tahu selain dirinya.

*****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Comeback With You
8.1
Terjebak utang dan perdagangan manusia di Nepal sejak SMP, Laluna bertransformasi menjadi kriminal tangguh demi bertahan hidup. Sepuluh tahun berlalu, gadis asal desa kecil di Indonesia ini memilih menjadi pencuri alih-alih pelacur untuk membiayai keluarga dan menyelamatkan teman-temannya. Takdir mempertemukannya dengan tentara Indonesia yang menyamar dalam misi penyelamatan budak. Bersama, mereka berjuang melawan sindikat kejam demi pulang ke tanah air.
Sampul Novel Rahasia Kerajaan Terlarang: Petualangan Sensual di Dunia Fantasi
8.6
Aiden, seorang pemuda, tanpa sengaja menemukan pintu rahasia menuju kerajaan legendaris saat tersesat di hutan. Di sana, ia bertemu Elara, wanita penyihir yang kuat. Sambil mengungkap rahasia kelam dan ancaman kekuatan gelap di balik kemegahan istana, benih cinta dan hasrat sensual tumbuh di antara mereka. Meski terjebak intrik politik serta pengkhianatan, keduanya harus bersatu demi menyelamatkan kerajaan dan melindungi hubungan mereka dari kehancuran total.
Sampul Novel Gigolo
8.2
Frans, mahasiswa kedokteran cerdas, terpaksa berhenti kuliah demi menghidupi dua adiknya setelah orang tua mereka wafat. Ia bekerja sebagai penyanyi sebelum akhirnya direkrut oleh Mamih Mega menjadi pria penghibur. Petualangannya berpindah pelukan wanita pun dimulai hingga ia bertemu Fira, gadis yang menyewa jasanya demi melepas kesucian. Meski keduanya saling jatuh cinta, kerumitan muncul saat Frans justru berakhir menikahi wanita lain bernama Anjani.
Sampul Novel Hati Alpha yang Terlambat
7.9
Vanessa Price rela mengorbankan sumsum tulangnya demi Timothy Oliver, tanpa menyadari itu hanyalah bagian dari 100 rencana balas dendam kejam sang pria. Selama empat tahun, Timothy menyiksa Vanessa demi membela ibu tirinya, Bryanna. Namun, penyesalan mendalam baru datang saat Timothy menemukan jasad Vanessa beserta tes kehamilan di reruntuhan tambang. Kini, Vanessa bangkit untuk melawan balik segala tipu daya cinta yang telah menghancurkan hidup dan kariernya.
Sampul Novel Istri Tetanggaku Kuntilanak
8.1
Alif kembali ke Kampung Menyan dan langsung terjebak di antara Lisa dan Ning. Namun, desa itu dicekam teror hilangnya bayi serta janin secara misterius. Perhatian Alif teralihkan oleh Kumara, istri tetangga yang cantik namun dituduh sebagai kuntilanak karena tabiat anehnya. Kumara mengaku memiliki masa lalu dengan Alif yang telah ia lupakan. Di tengah misteri dan pesona mistis tersebut, Alif harus mengungkap kebenaran di balik sosok Kumara dan anomali di desanya.
Sampul Novel Legenda Tombak Halilintar
9.7
Riki awalnya hanyalah pemain pemburu terlemah, namun takdirnya berubah drastis setelah meraih Dragon Spear, senjata legendaris tingkat tertinggi. Kini, ia bertekad melindungi keluarganya dari hinaan sambil mengejar ambisi menjadi legenda di realitas Sky Legend. Namun, tanggung jawab besar menantinya saat bumi terancam bahaya yang tersembunyi di balik sistem gim. Riki pun berjuang demi kehormatan keluarga, Indonesia, dan dunia untuk mencapai puncak kejayaan.