Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misteri Bangku Kosong

Misteri Bangku Kosong

Memulai hari pertama di SMA swasta elite, seorang murid pindahan baru langsung menyadari keanehan di ruang kelasnya. Di baris paling belakang, terdapat sebuah meja dan kursi berwarna merah tua yang tidak berpenghuni. Namun, seluruh teman sekelasnya bertingkah ganjil dengan menyapa dan berbicara kepada bangku kosong tersebut seolah-olah ada murid yang duduk di sana. Entitas tidak kasatmata itu tampak nyata bagi semua orang di kelas, menyisakan sang murid baru sebagai satu-satunya orang yang tidak bisa melihatnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ini hari pertamaku pindah ke SMA swasta elite.

Aku melihat satu meja dan kursi berwarna merah tua di barisan belakang ruang kelas yang tidak diduduki siapa pun.

Semua orang di kelas baruku sering bicara dengan meja dan kursi itu.

"Selamat pagi."

"Sampai ketemu besok."

Seolah-olah ada seseorang yang duduk di sana.

Seseorang yang terlihat di mata semua orang, kecuali aku.

Ini hari pertamaku pindah ke SMA swasta elite.

Aku melihat satu meja dan kursi berwarna merah tua di barisan belakang ruang kelas yang tidak diduduki siapa pun.

Semua orang di kelas baruku sering bicara dengan meja dan kursi itu.

"Selamat pagi."

"Sampai ketemu besok."

Seolah-olah ada seseorang yang duduk di sana.

Seseorang yang terlihat di mata semua orang, kecuali aku.

Aku berdiri di podium. Ruang kelasnya lumayan sempit. Gadis yang duduk di sudut baris terakhir di dekat dinding menarik perhatianku.

Kulitnya pucat, tapi bibirnya merah cerah. Wajahnya mungil dan indah, memancarkan aura yang anggun dan murni. Seperti anggrek yang sedang mekar.

Dia menyadari tatapanku yang terlalu lama dan sedikit mengerutkan kening.

Suara wali kelas, Pak Samuel, memotong di saat yang tepat. "Jangan berdiri saja, ayo perkenalan."

Aku tersentak kembali dan memaksakan sebuah senyuman. "Halo semuanya, namaku Farah Elara."

Diiringi tepuk tangan meriah, aku berjalan menuju tempat duduk yang ditentukan Pak Samuel untukku. Di bangku tepat di depan gadis pucat itu. Teman sebangkuku adalah ketua seksi olahraga kelas bernama Bastian.

Sebelum duduk, aku menyapu pandang ke buku pelajaran gadis di bangku belakangku. Namanya tertulis rapi dalam tulisan tangan yang indah.

Laura Pramesthi.

Saat aku baru duduk, Bastian berbalik ke samping dan meraih tangan Laura yang sedang mengemasi buku.

Laura menepis tangannya.

Siswa laki-laki itu tersinggung. "Pegang tanganmu saja nggak boleh?"

Dia menyeringai dengan jahil. "Kamu malu ya dilihat anak pindahan? Kulitmu halus banget. Farah, kamu mau coba pegang?"

Para siswa di sekeliling seperti sudah terbiasa dengan pemandangan ini. Mereka lanjut hilir mudik dengan acuh tak acuh. Sesekali, ada yang menengok dengan tatapan jijik.

Aku berkata dengan suara dingin, "Apaan sih? Jangan pegang-pegang."

Matanya menatapku beberapa saat. Mungkin dia teringat Pak Samuel menyebutkan bahwa aku anak pengusaha kaya. Jadi, dia merasa aku bukan seseorang yang bisa diganggu.

Dia mendecakkan lidah dan mengeluh, "Ah, nggak seru." Lalu dia bangkit dan meninggalkan ruang kelas.

Aku menoleh kepada Laura dan bertanya penuh perhatian, "Kamu nggak apa-apa?"

Laura menggeleng. Bulu matanya berkibar seperti sayap kupu-kupu, menimbulkan bayangan di bawah matanya.

Hatiku terenyuh.

"Kalau dia ganggu kamu lagi, bilang sama aku. Aku pasti bantu."

Dia memandang padaku. Matanya menyembunyikan emosi yang tidak dapat kumengerti. Seperti terkejut, tapi juga seperti kecewa.

Semua tempat duduk di kelas diatur dua-dua, tidak terkecuali Laura.

Kursi di sebelahnya kosong, dan warna mejanya terlihat lebih gelap dari miliknya, seperti kayu mahoni.

Terdapat goresan acak-acakan di meja berwarna merah tua itu. Samar-samar, aku dapat melihat satu kata terukir di atasnya.

Pelacur.

Saat istirahat siang, Laura pergi keluar bersama ketua kelas, Paula.

Dia baru pulang ketika bel masuk hampir berbunyi.

Pipi kanannya sedikit merah dan bengkak. Ekspresinya murung. Seragam sekolahnya yang semula bersih kini kotor dan bernoda lumpur.

Aku berbalik dan bertanya padanya, "Laura, kamu nggak apa-apa?"

Paula yang datang bersamanya mendengar pertanyaanku. "Tuan putri kita memang yang paling manis. Anak pindahan yang baru datang saja langsung suka."

Paula menepuk bahu Laura. Cat kuku merahnya menyengat mataku.

"Sesuka itu kamu dengan Tuan Putri? Perhatian sekali?"

Dia berdiri di samping Laura dan membuka tutup botol kola di tangannya, sudah hampir meneguk.

Dia membawa minuman bersoda itu sepanjang perjalanan ke kelas. Sehingga botolnya terkocok dan isinya banyak yang muncrat keluar saat tutupnya dibuka.

Sebagian besar cairan cokelat itu mendarat di baju kotor Laura. Sebagian kecil memercik ke sudut meja warna merah tua di sebelah Laura.

Seisi kelas seketika hening. Tatapan ngeri yang tak terhitung jumlahnya tertuju pada meja itu. Wajah Paula memucat dalam sekejap.

Dengan panik, dia menyeka meja dengan lengan baju putih bersihnya, sambil terus bergumam, "Maaf, Nadia. Maafkan aku, aku nggak sengaja. Maafkan aku."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arimbi
8.7
Hanna terpaksa menikahi Sultan setelah sebuah insiden di perkemahan desa memaksa mereka bersatu. Meski awalnya terlihat lembut, sifat Sultan berubah drastis setelah membawa Hanna ke kota. Hanna kini terkurung dalam rumah, terjebak aturan ketat tanpa diperlakukan layaknya istri sah. Sultan ternyata terobsesi menjadikannya pengganti Arimbi, cinta pertamanya yang menderita gangguan jiwa. Di bawah bayang-bayang masa lalu itu, masa depan Hanna hancur dalam tekanan mental yang berat.
Sampul Novel Asmara Mendendam
9.5
Nezza menempati kos angker demi pekerjaan. Di sana, ia terpikat pada Ari, putra pemilik kos yang dingin. Meski penghuni lain seperti Adelina dan Putri agresif mengejar Ari, Nezza tetap kagum padanya. Namun, teror mistis mulai menghantui semua orang. Ari yakin ada manusia di balik kekacauan ini. Saat situasi memuncak, Rahma menuduh Jessy sebagai dalang teror sekaligus pembunuh mahasiswi dua tahun lalu. Akankah misteri berdarah di kos ini akhirnya terungkap?
Sampul Novel Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal
8.3
Sheny tewas bersama janin di kandungannya setelah dipaksa sang suami mendonorkan sumsum tulang demi menyelamatkan kekasih lamanya. Tujuh hari pascakematiannya, sang suami justru membawa wanita itu ke ranjang pernikahan mereka dengan penuh kepuasan. Namun, kelegaan itu segera berubah menjadi duka mendalam. Pria itu kini menangis histeris memeluk barang peninggalan Sheny, memohonnya untuk pulang, seolah lupa bahwa kekejamannya sendirilah yang telah merenggut nyawa istri dan calon anaknya.
Sampul Novel CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK
9.7
Pasangan pengantin baru, Nagita Wangi Kuncoro dan Rusdi Pratama Habsy, mendadak dirundung gangguan gaib yang mencekam setelah resmi menikah. Sahabat Rusdi pun turun tangan menyelidiki asal-usul teror tak wajar tersebut. Terungkap bahwa dalangnya adalah Listiowati Dewi, mantan karyawan yang menyimpan dendam akibat cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Kini, Rusdi dan Gita harus berjuang menghadapi kiriman santet mematikan demi menyelamatkan nyawa mereka.
Sampul Novel Misteri Masalembo (Crash Landing)
8.8
Airbus A320 terhisap badai dahsyat menuju portal masa lalu di benua asing. Selama dua jam mencekam, kabin dipenuhi gas beracun dan arwah penuh dosa. Di kokpit, Adam bersama Ingrid Rose, ahli astrofisika asal Austria, berjuang memecahkan teka-teki misterius demi menemukan jalan pulang. Meski berhasil kembali, pesawat kehabisan bahan bakar akibat badai tersebut. Tanpa pilihan lain, pendaratan darurat di perairan luas terpaksa dilakukan demi bertahan hidup.
Sampul Novel Misteri nyai Ratu Blorong
8.8
Legenda pesugihan dari laut selatan Jawa sering kali dianggap sekadar dongeng tidur. Namun, sosok Nyi Ratu Blorong sang siluman ular sebenarnya nyata dan melampaui mitos mistis belaka. Meski tak kasat mata, entitas simbol kekayaan ini tetap setia mendampingi para sekutunya hingga saat ini. Di tengah kehidupan masyarakat milenial yang modern, eksistensi gaibnya masih bertahan kuat tanpa sepenuhnya disadari oleh manusia yang hidup berdampingan dengannya.