
Mertuaku perusak hidupku
Bab 2
"Bagas! Kamu masih saja melamun? Kerjaan kamu udah selesai belum? Ini sudah jam makan siang tau," ucap Doni salah seorang karyawan yang bekerja sebagai staf yang sama dengan Bagas.
" Eh,iya! Udah kok, sedikit lagi ini selesai. Ternyata udah siang aja," ucap Bagas.
" Makanya jangan suka melamun,apa sih yang bikin Lo itu bisa melamun dari tadi? Penasaran gue," tanya Doni.
" Ah, bukan apa-apa sih. Tapi, cukup mengganggu pikiran gue selama bekerja. Jadinya,gue gak konsen gini,malah kena tegur lagi sama bos, apes banget gue rasanya," umpat Bagas ketika dia mengingat tadi bosnya sampai menegur beberapa kali. Ketika dia asik melamun.
" Yaudah sih,makan yuk."ajak Doni
" Bentar, gue beresin ini dulu ya," ucap Bagas sambil merapikan meja kerjanya tersebut dan mengikuti Doni keluar ke kantin yang ada di kantor tersebut.
***
Setelah merapikan belanjaan yang dibelinya tadi, Heni langsung membuat makan siang untuknya dan Sofia.
Dia memang selalu telaten kalau masalah pekerjaan rumah,semua nya di kerjaan sendiri dari dulu. Karena menurutnya semua itu akan terasa lebih nikmat dan puas jika dia yang turun tangan langsung.
Apalagi selama menikah dengan suaminya,dia harus berhenti menjadi wanita Karir sesuai keinginan suaminya tersebut,jadilah menjadi ibu rumah tangga pilihan satu-satunya yang harus diterima oleh Heni.
Hidup berkecukupan, membuat Heni menghabiskan waktunya dengan memanjakan diri dengan berbagai kegiatan selain menjadi ibu rumah tangga. Dia aktif sebagai panitia yayasan sosial,dan selalu saja memperhatikan penampilan nya itu.
Dia selalu rajin merawat diri di usianya sekarang,bahkan dia selalu ikut kelas aerobik agar penampilannya selalu awet muda,ke salon adalah aktivitas lain yang rutin dilakukan Heni. Itu semua atas persetujuan suaminya,karena begitulah caranya untuk membuat Heni selalu merasa ada kegiatan dan sesekali dia meminta Heni untuk tidak terlalu sibuk,Karena padat aktivitas yang dilakukan Heni selama ini.
Hari ini Heni memasak makanan kesukaan putri kesayangannya itu, semur ayam dan lengkap dengan salad buah kesukaan Sofia. Memang begitulah Heni selalu menyenangkan putrinya tersebut,apalagi setelah sekian lama dia berpisah dengan Sofia, makanya dia bersemangat sekali memasak untuk Sofia.
Setelah hampir 1 jam lamanya dia berkutat di dapur, akhirnya semua makanan sudah terhidang dengan sempurna di atas meja, Heni langsung berjalan ke arah kamar putrinya tersebut,untuk mengajak nya makan siang bersama.
Tok….tok...tok..
"Sofia, sayang? Kita makan dulu ya? Mama tunggu kamu di meja makan sekarang," ucap Heni.
" Iya, Mam. Bentar lagi Sofia turun,ok!" Teriak Sofia dari dalam kamarnya.
Heni yang mendengar suara putrinya tersebut, tersenyum melihat kelakuan Sofia yang tidak pernah berubah dari dulu. Dia masih saja suka berteriak dan paling malas buka pintu.
Heni pun langsung berlalu dari kamar putrinya tersebut,dan memutuskan untuk menunggu putri kesayangannya di meja makan saja.
Melihat Sofia sudah berjalan turun dari kamarnya, Heni menyunggingkan senyum dan segera menyiapkan makanan untuk putri semata wayangnya itu.
" Hay,sayang. Yuk makan, Mama sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu ini,kamu suka gak?" Tanya Heni pada Sofia.
" Hay mam, wah,ini semua makanan kesukaan aku mam, Mama gecep banget ya, bisa masakin semua masakan kesukaan aku secepat itu,kenapa Mama gak bangunin Sofia aja sih,mam?" Sesal Sofia yang melihat sebanyak itu menu kesukaan nya itu sudah tertata rapi di meja makan,dan siap untuk segera di santap. Membuat cacing dalam perut nya meronta ingin di isi dengan semua makanan itu.
" Gak papa sayang, kan kamu capek udah nemenin mama tadi belanja, jadi ,Mama gak tega buat bangunin kamu. Lagian kamu tau sendiri kan, kalau Mama gak bakalan pernah bisa duduk diam begitu saja di rumah. Apalagi sekarang putri kesayangan Mama sudah pulang,jadi gak ada alasan buat Mama gak masakin makanan favorit anak Mama ini," ucap Heni pada Sofia.
" I love you more,mom. Aku sayang banget sama Mama,muach," kecupan sayang langsung mendarat di pipi Heni.
" Ayo, makan! Mama masakin semuanya dan Mama harap kamu bisa menghabiskan semua menu ini dengan baik,sudah bertahun tahun kamu tidak memakan makanan masakan mama,bukan?" Tanya Heni sambil menggoda putrinya itu.
Sofia langsung mengambil piring dan mengambil nasi dan meletakan lauk ke dalam piring nya itu dan langsung melahap semua yang ada di atas meja.
Heni yang melihat Sofia makan dengan lahapnya hanya tertegun dan senyum-senyum sendiri melihat Sofia yang makan dengan lahapnya.
Saat sadar kalau Heni tidak ikut makan bersamanya Sofia langsung menghentikan makan nya dan melihat ke arah Heni.
" Eh,mam,kok tidak ikut makan bersama aku? Kenapa? " Tanya Sofia bingung.
" Kamu makan aja duluan,Mama sudah lama sekali tidak melihat anak Mama Makan selahap ini. Kamu tau gak mama senang banget kalau kamu masih menyukai masakan mama mu ini.
" Masakan mama gak ada lawannya ma,masakan mama tetap no 1." Jawab Sofia sambil melanjutkan kunyah nya.
Tak terima melihat Heni yang hanya diam melihat dia makan Sofia langsung mengambil nasi dan menariknya di piring Heny dan mengambilkan sepotong lauk dan menyuruh Heny juga ikut makan bersamanya.
" Ayo Mama juga harus makan kalau tidak aku juga gak akan makan" pinta Sofia.
" Kalau begitu ayo,kita lomba makan terbanyak" ajak Heny.
" Siapa takut,Mama sudah pasti kalah aku aja udah habis dua piring" jawab Sofia sambil tertawa.
Beberapa saat kemudian Sofia yang sudah makan terlalu banyak dan menyandarkan punggungnya ke bangku dan mengarahkan kepala ke atas sambil meraba-raba perutnya yang sudah kekenyangan.
" Aduh mah,Sofia udah kenyang Sofia udah gak kuat,lagian mama juga udah kalah ya" ujar Sofia.
" Iyalah mama kalah,kamu makan nya sebanyak itu" tutur Heny.
" Aku ke kamar dulu ya mah" ucap Sofia.
" Kok ke kamar?kamu mau ngapain?" Tanya Heny.
" Mau tidur mah,udah susah untuk gerak" jawab Sofia karena sudah kekenyangan makan terlalu banyak.
" Apa,! Kamu mau tidur,itu tidak baik" ujar Heny sambil mengacungkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan.
" Emang kenapa ma" tanya Sofia.
" Itu tidak baik sof,kalau sehabis makan itu duduk dulu jangan langsung tidur." Ujar Heny.
" Iya mah" jawab Sofia dengan nada yang agak sedikit lembut.
Kemudian Heny mulai merapikan piring kotor ke belakang dan langsung mencuci piring kotor tersebut.
Saat dia kembali ke meja makan terlihat Sofia sudah tertidur di bangku tempat dia duduk makan tadi.
" Aduhh,udah di bilang gak boleh tidur di kamar,ehh malah tidur di meja makan." Bisik Heny sambil menggeleng- gelengkan kepala.
Heny langsung menghampiri dan membangunkan Sofia yang sudah tidur pulas di atas meja makan.
" Sofia,bangun nak,jangan tidur di sini"
Anda Mungkin Juga Suka





