
Merengkuh Cinta Ilahi
Bab 3
Siti pov
"Maaf tuan, hutang sebanyak itu buat apa suami saya?? "
"Sebelum menikah denganmu ia sudah banyak kalah j**i, dan hanya mampu menyicil. Beruntung aku ini sangat baik 3 tahun tak ku usik kalian. Sekarang bayar lunas hutang suamimu jika ia ingin suamimu tak gentayangan. " Kata bang Satria.
"Tapi uang sebanyak itu saya tak punya bang. " Kataku, lenganku di tarik begitu saja sehingga tubuhku terpelanting di lantai. Mereka masuk ke dalam dengan paksa, ku susul mereka dan ku peluk Faiz dan Kayla yang tengah bermain plastisin pemberian Nayla yang sudah berwarna hitam karena seringnya di mainkan. Mereka ketakutan melihat orang-orang itu membongkar semua barang di rumah.
"Kau bilang tak punya uang?? Uang ini aku ambil dan juga sertifikat rumah ini sebagai jaminannya. Jika kau sudah ada uangnya cari aku di pasar Tanah Hijau cari bang Satria. Ku beri waktu 4 bulan. " Kata bang Satria sambil tertawa keluar rumah
Mereka pun pergi dengan uang takziah berkisar satu juta dua ratus, dan juga modal untuk membeli barang bekas lagi. Mereka benar-benar tak menyisakan sepeserpun uang untuk kami. Astaghfirullah..
"Meleka siapa ummi?? Kenapa tidak sopan dan selem..??" Tanya Faiz sedangkan Kayla meringkuk di pangkuanku.
"Mereka penagih hutang nak, sekarang ummi masakan bubur ya buat Kayla dan Faiz" Kataku sambil menangis mengalihkan pembicaraan.
"Dali kemalin masak bubul, ummi gak ada uang ya? Jangan sedih ummi, Faiz suka ummi masak apapun." Ujar Faiz sambil mengusap air mataku. Ya Allah anak sekecil ini mampu merasakan apa yang orangtuanya rasakan. Dari kemarin memang hanya beras yang tersisa sehingga ku masak bubur dan sayur bayam yang sudah tak berdaun di belakang rumah. Ia berlari kecil mengambil celengan ayam bekas yang di tambal solasi di bawahnya.
"Ini Faiz ada uang" Sambil mengulurkan celengan, sang adik menyambutnya menjadikan mainan kuda-kudaan. "Dedek ini buat ummi isinya nanti ayamnya buat adek ya!! " Kata Faiz
Faiz menarik kasar solasi hitam hingga terdengar suara logam berhamburan.byuuuuarrr... "Aa ayam kaila" Kata Kayla yang memang sudah fasih dengan banyak kosakata merebut dari empunya. " Gak usah Faiz, ini semua punya Faiz. " Kata ku
"Gak papa ummi kata abi kta halus tolong menolong. Faiz sayang ummi" Katanya sambil memelukku.
*********************
Sementara itu di Rumah Sakit Sumber Bugar juga terdapat pasien akibat kecelakaan, ia di nyatakan boleh pulang hari ini. Lukman Prawiranegara Presdir Batu Bara dan tambang Timah PT Bumi Perkasa, tbk sedang beristirahat asyik memainkan gadget. Sedangkan sopirnya, pak Heri mengalami kritis sedangkan menurut CCTV kecelakaan murni karena motor yang berhenti mendadak bukan kesalahan mobil. Namun hati Lukman tetap ingin bertanggungjawab karena sempat melihat wanita yang menangis histeris. walaupun ada pesan terakhir sebelum suami korban meninggal dunia. Entah hatinya merasa aneh, ada getar yang tak ia rasakan bersama Laura padahal ia hanya melihatnya saja. Entah ini iba atau jatuh cinta.
"Apa kau sudah tahu siapa korban meninggal kemaren?? " Tanya Lukman.
"Ia adalah Prajana Hadi Kusuma, meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak. " Kata pria berjaz hitam.
"Aku pernah dengar nama itu" Ujar Lukman
"Tentu saja bos pernah kenal, ia adalah adik kandung nyonya Laura, ia di buang karena menikahi gadis miskin Siti Halimah. "
"Aku hanya pernah bertemu sekali dengannya sebelum menikahi kakaknya. Ini menarik" Kata Lukman
"Saya sudah kirimkan data lengkap meraka bos, saya juga melampirkan foto sesuai permintaan bos. "
"Kerja bagus, pergilah sebelum Laura ke sini" Perintah Lukman. Pria berjaz hitam itu pun pergi berpamitan. Lukman pun tenggelam dengan gadgetnya karena memperhatikan data yang di kirimkan anak buahnya. Laura Agata Kusuma dan Lukman menikah karena perjodohan, Laura sangat mencintai Lukman sejak kuliah di Perancis. Pernikahan mereka untuk mengukuhkan perusahaan Lukman yang sempat goyah karena krisis covid namun hingga 5 tahun menikah mereka tak kunjung di karuniai anak.
"Hay sayang. kau akan pulang hari ini kan" Sapa Laura tanpa permisi mencium pipi Lukman, hampir saja gadget Lukman terjatuh.
"Bisakah kau tidak mengagetkan ku?? " Kata Lukman mematikan Gadget.
"Kau yang terlalu serius dengan HP mu sayang. " Aanggahy Laura
"Terserah kau saja"
"Aku sudah menyiapkan pakaian untuk mu kita akan menghadiri rapat pemegang saham. " Kata Laura
"Bisakah kau tidak membicarakan pekerjaan sejenak"
"Ini sangat penting sayang, perusahaan papaku akan kamu pegang sekarang karena papamu telah membeli 70% saham papa. " Ujar Laura.
Lukman hanya diam saja, ia menurut saja Laura memakaikan jaz dan dasi di lehernya. Niat bersantainya telah usai. "Apa kau tak ingin tahu siapa korban yang ketabrak kemarin" Tanya Lukman
"Itu tidak penting sayang, kau kan di nyatakan tidak bersalah. Lagi pula kau bisa menganti rugi jika ia mendesakmu. " Kata Laura
"Kau benar-benar tak ingin tahu?? " Tanya Lukman memastikan hati istrinya yang telah membatu.
"Ini lebih penting, kau bisa terlambat sayang. " Kata nya sambil menarik ku keluar dari kamar rawat inap.
******************************
Menurut Surat Al-Baqarah ayat 234 : “Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah Para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. kemudian apabila telah habis iddahnya, Maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” Ayat di atas menafsirkan bahwa seorang istri yang ditinggalkan oleh suaminya karena meninggalnya suaminya, maka isteri wajib beriddah selama waktu 4 bulan 10 hari. Tak menunggu masa iddah nya selesai, Siti terpaksa keluar rumah untuk mencari nafkah, ia tak ingin merepotkan Nayla dan keluarga nya karena sering di berikan makan. Berbekal uang simpanan Faiz yang ku hitung mencapai sembilan puluh delapan ribu Siti mengendong Kayla di depan dan Faiz di belakang. Faiz memberontak minta turun karena kasihan melihat umminya.
"Ummi Faiz kan dah besal, bial jalan sendili ya.. "
"Nanti pulangnya ya, ummi kan nanti bawa barang jadi Faiz bisa jalan kaki. " Kata ummi.
"Benel ya umm.. " Kata Faiz menyakinkan. Faiz dan Kayla terpaksa di ajak karena memang di rumah tidak ada yang bisa di titip kan. Ia sudah mencari kerja namun di kota Jakarta akan sangat susah jika tamatan SMP. Saat Praja ada ia hanya pergi tiga hari sekali untuk mengambil langganan rumah-rumah yang sudah hapal dengan Siti.
Sudah 30 menit ia berjalan, ia masuk kampung Salak. Namun matahari mulai meredupkan cahayanya hanya setengah kantong yang Siti kumpulkan
"Maaf ya Siti, sekarang ada program pemerintah pilah sampah jadi botol, kertas dan lainnya audah ada yang ambil" Tutur bu Retno ketua Rt setempat.
"Gak papa bu, Terima kasih" Kata ku tertunduk lesu, 'ya Allah kuatkan hamba' doaku
"Tunggu Siti ini ada makanan buat anak-anak mu tadi habis arisan Rt. " Kata bu Retno
"Telima kasih bu" Kata Faiz menerima sekantong makanan, sedangkan Kayla tertidur.
Setelah Ashar kuputuskan pulang ke rumah naik angkot agar tidak terlalu malam, ku taruh barangku di atap angkot agar tidak menganggu penumpang lainnya. Ku jinjing kantong sampah ku di tangan kiri dan ku gandeng Faiz di tangan kanan sedangkan Kayla asyik makan roti pisang dari bu Retno maklum mereka jarang jajan seperti anak-anak lainnya. Pernah suatu ketika Faiz minta jajan namun tak ku temukan sepeserpun uang, "Faiz ummi tidak ada uang, minta sama Allah dulu yuk. Semoga Allah memberikan rejeki. " Pintaku. Faiz pun menengadah kan tangannya dan berdoa, " Ya Allah, Faiz pengen tahu lasanya mie ayam kayak apa sih?? Tadi ada tukang jualan mie lewat. " Dan kodrarullah abinya pulang bawa mie ayam namun semenjak itu Faiz tak meminta apapun lagi. Ku usap kenangan indah itu, aku tak boleh cengeng demi anak-anak ku. Ku susuri gang dan terparkir di masjid mobil hitam mewah yang tak pernah kulihat sebelumnya. Rumah ku masuk ke dalam hanya motor saja yang bisa lewat.
Sampai didepan rumah ku tertegun dengan 2 pria berjaz yang menunggu di depan pintu.
Apa lagi ini ya Robb??
Anda Mungkin Juga Suka





