Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menyukai Dosen karena Truth or Dare Gila

Menyukai Dosen karena Truth or Dare Gila

Akibat tantangan konyol dalam permainan truth or dare, Raina nekat mengejar Andra Wiratma, dosen killer yang dikenal kaku dan dingin. Meski berulang kali mendapat penolakan tegas, Raina tetap gigih menggoda pria tersebut dengan keceriaannya. Apa yang bermula sebagai lelucon belaka kini berkembang menjadi perjuangan emosional yang mendalam. Di tengah usahanya, Raina tak hanya mencuri perhatian Andra, tetapi juga memaksa sang dosen menghadapi gejolak perasaannya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam itu, setelah berhasil menggali sedikit informasi tentang Pak Andra, Raina duduk di kamarnya bersama Siska dan Maya. Ia memutar-mutar pulpen di tangannya, terlihat berpikir keras.

"Jadi dia suka baca novel klasik," kata Raina sambil menghela napas. "Aku harus manfaatkan ini."

"Bagus! Itu bisa jadi pintu masuk," ujar Maya sambil menyeruput teh hangat.

"Tapi gimana caranya? Aku nggak tahu novel klasik sama sekali," keluh Raina.

Siska menyengir. "Tenang, ada Google, kan? Cari tahu dulu. Besok bawakan dia buku favoritnya sebagai alasan buat ngobrol lebih lama."

Raina mengangguk, lalu mulai mencari informasi di ponselnya. Setelah beberapa menit, ia tersenyum. "Oke, aku tahu. Besok aku akan bawa Pride and Prejudice. Itu novel klasik yang populer banget. Kayaknya nggak mungkin dia nggak suka."

Keesokan harinya, Raina datang ke kampus lebih awal. Ia membawa sebuah buku Pride and Prejudice yang baru dibelinya di toko buku semalam. Dengan gugup, ia menunggu di depan ruangan Pak Andra. Ketika pria itu muncul dengan jas hitam dan membawa tumpukan berkas, Raina langsung menyapanya.

"Selamat pagi, Pak!" seru Raina dengan senyum cerah.

Andra berhenti sejenak, menatap Raina dengan ekspresi datar. "Pagi. Ada apa lagi kali ini?"

"Saya mau memberikan ini, Pak." Raina mengulurkan buku itu. "Saya dengar Bapak suka novel klasik, jadi saya pikir mungkin Bapak ingin membaca ini."

Andra mengernyit. Ia menerima buku itu dengan hati-hati, seolah tak percaya apa yang sedang terjadi. "Kenapa tiba-tiba kamu memberi saya buku?"

Raina mengangkat bahu, mencoba terlihat santai. "Hanya ingin berterima kasih karena Bapak sudah selalu membantu kami belajar. Anggap saja ini hadiah kecil."

Andra terdiam sejenak. Lalu, untuk pertama kalinya, Raina melihat sudut bibir pria itu sedikit terangkat. Senyum kecil muncul di wajah dinginnya.

"Terima kasih, Raina. Ini buku bagus," ujar Andra pelan.

Raina merasa hatinya hampir melompat keluar. Ia tidak menyangka usahanya membuahkan hasil. "Sama-sama, Pak. Saya harap Bapak suka."

Setelah itu, Andra melanjutkan jalannya ke ruang dosen, meninggalkan Raina yang tersenyum penuh kemenangan.

Langkah Berikutnya

Di malam harinya, Raina kembali berkumpul dengan Siska dan Maya untuk membahas perkembangannya.

"Dia senyum, kalian tahu! Pak Andra senyum gara-gara aku kasih buku itu," kata Raina dengan semangat.

Siska tertawa sambil mengangkat jempol. "Bagus, Rai! Itu tanda dia mulai nggak terlalu kaku sama kamu."

"Tapi ini baru awal. Kamu harus terus cari cara buat lebih dekat," tambah Maya.

Raina mengangguk, berpikir keras. "Aku punya ide. Aku bakal pura-pura minta bimbingan tugas lagi, tapi kali ini aku akan ajak dia bicara soal novel itu. Mungkin itu bisa jadi topik obrolan yang bikin dia lebih nyaman."

Keesokan harinya, Raina menjalankan rencananya. Ia menunggu lagi di luar ruangan Pak Andra setelah jam kuliah selesai. Ketika dosennya keluar, ia langsung mendekat.

"Pak, boleh saya minta waktu sebentar?" tanyanya dengan suara lembut.

Andra menatapnya dengan ekspresi bingung. "Ada apa lagi, Raina?"

"Saya sudah mulai baca buku yang saya kasih ke Bapak kemarin. Ada beberapa bagian yang saya nggak terlalu paham. Mungkin Bapak bisa jelaskan?"

Andra menghela napas panjang. "Kamu ini seperti tidak punya pekerjaan lain selain ganggu saya."

Raina tersenyum canggung. "Maaf, Pak. Saya cuma ingin belajar lebih banyak."

Andra akhirnya mengangguk. "Baiklah. Kita bicara di perpustakaan."

Percakapan di Perpustakaan

Di perpustakaan kampus yang sepi, Raina duduk berhadapan dengan Andra. Di meja, buku Pride and Prejudice terbuka di tengah, sementara Andra dengan sabar menjelaskan tentang tokoh-tokoh dalam cerita itu.

"Elizabeth Bennet adalah karakter yang kuat. Dia tidak takut menyuarakan pendapatnya, meski itu berarti melawan norma yang ada," jelas Andra dengan nada serius.

Raina terpesona melihat sisi lain dari dosennya. Untuk pertama kalinya, ia merasa Andra bukan sekadar dosen galak, tapi seseorang yang benar-benar memiliki passion terhadap hal yang ia sukai.

"Jadi, menurut Bapak, Darcy sebenarnya mencintai Elizabeth sejak awal, tapi dia terlalu sombong untuk mengakuinya?" tanya Raina, mencoba terlibat lebih dalam.

Andra tersenyum tipis. "Bisa dibilang begitu. Cinta sering kali membuat seseorang terlihat bodoh, bukan?"

Raina tertawa kecil. "Iya, benar juga."

Saat itu, Andra menatap Raina lebih lama dari biasanya. Ada sesuatu di matanya yang sulit diartikan, tetapi membuat Raina merasa jantungnya berdebar lebih cepat.

Misi yang Mulai Berubah

Setelah percakapan itu, Raina mulai merasa ada sesuatu yang berbeda. Awalnya, ia hanya menganggap ini sebagai tantangan konyol untuk membuktikan keberaniannya kepada teman-temannya. Namun, semakin ia mengenal Andra, semakin ia merasa bahwa ada sisi lain dari pria itu yang menarik perhatian.

Di sisi lain, Andra juga mulai memandang Raina dengan cara yang berbeda. Ia tidak bisa memungkiri bahwa gadis itu memiliki keberanian dan kehangatan yang jarang ia temui dalam kehidupan sehari-harinya yang monoton.

Namun, Raina tahu bahwa jalan ini tidak akan mudah. Tantangan yang awalnya hanya permainan kini berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit. Ia mulai bertanya-tanya, apakah ia benar-benar bisa menyelesaikan misi ini tanpa melibatkan perasaannya sendiri?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Sirna Sebelum Fajar
9.3
Shasa Handoko diam-diam menghitung mundur sepuluh hari terakhir sebelum prosedur donor ginjal untuk Arya Lexim dilakukan. Sebagai sosok pengganti yang selama ini dibenci oleh Arya, Shasa telah membulatkan tekad untuk pergi dan menghilang selamanya dari kehidupan pria itu setelah operasi selesai. Di tengah sisa waktu yang kian menipis, sebuah tanya terus membayangi benaknya: saat Arya akhirnya hidup bahagia bersama wanita yang benar-benar dicintainya, akankah pria itu masih mengingat kehadirannya?
Sampul Novel Cintaku Berakhir di Malam Pertamaku
8.7
Kisah dalam novel modern misteri Cintaku Berakhir di Malam Pertamaku berawal di malam bulan madu. Sang suami bersikeras meminta manajer hotel mengganti seprai mereka di tengah malam. Ternyata, manajer tersebut adalah mantan kekasihnya yang langsung histeris dan menuduhnya sengaja ingin menyakiti hatinya. Setelah menyiram sang istri dengan air panas dari teko, wanita itu pergi. Alih-alih menolong istrinya yang terluka, sang suami justru memilih mengejar mantannya dengan alasan takut gelap.
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Laras memutuskan pergi menjauh saat David menyuruhnya melenyapkan janin di rahimnya. Namun, pelarian itu tak lantas membawa ketenangan karena bayangan masa lalu terus mengejarnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang telah berubah total. Akankah mereka memilih bersatu demi sang buah hati, atau justru tetap pada jalan masing-masing meski benih cinta sebenarnya masih tersimpan rapat di dalam lubuk hati mereka?
Sampul Novel Kisah Sang Penguasa
9.4
Demi menyelamatkan ekonomi keluarga Vegas dan membalas budi Dimitri, Fugaku rela menikahi Vior dari klan Diningrat. Namun, pernikahan itu hanyalah jebakan kejam Vior untuk mencuri rahasia bisnis keluarganya. Di hari bahagia tersebut, Fugaku justru disiksa, diracun, hingga dibuang ke laut. Secara ajaib ia selamat dan bangkit menjadi bagian dari pasukan elite Celestial di Kota Kastiya. Kini, sang penyintas misterius ini memulai babak baru dalam hidupnya.
Sampul Novel Mengubah Cinta Lampau Yang Menyakitkan
8.6
Di malam Valentine, aku kembali terbangun di masa lalu, tepat di depan bar tempat sahabat kecil tunanganku tergeletak tak sadarkan diri akibat racun. Pada kehidupan sebelumnya, niat baikku menolongnya justru mengungkap tato nama tunanganku di tubuhnya dan memicu tragedi besar. Aku yang dituduh menjadi penyebab kematiannya akhirnya disiksa hingga lumpuh oleh tunanganku sendiri. Kini, demi mengubah takdir kelam dan menghindari siksaan kejam itu, aku memilih berbalik arah dan mengabaikannya.
Sampul Novel MILIARDER CANTIK ITU ISTRIKU
8.4
Terdesak kebutuhan hidup, Zio terpaksa setuju melayani seorang wanita dalam satu malam. Ia sempat mengira akan bertemu wanita tua, namun justru sosok muda yang sangat cantik muncul di hadapannya. Secara mengejutkan, wanita itu memintanya untuk menghamili sekaligus menikahinya. Di tengah beban hidupnya yang sangat berat, mampukah Zio memenuhi permintaan gila tersebut dan menjadi pendamping sang miliarder cantik yang misterius itu?