Sampul Novel Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

9.3 / 10.0
Shasa Handoko diam-diam menghitung mundur sepuluh hari terakhir sebelum prosedur donor ginjal untuk Arya Lexim dilakukan. Sebagai sosok pengganti yang selama ini dibenci oleh Arya, Shasa telah membulatkan tekad untuk pergi dan menghilang selamanya dari kehidupan pria itu setelah operasi selesai. Di tengah sisa waktu yang kian menipis, sebuah tanya terus membayangi benaknya: saat Arya akhirnya hidup bahagia bersama wanita yang benar-benar dicintainya, akankah pria itu masih mengingat kehadirannya?

Cinta yang Sirna Sebelum Fajar Bab 1

Masih tersisa sepuluh hari sebelum aku mendonorkan ginjalku untuknya.

Diam-diam, di dalam hatinya, Shasa Handoko menghitung hari yang tersisa.

'Tinggal sepuluh hari lagi. Setelah itu, Arya Lexim akan mendapatkan tubuh yang sehat, sementara aku... Pengganti yang dibencinya akan menghilang dari hidupnya.'

Kira-kira... ketika Arya akhirnya bersama dengan perempuan yang dicintainya, apakah dia masih akan mengingatku?

Mungkin... tidak akan.

"Apa kamu benar-benar sudah memutuskan? Donor organ bukanlah hal sepele, apalagi tubuhmu dalam keadaan sehat. Aku harap kamu mempertimbangkannya dengan matang, ini menyangkut nyawa seseorang."

Shasa Handoko terdiam sejenak, lalu dengan suara tegas dia berkata, "Saya sudah memikirkannya. Anda tentu tahu, sekali saya memutuskan sesuatu, sulit untuk mengubahnya."

Profesor di seberang telepon menghela napas panjang. "Baiklah, kalau itu memang keinginanmu... aku menghormatinya."

"Terima kasih, Profesor."

Shasa berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan pelan, "Kalau bisa, tolong rahasiakan hal ini."

"Tentu saja."

Setelah menutup telepon, Shasa terpaku menatap layar televisi yang menyiarkan berita.

[Menurut laporan, bulan lalu pewaris Grup Lexim, Arya Lexim, tiba-tiba jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Pihak Grup Lexim kemudian merilis pernyataan bahwa meski Arya sakit, kondisinya tidak memengaruhi aktivitas sehari-harinya. Baru-baru ini, dia kembali aktif di perusahaan.]

Di layar, Arya tampak berdiri di samping seorang wanita, yaitu sekretaris pribadinya sekaligus wanita yang disebut-sebut sebagai cinta sejatinya.

Dalam tayangan itu, Arya menatap wanita di sampingnya dengan penuh kasih. "Saat aku sakit, untungnya ada Shasha yang terus menemani di sisiku."

Seketika, publik terharu dengan kisah cinta mereka yang tetap kuat di tengah cobaan. Sementara Shasa, sang istri sah yang tidak melakukan apa pun, malah menjadi sasaran cercaan semua orang.

Bahkan para wartawan pun ikut berkomentar.

"Pak Arya adalah pria yang begitu baik, tapi Nyonya Shasa malah nggak menghargainya. Saat suaminya sakit, istrinya justru meninggalkannya. Untung ada Nona Shasha. Semoga mereka segera bercerai, Nona Shasha dan Pak Arya jelas pasangan yang ditakdirkan."

Lihat saja, bahkan media pun merasa Shasha dan Arya adalah pasangan yang serasi.

Shasa menatap layar dengan wajah getir. Dia mematikan televisi dan baru hendak duduk ketika Arya membuka pintu, tangannya menggenggam erat tangan wanita di sampingnya. Wajahnya dipenuhi kelembutan yang tidak pernah Arya tunjukkan pada istrinya.

"Kamu kenapa di sini?"

Melihat Shasa, Arya langsung cemberut.

"Kalau begitu, aku nggak akan masuk dulu. Kak Arya, jaga kesehatanmu baik-baik. Dia pasti akan merawatmu," kata Shasha lembut.

Arya tertawa dingin. "Dia? Merawatku? Sejak aku sakit, apa dia pernah melakukan sesuatu untukku? Saat aku terbaring di rumah sakit, satu panggilan pun nggak pernah dia lakukan."

"Mulai sekarang, ini rumahmu," ujarnya sambil menggandeng tangan Shasha masuk. Arya berjongkok sedikit dan memakaikan sandal rumah untuk Shasha dengan penuh kelembutan.

Shasa berdiri kaku di tempat, dia seperti orang asing di rumahnya sendiri. Padahal, dialah nyonya rumah yang sebenarnya.

Shasa memang pernah menjenguk Arya di rumah sakit.

Saat itu, dia melihat pria itu terbaring lemah di ranjang sambil menggenggam tangan Shasha erat-erat. Keduanya bersandar satu sama lain, tampak seperti pasangan suami istri yang setia dalam suka dan duka. Saat itu, tangan Shasa yang sempat terangkat akhirnya perlahan dia turunkan lagi.

Arya adalah penyelamat hidupnya. Dulu, Shasa sampai memohon pada keluarganya dan melakukan berbagai cara demi bisa menikah dengannya. Dia pikir, setelah bertahun-tahun menikah, hati Arya akan luluh.

Jika memang tidak bisa diluluhkan, lebih baik dilepaskan. Sebelum pergi, setidaknya biarkan Shasa melakukan satu hal terakhir untuk Arya.

"Shasha baru kembali ke kota ini, dia belum punya teman di sini. Biarkan dia tinggal di rumah ini dulu. Dia nggak suka makanan yang terlalu berminyak, dan juga nggak suka daun bawang. Saat memasak, ingat untuk hindari itu."

Nada suara Arya datar, seperti sedang memberi perintah pada pembantu rumah tangga.

"Kak Shasa, jangan khawatir. Aku hanya khawatir dengan kondisi Kak Arya, nggak ada maksud lain."

Shasha seolah khawatir Shasa akan menolak, lalu dia menambahkan dengan hati-hati, "Aku datang tanpa diundang, kamu nggak marah, 'kan?"

Tatapan Arya beralih pada Shasa penuh rasa muak.

Selama bertahun-tahun menikah, meskipun Shasa tahu suaminya tidak mencintainya, ini adalah pertama kalinya Shasa melihat tatapan penuh kebencian dari Arya.

Setelah lama terdiam, akhirnya Shasa berkata, "Tidak."

"Lakukan sesuka kalian."

Setelah itu, Shasa mengambil satu berkas dari meja dan menyerahkannya pada Arya. "Asistenmu datang pagi ini, ini berkas yang perlu kamu tanda tangani."

Mungkin karena kondisi tubuhnya yang tidak nyaman, Arya hanya melihatnya sekilas dan langsung menandatangani semuanya dengan ekspresi kesal.

"Ambil!"

Namun, ketika menoleh ke arah Shasha, raut wajah Arya seketika berubah lembut. "Shasha, ayo kita istirahat di atas."

"Kak Arya, biar aku bantu menuntunmu."

Shasha bersandar pada Arya, mereka berdua naik ke atas sambil saling menuntun.

Sementara itu, Shasa berdiri sendirian di ruang tamu, seperti boneka rusak yang telah dibuang. Dia menggenggam erat ujung roknya, giginya menggigit bibirnya hingga hampir berdarah.

Sampai sekarang, dia masih tidak berani memikirkan, selama pernikahan mereka, saat memanggil namanya, sebenarnya siapa yang dipikirkan Arya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5 Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
8.2
Kecelakaan tragis yang melumpuhkan sang suami memaksa ayah mertua tinggal bersama mereka. Namun, situasi di rumah tangga dalam novel modern misteri Derita Menantu Jelita ini kian mencekam saat sang suami bertekad mendapatkan keturunan demi garis keluarga. Sebuah rencana nekat dijalankan; ia diam-diam mencampurkan obat ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Keputusan gelap tersebut seketika mengubah segalanya, menyeret kehidupan mereka ke dalam pusaran konflik yang tak lagi terkendali.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan