Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Istri Dadakan Mas Duda

Menjadi Istri Dadakan Mas Duda

Audra awalnya menolak keras ajakan menikah dari Inigo, seorang duda yang usianya terpaut jauh. Namun, Inigo meyakinkan bahwa pernikahan kontrak ini adalah solusi terbaik untuk menghindari tekanan orang tua mereka. Kini, Audra harus menghadapi dinamika rumah tangga yang tak terduga. Sanggupkah kejujuran Audra meluluhkan hati Inigo yang menyimpan rahasia masa lalu? Ikuti kisah cinta romantis dengan bumbu komedi yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Apa?! Menemui keluarga untuk mengganti wanita bayaran? Anda sudah gila, Om. Saya kabur dari rumah untuk menghindari perjodohan, lalu sekarang saya akan melibatkan diri dalam permasalahan keluarga anda? Turunkan saya di sini!” bentak Audra.

“Aish! Om lagi? Kita sudah sepakat, saya benci dikhianati. Kamu harus menepatinya.” Inigo semakin menginjak pedal gasnya.

“Saya akan lompat kalau tidak dihentikan!” ancam Audra.

“Tinggal lompat, saya akan meninggalkanmu,” balas Inigo dengan entengnya, Audra mendengus kesal.

Dia juga berpikir tidak ingin mati muda. Audra menatap pria di sebelahnya penuh dengan rutukan dan umpatan. Andai saja dia tidak masuk ke dalam apartemennya, pasti tidak mungkin terkena masalah yang lebih besar lagi.

“Sebentar lagi kita sampai, ingat saja kamu hanya perlu menjawab dan menghormati Kakek yang berada di ujung paling kanan. Kita akan menghadiri acara makan malam, jadi berhati-hatilah dalam bersikap. Harusnya ada lima orang yang akan dihadapi, tapi karena satu lagi sedang sibuk. Kamu hanya perlu melewati malam ini dengan gesekan dari keempat ini.” Inigo menginjak pedal rem dengan kasar.

Audra hampir saja terbentur dasbor depan mobil. “Sumpah! Kepalaku hampir saja benjol. Dasar Om-om!” gerutu Audra.

Tanpa perkataan apapun, Inigo meninggalkan Audra yang masih di dalam mobil. Dia menunggu di depan pintu. Menatap Audra yang berjalan kesusahan karena dressnya yang kepanjangan.

Tangan Inigo siap untuk menggandengnya, Audra tidak mengerti maksudnya. Inigo menghela napasnya kasar, meletakkan tangan kanan Audra.

“Harus banget kayak gini?” tanya Audra.

“Menurut saja, ini tidak akan lama.” Inigo menekan bel rumah.

Seorang pelayan dengan seragamnya, menyambut kedatangan mereka. Mempersilahkan masuk dan mengarahkan pada meja makan. Audra terkejut, melihat semua raut wajah kaku mereka. Apalagi wanita yang sepertinya seumuran dengannya. “Sangat tidak ramah!” ucap Audra lirih.

Audra terpaku melihat Kakek yang dikatakan Inigo, pasti yang saat ini ada dihadapannya. Ketika sudah dekat, barulah Kakek itu tersenyum.

“Selamat datang di acara makan malam sekaligus menyambut calon menantu, Elwood,” sapa Kakek yang memeluk Inigo.

Mukanya terlihat cerah, sudah sangat lama menanti kedatangan pasangan Inigo menginjakkan kaki di rumah ini. Berbeda dengan Audra memberikan senyuman paksa lantaran merasa semua mata tertuju padanya.

Inigo membukakan kursi untuknya. “Terima kasih, sudah diberikan penyambutan yang sangat luar biasa,” balas Audra yang sangat canggung.

Kakek berdiri kembali, Audra yang hendak ikut berdiri ditahan oleh Inigo. “Bukankah tidak sopan jika tetap duduk?” bisik Audra, Inigo menggelengkan kepala.

“Kakek akan memperkenalkan diri, Chawki Elwood itu nama Kakek. Setelah ini, kalian bertiga perkenalkan diri juga pada calon menantu kita,” titah Chawki.

Audra mengingat nama dan wajah mereka satu per satu. Clare Elwood, keponakan Inigo yang pelit dengan senyum, tapi dia pintar dalam seni. Netalie Elwood, anak pertama Chawki yang memiliki kelebihan dalam memerankan dunia putri tidur, lebih tepatnya hidupnya dia habiskan hidup dengan bantal. Burhan, suami Netalie yang memiliki impian tinggi menjadi pimpinan perusahaan, namun malas bekerja. Terakhir yang tidak bisa datang, Aneisha Elwood, anak kedua Chawki yang saat ini sedang kuliah di luar negeri.

“Mereka semua sangat unik, sepertinya yang sedikit waras dalam keluarga ini hanya Inigo. Ke-kenapa mereka menatapku lagi?” batin Audra yang bingung mendapatkan tatapan kosong mereka.

“Giliran kamu!” titah Inigo.

Audra berdiri. “Perkenalkan saya Audra Valentina, anak tunggal dari satu pasangan pria dan wanita. Sungguh menjadi kehormatan terbaik bisa diundang kemari.”

Mereka belum mengalihkan pandangan, Audra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.”Apakah aku melakukan kesalahan?” batin Audra sembari duduk perlahan-lahan.

Satu kali tepukan dari Chawki. “Sebelum kita pesta, Kakek akan bertanya pada Aura ….”

“Maaf, Kakek. Benarnya Audra,” sahut Audra memotong ucapan Chawki.

Chawki malah tertawa terbahak-bahak, Audra melongo. “Kamu memang pandai, tes pertama lulus.”

“Ceritakan tentang hubungan kalian,” perintah Chawki.

“Kami akan menikah dalam waktu dekat,” jawab singkat Inigo.

Audra terkejut bukan main. “Ap-Apa dalam waktu dekat? Om … benar sekali menikah. Omaigat saya tersentuh dengan romantisnya dia, Kek.” Audra menginjak kaki Inigo sekuatnya.

“Mulai hari ini, Kakek tidak akan lagi menanyakan tentang wanita denganmu, Igo. Kakek setuju dan lanjutkan pernikahan secepatnya.” Chawki menepuk tangannya dua kali. “Tuangkan sekarang!’ perintahnya pada pelayan.

“Bukankah itu minuman yang mengandung alkohol?” tanya Audra lirih mendekati Inigo.

“Bilang saja kamu tidak bisa meminumnya, alasan kesehatan,” jawab Inigo.

Hanya Chawki yang minum air putih, semua orang sudah memegang gelas. Inigo menunggu Audra menolak bahwa dia tidak bisa meminumnya. Gelas diangkat, namun Audra malah meminumnya.

“Rupanya seperti ini rasanya.” Audra meletakkan kembali gelasnya.

“Kamu belum pernah minuman semacam ini?” Clare melihat ke arah Audra.

Inigo merasa kesal, dia tidak ingin disusahkan jika wanita ini mabuk. Inigo segera berdiri. “Kek, terima kasih atas persiapan yang sangat mengesankan ini. Tapi, kami ada acara lain yang harus didatangi juga. Jadi, kami permisi dulu,” pamit Inigo.

“Kenapa kalian tidak makan malam dulu?”

“Aku dan Audra akan membuat rencana mengenai bulan madu kami, Kek. Lagi pula , aku harus segera menemui kedua orang tuanya untuk meminta izin dan restu,” ungkap Inigo.

Audra memaksakan tersenyum, padahal ini salah satu tekanan terberat dalam hidupnya. “Benar sekali, cucu Kakek satu ini sangat tidak sabaran.” Audra memukul tangan Inigo penuh tenaga.

“Ya sudah, kalian cepat pulang. Rencanakan tempat yang bagus, agar hasilnya juga menawan,” sahut Chawki.

Merekapun keluar, Audra menepis tangan Inigo. “Apakah keluarga anda yang lain serupa dengan sikap mereka? Terus apa maksud Kakek dengan hasil menawan?”tanya Audra.

“Hm, satu kesatuan pasti serupa. Jangan pura-pura polos, Kakek ingin memiliki cucu sama dengan hasil yang menawan.” Inigo masuk ke dalam mobil.

Audra terpaku dengan jawaban Inigo, ikut masuk juga. “Saya harap ini pertama dan terakhir saya menginjakkan kaki ke sini. Saya tidak akan mau lagi membohongi Kakek dan lainnya. Jadi, satu bantuan yang anda berikan sudah saya lunasi dengan bantuan juga. Oke?” Audra menunggu balasan Inigo yang tampak berpikir.

Audra mendekatkan wajahnya pada Inigo. Dia masih berharap bahwa pria ini tidak lagi mengganggu hidupnya. Harus menjauhinya sekarang, bukannya mendapat keinginannya. Audra mendapat serangan tiba-tiba.

Cup!

Bibir Inigo mengecup kening Audra. “Jangan banyak tanya, kalau tidak ingin … ini yang akan aku sentuh.” Inigo memegang bibir Audra sekilas.

Sontak Audra menjauhkan dirinya. “Dasar mesum! Cepat antar saya pulang!” pekik Audra sembari mengusap keningnya.

“Bukankah barusan kamu menggodaku?” tanya Inigo.

“Siapa yang mau menggoda, anda saja yang pikirannya kotor. Ayo, jalankan mobilnya,” pekik Audra lagi.

Di perjalanan menuju apartemen, Audra kembali menghubungi Selena. Kesialan lagi-lagi menimpanya. Selena sedang main dengan pacarnya, pulang pasti sangat terlambat. Selena malah menyarankan Audra untuk tinggal sebentar di tempat Inigo sambil menunggu kepulangannya.

“Argh! Sungguh sial,” umpat Audra.

“Hentikan saya di sebuah hotel, karena teman saya pulang larut. Dia sedang bersama pacarnya,” pinta Audra.

“Menginaplah di tempatku!” Inigo mengatakannya tanpa beban.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dibuang Suami Saat Hamil
8.5
Azura Paramitha, yatim piatu yang ceria, mengira hidupnya sempurna saat dinikahi pengusaha dingin, Revan Aksara. Awalnya, Revan berubah menjadi sosok penyayang yang memberikan kehangatan keluarga bagi Azura. Namun, segalanya hancur saat Azura hamil. Revan mendadak berubah kejam, menuduhnya tidak bermoral, dan mengusirnya dalam keadaan mengandung. Kini, Azura harus berjuang sendirian membawa luka hati dan calon bayinya setelah dibuang tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Dijatah Lima Juta
9.2
Uang belanja sebesar lima juta rupiah setiap bulan menjadi akar permasalahan yang terus memicu perselisihan antara aku dan suamiku. Pertengkaran demi pertengkaran tak terelakkan karena nominal tersebut dirasa sangat tidak mencukupi kebutuhan hidup kami. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran suamiku yang tetap teguh memberikan jatah bulanan yang sangat terbatas itu tanpa mempertimbangkan realita yang ada dalam rumah tangga kami.
Sampul Novel Mengejar Cinta Pak Dosen
8.2
Agatha meyakini cinta sejati akan hadir secara alami, namun takdir justru membawanya ke dalam perjodohan dengan Bintang. Meski pria itu awalnya menolak tradisi ini, Agatha tetap gigih berjuang meluluhkan hatinya. Tantangan besar muncul saat bayang-bayang Aera, cinta pertama Bintang, terus membayangi hubungan mereka. Akankah Agatha berhasil memenangkan kasih sayang tulus Bintang, atau ia selamanya hanya menjadi sosok pengganti yang tak pernah diinginkan?
Sampul Novel Obsesi Mister Daniel
7.9
Daniel, CEO Walmart di San Francisco, sangat terobsesi pada Elena, seorang pramusaji yatim piatu. Karena terus ditolak, Daniel nekat menculik dan merenggut kesucian gadis itu secara paksa. Ia bahkan mengancam keselamatan keluarga Elena agar sang gadis bersedia menikahinya. Elena akhirnya menyerah dengan satu syarat: pernikahan harus digelar di masjid dengan paman sebagai walinya. Akankah sang CEO memenuhi permintaan Elena demi ambisi memilikinya?
Sampul Novel Pengorbanan Cinta Sang Letnan
9.6
Rey dan Alex adalah dua prajurit elit Kopassus dengan latar belakang intelijen yang telah bersahabat sejak kecil. Ikatan persaudaraan mereka diuji saat keduanya menyadari bahwa mereka mencintai gadis yang sama. Di tengah dedikasi tinggi dan pengorbanan besar demi negara, konflik batin pun muncul. Takdir memaksa mereka memilih antara kesetiaan pada tugas atau perasaan pribadi. Siapakah yang akan bertahan demi cinta, ataukah persahabatan mereka yang jadi taruhannya?
Sampul Novel Pria Pertamaku
9.6
Alex Rayyan bersumpah akan terus mencintai Rania, mantan istrinya, selamanya. Di sisi lain, pernikahan kedua Rania dengan Harris hancur karena masalah keturunan dan pengkhianatan. Harris tertangkap basah bersama mantan tunangannya, hingga konspirasi mertua memaksa Rania bercerai lagi. Di tengah luka yang mendalam, mampukah Rania bangkit dan menata hidupnya kembali? Akankah Alex berhasil menepati janji sucinya untuk kembali melindungi wanita itu?