Sampul Novel Menjadi Istri Dadakan Mas Duda

Menjadi Istri Dadakan Mas Duda

8.5 / 10.0
Dalam Menjadi Istri Dadakan Mas Duda, Audra terjebak kesepakatan pernikahan dengan Inigo demi menghindari tuntutan orang tua. Romance novel bertema modern novel ini mengikuti perjuangan Igo meluluhkan hati Audra di tengah rahasia masa lalu yang membayangi komitmen mereka.
Ringkasan Menjadi Istri Dadakan Mas Duda
Audra awalnya menolak keras ajakan menikah dari Inigo, seorang duda yang usianya terpaut jauh. Namun, Inigo meyakinkan bahwa pernikahan kontrak ini adalah solusi terbaik untuk menghindari tekanan orang tua mereka. Kini, Audra harus menghadapi dinamika rumah tangga yang tak terduga. Sanggupkah kejujuran Audra meluluhkan hati Inigo yang menyimpan rahasia masa lalu? Ikuti kisah cinta romantis dengan bumbu komedi yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
Baca Selengkapnya

Menjadi Istri Dadakan Mas Duda Bab 1

Hentakan suara sepatu yang beriringan, napas yang tersengal-sengal. Mata yang tidak fokus, memasuki sebuah apartemen yang dia sendiri belum pernah menapakkan kakinya di tempat ini.

“Astaga … dua botak itu masih mengejar. Ini Selen ke mana, panggilanku kenapa enggak diangkat-angkat?” ungkap gadis yang sibuk melarikan diri dari dua orang yang mengejarnya.

Dia adalah Audra Valentina, seorang gadis yang akan dijodohkan oleh orang tuanya dengan anak bos petani karet. Dia memasuki apartemen, melihat lift masih tertutup, Audra mendengus kesal. Terus melangkahkan kakinya tanpa tahu arah, melihat tangga sepanjang jalan kenangan.

Audra menganga sempurna. “Badan sudah kurus kering, harus menaiki tangga ini. Huh … Selen keterlaluan banget sahabat satu ini,” gerutu Audra menaiki tangga satu per satu.

“Ke mana perginya? Kayaknya tidak mungkin naik lift. Kita lanjut saja, di sana mungkin ada tangga yang dinaiki Mbak Audra,” ujar salah satu pria.

Audra belum pernah ke apartemen baru Selena, sahabatnya semasa kuliah. Lantaran lulus, makanya Selena ingin mencoba hawa baru. Apartemen kali ini sangat megah, dibandingkan kontrakannya yang lama. Hidup terlahir dengan sendok emas, semuanya sangat mudah bagi semua orang. Tangan meminta, uang sudah ada di depan mata.

Audra sudah berada di tingkatan ketiga, napasnya tidak beraturan. Dia sudah tidak sanggup lagi berlari. Namun, ini tangga terakhir, Audra juga mendengar ketukan kaki yang berjalan dengan sangat cepat.

“Kenapa mereka tidak ada lelah-lelahnya. Badan besar seharusnya mereka berhenti, awas saja kamu, Harjo!” gumam Audra tertatih.

Sudah sampai di lantai empat, Audra bingung dengan bangunan ini yang hampir mirip semua. “Sel, kamar yang mana? Angkat telepon aku,” ucap Audra gusar. Audra mendengar salah satu pintu terbuka, dia berlari cepat.

Di lain tempat, seorang pria sedang memperhatikan dirinya di cermin. Penampilannya sangat berarti, seorang CEO dari perusahaan desain dan fashion, Inigo Elwood.

“Sial! Harusnya dia mengatakan ini lebih awal. Aku tidak akan melepaskanmu secara percuma. Terima hukuman yang akan aku berikan!” umpat Inigo.

Inigo membuka pintunya dengan tatapan tajam, tiba-tiba saja seorang gadis menerobosnya. Mendorong Inigo masuk kembali ke dalam, gadis itu menutup pintu dengan kasar dan menguncinya. Tanpa sadar, dia menjinjit menutup mulut pria berkumis tipis itu, memejamkan matanya dengan deg-degan yang tak terkendalikan, dan Inigo membelalakkan matanya sempurna.

“Siapa gadis yang tidak sopan ini?” batin Inigo.

Audra melepaskan dekapan tangannya di mulut Inigo, mendekatkan telinganya di balik pintu. Tidak mendengar suara apapun, dia membuka pintu dengan hati-hati. Melihat ke kanan dan kiri, benar-benar mereka yang mengejarnya sudah pergi.

Dia merasa lega, ponselnya berdering. Panggilan dari Selena, namun Audra belum mengangkatnya. Dia baru menyadari, ada hal yang lebih penting untuk menyelesaikan masalah yang dia buat sendiri. Dia salah memasuki ruangan, bukan itu. Dia tadi sudah tidak memiliki pilihan, ada kesempatan makanya dia tanpa berpikir panjang masuk ke sini.

Tatapan Inigo sangat mendominasi, Audra dibuat salah tingkah. “Saya minta maaf atas kelancangan saya, tapi ada alasannya. Jadi, saya sedang dikejar-kejar oleh orang jahat. Posisinya saya tidak salah apa-apa. Saya ke sini ingin ke tempat teman saya untuk meminta bantuan, namun dia sulit dihubungi, mendengar kamar anda terbuka jadi saya masuk dengan paksa,” jelas Audra sambil menggigit bibir bawahnya.

Inigo menyilangkan tangannya tampak berpikir. “Sepertinya dia cocok menggantikannya,” batin Inigo.

Audra melambaikan kedua tangannya di mata Inigo yang tidak membalas ucapan maafnya. “Pak, apakah saya sudah boleh keluar?” tanya Audra.

“Saya akan memaafkan kamu, tetapi kamu harus membantu saya. Bukankah harus menerima dan mengambil juga?” sahut Inigo.

Audra terperangah mendengarnya. “Jangan-jangan dia om-om mesum, astaga aku dalam masalah besar,” batin Audra ketakutan memundurkan badannya.

Inigo menantangnya, memajukan dirinya terus mendekati Audra. Semakin membuat Audra ingin melarikan diri. “Bagaimana?” tanya Inigo lagi dengan suara seraknya.

“Tenang, Om. Apa aku boleh tahu bantuan apa yang Om, eh maksud saya, anda inginkan?” ucap Audra dengan suara bergetar.

“Jangan bilang kamu sekarang sedang berpikiran aneh-aneh tentang saya?” ujar Inigo dengan tatapan tajamnya.

Audra menegakkan badannya. “Ti-tidak, saya orang yang positif jadi pikiran saya sehat-sehat saja. Baiklah, saya akan membantu anda,” ungkap Audra menyetujuinya meskipun sedikit gugup.

Audra kembali membuat dirinya dalam masalah, dia izin ke kamar mandi dulu dan memberitahu sahabatnya. Inigo tidak keberatan, membiarkan Audra masuk lebih dalam apartemennya. Dia menunggu, sembari memainkan ponselnya. Dia sedang memesan sesuatu.

“SELENA! Kamu ke mana saja, sih. Giliran di telpon lagi enggak diangkat. Kalau tahu bakalan susah menghubungi kamu, aku enggak akan memutuskan untuk bersembunyi di sini,” kesal Audra hendak menghempaskan ponselnya.

Dia mengurungkan niatnya, belum tepat untuknya menggantikan ponsel kesayangannya. Sahabatnya itu, belum juga mengangkat panggilan maupun balasan pesan Audra. Ketukan pintu terdengar, Audra ingin sekali menghilang sekarang juga.

“Maaf, lama. Teman saya belum bisa dihubungi,” ucap Audra.

“Saya tidak peduli, ikuti saya,” titah Inigo mengajak Audra.

Langkahnya berat mengikuti pria di depannya. Audra masih celingak-celinguk, takut jika dua orang tadi masih melihatnya, bisa-bisa Audra akan dibawa pulang lagi.

Inigo melepaskan jasnya, melemparkan ke arah Audra. Dengan sigap dia mengambilnya. “Ini untuk apa?” tanyanya.

“Tutup kepalamu pakai itu, kamu waspada, kan,” balas Inigo yang peka.

Seseorang datang menemui Inigo di dekat parkiran. Entah apa yang dibawanya. Audra hanya menuruti perintah Inigo untuk masuk ke dalam mobil.

“Siapa namamu?” tanya Inigo yang masih fokus dengan jalan di depan.

“Saya Audra, bagaimana dengan anda?” sahut Audra.

“Inigo, panggil saja Igo. Kenapa kamu memanggil saya Bapak atau Om, apakah saya terlihat setua itu?” ungkap Inigo yang merasa dituakan.

“Memangnya, anda belum setua itu? Saya hanya ingin bersikap sopan dengan orang yang lebih tua,” jawab Audra.

“Berapa umurmu?” kesal Inigo.

“Umur saya 22 tahun, bulan depan,” balas Audra.

“Kita hanya selisih 8 tahun, jadi jangan panggil saya dengan sebutan tadi!” ujar Inigo meninggikan suaranya.

Audra terkejut, melirik ke arah Inigo. “Aneh, sudah tua juga, memangnya harus dipanggil kamu, gitu?” gerutu Audra.

“Saya masih bisa mendengarnya,” sahut Inigo.

Audra memutar bola matanya. “Ngomong-ngomong kita mau ke mana?” Audra penasaran.

Inigo tidak menjawab Audra, berhenti di sebuah salon kecantikan. Inigo mengajaknya masuk. Seorang wanita mengarahkannya untuk duduk di sebuah kursi. Audra yang kebingungan, wajahnya sedang menerima polesan, rambutnya juga sedang diatur. Dia tidak diberi waktu untuk mengetahui alasan mengapa dia diajak ke sini.

Merasa terganggu dengan ucapan Audra, Inigo mencukur kumisnya. Ternyata jika dicukur lebih memperlihatkan ketegasan mukanya. Dia puas dengan hasilnya, tinggal menunggu gadis yang sedang dirias.

Terakhir, Audra dipakaikan baju langsungan, sangat pas dengannya. Lekukan tubuhnya terlihat, meskipun tidak detail. Semua yang dia kenakan, sudah dipersiapkan oleh Inigo.

Inigo menatapnya sangat terpukau, gadis kecil yang dia temui itu sangat cantik. Mereka sama-sama terpana, Inigo juga sangat tampan di pandangan Audra setelah mencukur kumisnya, tampak lebih muda.

“Kamu harus mempersiapkan diri menemui bos besar,” ungkap Inigo.

“Maksudnya?” tanya Audra yang tidak digubris.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menjadi Istri Dadakan Mas Duda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel OBSESI CINTA MANUSIA VAMPIR
9.4
Hidup Aleeta berubah mencekam saat seorang pria asing bernama Leon menyusup paksa ke dalam kamarnya. Di bawah ancaman dan tindakan intimidasi, Leon menuntut perlindungan demi menghindari kejaran sekelompok orang bertubuh besar yang memburunya. Siapakah sebenarnya sosok misterius yang berani mencumbu paksa Aleeta ini? Di tengah ketegangan dan bahaya yang mengintai, Aleeta terjebak dalam misteri identitas Leon yang penuh dengan rahasia gelap yang membahayakan dirinya.
Sampul Novel Rara Series - Jerat Tanpa Tali
9.0
Melanjutkan kisah Rara Series, Rara kini terjebak dalam dinamika rumit bersama Jo dan Centia. Ia harus menghadapi sisi kelam hubungan yang penuh kendali dan keinginan untuk dimiliki. Di tengah kebingungan antara rasa sesal dan kasih, Rara mulai mempertanyakan arti kebebasan serta batas penyerahan diri. Sebuah narasi emosional tentang rapuhnya garis antara cinta dan kekuasaan, di mana ia berjuang memahami jati dirinya dalam jeratan relasi yang menyesakkan.
Sampul Novel Spoiled Husband
9.8
Mosa yang berusia 25 tahun harus menghadapi kenyataan pahit setelah menikah dengan Roni. Meski suaminya berumur sepuluh tahun lebih tua, Roni terbukti tidak mandiri dan sangat bergantung pada ibunya. Bagi Mosa, usia bukanlah jaminan kedewasaan karena Roni gagal memperlakukannya dengan layak. Di tengah sikap suami yang kekanak-kanakan, Mosa mulai mempertanyakan masa depan rumah tangga mereka. Akankah ia tetap bertahan atau memilih pergi?
Sampul Novel Suamiku Ternyata Miliader
8.1
Diana terpuruk dalam kesedihan setelah dipaksa menikah dengan Darel, pria yang dianggapnya miskin dan tidak sesuai kriteria idaman. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, Darel sebenarnya adalah seorang miliarder yang sedang menyamar. Ia sengaja menyembunyikan identitas aslinya demi menemukan pasangan hidup yang tulus dan tidak materialistis. Akankah pernikahan tanpa cinta ini bertahan saat rahasia besar tersebut mulai terungkap?
Sampul Novel The Front Line
9.4
Kasih sayang memiliki kekuatan ganda untuk mengubah seseorang menjadi sosok mengerikan atau meluluhkan hati yang paling beku sekalipun. Bagi Randy, seorang detektif yang terbiasa menghadapi kerasnya dunia kriminal, cinta justru menjadi bumerang yang menghancurkan logika dan stabilitas mentalnya. Terjebak dalam pusaran emosi yang hebat karena sosok yang ia cintai, Randy kini harus berjuang mempertahankan kewarasannya di tengah konflik yang mengancam nyawa.
Sampul Novel Tujuh Tahun Kebohongan, Aku Kembali dengan Dendam
9.3
Tujuh tahun Alya Diani menderita sebagai pembersih TKP demi biaya obat anaknya, namun semua itu hanyalah eksperimen sosial kejam dari Bima, sang kekasih. Pengorbanannya dihina, bahkan putranya sendiri menolaknya demi wanita lain. Mereka mengira Alya hanyalah rakyat jelata yang miskin, tanpa menyadari identitas aslinya sebagai putri keluarga Darmawan. Kini, saat kebenaran terungkap, Alya memutuskan kembali ke keluarganya untuk membalas dendam pada mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan