Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Suster Cantik

Menikahi Suster Cantik

Brian Carlos Pratama adalah dokter ramah di Korea Selatan yang sering disalahpahami karena wajah dinginnya. Di rumah sakit, ia bekerja bersama Fayyana Bethani, seorang perawat anggun yang memikat hati banyak pria. Meski Betha sudah memiliki rencana pernikahan, Brian nekat mengejar cintanya tanpa memedulikan label perusak hubungan orang lain. Ambisi Brian hanya satu, yaitu memenangkan hati Betha. Akankah perjuangan nekat sang dokter berhasil mendapatkan cinta sang perawat?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Ah tidak Dok, biar aku aja."

Mau tidak mau, Betha mengambil makanannya, dan melahap makanan yang diberikan untuknya. Brian menatap perempuan itu, dia tersenyum lebar.

"Kau sangat cantik, jadilah kekasihku."

Demi apapun, mulut Dokter Brian ini sepertinya ingin dirobek. Sudah berapa kali ia berbicara seperti itu. Kenapa dia bisa menjadi Dokter, kalau pikirannya seperti itu terus.

"Maaf, aku sudah bilang beberapa kali kalau aku sudah mempunyai kekasih," ucap Betha dengan senyuman lembutnya, sedetik pula dia mendatarkan wajahnya.

“Aku bisa menjadi kekasih gelapmu.”

“Aku tidak sebodoh itu Dokter Brian.” Betha menyeruput minumannya sekali tegukan lalu melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat tersebut.

"Susah sekali mengambil hatimu, Betha."

***

***

Kini Brian sedang menelusuri koridor rumah sakit untuk menuju kearah taman. Kebanyakan anak kecil memang suka kalau bermain di taman, maka dari itu Brian mengajak Rey bermain disana.

“Dokter, kita mau ke mana?” tanya Rey yang kini berada di kursi rodanya, sambil medongakan kepada ke atas untuk menatap Dokter Brian.

Dokter Brian tersenyum lebar kearah Rey. "Kita ke taman aja, nanti kalau minta apa-apa bilang ke Dokter Brian ya."

Rey menganguk paham, lalu tersenyum lebar. Ia pernah berpikir, calon suami Betha memang tampan, kaya tapi seenggaknya dia menjenguk ponakannya juga bukan karna Betha saja yang jadi prioritasnya.

"Oh ya? Rey sudah melihat calon suaminya Betha?"

Rey menggelengkan kepalanya. "Pernah Dokter, tapi Rey tidur waktu itu. Omnya cuma nitipin makanan ke Mama."

"Sebelum itu?"

"Tidak pernah Dokter."

Brian mengangukkan kepalanya bertanda mengerti. Ia berhenti di halaman taman yang berada di rumah sakit.

Bisa di bilang halamannya sangat luas di sini. Tapi sayangnya sekarang sudah sepi karena sudah terbatasi, sebab ada Covid di mana-mana. Jadi, tidak sembarangan orang yang bisa memasuki rumah sakit ini.

"Rey harusnya makan ya sekarang?" tanya Brian duduk berjongkok di depan Rey. Ia mengambil makanan yang di bawahnya, memang sudah di siapkan sedari tadi.

Rey menganguk pelan. "Tapi Rey tidak mau makan. Pait." Rey mengatupkan bibirnya tidak mau memakan makanan yang dipegang oleh Brian.

Brian sempat terkekeh melihat tingkah lucu Rey. Pasalnya, ia memang suka sama anak kecil maka dari itu, ia lebih baik menjadi Dokter Anak dari pada lainnya.

"Rey mau sembuh tidak? Kalau mau Rey harus makan secara teratur. Rey pasti mau kan bermain bersama teman Rey lagi?" tanya Brian, sembari menyendokkan makanan, lalu menyodorkan ke mulutnya. "Aa ... Ayo buka mulutnya."

Rey masih menggelengkan kepalanya.

"Rey masih pengen di sini heum?"

Rey menggelengkan kepalanya lagi.

"Rey tidak mau disini, Rey pengen pulang!?"

Brian tersenyum tipis, "Kalau begitu Rey harus makan teratur, dan pastinya minum obat. Ayo aa, Rey ... Pesawatnya akan melandaass wushh ...." Brian memainkan sendoknya, sehingga membuat Rey tertawa lalu ia menerima suapan nasinya.

"Nah itu baru anak Mama." Brian mengusap lembut rambut milik Rey.

Rey hanya tersenyum, dan menerima suapan selanjutnya-minum obat.

"Nah, sudah selesai." Brian melihat arlojinya, masih ada waktu sebentar, ia tidak perlu tergesa-gesa juga.

"Rey Sekolah di mana?"

"Di TK-Mawar Dokter," ucap Rey dengan suara cadelnya.

Brian menganggukan kepalanya, "Di anter sama Suster Betha ya?"

"Kok Dokter tau?" tanya Rey.

Brian terkekeh geli. "Ya taulah, kan Dokter calon suami Suster Betha selanjutnya," ucap Dokter Brian dengan tampang tidak berdosa.

Rey menerjapkan matanya dengan pelan. "Dokter, Kakak sudah ada suami. Masa Dokter mau jadi suami Kakak?" Rey mengerucutkan bibirnya dengan polosnya.

"Suami Kakak Rey selanjutnya."

"Kasian dong Dokternya."

"Lagian Kakak Rey belum nikah kan? Jadi Dokter ada kesempatan buat merebut Kakak Rey."

"Dokter tidak boleh gitu, No!" Rey menggoyangkan jari telunjuk ke kanan-kiri.

"Rey tidak mengizinkan? Tapi Dokter mencintai Kakaknya Rey."

"Apa Dok?"

"Eumm ... Ah ya sudah jam segini, Dokter harus kerja lagi." Brian mengalihkan pembicaraanya lali berdiri tegak. Ia mendorong kursi roda dengan pelan untuk keluar dari area taman.

"Dokter, suka sama Kakak?" tanya Rey.

Brian tersenyum kecil, ia tidak menjawabnya. Ia mau menjawab 'iya' tapi ia mengurungkan niatnya.

Brian memasuki ruangan yang disana sudah ada Betha yang sedang menyiapkan suntikannya, dan juga dengan Mama Betha.

“Rey waktunya untuk disuntik dulu,” ucap Brian membatingkan tubuh Rey dengan pelan diranjang.

“Dokter, apa Rey sudah diperbolehkan untuk pulang?” tanya Soraya ke Brian.

“Ma, nanti kalau Rey kenapa-napa bagaimana? Betha tidak mau dia kenapa-apa. Apalagi Rey sekarang sama Mama. Mama juga kurang sehat hari-hari ini.”

“Tidak apa-apa sayang, lagian Rey tidak nakal di rumah waktu ditinggal Mamanya pergi,” ucap Soraya diselingi dengan senyuman tipisnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95EXL" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95EXL
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayo Bercerai!!
8.4
Adeline telah mencapai batas kesabarannya setelah terus-menerus dianggap remeh oleh Devon. Baginya, pria itu kini lebih buruk dari sampah yang tak bernilai. Ketegangan memuncak di ruang makan saat Devon mendengar hinaan Adeline secara langsung. Dengan amarah yang meluap, sang tuan muda mencengkeram dagu Adeline dan memberikan peringatan keras agar ia tidak mencoba bermain api. Namun, Adeline tidak lagi takut untuk melawan dominasi dingin suaminya tersebut.
Sampul Novel Cacat Sebagai Penebus Jasa
8.5
Bagi sang anak, dilahirkan ke dunia dianggap sebagai beban utang yang harus dibayar kepada ibunya. Demi menebus segala jasa tersebut, ia rela mengorbankan raga hingga mengalami kecacatan fisik yang permanen. Pengorbanan tragis ini dilakukan hanya demi satu tujuan, yaitu menyentuh nurani sang ibu agar mau memberikan pengampunan tulus. Sebuah kisah pengabdian menyakitkan yang menguji batas antara bakti dan penderitaan dalam hubungan keluarga.
Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku
9.4
Setelah bertahun-tahun mengorbankan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini harus menghadapi kenyataan pahit. Kembalinya mantan kekasih sang suami yang baru bercerai mengubah segalanya secara drastis. Sikap Ricardo mendingin, sementara sang anak justru memperlakukannya layaknya pelayan. Dengan hati yang hancur, ia memilih menandatangani surat cerai, melepas haknya, dan pergi jauh. Namun kini, setelah ia menghilang, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO
7.9
Demi masa depan putrinya, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen berdarah campuran yang terpaut usia lima belas tahun lebih tua. Alzena terjebak dilema karena ia telah memiliki kekasih bernama Jody. Di balik sosoknya yang tegas, Emilio ternyata seorang CEO pewaris takhta kekayaan yang menyembunyikan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang tak pernah jujur?
Sampul Novel Fantasi Tukar Pasangan Ranjang
9.2
Pasangan Maya-Adrian dan Sinta-Rizky tampak sempurna, namun hubungan mereka sebenarnya hambar. Demi mengatasi kekosongan, mereka sepakat mencoba ide ekstrem tukar pasangan. Meski awalnya canggung dan penuh kecemasan, pengalaman ini justru mengungkap keinginan yang terpendam. Di tengah konflik dan cemburu, mereka belajar menghadapi kenyataan serta menyembuhkan luka lama. Perjalanan emosional ini memaksa mereka memperbaiki fondasi cinta agar lebih tulus dan kuat dari sebelumnya.
Sampul Novel Istri Kedua Ustadz
8.2
Dina, perempuan sederhana yang penuh kasih, menghadapi babak baru dalam hidupnya setelah dipersunting oleh Ustadz Ahmad. Sebagai ulama yang sangat disegani, Ahmad telah memiliki istri bernama Siti. Namun, karena kondisi Siti yang tidak mampu memberikan keturunan, ia dengan tulus meminta suaminya untuk menikah lagi. Keputusan besar ini diambil Siti demi mewujudkan impian mereka memiliki anak, yang akhirnya membawa Dina masuk ke dalam rumah tangga mereka.