Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya

Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya

Pernikahan Jennifer dan suaminya dahulu hanyalah transaksi bisnis tanpa rasa cinta hingga berakhir pada perceraian. Namun, Jennifer memilih kabur saat mengandung sebelum surat resmi selesai. Lima tahun berlalu, sang miliarder menggunakan tekanan bisnis agar Jennifer pulang membawa putra mereka. Saat publik merasa iba karena mengira pria itu akan menikahi wanita lain, mereka tak sadar bahwa Jennifer sendirilah yang akan kembali menjadi pengantinnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jennifer Lukito dipanggil kembali ke kediaman Keluarga Lukito dalam keadaan darurat.

Ketika dia melangkah ke ruang tamu, sebuah TV sedang menayangkan laporan mengenai Grup Ganendra. Jennifer berhenti dan melihat ke arah layar LCD berukuran besar itu.

"Pemilihan untuk CEO Grup Ganendra saat ini akan segera dimulai. Saat ini, Jason Ganendra, kepala keluarga Ganendra, belum banyak berbicara mengenai para kandidat. Dilaporkan juga bahwa cucu tertua dari Keluarga Ganendra, Ryan Ganendra, diharapkan bisa menang dalam pemilihan ini. Hasil pemilihan akan segera diketahui setelah proses rapat anggota dewan Grup Ganendra selesai.

Hati Jennifer bergetar ketika nama Ryan disebut.

'Dia...'

"Nona Jennifer, mengapa Anda kembali?" perkataan pelayan tersebut membuyarkan pikiran Jennifer.

Biasanya, di saat seperti ini, dia sedang mengerjakan tugas di kantor.

Jennifer menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada pelayan tersebut, "Di mana Ayahku?"

"Tuan Elliot dan Tuan Ganendra saat ini sedang berada di ruang kerja."

Jennifer sedikit mengernyitkan keningnya, merasa kebingungan, "Siapa yang kamu maksud dengan Tuan Ganendra?"

Tidak banyak orang yang memiliki nama keluarga Ganendra di Kota Feris ini, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Ayahnya. Hanya ada satu orang yang mungkin...

"Orang yang saya maksud adalah Tuan Jacob," jawab pelayan itu.

'Ah! Aku juga berpikir begitu.'

Jacob Ganendra adalah paman Ryan yang kedua.

Perasaan gelisah kembali muncul secara tiba-tiba di hati Jennifer. Ayahnya, Elliot Mahendra, memanggilnya kembali ke sini pasti karena suatu alasan.

"Aku akan naik ke kamarku dan mandi untuk menyegarkan diri," setelah berkata demikian, Jennifer segera naik ke lantai atas.

Ketika melewati ruang kerja, Jennifer menghentikan langkahnya di depan pintu dan mencoba mendengarkan sesuatu dengan seksama.

"Aku dapat menjaminmu apabila kamu mau bergabung denganku, kita berdua pasti dapat mengalahkan Ryan dan mengusirnya keluar dari perusahaan. Bahkan jika Ryan memang mampu, dia tidak akan mungkin bisa bertarung melawan Keluarga Ganendra maupun Keluarga Lukito di saat yang bersamaan. Jika perlu, kita bahkan bisa membuatnya menghilang. Seakan-akan dia tak pernah ada."

Jacob yang mengucapkan kalimat itu.

Jennifer membulatkan matanya, dirinya merasa tak percaya. Dia sangat terkejut. Jacob sangat bertekad mengambil alih Keluarga Ganendra untuk dirinya sendiri, bahkan dia juga berniat untuk membunuh Ryan.

Jennifer tidak bisa hanya diam saja dan menyaksikan Ryan berada dalam bahaya.

Jennifer berjinjit dan melangkah kembali ke kamarnya. Setibanya di dalam kamar, Jennifer segera mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi sebuah nomor. "Bisakah kamu membantuku untuk menghubungi Ryan? Oke, aku akan menunggu kabarmu."

Setelah mengganti pakaiannya, Jennifer menunggu di dalam kamarnya dengan perasaan cemas.

Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering.

"Bagaimana?" tanyanya.

Sebuah suara terdengar dari ujung telepon lainnya. "Tuan Ryan, dia... Saat ini, dia tidak ingin bertemu dengan Anda."

Jennifer tidak merasa kecewa karena hal ini. Jennifer sudah menduganya, tetapi tetap saja dia masih ingin mencobanya lagi.

Bagaimanapun juga, dia harus bisa bertemu dengan Ryan hari ini.

Jennifer tidak akan pernah melupakan adegan berdarah yang terjadi di depan matanya ketika dia masuk ke dalam rumah Keluarga Ganendra. Dia tidak ingin hal tersebut terjadi kepada Ryan.

Tiba-tiba, Jennifer berdiri dan bergegas keluar dari kamar. Dia sudah memutuskan untuk pergi ke rumah Keluarga Ganendra, mencoba mencari Ryan untuk membicarakan apa yang sedang terjadi.

Namun, Jennifer nampak terkejut saat dia bertemu dengan Elliot dan Jacob ketika sedang terburu-buru menuruni anak tangga. Mereka sedang duduk di sofa sambil berbincang-bincang.

"Jen, kamu sudah kembali." Elliot melambaikan tangannya, memberikan isyarat agar Jennifer menghampirinya.

Jennifer menyembunyikan semua emosinya dan dengan patuh berdiri di samping Elliot. "Ayah, Paman Jacob."

"Elliot, kamu sangat beruntung karena memiliki seorang putri yang begitu cantik." Jacob mengamati Jennifer mulai dari atas kepala hingga ke bawah kaki, lalu tersenyum ke arahnya.

Elliot mengangguk, "Jacob, kamulah yang sebenarnya beruntung. Putramu, Franky, adalah pria idaman banyak wanita. Jika ingatanku benar, sepertinya Franky dan Jen lulus dari universitas yang sama. Jen, kalian berteman, 'kan?"

Ketika Jennifer mendengar bahwa topik ini berhubungan dengan Franky Ganendra, dia hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan Elliot.

Meskipun Jennfier dan Franky belajar di universitas yang sama, mereka tidak saling mengenal.

Pandangan Elliot terhadap Franky saat ini mungkin saja bisa menjadi salah satu topik selanjutnya yang ingin mereka bicarakan.

Sesuai dengan dugaannya, setelah mendengar perkataan Elliot, Jacob pun menambahkan, "Sepertinya memang begitu. Itu bagus. Jennifer cukup akrab dengan Fran. Hubungan baik yang mereka bangun sebelumnya akan memberikan awalan yang baik bagi keduanya, hal ini juga dapat membantu apabila terjadi suatu masalah yang tidak penting ketika kedua anak itu hidup bersama di masa depan."

"Ya, tentu saja," suara Elliot menggema.

Tiba-tiba saja, Jennifer merasa sangat tidak nyaman. "Ayah, apa yang sedang Ayah bicarakan?"

Jennifer memiliki pemikiran yang sangat mengganggu dirinya, 'Apa mereka ingin menjodohkanku dengan Franky?'

Elliot tersenyum, "Oh, begini masalahnya. Paman Jacob datang kemari karena ingin melamar. Jen, kamu sudah berada di usia yang siap untuk menikah. Ayah berpikir kamu memiliki hubungan yang baik dengan Franky. Jadi, pernikahan ini akan menjadi solusi yang baik untuk semuanya."

Jennifer menatap keduanya seolah-olah mereka berdua sudah gila. Jennifer bahkan nyaris tidak pernah berbicara dengan Franky!

Tentu saja, Jennifer tahu dengan baik bahkan lebih dari siapa pun mengenai alasan sesungguhnya, mengapa Ayahnya ingin sekali menikahkannya dengan Keluarga Ganendra, itu karena dia ingin menggunakan saham yang ditinggalkan oleh Ibunya untuk membantu Jacob berurusan dengan Ryan.

Selama bertahun-tahun, Jennifer sudah berpura-pura menjadi bodoh, tetapi apakah sebenarnya dia benar-benar sebodoh itu?

Jennifer tersenyum tipis, "Aku tidak akan menikah dengannya."

Suara Jennifer cukup pelan dan tegas.

Elliot dan Jacob tidak menyangka Jennifer akan menolaknya. Wajah kedua pria itu langsung terlihat suram.

Elliot mengerutkan kening dan memarahi putrinya dengan suara lantang, "Apa kamu tahu apa yang kamu katakan, Jennifer? Seharusnya ini menjadi kehormatan bagimu karena bisa menikah dengan Franky dan menjadi bagian dalam Keluarga Ganendra. Semua orang tahu reputasimu sekarang di Kota Feris, jadi siapa yang berani untuk menikahimu? Kamu seharusnya tahu diri!"

Perkataan yang keluar dari mulut Elliot terdengar sangat menjijikkan.

Jennifer tertawa dengan sinis, "Ayah, sesuai dengan perkataan Ayah, aku memang memiliki reputasi yang buruk. Jadi, apakah Keluarga Ganendra benar-benar akan mengizinkanku menjadi salah satu bagian dari keluarga mereka?"

Jennfier menatap Jacob dengan tatapan penuh arti, "Paman Jacob, aku pikir Franky juga tidak ingin menikah dengan wanita sepertiku. Jadi kumohon, jangan sakiti putra Paman hanya demi ego Paman sendiri."

Ekspresi wajah Jacob seketika berubah drastis begitu mendengar perkataan Jennifer.

'Dia...'

"Jennifer." Elliot tidak menyangka putrinya bisa bersikap tidak sopan di hadapannya seperti ini. Pria itu memelototinya marah, "Berani sekali kamu? Kamu akan tetap menikah dengan Franky, tidak peduli kamu menginginkannya atau tidak."

Jennifer menatap ke dalam bola mata Ayahnya, "Aku sudah berkata, aku tidak ingin menikah dengannya. Jika Ayah memintaku kembali hari ini hanya karena permasalahan ini, maka sepertinya tidak ada hal lain lagi yang perlu kita bicarakan."

Kemudian, Jennifer berbalik arah dan segera pergi dari sana, berusaha untuk tidak memedulikan perkataan kasar yang diucapkan oleh Ayahnya.

Melihat sosok Jennifer yang semakin menjauh, Elliot masih bisa merasakan amarah yang menyesakkan dadanya. Memikirkan bahwa dirinya sudah dipermalukan oleh putrinya sendiri di depan Jacob, Elliot tidak ingin melakukan apa pun selain memberikan putrinya pelajaran.

Seharusnya makhluk jahat seperti itu tidak usah dilahirkan!

Jacob melirik ke arah Elliot, "Elliot, kurasa kamu sendiri pun tahu betapa pentingnya pernikahan mereka. Kuharap aku bisa mendengar kabar baik sebelum rapat dewan dimulai."

Terkejut, Elliot menatap ke arahnya untuk mengatakan sesuatu, tetapi Jacob sudah berbalik arah dan pergi.

Elliot ditinggalkan sendirian di ruang tamu. Dia menatap ke arah langit-langit rumahnya, amarah yang membara tampak jelas di matanya. Putrinya akan mendapatkan pelajaran dari penghinaan ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
9.5
Adara Paramitha dan Garen Wijaya hidup bahagia hingga kecelakaan tragis mengancam nyawa Garen. Di ambang keputusasaan, Adara bertemu konglomerat Rian Kusuma yang menawarkan bantuan dana medis. Namun, bantuan itu menuntut imbalan yang mempertaruhkan kesetiaan Adara. Sementara itu, Kirana Senja, kekasih Rian, mulai merasakan ancaman pada hubungannya. Kini, mereka terjebak dalam pusaran rahasia dan pengorbanan yang menguji keteguhan cinta serta keutuhan rumah tangga.
Sampul Novel Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
8.2
Setelah bereinkarnasi, aku tidak lagi menjadi gadis lemah yang bisa ditindas. Saat Maudy, anak angkat di keluargaku, mencoba merebut Felix dan mempermalukanku di hari pemotretan pernikahan, aku memilih untuk melawan. Dengan keberanian baru, aku menamparnya dan mempertanyakan haknya atas calon tunanganku serta posisinya di Grup Setiawan. Kisah pengkhianatan, cinta, dan pembalasan dendam ini penuh dengan intrik keluarga kaya yang menuntut keadilan.
Sampul Novel Istri Pengganti Tuan Muda!
8.8
Demi menjaga martabat keluarga Wijaya dan Maduswara, seorang ayah memohon kepada putrinya untuk menjadi pengantin pengganti. Jika pernikahan besar ini sampai batal, reputasi leluhur mereka akan hancur seketika. Tak hanya itu, nasib perusahaan yang telah dibangun sang ayah selama bertahun-tahun kini berada di ujung tanduk. Sang putri pun dihadapkan pada pilihan sulit untuk menyelamatkan kehormatan serta masa depan bisnis keluarganya.
Sampul Novel Lelaki Asing Yang Menodaiku
9.1
Alana melarikan diri dari rencana pernikahan karena merasa ternoda oleh pria misterius yang tidak ia kenali. Tragedi masa lalu sebagai TKW itu meninggalkan trauma mendalam hingga ia menutup diri. Sementara itu, Lars adalah CEO sukses yang merasa hidupnya hampa setelah kehilangan sebagian ingatan akibat kecelakaan. Saat takdir mempertemukan mereka, Lars merasa terobsesi pada Alana. Rasa rindu dan perih yang muncul mulai mengusik rahasia masa lalu mereka yang kelam.
Sampul Novel Lupakan Aku
8.0
Sita terjebak dalam romansa indah bersama Raka, pria yang menjadi cinta pertamanya sejak masa kuliah. Hubungan mereka awalnya terasa sempurna dan penuh kebahagiaan. Namun, kenyataan pahit mulai muncul saat Sita menyadari jurang status sosial di antara mereka. Sebagai gadis dari keluarga sederhana, ia merasa terancam oleh posisi Raka sebagai putra pengusaha ternama. Akankah restu berpihak pada mereka, ataukah perbedaan kasta ini mengakhiri segalanya?
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?