Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!

Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!

Setelah dipenjara karena membela diri, Ellea kehilangan tunangan dan kariernya yang direbut sahabatnya sendiri. Di masa sulit, pemimpin mafia Edwin Guntoro menikahinya. Namun, kebahagiaan itu sirna saat Ellea mengetahui bahwa Edwin adalah dalang di balik tragedi masa lalunya demi wanita lain. Merasa dikhianati, Ellea segera menghubungi musuh bebuyutan Edwin, Cavin Nugroho, untuk merancang rencana kejatuhan suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 5

Sudut Pandang Edwin.

Ivana bilang dia bosan, jadi kupikir akhir pekan di rumah danau akan menghiburnya. Itu hal paling kecil yang bisa kulakukan.

Sementara itu, Ellea dikurung di rumahku, hukuman atas sikapnya yang buruk juga karena dia telah mendorong Ivana di dermaga hari itu.

Berani sekali dia.

Bisa-bisanya dia bisa memperlakukan Ivana seperti itu. Kalau bukan karena Ivana, aku bahkan tidak akan hidup sampai sekarang.

Jadi, ya, mungkin aku memang terlalu keras pada Ellea.

Aku sempat mengirim pesan padanya sebelumnya, hanya untuk memastikan saja.

Tak ada balasan. Dia tidak biasanya seperti ini. Ellea biasanya cepat membalas pesan, bahkan meski hanya dengan emotikon sarkastik saja. Tapi sekarang? Sepi.

Ponselku akhirnya bergetar, sedikit rasa lega muncul dalam dadaku.

Namun, Ivana langsung merampasnya sebelum aku sempat melihat layarnya.

"Nggak boleh ada ponsel, Edwin," katanya manja, bibirnya cemberut menggoda. "Kamu janji akan fokus padaku akhir pekan ini."

"Maaf," gumamku, berusaha merebutnya. "Mungkin itu dari Ellea. Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja."

Senyum Ivana seketika lenyap. Matanya berkilat merah karena amarah. "Sudah kuduga!" isaknya. "Kamu masih memikirkan dia. Jadi untuk apa kamu membawaku ke sini kalau kamu masih memikirkan Ellea? Setelah semua yang dia lakukan padaku. Walau cuma akhir pekan, kukira setidaknya aku bisa hidup tenang tanpa gangguan darinya."

Sebelum aku sempat menjawab, dia berbalik dan pergi dengan langkah cepat.

"Ivana, tunggu!" Aku mengejarnya, dadaku terasa sesak.

Dia benar. Tidak adil kalau aku memikirkan Ellea di saat aku bersama Ivana. Apalagi Ellea yang menyakitinya.

Namun … terakhir kali aku melihat Ellea, dia terlihat seperti bukan dirinya sendiri. Dia terasa jauh dan wajahnya bimbang.

Mungkin aku hanya berpikir berlebihan saja.

Memangnya dia bisa apa? Aku punya pengawal yang menjaganya.

Saat akhirnya aku menyusul Ivana, aku menyerahkan ponselku padanya. "Ambillah. Aku milikmu akhir pekan ini. Hanya milikmu."

Senyumnya kembali, seperti matahari menembus badai. Dia menciumku lembut. "Kamu memang yang terbaik." Lalu dia berhenti sejenak. "Edwin, aku ingin makan malam di tepi danau. Bisakah kamu tanyakan ini pada koki?"

"Tentu, sayang," jawabku sambil merangkul pinggangnya.

Aku berbalik menuju rumah, tapi berhenti, sial. Aku lupa menanyakan dia ingin makan apa.

Aku pun berlari kembali.

Lalu, aku terdiam di tempat.

Alex ada di sana bersama Ivana. Bukan sedang mengobrol melainkan sedang berpelukan dan berciuman seperti sepasang kekasih.

Ivana melingkarkan lengannya di leher Alex, mencium telinganya sambil tertawa kecil.

Apa-apaan ini?

"Alex, kalau bukan karena kamu," katanya dengan nada puas. "Edwin nggak akan percaya cerita bahwa akulah yang menyelamatkannya di Makua. Belum lagi membuatnya membawaku ke liburan romantis ini sekaligus menjadikanku kekasihnya."

Alex terkekeh, tangannya meraba bokong Ivana. "Gimana kalau memberiku hadiah nanti malam? Aku rindu berada di bawahmu."

Darah seolah terkuras dari wajahku. Tangan kananku, orang yang paling kupercaya serta perempuan yang kukira kucintai, mereka sedang bersama, berciuman, bermesraan, dan menertawakanku sekaligus berkomplot untuk mengelabuiku.

Tawa kejam Alex bergema. "Aku mempertaruhkan segalanya untukmu, sayang. Kamu tahu sendiri bagaimana tabiatnya kalau sampai Edwin tahu kebenarannya, dia pasti membunuh kita berdua."

"Oh, tenang saja, sayang," bisik Ivana manja. "Dia nggak akan pernah curiga. Kita sudah memberinya pertunjukan sempurna." Kepalanya bersandar di dada Alex. "Omong-omong..." Suaranya terdengar manis tapi beracun. "Apa yang kamu lakukan pada Ellea tadi malam? Kamu nggak …."

"Ya ampun, nggak," potong Alex dengan nada jijik. "Dia hanya sampah. Bukan tipeku. Tapi aku mempermalukannya. Membuatnya merangkak seperti anjing."

Ivana tergelak. "Kamu nakal sekali."

Lalu bibir mereka kembali berciuman dan batas kesabaranku habis.

Aku melangkah keluar, mengangkat pistol dan melepaskan satu tembakan ke udara.

Keduanya terlonjak seperti remaja yang ketahuan.

Alex hampir saja kencing celana ketakutan. Wajah Ivana pucat pasi.

"Bos, aku … itu cuma lelucon! Hanya bercanda!" Alex terbata-bata. "Aku nggak pernah …."

Tapi aku tak lagi mendengar apapun perkataannya. Aku bahkan tidak marah karena dia mencium Ivana. Aku marah karena apa yang dia katakan tentang Ellea.

Membuatnya merangkak seperti anjing.

Amarah seketika meledak di dalam dadaku seperti granat. "Berani sekali kamu," desisku.

Aku arahkan pistol ke kakinya dan menarik pelatuk.

Dia menjerit saat tubuhnya ambruk, darah membasahi rumput. "Aku minta maaf! Tolong, Bos. Jangan bunuh aku … aku akan cerita semuanya!"

Aku melangkah mendekat, pistolku masih mengepulkan asap.

"Mulailah bicara," kataku datar, dingin seperti baja. "Siapa sebenarnya yang menyelamatkanku di Makua?"

Karena sekarang aku tahu orang yang menyelamatkanku bukan Ivana.

Dan di detik itu juga, firasat yang sangat buruk menyelinap kuat dalam pikiranku tentang siapa yang sebenarnya menyelamatkanku.

"Edwin!" Suara Ivana melengking di belakangku. "Jangan percaya kata-kata ular ini! Alex mengancamku! Dia memaksaku tidur dengannya, kalau nggak dia akan membunuhku!"

Aku bahkan tidak menoleh, sama sekali tidak memandangnya.

"Kamu bicara satu kata lagi..." ancamku dingin. "Peluru berikutnya akan menembus wajahmu."

Alex merangkak, menyeret tubuhnya yang berlumur darah, memegang celanaku seperti pengemis. "Tolong, Bos. Kamu harus percaya padaku."

Wajahnya basah oleh air mata dan keringat. "Aku … aku kehilangan akal waktu Ivana datang padaku. Dia memohon agar aku berbohong padamu. Katanya itu untuk menyingkirkan Ellea. Tapi, bukan Ivana yang menyelamatkanmu di Makua, orang itu Ellea. Dialah yang mengobatimu, dia adalah seorang dokter. Ivana … dia hanya berpura-pura."

Alex terisak lirih. "Tolong … aku nggak bermaksud menyakitimu. Aku hanya …."

Dia tidak menyelesaikan perkataannya. Suaranya hilang oleh rasa bersalah.

"Dan soal di dermaga..." tambah Alex pelan. "Hari saat Ivana bilang Ellea menghinanya … sebenarnya Ivana-lah yang lebih dulu memukulnya. Ellea sama sekali nggak menyentuhnya."

Tiba-tiba Ivana menerjangnya seperti ular lalu menutup mulut Alex. "Diam!" desisnya. "Edwin, jangan dengarkan dia. Dia bohong! Kamu tahu aku yang menyelamatkanmu! Kamu tahu itu aku! Ingat saat-saat kita bersama! Kenangan kita nyata."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B74710" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B74710
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
9.6
Vano, tunanganku, tega mendorongku ke kolam meski tahu aku trauma air. Saat aku sekarat, ia justru bermesraan dengan selingkuhannya, Melodi. Setelah selamat, ia berbohong bahwa aku terpeleset demi reputasinya. Kebencianku memuncak; aku memutuskan berpura-pura amnesia untuk menghancurkannya. Aku mengaku sebagai kekasih Bahar Adijaya, musuh bebuyutannya. Melihat wajah Vano yang pucat pasi, aku tahu misi balas dendamku yang mematikan baru saja dimulai.
Sampul Novel Dilema Cinta Narkoboy
8.9
Andrean Kenzo, seorang gembong narkoba, terjebak dalam perjodohan dengan Tita Shanum yang menawan. Demi memenangkan hati gadis itu, Andrean harus bersaing sengit melawan musuh bebuyutannya sendiri. Namun, situasi semakin rumit saat Tita menyadari sebuah rahasia besar bahwa pria yang selama ini ia patuhi bukanlah ayah kandungnya. Di tengah konflik mafia dan asmara, siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Tita untuk mendampingi hidupnya?
Sampul Novel Geger di Bhumi Manggala
8.2
Suara tangis Tadah Asih memecah kesunyian di bawah langit Kilen yang semerah darah. Seorang petapa waskita menangkap pertanda buruk tentang masa kelam yang akan melanda Bhumi Manggala. Di sisi lain, sebuah kerajaan berduka atas gugurnya sosok bangsawan mulia hingga memicu aksi bela pati para prajuritnya. Di tengah kekacauan itu, seorang pemuda berdiri tegak dengan amarah membara. Ia melangkah pergi membawa dendam membara saat dunia di sekitarnya mulai runtuh.
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma
8.5
Hidup Dion berubah drastis usai menyelamatkan Kayla dari bahaya bersama Nenek Melati. Terpikat oleh ketangguhan Kayla, sang nenek ingin mereka bersatu. Namun, Bu Ratna menentang karena ia telah menjodohkan Dion dengan Amara yang ambisius. Amara yang haus status pun mulai menyusun taktik licik untuk menyingkirkan Kayla dengan mengorek rahasia kelam masa lalunya. Di tengah tekanan keluarga dan intrik jahat, Dion harus berjuang melindungi cintanya dari kehancuran.
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam
8.4
Tragedi tabrak maut yang menewaskan orang tua Yulia berujung petaka mengerikan. Alih-alih mendapatkan keadilan, Yulia justru disekap oleh suaminya sendiri di ruang bawah tanah yang gelap gulita demi melindungi sang pelaku yang merupakan teman masa kecil suaminya. Selama tiga tahun penuh siksaan fisik dan mental, dia terus dipaksa untuk memaafkan pelaku. Setelah akhirnya menyerah dan berpura-pura tidak lagi menaruh dendam, Yulia dibebaskan. Namun, saat dia menolak pelukan dan menuntut perceraian, suaminya justru kehilangan kendali.
Sampul Novel Pacarku Anak Jendral
8.0
Sam melarikan diri ke kota Malang tepat saat ujian seleksi tentara dimulai demi menghindari paksaan ayahnya. Tanpa sengaja, ia terlibat perkelahian dengan komplotan pencopet dan justru berakhir menjadi pemimpin baru mereka. Di bawah kendalinya, kelompok kriminal tersebut perlahan bertransformasi ke jalan yang benar. Di tengah perubahan hidupnya, Sam bertemu seorang mahasiswi yang seketika mencuri hatinya sejak pertemuan pertama mereka di sana.