Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengejar Cinta Calon Janda

Mengejar Cinta Calon Janda

Akibat pengaruh alkohol, Rajendra Christian Darius terlibat dalam malam penuh gairah dengan Arawinda Divya Jovanka. Meski mulai jatuh hati, Darius harus menghadapi kenyataan pahit bahwa perempuan itu telah bersuami. Ia terus memantau kehidupan Divya hingga menemukan fakta bahwa pernikahan pujaan hatinya sedang di ambang kehancuran. Kini, Darius memilih setia menunggu di balik bayang-bayang, siap menjadi sandaran saat Divya resmi menyandang status janda nanti.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sesampainya di toko kue milik Sheril. Ia langsung menghampiri Sheril yang tengah berbincang dengan seorang laki-laki.

"Sheril?" panggil Divya lalu berdiri di samping perempuan itu.

Matanya membola usai melihat Darius lah yang tengah berbincang dengan Sheril. Lelaki itu kemudian melambaikan tangannya dan tersenyum hangat kepadanya.

"Kalian ... saling kenal?" tanya Sheril sembari menunjuk keduanya bergantian.

Divya mendekatkan wajahnya di telinga Sheril. "Siapa dia? Kok ada di sini, sih?" bisiknya bertanya kepada Sheril.

"Sepupu gue. Anaknya Om Bayu, kakaknya bokap gue."

Divya menelan salivanya. "Kok gue baru tahu, elo punya sepupu selain Meisya?"

"Meisya itu adiknya Darius, Divya. Dia baru pulang dari Jerman. Kenalan gih. Atau udah saling kenal?"

"Belum. Namanya siapa, Sher?" tanya Darius kemudian.

"Divya. Sahabat deket gue sama Meisya."

Darius manggut-manggut dengan pelan. "Hi! Akhirnya, tahu juga nama kamu. Divya. Nama yang cantik."

"Yeu! Gombal! Mentang-mentang kagak jadi tunangan. Main embat aja bini orang."

Divya menoleh cepat ke arah Sheril. Pun dengan Darius. Lelaki itu tampak terkejut dengan mode biasa saja padahal hatinya berteriak-teriak.

"Oh! Sudah punya suami," ucapnya dengan pelan.

Sheril mengangguk. "Iya. Nyari yang lain aja sono!" ucap Sheril kemudian menarik tangan Divya dan membawanya ke kerumunan orang-orang yang sudah tiba di sana.

Acara grand opening sudah selesai dilaksanakan. Toko kue yang diberi nama Beauty Cake sudah resmi dibuka dan sudah siap beroperasi.

"Lo kenal dari mana sih, sama Darius? Padahal baru tiga hari, dia di Indonesia," tanya Sheril ingin tahu.

Divya menghela napasnya dengan panjang. "Semalam gue ke club Gideon. Sekalian pesen kamar juga di sana. Kebetulan Zion juga gak ada di rumah dan elo juga tahu, dia gak pernah peduli gue di mana, sama siapa."

Sheril mengangguk. "Iya. Gue tahu itu. Zion nikahi elo cuma patuh sama orang tua dan jabatannya."

Divya tersenyum lirih. "Udah setahun, Sher. Gue sama dia nikah. Tapi, gue belum bisa luluhin hati dia. Dan masih berhubungan sama mantan tunangannya."

Sheril mengusapi lengan Divya. "Ya udahlah. Suatu saat nanti mertua elo bakalan lihat, mana yang bener dan mana yang salah. Elo udah berusaha semampu lo, tapi dia masih gitu. Biarin aja."

Divya tersenyum lirih. "Iya. Gue gak tahu awalnya kenapa gue sama Darius bisa kenal, Sher."

"Hah? Kok gitu? Maksudnya gimana coba?"

"Tadi lo bilang, dia batal tunangan. Kenapa?" tanyanya ingin tahu.

"Biasalah. Ceweknya hamil sama cowok lain."

Divya terkekeh pelan. "Kasihan banget."

"Dan elo belum jawab pertanyaan gue, kampret!" sengal Sheril kesal sebab Divya belum juga bercerita mengapa dia dan Darius bisa bertemu.

Divya menghela napasnya dengan panjang. "Dia salah masuk kamar gue. Kamar yang dia pesan nomor dua puluh dan bersebelahan sama kamar gue. Maybe, dia masuk ke kamar gue dan kita ... you know lah."

Sheril mengatup bibirnya menahan tawa mendengar cerita dari Divya.

"Are you kidding me? You and Darius ... oh my God. Kalian pake pengaman, kan?"

"Mana gue tahu, Sheril. Gue gak sempat lihat bekas sarung dia juga."

"Divya! Elo! Astaga! Kalau elo hamil gimana? Si Zion gak bolehin elo hamil, kan?" ucap Sheril dengan mata membola.

Divya menghela napas kasar. "Gak akan hamil. Gue udah dijaga sama pil kontrasepsi."

"Oh! Lega gue, Dyv." Sheril mengusapi dadanya sebab lega karena Divya tak lupa dengan pil kontrasepsi yang rutin ia minum karena titah dari Zion.

Pernikahannya yang tidak baik-baik saja membuatnya seolah tak menyesali perbuatannya semalam dengan Darius. Sebab selama ini ia tak pernah melakukan apa pun di belakang Zion.

Namun, lelaki itu masih sering menemui tunangannya. Mantan tunangan yang masih dianggap tunangan oleh lelaki itu.

Waktu sudah menunjuk angka lima sore. Divya masih betah di toko kue milik Sheril dan kini ia tengah menikmati satu potong redvelvet dengan segelas susu segar.

"Hi! Masih di sini rupanya." Darius menghampiri Divya.

Perempuan itu kemudian mengadah pelan dan tersenyum tipis. "Iya. Masih di sini," ucapnya pelan.

Darius kemudian menaruh ponselnya di atas mejanya. "Saya sudah minta nomor kamu ke Sheril. Boleh, saya mengabari kamu kapan saja?"

Divya menelan salivanya dengan pelan. "Kamu ingin suami saya memarahi kamu?"

"No! Saya tidak akan mengganggu rumah tangga kamu. Baiklah. Saya kirim nomor saya saja. Jika ada sesuatu yang kamu butuhkan, kapan pun boleh chat saya."

Darius lalu mengirim pesan kepada Divya agar menyimpan nomornya. "Kamu boleh simpan dengan nama apa saja. Donna juga boleh."

Divya terkekeh pelan. "Customer Darius."

"What?" Darius tampak bingung.

"Saya punya butik. Pakaian pria dan wanita juga menyediakan gaun pengantin. Jangan salah paham dulu."

Darius meringis pelan lalu menganggukkan kepalanya. "Baiklah. Terima kasih dan salam kenal," ucapnya lalu menjulurkan tangannya kepada Divya.

Melihat pria ini tampak baik dan pantang menyerah, Divya pun membalas uluran tangan itu.

"Divya."

"Darius." Lelaki itu kemudian menerbitkan senyumnya kepada Divya. 'Aku tidak pernah mendoakanmu yang buruk-buruk. Tapi, jika menunggu jandamu adalah pilihan terakhirku, maka akan aku lakukan,' ucapnya dalam hati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BERKAH SECANTING BERAS
9.6
Mira merupakan sosok ibu rumah tangga yang memiliki hati sangat mulia meski hidup dalam kondisi ekonomi serba terbatas. Di tengah himpitan kesulitan tersebut, ia tetap tulus mengulurkan tangan bagi sesama, terutama kepada Abah Karjo, seorang pria tua yang kini hidup sendirian. Akankah keikhlasan Mira mampu membantunya melewati berbagai rintangan hidup yang menghadang? Simak perjuangan penuh kasih dan keteguhan hati Mira dalam menghadapi lika-liku takdirnya.
Sampul Novel Hubungan Sebatas Ranjang
8.1
Jonathan Prawira Maulana adalah CEO Maulana Grup yang jenius dalam bisnis namun buta soal asmara. Kesibukannya membuat orang tua Jo khawatir hingga mereka berencana menjodohkannya dengan anak rekan bisnis. Jo menolak keras rencana tersebut, namun ia justru terjebak syarat berat. Ia hanya punya waktu satu bulan untuk memperkenalkan calon istri pilihannya sendiri. Jika gagal, ia harus menerima perjodohan itu tanpa syarat. Mampukah Jo menemukan cinta dalam waktu singkat?
Sampul Novel Istri Yang Dilupakan CEO
8.1
Bagi Noel, pernikahan dengan Bianca hanyalah transaksi bisnis demi kelancaran kerja sama perusahaan. Ia mengabaikan keberadaan istrinya dan menanti saat yang tepat untuk berpisah secara resmi. Namun, ketika waktu perceraian tiba, sikap Noel mendadak berubah drastis. Ia menolak keras melepaskan Bianca tanpa alasan yang jelas. Di tengah dinginnya hubungan mereka, Noel justru bersikeras mempertahankan ikatan yang awalnya ia anggap tidak berarti sama sekali.
Sampul Novel Mantan Kekasihku CEO Psikopat
8.9
Alya Rahayu pindah ke Jakarta demi karier impian, namun nasib malang membuatnya kehilangan segalanya. Di titik terendah, ia bertemu Dira Pratama, mantan kekasih yang kini menjadi CEO dingin penuh rahasia gelap. Lima tahun berlalu, Dira bukan lagi pria lembut yang ia kenal, melainkan sosok obsesif yang menyimpan dendam masa lalu. Terjebak sebagai bawahan Dira, Alya harus menghadapi trauma dan kenyataan pahit di balik alasan pria itu meninggalkannya dahulu.
Sampul Novel PELUKAN UNTUK LANIA
8.4
Amara hanya ingin membahagiakan keluarganya, namun hidup justru menghadirkan luka baru. Kemunculan ayah kandung yang pernah membuangnya kembali membuka trauma masa lalu. Di tengah kepedihan itu, hadir Angkasa, pria memesona yang gigih mendekatinya hingga Amara jatuh hati. Sialnya, Angkasa justru menjadikannya orang ketiga dalam hubungannya. Terjebak sebagai perusak hubungan orang, Amara kini meragukan apakah masih ada secercah cahaya bagi masa depannya.
Sampul Novel Pembantu Rasa Bos
7.9
Demi membiayai kuliah sang buah hati, Maharani yang merupakan mantan istri pengusaha terpaksa banting tulang menjadi asisten rumah tangga. Luka akibat pengkhianatan masa lalu membuatnya enggan meminta bantuan sang mantan suami. Kini, ia harus beradaptasi melayani bos duda anak satu. Namun, Maharani mulai merasa bingung karena tanggung jawab yang ia jalani perlahan justru menyerupai peran nyonya rumah. Mampukah ia menjaga profesionalitasnya?