
Mendadak Kaya
Bab 3
Naima merasa dibohongi oleh Alex. Bagaimana tidak? Saat gadis itu memasuki rumah megah pria tersebut, banyak anggota keluarga tengah berkumpul di sana.
Ck. Naima berdecak dalam hati.
"Haii, kamu Naima 'kan, ya??" Livi, orang pertama yang menyambut kedatangannya sekaligus istri sah nya Alex.
"Ah, iya. Nama gue Naima," netranya mengedar melihat orang yang menjadikan Naima sebagai selingkuhan pura-puranya.
"Silahkan duduk dulu, Naima. Kita ngobrol-ngobrol sebentar sebelum makan malam," ujar Livi menyilahkan Naima lebih masuk ke dalam dan berkumpul bersama keluarga Livi pun Alex. Livi juga tahu kalau gadis di depannya sedang mencari Alex.
Mata Naima memicing curiga, "Lo istrinya Om sugar daddy?" tuduhnya tepat sasaran. Livi tersenyum manis, "iya, saya istri sah nya Mas Alex," berikutnya Naima menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Mata Alex rabun kali ya. Orang secantik Livi kenapa malah jadiin Naima selingkuhannya? Ralat, hanya selingkuhan pura-puranya.
"Nama Tante siapa kalau boleh tau?" tanyanya masih terpana akan kecantikan Livi.
"Livi," jawabnya singkat, "kamu?" Sengaja ia menjeda ucapannya.
"Naima? Pacarnya suami saya??" Livi sampai memajukan tubuhnya sambil berbisik pelan.
A*u!! Naima baru sadar kalau Livi sudah mengetahui namanya.
"Iya, gue pacarnya Mas Alex," Naima harus pede. Bahkan ia merubah panggilan Alex dari Om ke Mas.
Livi manggut-manggut, "Okay. Jangan sungkan-sungkan. Silahkan masuk Naima," tangannya bersatu dengan telapak tangan Naima.
Glek
Diam-diam Naima meneguk ludahnya susah payah. Anjir, kemana Naima yang super berani ini, hah! Kenapa malah takut diserbu warga dua RT.
Sumpah!! Naima tak bisa menghitung berapa jumlah orang di rumah Alex.
"Duduk dulu, saya mau ambilkan minum untuk kamu," Naima ingin mencegat tangan Livi, namun keburu dia melenggang pergi.
"Haii, ladies?" Gadis tersebut mengerjapkan matanya. Tadi ia pura-pura membersihkan dress putih pemberian Alex. Jadinya enggak sadar ada orang yang menghampirinya.
"Ya?" Naima hampir memekik ketika lengannya dirangkul cowok itu.
"Gabung sama kita dong. Temannya Mbak Livi ya?"
Naima bingung. Masa iya dirinya mengaku jadi selingkuhannya Alex. Bisa-bisa langsung ditendang keluar. Secara, keluarga Alex bejibun.
"Iya, gu-saya temannya Livi," ujar gadis tersebut hampir keceplosan. Buset dah, emang muka Naima terlihat tua kah. Perasaan mukanya awet muda alias baby face walaupun usianya dua puluh empat tahun.
Lima menit duduk dan bergabung bersama mereka, Naima sudah ditanya ini-itu berasa di wawancara.
Makan malam telah tiba. Semua anggota keluarga sudah memasuki kursinya masing-masing. Naima pening. Ia syok karena ruang makan tak kalah besarnya dengan ruang tamu pun ruang keluarga.
Semua sudah duduk kecuali Naima. Ia kembali panas-dingin sebab bingung harus duduk di mana. Matanya memindai mencari kursi kosong. Sampai gagal fokus sangking ramainya. Apalagi di kursi paling utama, Naima tebak beliau adalah kepala keluarga rumah ini.
"Naima?" Livi bangkit, menuntun Naima agar duduk di sampingnya.
"Tenang, Naima. Enggak usah pikirin Mas Alex dulu oke?" Livi wanita baik. Dia tetap memperlakukan Naima dengan baik. Atau hanya pura-pura saja.
Alex benar. Makan ala orang kaya itu sangatlah ribet. Sendok dan garpu saja banyak jenisnya. Tenang. Gak usah gugup. Ingat Naima. Kamu sudah tahu bukan tata cara table manner dengan baik dan benar? Nggak perlu kayak orang kampung meski kenyataannya Naima kampungan.
Semua yang ada di meja makan menyantap hidangan yang tersaji begitu nikmat dalam keheningan. Sama sekali tidak ada yang bersuara.
Selesai makan, mereka berbincang ringan hingga kepala rumah tangga membuka suara.
"Siapa dia, Nak?" Livi sedang memakan buah apel menegakan tubuhnya. Ia menengok sekilas ke arah Naima. Keadaan gadis itu?? Jangan ditanya lagi. Dia mengumpati Alex karena pria tersebut belum juga menampakan batang hidungnya.
"Teman Livi, Pah," beliau mengangguk paham, "orang yang mau kamu jodohkan sama Bani??"
What?!
Dua orang langsung tersedak mendengar ucapan cukup mengejutkan itu.
Dijodohkan?? Yang benar saja.
"Elah, gegara sugar daddy gue jadi terlibat perjodohan. Mana orang yang gak gue kenal sama sekali," gerutu Naima dalam hati. Ia intens mencari sosok yang ikutan tersedak alias Bani.
Anda Mungkin Juga Suka





