Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya

Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya

Zaireen tinggal di rumah warisan ayahnya bersama Elvano dan mertuanya. Awalnya hangat, namun keluarga suaminya perlahan menindasnya. Luka Zaireen makin dalam saat tahu Elvano berselingkuh dengan restu keluarganya sendiri. Dianggap rendah di rumahnya sendiri, kini Zaireen tak lagi tinggal diam. Ia harus memilih antara bertahan dalam duka atau bangkit menghancurkan mereka dengan cara yang elegan. Air matanya telah habis, kini saatnya ia mengambil kembali harga dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Zaireen melangkah keluar dari rumah besar yang dulu dianggapnya sebagai istana. Pintu yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran halus menutup di belakangnya dengan suara yang terasa begitu berat. Seolah seluruh dunia ikut mengunci dirinya dalam kesunyian yang menyesakkan. Hatinya masih berdegup kencang, berusaha menenangkan diri setelah percakapan dengan Elvano yang terasa semakin jauh dan asing.

Di luar, udara sore itu cukup sejuk, namun Zaireen merasa ada sesuatu yang menyesakkan di dada, sesuatu yang jauh lebih dingin daripada cuaca. Seiring langkah kakinya yang berderap di jalan setapak menuju taman, ia merenung tentang hidupnya yang semakin kehilangan arah. Apa yang seharusnya ia lakukan? Terus bertahan dengan perasaan yang terhimpit, atau melepaskan semua yang telah ia bangun bersama Elvano?

Ia berulang kali mengingat bagaimana ia dulu begitu mencintai pria itu. Setiap senyum, setiap janji yang mereka ucapkan di hadapan altar, semuanya terasa seperti sebuah janji suci. Namun kini, janji itu sudah dihianati. Semua yang ia banggakan kini terungkap sebagai kebohongan yang menjebaknya.

Tiba-tiba, langkah Zaireen terhenti di depan taman yang terawat rapi, namun tetap terasa sunyi dan sepi. Tak ada orang di sana, hanya pepohonan yang bergerak pelan oleh angin sore. Dengan sebuah dorongan tak terduga, Zaireen duduk di bangku taman, menatap kosong ke arah bunga-bunga yang tumbuh dengan indah namun seolah tidak ada yang memperhatikan mereka. Sebuah perasaan pahit mulai merasuki dirinya. "Apakah ini semua yang aku dapatkan setelah dua tahun menikah?" pikirnya, suara hatinya hampir seperti berbisik.

Tapi, pertanyaan itu segera berganti dengan pertanyaan yang lebih besar, yang mengguncang hati dan pikirannya. "Apa yang akan aku lakukan selanjutnya?"

Keputusan yang ada di hadapannya sepertinya tidak bisa ia hindari lagi. Ia tidak bisa terus membiarkan dirinya terperangkap dalam hubungan yang sudah terkontaminasi oleh kebohongan dan pengkhianatan. Bahkan jika keluarganya memihak Elvano, bahkan jika dunia melihatnya sebagai wanita yang lemah karena tak bisa menjaga pernikahannya, Zaireen tahu ia tidak bisa lagi hidup dalam penyangkalan.

Malam itu, Zaireen tidak kembali ke kamar tidur mereka. Ia memilih tidur di ruang kerja kecil yang dahulu ia gunakan untuk menulis laporan dan merancang rencana untuk bisnis laundry yang dimilikinya. Ruangan itu terasa lebih pribadi, lebih miliknya, dan setidaknya memberikan ruang untuk berpikir tanpa gangguan.

Namun, meskipun tubuhnya terasa lelah, matanya tetap terjaga, terbuka, menatap langit-langit yang kosong. Pikiran-pikiran tentang pengkhianatan Elvano, tentang kata-kata ibunya yang penuh sindiran, dan tentang keluarganya yang terus mendukung perbuatan suaminya berputar-putar dalam kepalanya. Semua itu terasa semakin sulit untuk dihadapi.

Elvano tidak kembali ke kamar malam itu, dan Zaireen merasa ada sedikit ketenangan dalam keheningan itu. Tidak ada lagi rasa takut untuk berbicara, tidak ada lagi rasa cemas akan konfrontasi yang selalu terjadi setiap kali mereka saling bertatap muka. Yang ada hanyalah rasa hampa yang semakin menggerogoti hatinya.

Namun, saat ia terbangun keesokan paginya, semuanya terasa lebih jelas. Ia tahu ia tidak bisa terus hidup dalam kebohongan, hidup dalam pernikahan yang sudah dipenuhi oleh kepura-puraan. Jika cinta itu sudah hilang, jika rasa hormat sudah menguap begitu saja, maka mungkin sudah waktunya bagi Zaireen untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar bertahan.

Pagi itu, setelah sarapan yang sunyi, Zaireen memutuskan untuk berbicara dengan Elvano. Namun kali ini, ia tidak datang dengan keraguan atau ketakutan. Ia datang dengan tekad yang bulat, untuk melangkah keluar dari bayang-bayang kebohongan yang selama ini membelenggunya.

Saat ia memasuki ruang tamu besar yang penuh dengan lukisan-lukisan mahal dan sofa mewah, ia melihat Elvano sedang duduk di sana, tampak tertekan dengan wajah yang penuh kecemasan. Sepertinya, dia tahu bahwa ada sesuatu yang besar yang akan terjadi.

"Zaireen..." Elvano berdiri begitu melihatnya, mencoba meraih tangan Zaireen yang masih terjaga dengan kebekuan.

"Jangan sentuh aku," Zaireen berkata dengan suara yang penuh ketegasan, yang membuat Elvano terhenti sejenak. Ia menatap mata suaminya yang tampak penuh penyesalan, namun tidak ada yang bisa mengubah kenyataan.

"Aku tahu semuanya, Elvano. Aku tahu tentang wanita itu," lanjut Zaireen, suaranya lebih rendah namun tegas. "Aku tahu keluargamu mendukungmu, dan aku tahu aku tidak punya tempat di sini lagi."

Elvano terdiam, wajahnya tampak tercengang. "Zaireen, tolong... Aku tidak bermaksud-"

"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Elvano," Zaireen memotongnya. "Kamu sudah membuat pilihanmu. Dan aku sudah membuat pilihanku."

Zaireen menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. Ia tahu bahwa keputusan ini akan mengubah hidupnya selamanya, tetapi ia juga tahu bahwa ini adalah satu-satunya jalan untuk melangkah maju.

"Kamu tidak bisa terus mempermainkan perasaan orang lain, terutama aku," Zaireen melanjutkan, suaranya kini lebih tegas. "Aku akan pergi, Elvano. Ini sudah berakhir."

Mata Elvano yang penuh penyesalan tidak mampu menahan Zaireen yang kini berbalik dan melangkah pergi. Ia tahu bahwa tidak ada yang bisa mengubahnya. Ini adalah akhir dari sebuah pernikahan yang pernah dipenuhi dengan janji-janji dan harapan, tetapi kini hanya tersisa kepahitan dan kekecewaan.

Saat Zaireen keluar dari rumah itu, ia merasakan sebuah kelegaan yang luar biasa. Tentu saja, itu bukanlah keputusan yang mudah. Hatinya masih sakit, namun ia tahu bahwa tidak ada lagi yang bisa diselamatkan. Ia sudah terlalu lama terperangkap dalam bayang-bayang kebohongan.

Dengan langkah yang mantap, Zaireen berjalan menuju kebebasan yang ia impikan selama ini. Tidak ada lagi rasa takut, tidak ada lagi rasa cemas. Ia sudah siap untuk memulai babak baru dalam hidupnya, babak yang penuh dengan ketegasan dan pembalasan yang elegan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Waris yang Terlupakan
9.6
Dikhianati oleh keluarga dan tunangannya sendiri, sang protagonis dipaksa menjadi sandera kelompok mafia saingan demi menebus kesalahan fatal adik tirinya, Emily. Sadar akan kelicikan mereka, ia memutuskan memutuskan hubungan selamanya. Sebelum diserahkan dalam lima hari, ia membagikan seluruh asetnya—kasino, uang, hingga cincin pertunangan—kepada mereka yang serakah. Saat keluarganya tersenyum puas menerima hadiah tersebut, mereka tidak menyadari bahwa kepergian sang ahli waris adalah awal kehancuran total mereka.
Sampul Novel Baby Twins Billionaire
7.9
Masa depan Freya Amalia hancur dalam semalam akibat perbuatan pria asing. Kegetiran hidupnya bertambah saat ia menyadari dirinya mengandung bayi kembar dari tragedi tersebut. Di sisi lain, Vero Brance Harison dihantui rasa bersalah yang mendalam atas dosa masa lalunya. Ia bertekad menemukan wanita yang telah disakitinya untuk dijadikan istri. Saat takdir mempertemukan mereka, mampukah Vero menebus kesalahannya dan dapatkah Freya memaafkan ayah dari anak-anaknya?
Sampul Novel Cinta Berubah Menjadi Abu
8.6
Nicola Dixon dan Asher tumbuh bersama, terikat utang budi masa lalu yang menyakitkan. Sebagai putri keluarga mafia, Nicola yakin dialah prioritas Asher. Namun, kepulangan Asher dari Segitiga Emas membawa kejutan pahit: seorang wanita hamil yang mengenakan cincin miliknya. Di tengah ketegangan senjata yang mengancam nyawa wanita itu, Nicola memberi pilihan mutlak. Asher harus memilih antara tanggung jawab pada kekasih barunya atau tetap menjadi bagian dari keluarga Dixon.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
Rafael Aditya Syahreza, CEO yang kerap bergonta-ganti pasangan, menjerat Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Ternyata, Vanessa adalah kekasih Adrian, adik kandungnya sendiri. Rafael memanfaatkan situasi ini demi kepuasan nafsu sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari adiknya? Bagaimana nasib Vanessa saat menyadari dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit tersebut?
Sampul Novel Harta Tahta Kesayangan Duda
8.9
Apa jadinya jika seorang gadis unik seperti gue mendadak dikejar oleh seorang duda kalem? Rasanya ingin kabur, namun kehadiran anaknya yang menggemaskan justru membuat gue bimbang. Meski takut terlihat cepat tua jika bersamanya, kekayaannya yang melimpah menjadi pertimbangan tersendiri. Saat lamaran tiba, gue pun mengajukan syarat untuk memiliki bayi yang lucu. Jawaban santainya pun membuat masa depan kami kini berada di ujung keputusan yang tak terduga.