Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Menyamar dengan penampilan lusuh, Gara yang sebenarnya adalah seorang miliarder memilih menikahi Mia. Gara tidak pernah peduli saat dirinya dihina, namun ia tidak tinggal diam ketika sang istri yang direndahkan. Demi melindungi Mia, Gara membawa istrinya pergi dan mengungkap identitas aslinya di hadapan semua orang. Pada akhirnya, adik ipar dan ibu mertuanya yang dahulu kerap meremehkan mereka harus berlutut dan menangis memohon maaf atas segala kesalahan masa lalu mereka kepada Mia.
Bab
Bagikan

Bab 6

. Sedang di kantor Bos?

Sambil menunggu balasan dari Gara, Mia turun menemui ibunya. Dia meletakan uang satu juta di atas meja.

“Ini untuk ibu belanja keperluan dapur.” Hanya berkata seperti itu saja lalu dia membalikkan badannya dan melangkah pergi.

Kedua mata Rita melebar melihat uang, kemudian dengan cepat mengambilnya. “Coba kamu pengertian seperti ini setiap hari, tidak harus kena marah dulu baru keluar uangnya.”

Silvia melihat, dia mendekat dan berkomentar, “Tumben Mia punya uang.”

“Mungkin saja suaminya baru dapat gajian. Biarkan saja, yang penting mereka bisa membantu kebutuhan dapur. Bukan hanya makan dan minum gratis, bisanya.”

Mia masih mendengar ucapan mereka, dia hanya menggelengkan kepalanya.

Sebenarnya beberapa hari yang lalu suaminya juga sudah memberi uang patungan, tapi itu sepertinya tidak dihitung oleh ibunya.

Padahal Silvia hanya akan memberi uang patungan belanja satu bulan sekali setelah suaminya gajian, sementara Dinda selama ini malah tidak pernah memberi uang patungan.

Tapi menurut ibunya itu hal wajar, Dinda masih single. Tidak ada yang membantunya mencari uang.

Jika dipikir-pikir, apa bedanya dengan dirinya dulu sebelum menikah? Mia harus tetap memberi uang patungan, padahal dia hanya bekerja membantu ibu mengantar kue pesanan. Uang bonus dari pelanggan yang ia kumpulkan akan diminta juga oleh ibu dengan alasan untuk uang patungan.

Rita tidak pernah memberinya upah, dia tidak bisa membeli baju baru atau sekedar skincare seperti kakak dan adiknya.

Hari ini Mia benar-benar tidak ingin bertemu ibu dan kakaknya, dia sangat malas. Hanya berdiam diri dikamar dan tidak ingin keluar meskipun merasa lapar. Untung saja makanan semalam masih ada sisa. Mia memakannya saja.

Sambil melirik ponselnya, menunggu balasan dari Gara.

“Kemana Gara? Kok lama balas pesan?”

Baru saja bergumam, ponselnya bergetar. Balasan dari Gara muncul.

“Jadi pilih yang mana?”

Mia segera membalas, “Kamu sudah membelinya atau belum?”

“Belum. Kamu pilih dulu yang mana, baru nanti aku beli sebelum pulang.”

“Kalau begitu tidak perlu. Mereka sudah memesan baju couple untuk keluarga besar. Kita jangan beli sendiri, takutnya tidak sama dengan mereka. Nanti Dinda malah marah.”

“Oh, baiklah. Kalau begitu kamu pilih perhiasannya saja.”

Mia merasa tidak sabar untuk mengetik pesan, dia ingin menelpon saja. Kemudian menekan tombol panggilan video.

Beberapa saat memanggil, Gara tidak mengangkat panggilannya. Malah mengirim pesan lagi.

"Jangan Vc dulu, aku sedang di kantor Bos."

Di kantor bos?

Mia membalas, "Sebentar saja."

Entah kenapa Mia jadi sangat penasaran dengan kantor Bos yang dikatakan Gara. Gara kan sedang keluar Kota? Kok jadi di kantor Bos? Sejak kapan seorang kuli bisa masuk kantor Bos?

Mia semakin penasaran, lalu kembali melakukan panggilan Video meskipun Gara lagi-lagi merijeknya.

Mia terus mengulangi, sampai akhirnya Gara mengangkatnya juga.

“Sudah dibilang, jangan vc dulu. Masih ada tamu disini, tidak enak.” Suara Gara terdengar, tapi sepertinya Gara mengarahkan kamera ke belakang.

Mia dapat melihat dengan jelas, disana ada seorang wanita cantik dan dua pria tampan yang mengenakan setelan jas kantoran.

Tapi, Mia lebih tertarik dengan tempat itu. Seperti ruangan yang cukup besar dan rapi.

“Kamu tidak percaya kalau masih ada tamu?” Sekarang wajah Gara terlihat karena dia sudah mengembalikan kamera depannya.

Mia tercengang. Baru tadi pagi dia berpisah dengan suaminya, tapi seperti ada yang lain pada Gara. Apa ya?

Mia memperhatikan Gara.

Gara terlihat menoleh pada orang-orang di depannya.

“Rapat sepertinya sudah cukup, kalian boleh pergi.”

“Baik, kalau begitu kami permisi. Terima kasih atas waktunya, Tuan.”

Gara sekarang kembali pada Mia, “Istriku tersayang, ada apa? Apa sudah kangen?” Gara menggoda Mia.

"Gara, memang mereka siapa? Kenapa memanggilmu, Tuan?" Mia langsung bertanya karena sempat mendengar mereka tadi memanggil Gara.

"Eh, itu. Em, mereka tamu perusahaan. Disini memang begitu, memanggil tuan sudah hal biasa.”

"Tamu perusahaan? Kok bisa kamu yang nemuin?" Mia semakin penasaran.

"Karena aku di suruh bos. Jadi aku tidak bisa membantah."

Mia bisa mendengar suara Gara kali ini sedikit gugup.

Dia juga merasa aneh. Gara hanya seorang kuli, mana mungkin sampai disuruh menemui tamu perusahaan? Apalagi melihat pakaian mereka tadi, sepertinya bukan orang sembarangan.

Belum sempat dia bertanya hal itu, dia sudah kembali terkejut saat menyadari baju yang sedang dipakai suaminya sekarang.

Kemeja berwarna putih, yang lengannya digulung sampai ke siku. Terlihat ada dasi yang melilit di lehernya.

“Gara, itu baju kamu?”

"Oh, iya. Ini tadi disuruh bos untuk ganti baju ini.” Gara cepat menjawab.

“Mia, sudah dulu ya? Pekerjaanku belum beres. Aku harus segera menyelesaikan biar tidak perlu menginap. Aku sudah sangat merindukan kamu. Sepertinya tidak kuat kalau sampai menginap.”

"Iya.. tapi,"

"Urusan baju, terserah kamu saja. Kalau sudah pesan ya sudah. Nanti kita tinggal beli perhiasannya saja. I love You, Mia."

"Gara,”

Gara sudah mematikan panggilan sebelum Mia sempat berbicara lagi.

Mia terbengong.

Bukankah seorang bos punya seorang sekretaris? Atau minimal seorang Asisten?

Kenapa harus suaminya yang disuruh?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B23378" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B23378
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BENIH PRESDIR LUMPUH
7.8
Fiona Isabella Fawzi terjebak dalam pernikahan yang tak diinginkannya sebagai pengantin pengganti bagi seorang pria lumpuh. Perbedaan usia serta kondisi fisik sang suami menjadi beban mental bagi Fiona yang masih muda. Di sisi lain, ia aktif dalam geng Trio FAM Alliance yang kerap memicu onar. Bertekad meraih kebebasan, Fiona menyusun berbagai taktik licik demi mengakhiri ikatan tersebut. Akankah rencananya berhasil atau ia justru terjerat takdir?
Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, mendadak dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, Nadira harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Niat Miranda untuk sekadar bersenang-senang berakhir petaka setelah ia terjebak dalam malam panas bersama Athes Russel. Situasi kian pelik karena pria itu ternyata rekan bisnis ayahnya sendiri. Meski Miranda berusaha keras menjauh dan menolak kehadirannya, Athes justru terus mengejar karena terobsesi dengan memori pertemuan mereka. Kini, Miranda terjepit di antara skandal terlarang dan bayang-bayang pria yang seharusnya tidak pernah ia sentuh.
Sampul Novel En-PD159
7.9
Song Jiayan terjebak pernikahan aliansi dengan Fu Shisheng demi menebus rasa bersalah atas kecelakaan masa lalu. Namun, ia dikhianati saat tahu suaminya hanya berpura-pura sakit dan justru berselingkuh. Setelah selamat dari serangkaian percobaan pembunuhan, Jiayan bangkit menjadi CEO sukses di luar negeri. Meski Shisheng mengejarnya dengan penyesalan mendalam, Jiayan memilih melepaskan dendam, fokus pada misi kemanusiaan, dan memulai hidup baru yang mandiri.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Dunia Clara runtuh saat ayahnya kabur membawa uang milik Tuan Blackwell. Tanpa pilihan lain untuk menebus utang tersebut, ia terpaksa menyerahkan kebebasannya dan menjadi wanita simpanan sang miliarder. Di balik perjanjian dingin ini, Clara terjebak dalam pusaran emosi terlarang dan rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Hubungan penuh konflik ini pun menjadi ujian berat yang akan mengungkap seberapa kuat ikatan sejati di antara mereka berdua.
Sampul Novel Kirana, Cinta Sejatiku
8.6
Mengetahui suaminya, Sendra Wijayanto, mengeluhkan pernikahan mereka di forum internet dan berselingkuh dengan Kirana Larasati yang baru kembali dari luar negeri membuat sang istri mengambil langkah tegas. Saat Kirana dengan angkuh memintanya mundur dari posisi istri sah, ia tidak tinggal diam. Dengan dingin, ia melemparkan surat perceraian langsung ke hadapan Kirana dan menantang wanita itu untuk membujuk Sendra menandatanganinya demi membuktikan harga dirinya.