Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Memilih Untuk Mencintai Diriku

Memilih Untuk Mencintai Diriku

Sepuluh tahun kesetiaan hancur seketika saat Kennedy menolak menciumku di sesi foto prewedding dengan alasan misofobia, lalu meninggalkanku di tengah badai salju. Pengkhianatan itu memuncak saat aku memergokinya bermesraan dengan Winona, cinta sejatinya, bahkan berjanji untuk membatalkan pernikahan kami. Menyadari pengabdianku hanya menjadi lelucon, aku memilih pergi lebih dulu. Kini, sang putra bungsu Keluarga Harath yang kaya raya justru frustrasi mencariku ke seluruh dunia demi memohon kesempatan kedua.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pada saat itu juga, aku benar-benar kecewa pada Kennedy. Lima belas tahun saling mengenal, sepuluh tahun bersama ... bahkan kalau itu seekor anjing pun, seharusnya sudah ada ikatan emosi. Namun, dia malah memperlakukanku seperti ini!

Aku berubah pikiran. Bukan membatalkan pernikahan, aku akan kabur dari pernikahan ini.

Saat Kennedy merencanakan untuk kabur dari pernikahan, dia bahkan tidak memikirkan perasaanku sedikit pun. Kalau begitu, aku juga tidak perlu peduli padanya. Di hari pernikahan nanti, biar saja dia jadi lelucon sendiri.

Aku menahan rasa pedih di sudut mataku dan memanggil ambulans. Baru saja naik ke mobil ambulans, demamku langsung membuatku kejang dan tak lama kemudian aku jatuh koma.

Saat sadar kembali, perawat berkata, "Untung kamu sempat menelepon layanan darurat. Kalau nggak, kamu sendirian di rumah dengan demam tinggi dan kejang-kejang, akibatnya pasti sangat fatal!"

Begitu dia selesai bicara, telepon dari Kennedy masuk. "Ada urusan di kantor. Aku nggak sempat pulang jagain kamu. Kamu beli obat sendiri saja, ya."

Setelah itu, dia langsung menutup telepon. Dia bahkan tidak mengucapkan sepatah kata pun soal perhatian atau kekhawatiran. Padahal waktu dia sakit kepala atau flu, aku tidak pernah beranjak sejengkal pun darinya.

Waktu keluarganya baru saja mengalami kecelakaan, dia sering mimpi buruk. Aku bahkan bergadang setiap malam menemaninya tidur. Bukan karena aku ingin balasan atau berharap dia membalas kebaikanku. Aku tulus.

Namun sekarang, saat aku demam dan harus dirawat di rumah sakit, dia malah sibuk menemani Winona yang sedang sakit perut karena datang bulan. Hebat sekali dia!

Aku mengambil ponsel dan menghubungi musuh bebuyutan Kennedy, Maxime. "Pak Maxime, bukankah Anda sudah lama mengincar saham Keluarga Harath yang ada di tangan saya? Sekarang saya bersedia menjualnya."

Setelah dua hari di rumah sakit, aku akhirnya pulang.

Toko foto pernikahan meneleponku, "Bu Villy, kira-kira dalam lima hari ke depan, kapan Anda dan calon suami bisa datang untuk sesi foto? Hari H pernikahan Anda tinggal 20-an hari. Kalau nggak segera dipotret, nanti hasilnya nggak sempat jadi sebelum acara."

"Kutanyakan dulu sama suamiku, lalu aku kabari kembali," jawabku.

Aku menelepon Kennedy dan teleponku ditolak. Setelah kukirim pesan juga tidak dibalasnya. Akhirnya, aku memutuskan langsung datang ke kantornya.

Di kantor sekretaris, mereka berkata, "Hari ini asisten direktur bernama Winona baru masuk kerja. Pak Kennedy membawa semua staf ke hotel untuk merayakan."

Aku menanyakan nama hotelnya, lalu langsung menyusul ke sana.

Saat aku diangkat menjadi asisten khusus Kennedy dulu, perusahaan Keluarga Harath sedang berada di ujung tanduk dan dilanda masalah internal dan eksternal. Tidak pernah ada yang namanya pesta penyambutan karyawan baru.

Waktu itu, setiap hari kami sibuk sampai tidak mengenal waktu. Bisa makan dua kali sehari saja sudah syukur dan tidur lima jam semalam pun sangat langka.

Pesta penyambutan karyawan Winona sekarang bahkan lebih mewah daripada pesta pertunanganku sendiri. Aku menatap suasana penuh keceriaan dan hiruk-pikuk di aula perjamuan. Baru saja melangkah masuk, Kennedy sudah buru-buru menghampiriku dan menarikku keluar.

"Hari ini penyambutan karyawan Kakak Ipar. Jangan bikin keributan di sini, nanti ganggu suasana hatinya!"

"Dia jadi asisten khususmu nanti, lalu aku ini apa?" Aku sudah berusaha menahan diri. Namun begitu berbicara, nada bicaraku tetap terdengar isakan yang tertahan.

Saat aku sakit dan demam, Kennedy bahkan tidak datang menjengukku ke rumah sakit. Dia hanya bilang aku diberi cuti dan disuruh istirahat. Kalau aku tidak datang hari ini, aku tidak akan tahu bahwa dia sudah memberikan posisiku pada Winona.

Setiap kali aku mengira dia sudah cukup keterlaluan, ternyata dia masih bisa lebih kejam dari itu.

Kennedy menyodorkan selembar tisu padaku. "Jangan nangis. Aku cuma merasa kamu sudah capek bantu aku selama ini, jadi ingin kamu istirahat."

"Kamu cuma lulusan universitas biasa, jurusan komputer pula. Nggak seperti Kakak Ipar, dia lulusan universitas ternama dan jurusannya sesuai. Dia lebih cocok jadi asistenku. Kamu tinggal jadi Nyonya Harath dan menikmati hidup."

Sekarang dia mulai meremehkan pendidikanku. Waktu aku menemani dia ke sana kemari, ikut jamuan sampai lambungku berdarah karena alkohol, kenapa dia tidak mempermasalahkan ijazahku saat itu?

Melihatku diam dan tidak menjawab, Kennedy mungkin mengira aku akan ribut lagi. Raut wajahnya mulai menunjukkan ketidaksabaran. "Villy, kamu ...."

"Aku akan mengurus pengunduran diriku nanti." Aku mengepalkan tangan sambil menahan rasa perih dan amarah di dada.

Ekspresi Kennedy sedikit melunak. "Bagus kalau kamu bisa sebijak ini. Aku nggak akan menyusahkanmu. Kalau nggak ada yang penting, kamu bisa pergi."

Winona sedang mencarinya dan dia ingin segera kembali.

Aku menahannya. "Studio foto pernikahan menelepon. Mereka tanya, minggu ini kita ada waktu buat foto prewedding atau nggak."

"Aku harus dinas luar, nggak sempat."

"Baik."

Setelah keluar dari hotel, aku langsung menelepon pihak penyelenggara pernikahan. "Untuk foto dan video yang akan diputar di layar besar hari-H pernikahan ... aku ingin ganti semuanya."

Aku mengumpulkan semua rekaman perselingkuhan Kennedy dan Winona, lalu mengirimkannya ke pihak penyelenggara pernikahan. Mereka sudah tidak tahu malu, jadi aku juga tidak perlu segan lagi.

Kennedy bilang sedang dinas luar dan tidak punya waktu. Namun dalam seminggu itu, dia malah membawa Winona ke luar negeri untuk melihat aurora. Di bawah cahaya aurora, mereka berciuman, lalu berjanji untuk saling mencintai seumur hidup.

Seminggu kemudian, aku menelepon Kennedy, "Saatnya kita pergi mencoba gaun pengantin dan jas."

"Aku harus bertemu klien untuk bahas kerja sama. Nggak sempat pulang. Kakak Ipar lebih punya selera, dan ukuran badannya hampir sama denganmu. Aku akan minta dia pilih dan coba beberapa gaun di luar negeri, nanti dibawa pulang."

Sama seperti dulu, Kennedy tidak pernah menanyakan pendapatku. Dia langsung membuat keputusan untukku.

Hatiku sudah dingin. Tak ada gejolak sedikit pun dalam dada, aku hanya menjawab, "Oke."

Winona mencoba beberapa gaun pengantin dan sekalian berfoto prewedding bersama Kennedy, kemudian mengirimkannya kepadaku.

[ Nggak cocok rasanya kalau menikah tanpa foto prewedding. Kamu dan Kennedy terlalu sibuk untuk foto bareng, jadi aku bantu kalian. Nanti kamu tinggal pakai AI tukar wajah, gampang kok. Sama-sama, ya. ]

Aku menatap foto itu sekilas. Dulu Kennedy bilang punya misofobia saat disuruh foto ciuman denganku, tapi tidak ada masalah sama sekali dengan Winona? Mereka memang tidak benar-benar berciuman, tapi jarak wajah mereka sangat dekat. Jadi, sama saja seperti itu.

Layar ponselku padam. Aku menoleh pada petugas kebersihan yang baru masuk dan berkata, "Tolong kemas semua barang-barang wanita, selain itu biarkan saja."

Aku mengemasi semua barang milikku dan keluar dari rumah pengantin. Lalu, aku menemui musuh bebuyutan Kennedy dan menjual semua saham perusahaan Keluarga Harath yang ada padaku.

Sehari sebelum pernikahan, Kennedy akhirnya pulang dan Winona ada di sisinya.

Mereka membawakan gaun pengantin untukku. Winona bahkan menawarkan diri sebagai pendamping pengantin wanita dengan antusias, lengkap dengan gaun pendamping yang sudah dia siapkan. Dia menyemangatiku agar cepat mencoba gaun itu dan ikut mencobanya bersamaku.

Gaun yang dia pilih untukku hanyalah sepotong kain satin yang hanya menutupi bagian penting, mirip pakaian gadis bar malam. Sementara dia mengenakan gaun pengantin couture lengkap dengan mahkota berlian di kepala yang jauh lebih mirip pengantin dibanding aku.

"Pengantinnya cantik sekali." Itu yang dikatakan Kennedy, tapi senyum dan tatapannya hanya tertuju pada Winona sepanjang waktu.

Sudah sebulan kami tidak bertemu, tapi setelah hanya sepuluh menit bersamaku, dia tak sabar untuk segera pergi lagi bersama Winona.

Sebelum pergi, dia sempat berpesan, "Besok aku akan datang ke hotel untuk prosesi penjemputan. Tolong bilang ke teman dan keluargamu jangan terlalu berlebihan. Aku nggak suka permainan-permainan aneh yang menyulitkan pengantin pria."

"Baik."

Dia tak perlu khawatir sedikit pun. Karena aku sudah lebih dulu memberi tahu semua teman dan kerabat bahwa pernikahan dibatalkan. Besok tidak akan ada satu pun dari mereka yang datang.

Begitu Kennedy dan Winona pergi, aku langsung menghubungi para klien besar yang dulu kudatangkan untuk perusahaan Keluarga Harath.

"Aku sudah pindah ke perusahaan baru. Anggap saja ini sebagai bentuk perayaan, aku bisa berikan kalian penawaran kerja sama yang lebih baik. Senang sekali kalau kalian bersedia bekerja sama dengan perusahaanku yang baru."

Malam harinya, aku tidak bisa tidur sampai fajar menyingsing. Aku bertanya-tanya, bagaimana reaksi Kennedy setelah upacara pernikahan dimulai dan dia menyadari aku kabur? Bagaimana ekspresi Winona saat dia melihat video dirinya menjadi pelakor?

Keesokan paginya, aku membawa koper dan pergi ke stasiun kereta cepat. Tepat saat waktu penjemputan pengantin dimulai, aku sudah duduk nyaman di dalam kereta.

Pada detik itu juga, puluhan panggilan dan pesan masuk membanjiriku.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B61397" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B61397
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
7.9
Malam hari di kediaman Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya bersama Varo yang telah berjalan sepuluh tahun. Melalui pesan singkat, ia mengabarkan rencana kematian palsunya kepada sang ibu mertua demi bisa pergi selamanya. Meski ibu mertuanya sangat berterima kasih atas pengabdian Natasha dan memohon agar ia membatalkan kesepakatan tersebut untuk tetap menjadi menantu mereka, keputusan Natasha sudah bulat. Ia dengan tegas menolak dan memilih pergi sesuai kontrak.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)
7.8
Aldy Fathee, CEO arogan dari Fathee Grup, menjadi makin kejam sejak ditinggal Ara Valeria. Ara pergi tanpa kabar demi mengobati HIV akibat trauma masa lalu. Takdir mempertemukan mereka kembali dalam proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy ingin mendekat, Ara kini bersikap dingin dan tak tersentuh. Setelah sebuah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad mengungkap rahasia di balik sikapnya. Akankah cinta mereka bersatu atau Ara kembali menghilang?
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Kehidupan Istri Seorang Milyarder
8.4
Demi imbalan seratus juta, seorang wanita menyelamatkan pria yang ternyata miliarder paling berpengaruh di kota. Sang presiden kaya yang terobsesi mulai mengejarnya dan menawarkan mahar fantastis untuk menikah. Meski ditagih janji uangnya, sang wanita tegas menolak lamaran karena tidak tertarik pada sosoknya. Namun, pria dominan itu justru menaikkan tawaran menjadi satu miliar dan dengan berani mengajukan dirinya sendiri sebagai hadiah tambahan hadiah.