Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Jannah merasa cemas saat perselingkuhannya dengan Thalib mulai terendus oleh Arief, suaminya. Namun, Thalib justru memprovokasi Jannah dengan menyebut Arief tidak lagi peduli karena tak mencoba mempertahankannya. Di tengah keraguan, Jannah kembali terbuai oleh rayuan dan nafsu terlarang bersama sang ustadz di bawah kucuran shower. Thalib yang sudah lama mengidamkan Jannah terus meyakinkannya untuk meninggalkan suaminya yang dianggap tidak berguna demi kenikmatan sesaat.
Bab
Bagikan

Bab 2

AC di pengadilan Agama terasa panas. Tidak ada pengaruhnya sama sekali meskipun suhu yang disetting sudah menyentuh angka 20 derajat celcius. Arief tidak menyangka begitu saja kalau ini adalah saat-saat dimana rumah tangga yang mereka sudah bangun akan berakhir.

Tidak masalah, pikirnya. Dia pasti bisa melewati ini. Semua demi Khalil, apalagi yang bisa dia perjuangkan selain anak semata wayangnya. Jantungnya berdebar-debar saat seorang hakim masuk di ruang mediasi, bersamaan dengan itu datanglah Jannah.

Arief menatap Jannah di kesempatan itu setelah kurang lebih selama seminggu mereka tak pernah bertatap muka. Ada perasaan mendongkol. Jannah pun demikian, perasaan yang sulit diungkapkan. Benarkah Arief sudah tidak mencintainya lagi? Benarkah Arief sudah tidak memperjuangkannya lagi?

Hakim yang menjadi mediasi bertanya banyak hal tentang alasan Jannah menggugat cerai. Jannah berceria panjang lebar tentang kelakuan Arief. Mulai dari nafkah, perhatian dan juga keharmonisan rumah tangga yang mulai jarang akhir-akhir ini. Arief sama sekali tidak menyanggah, karena memang itu yang terjadi.

"Apa itu tidak bisa dibicarakan baik-baik? Kalian masih ada anak, coba pikirkan masa depan anak kalian!" bujuk hakim agar Jannah bisa mencabut gugatan cerainya.

"Anak tetap urusan kami Pak Hakim. Kami akan merawat anak kami dengan baik, tetapi untuk bisa hidup bersama saya rasa sudah tidak bisa lagi," kata Jannah dengan tegas.

Arief tidak banyak bicara. Hatinya masih terguncang. Orang yang selama ini dia cintai kenapa harus seperti ini? Semua berakhir begitu saja. Berusaha untuk bisa tenang Arief mendesah, tangannya mulai berkeringat. Dia tidak siap untuk menghadapi semuanya.

"Pak Arief, bapak masih mencintai istri bapak?" tanya hakim, "kalau misalnya Ibu Jannah memberikan syarat agar rumah tangga kalian tetap utuh, kira-kira bapak Arief mau?"

"Pak Hakim, tidak perlu memperpanjang urusan. Dia sudah tidak mencintai saya lagi!" ucap Jannah.

"Sebentar, Ibu. Kita perlu mendengar penjelasan Pak Arief dulu," kata Hakim.

Arief mengeluarkan sapu tangannya, lalu membasuh keringat yang ada di dahinya. Dia memberi isyarat agar diberi waktu sejenak. Hakim yang penasaran pun memperbolehkannya. Butuh beberapa waktu sebelum Arief berbicara dengan lugas.

"Pak Hakim. Persoalan ini sebenarnya memang salah saya. Saya tidak bisa mendidik istri saya. Saya yang bersalah. Saya akui kalau nafkah yang saya berikan tidak cukup, karena memang saya belum mendapatkan pekerjaan yang tepat setelah mendapatkan PHK dari tempat kerja saya terakhir. Demikian juga mencari pekerjaan saat ini juga sulit, saya bekerja di berbagai tempat, hutang sana-hutang sini. Namun, menafkahi keluarga itu masih jadi tanggung jawab saya. Saya setiap bulan selalu memberikan nafkah, saya ada buktinya dan istri saya juga tahu. Kalau memang nafkah yang saya berikan tidak cukup maka iya, itu tidak cukup, tapi saya menolak untuk dituduh tidak pernah memberi nafkah. Itu dua hal yang berbeda," kata Arief.

Hakim mengangguk-angguk. "Iya, setuju. Itu benar. Nafkah tidak cukup bukan berarti tidak memberi nafkah."

Arief melanjutkan. "Pak Hakim, saya minta maaf sebelumnya. Karena sepertinya istri saya sudah benar-benar tidak ingin melanjutkan rumah tangga ini, saya akan hargai keputusannya. Asalkan dengan satu syarat."

Jannah dan Hakim memperhatikan Arief. Ini diluar rencana Jannah sebenarnya. Dia menginginkan sidang ini berlangsung lama, sebab dia tahu untuk bisa bersama dengan ustadz Thalib, dia setidaknya butuh waktu hingga mereka bisa tinggal bersama. Terlebih, kawan-kawan Arief juga adalah kawan-kawannya. Akan sangat heboh kalau sampai keretakan rumah tangga mereka tercium oleh pihak luar.

"Khalil harus ikut bersama saya," kata Arief.

"Tidak bisa. Kenapa harus begitu? Khalil ikut ibunya!" protes Jannah.

"Sebentar, sebentar! Menurut peraturan anak sebelum usia 12 tahun harus ikut ibunya sebagai pemegang hak asuh. Bila anak sudah lebih dari 12 tahun, maka itu akan dikembalikan lagi kepada keputusan anak," kata Hakim.

"Iya, aturannya seperti itu, lagipula Khalil masih kecil!" kata Jannah. Dia yakin akan menang dalam keputusan hak asuh. Khalil pasti akan ikut bersamanya.

"Maaf, Pak Hakim. Saya ingin memberikan sesuatu," kata Arief meminta izin. Hakim pun mempersilakan. Arief membongkar ranselnya untuk mengambil laptop. Perasaan Jannah mulai tidak enak. Apa yang akan dikeluarkan oleh Arief? Bukti perselingkuhannya? Tidak mungkin. Arief tidak pernah sejauh itu. Selama ini Jannah sangat rapi menyembunyikan hubungannya dengan ustadz Thalib. Atau itulah yang dia pikirkan selama ini.

Sembari Arief menghidupkan laptopnya, dia mengambil beberapa lembar dokumen yang dibawanya ke dalam sebuah map. Setelah itu dia berikan map tersebut kepada hakim. Map plastik tersebut kemudian dibuka oleh hakim dan saat melihatnya hakim terkejut.

Laptop tersebut membuka folder. Ada beberapa file di sana. Kemudian, salah satunya dimainkan oleh Arief. Saat player menyala, terlihatlah sebuah video yang cukup aneh bagi Jannah, sebab dia cukup mengenali tempat dimana video itu merekam. Itu adalah kamar tidurnya.

"Coba Pak Hakim menonton video ini untuk beberapa saat. Tidak lama, karena durasinya panjang saya potong. Kalau mau versi full saya bisa juga berikan," kata Arief.

Jannah mulai gelisah. Apakah Arief memasang kamera tersembunyi di kamarnya? Sejak kapan? Kenapa dia yang sering membersihkan kamar tidak pernah tahu kalau suaminya memasang kamera pengintai?

Tidak, itu salah. Dia beberapa waktu memang tidak membersihkan kamar. Itu terjadi saat dia dan ustadz Thalib janjian untuk ketemu di rumahnya. Oh tidak. Apakah itu video rekaman perselingkuhannya?

Tiba-tiba saja di layar video muncul dua insan yang berciuman panas. Hakim yang melihat pun melotot, terlebih saat tahu siapa yang ada di video tersebut. Tampak baju Jannah dilucuti, kecuali jilbabnya. Adegan berikutnya sang pria mengenyoti payudara sekalnya sambil meremas-remas dengan gemas. Video mesum itu pun dihentikan oleh Arief, karena tidak perlu sang Hakim menonton keseluruhan.

"Itu apa mas?" tanya Jannah, "mas mau fitnah aku?"

Arief mengangkat bahunya. "Dokumen yang saya berikan ke Pak Hakim adalah bukti chat istri saya dengan selingkuhannya. Artinya, sudah jelas. Istri saya berselingkuh."

"Jangan mengada-ada kamu mas, kamu mau menyerangku dengan fitnah ini?" Jannah berusaha membela diri, "kamu juga selingkuh. Kamu selingkuh dengan Azizah!"

"Kamu punya buktinya?"

Jannah terdiam. Dia tidak siap. Dia tidak pernah menyangka Arief bisa sejauh itu.

"Pak Hakim. Bukti-bukti perselingkuhan ini sudah jelas. Istri saya, Jannah telah berselingkuh dengan seorang pria. Kalau Pak Hakim ingin mengetes atau mendatangkan saksi ahli apakah video ini benar atau tidak silakan. Bapak sekalian datangkan juga si pria yang ada di video ini juga silakan. Tapi saya cukup sampai di sini, dia ingin cerai? Saya kabulkan!" ucap Arief tegas.

"Ibu Jannah, apa ibu punya hal-hal yang bisa membela ibu?" tanya hakim.

Jannah kebingungan. "Saya butuh waktu pak hakim."

Mediasi hari itu pun berakhir. Masih ada babak panjang kalau persidangan ini dilanjutkan. Jannah hari itu rasanya seperti dikuliti habis-habisan. Dia pun stress dan berusaha untuk menenangkan diri.

* * *

"Bagaimana sidangnya?" tanya ustadz Thalib saat mereka bertemu lagi di hotel.

"Kacau. Arief tahu semua," jawab Jannah.

"Maksudnya?"

"Dia tahu semua, chatting kita, bahkan dia punya rekaman video kita sedang bercinta!" kata Jannah.

"Apa aku bilang. Kalau dia memang mencintaimu, kenapa dia tidak memperjuangkanmu. Malah diam dan membiarkanmu direbut oleh orang lain? Jannah sudahlah, jangan kamu urusi dia lagi. Lupakan dia!" bujuk ustadz Thalib.

"Tapi aku masih belum bisa menerimanya. Dia jahat sekali, kalau memang dia sudah tahu kita selingkuh, kenapa dia diam saja? Kenapa?" kata Jannah sambil menangis.

Ustadz Thalib pun memeluknya berusaha untuk menenangkan Jannah. Jannah akhirnya menghapus air matanya. Satu hal yang pasti, dia tidak tahu lagi bagaimana menghadapi wajah suaminya nanti. Sebelum pengadilan agama mengetok palu, mereka masih suami istri secara hukum. Dia kembali teringat anaknya, ingin sekali dia memeluk anaknya di saat-saat seperti ini. Namun, semuanya sudah terlambat. Dia sudah terlalu jauh bertindak. Pasti Arief juga tidak akan membiarkan mendekati Khalil.

"Kau tak perlu khawatir. Apapun kebutuhanmu aku akan memenuhinya," kembali ustadz Thalib mengeluarkan kata-kata rayuannya.

"Tapi Mas masih jadi status suami orang, apa kata orang nanti?" tanya Jannah.

"Nggak masalah, aku akan menikahi kamu juga. Di dalam agama kan tidak dilarang memiliki istri lebih dari satu?" kata ustadz Thalib.

Lelaki itu memegang wajah Jannah. Dia berusaha untuk meyakinkan Jannah bahwa semuanya akan baik-baik saja. Memang dalam hal kekayaan ustadz Thalib cukup kaya. Bisnisnya besar dan punya banyak toko. Kharismanya tinggi, terlebih setelah dia menikahi seorang perempuan kaya, anak dari pemilik pesantren. Tidak ada yang tahu bagaimana caranya perselingkuhan dia aman sampai sekarang dan tidak diketahui oleh keluarganya.

Wajah ustadz Thalib mendekat ke Jannah. Mereka berciuman. Lidah lelaki itu mulai beradu dengan lidah mantan adik kelasnya. Mata Jannah memejam. Sungguh sebenarnya kalau dia bisa memutar waktu, dia ingin menikah dengan ustadz Thalib daripada Arief, tapi takdir berkata lain. Sejak kuliah dia sudah jatuh cinta kepada lelaki ini, sayangnya Arieflah yang lebih berani dan mendahului.

Tangan sang lelaki mulai bergerak aktif. Tentu saja, target utama adalah kedua payudara yang masih terbungkus kain. Tapi itu tidak akan lama, terlebih Jannah mulai membantu untuk melepas baju gamisnya. Sang ustadz juga rasanya tak sabar ingin kembali lagi beradu fisik, kulit dengan kulit. Rasanya juga tak akan ada habisnya untuk merengguk birahi dengan Jannah, seorang perempuan seksi yang sudah jadi bahan imajinasinya semenjak masih kuliah dulu. Sekarang, cinta mereka dipersatukan lagi walaupun dengan cara yang kurang baik, tapi itu masa bodoh.

Satu per satu pakaian pun dilucuti. Ah, hanya tinggal kerudung berwarna krem saja di kepala Jannah. Dasar fetish lelaki laknat ini sudah ditebak, ingin menggalui Jannah dengan memakai kerudung. Perempuan itu pasrah saja saat disuruh untuk mengulum batang berurat miliknya. Mulut yang selama ini juga mungkin digunakan untuk mengulum batang suaminya, sekarang digunakan mengulum batang suami orang.

"Ouuhh... iya, sayang. Pandai nian kau ini," ucap Thalib sambi merem melek.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Lima Anak Kembar
9.4
Isabella Ardhani mengalami nasib tragis setelah terjebak di kamar Rafael Damar, bos mafia penguasa bisnis. Insiden tersebut membuatnya hamil lima anak kembar jenius. Diusir dari rumah, ia kabur ke luar negeri demi membesarkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, Isabella kembali sebagai wanita berkuasa. Takdir membawanya bertemu Rafael lagi, namun kali ini kelima anaknya telah menyiapkan rencana balas dendam besar terhadap ayah kandung mereka.
Sampul Novel Istri Kedua Pak Kades
9.8
Raya, mahasiswi KKN, mengalami tragedi kelam saat Pak Kades yang sedang sakau kehilangan kendali dan merenggut kesuciannya secara paksa. Meski Raya telah memohon dan berteriak histeris di tengah malam yang sepi, tak ada warga yang datang menolong. Kejadian memilukan ini menghancurkan hidup Raya seketika. Bagaimana nasib Raya selanjutnya setelah kehormatannya dirampas oleh pria beristri yang sudah memiliki anak tersebut? Ikuti kelanjutan kisahnya yang penuh duka.
Sampul Novel Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal
8.5
Maya Syaqilla merantau ke kota demi mengangkat derajat keluarganya. Awalnya ia mengira akan bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun kesepakatan dengan Handoko justru menjadikannya istri kontrak sang majikan selama setahun. Meski caranya salah, kemakmuran kini menyelimuti keluarganya. Akankah benih cinta tumbuh antara Maya dan Boy hingga pernikahan mereka menjadi nyata? Ataukah rahasia besar ini akan terbongkar dan memicu kemarahan besar dari kedua keluarga besar mereka?
Sampul Novel KEKASIH HALALKU
9.3
Seorang wanita muda yang terbiasa hidup manja sebagai putri pengusaha kaya harus menghadapi garis takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya untuk menjadi seorang istri muda. Menikah dengan pria yang memiliki perbedaan usia sangat jauh membuat dunianya berubah drastis. Kini, ia harus berjuang menjalani peran barunya dalam ikatan pernikahan yang tidak pernah ia harapkan terjadi di hidupnya.
Sampul Novel Ketika Istri Sudah Mati Rasa
7.9
Dunia Alexa hancur saat mengetahui pengkhianatan suami dan sahabatnya sendiri. Meski sempat terpuruk, ia bangkit untuk membalas rasa sakit hati tersebut dengan cara yang elegan. Namun, Sintya yang tak puas setelah merebut Ryan justru terus berusaha menghancurkan hidup Alexa, bahkan menyasar Anggia. Di tengah konflik ini, muncul Razka yang setia melindungi Alexa dari segala ancaman. Mampukah Alexa membuka hati kembali setelah dikhianati begitu dalam?
Sampul Novel LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
9.3
Stenly Sebastian Miller hancur saat Kimberly memutuskan hubungan dua tahun mereka akibat isu kebangkrutan. Bertekad bangkit, Stenly bersumpah mencari pengganti yang lebih baik. Di tengah luka, ia menyelamatkan Seruni dari serangan Dante yang obsesif. Meski berakhir babak belur demi melindungi Seruni, insiden ini justru memicu ketertarikan Stenly padanya. Kini ia harus memilih: terus meratapi masa lalu atau memulai lembaran baru yang bahagia bersama Seruni.