Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MELODI MELII

MELODI MELII

Memiliki kembaran tak selalu indah bagi Melodi dan Meli. Hubungan mereka yang semula harmonis hancur akibat tragedi masa lalu. Kini, Melodi menyimpan dendam mendalam dan sengaja bersaing dengan Meli, termasuk mencintai pria yang sama. Persaingan memperebutkan hati dan peran dalam hidup ini memicu konflik yang kian meruncing. Akankah salah satu dari mereka bersedia mengalah demi ikatan darah, ataukah cinta justru akan memisahkan mereka selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Cinta itu seperti mimpi buruk yang datang tiba-tiba dan pergi tanpa kata-kata"

***

Tiba-tiba kantin berubah menjadi ramai karena datang dua cowok yang dikagumi banyak siswi di sekolah ini. Bukan hanya rupanya yang tampan tapi pikirannya juga cerdas. Semua murid disekolah ini mengidolakan cowok-cowok seperti itu.

Kecuali Melodi, dia sangat membenci seorang cowok salah satu diantara mereka. Melodi bahkan muak bertemu setiap hari dengan cowok itu. bagaimana tidak, cowok itu selalu menyudutkannya setiap saat dan melukai harga dirinya sebagai seorang manusia.

Entah mengapa setiap Melodi bertemu dengan orang itu, Melodi selalu naik darah. Melodi selalu teringat patah hati yang terjadi di masa-masa dulu. Jika memang cintanya bertepuk sebelah tangan tidak masalah. Akan tetapi, tidak perlu sampai menginjak-injak harga dirinya.

"Harus dong! nah, lo gimana sekarang?"tanya Andin menyenggol bahu Melodi pelan. Kebetulan Andin duduk disebelah Melodi jadi Andin bisa bebas memukul Melodi nanti.

"Gak gimana-gimana dong!"jawab Melodi santai. Sesekali menyedot es coklat kesukaannya.

Ada cerita yang tidak bisa diungkapkan, bukan maksud tidak percaya tapi Melodi belum siap mengungkapkan jati dirinya. Belum saatnya dia bercerita siapa dia dan bagaimana hidupnya. Jika bisa Melodi tidak mau seperti ini. Keadaanlah yang memaksa Melodi harus berubah. Ingat! Dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri dan dia mampu berdiri sendiri. Setidaknya itu yang menjadi prinsip Melodi saat ini.

Beri kritik dan sarannya ya di komentar😊masih penulis amatir, mohon di mengerti.

Dan jangan lupa tekan bintang⭐

Terima kasih🄰

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2
9.2
Dalam buku kedua trilogi Women Power Series, Jihan Khairiyah menghadapi kehancuran rumah tangga di tengah kehamilan tua. Reuni membawa petaka saat suaminya, Tommy Wiranata, terjerat CLBK dengan Diana, tetangga yang dianggap saudara sendiri. Meski Tommy berdalih hanya khilaf, Jihan menyadari pengkhianatan emosional tetaplah perselingkuhan. Kini Jihan harus memilih antara bertahan demi nafkah atau pergi demi harga diri dari lingkaran dusta yang menyakitkan.
Sampul Novel Cinta dan Dendam Andara
9.8
Andara meninggalkan kehidupan desa untuk merantau ke kota besar. Misi utamanya adalah menemukan sosok yang bertanggung jawab atas penderitaan sang ibu di masa lalu. Saat bekerja sebagai staf pembersih, ia justru menarik perhatian seorang CEO tampan yang menjadi pimpinannya. Benih cinta mulai tumbuh di antara mereka berdua di tengah perbedaan status sosial. Namun, ketika hubungan semakin dalam, berbagai rintangan besar muncul menguji kesetiaan mereka.
Sampul Novel Ena-Ena 21+
8.4
Ena-Ena 21+ menyajikan antologi cerita pendek romantis yang mengeksplorasi beragam dinamika hubungan dewasa. Mulai dari romansa penuh kuasa antara CEO dan pengusaha, hingga kisah emosional yang melibatkan janda, duda, serta konflik antara mertua dan menantu. Dengan latar profesi yang luas seperti tentara, dokter, hingga satpam, setiap narasi dirancang untuk memuaskan fantasi pembaca melalui alur yang memikat. Nikmati setiap jalinan kisah cinta yang unik dan mendalam.
Sampul Novel Harga Diri Seorang Wanita
8.1
Jenna Ren berdiri di tepi atap rumah sakit dengan lengan berdarah dan hati hancur. Saat nyaris melompat, ia melihat suaminya datang bersama wanita lain. Jenna sadar bahwa kematiannya hanya akan memberi mereka kebahagiaan. Setelah menderita hingga keguguran, ia bangkit untuk membalas dendam. Jenna membatalkan niat bunuh diri dan mendatangi Tuan Besar Kim. Sambil berlutut, ia memohon kekuasaan demi menghancurkan orang-orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Laras memutuskan pergi menjauh saat David menyuruhnya melenyapkan janin di rahimnya. Namun, pelarian itu tak lantas membawa ketenangan karena bayangan masa lalu terus mengejarnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang telah berubah total. Akankah mereka memilih bersatu demi sang buah hati, atau justru tetap pada jalan masing-masing meski benih cinta sebenarnya masih tersimpan rapat di dalam lubuk hati mereka?
Sampul Novel Puncak Nafsu Ayah Mertua
7.9
Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.