Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Melepas Suamiku Demi Adikku

Melepas Suamiku Demi Adikku

Kehidupan rumah tangga Anisa hancur seketika saat rahasia kelam suaminya terungkap. Lelaki yang ia cintai ternyata menjalin hubungan gelap dengan adik tirinya sendiri, Laura. Pengkhianatan menyakitkan ini mencapai puncaknya ketika Laura diketahui tengah mengandung anak dari suaminya tersebut. Terjebak dalam situasi yang memilukan, Anisa terpaksa mengikhlaskan suaminya untuk menikahi Laura demi pertanggungjawaban atas perbuatan mereka di belakangnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Anisa meletakkan teh hangat dihadapan adik tirinya sambil tersenyum manis seperti biasanya.

"Kamu bagaimana kabarnya? Sudah berapa hari kakak tidak bertemu dengan kamu, maaf jika kakak lupakan kamu akhir-akhir ini. Ya biasalah Kamu kan tahu sendiri bagaimana kalau kakak ini sangat sibuk mengurus Kakak ipar kamu." ujar Anisa sambil melirik ke Riko yang saat ini sedang duduk di sampingnya. Riko yang mendengar itu langsung menatap ke arah istrinya dan tersenyum kaku, setelah itu ia melirik ke arah Laura yang saat ini sedang cemberut menatap ke arahnya dan di saat Anisa menatap ke arah Laura, Laura langsung tersenyum.

"Ah tidak apa-apa Kak, aku baik dan bagaimana dengan kabar kakak? Makanya aku datang ke sini untuk melihat bagaimanakah kondisi Kakak dan juga kabar Kakak ipar, karena Mama sejam kemarin terus menyuruh aku untuk datang. Awalnya aku menolak karena aku merasa tidak enak jika aku datang pasti akan mengganggu kalian dan benar saja aku malah mengganggu Kakak kan?" tanya Laura dengan begitu sangat lembut. Anisa menggelengkan kepalanya.

"Tidak kakak, tadi baru saja selesai memindahkan pakaian kakak ipar kamu. Ya biasalah ibu-ibu. Oh ya, ayo kita makan! Nanti makanannya akan dingin. Tidak enak kalau dingin, ya kan sayang?' tanya Anisa sambil merangkul tangan Riko di hadapan adiknya, tentu saja Riko yang dirangkul oleh Anisa tidak bisa menolak jika ia menolak dan bersikap kasar kepada Anisa itu akan membuat Anisa curiga. Riko tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Iya Laura, kamu kan tadi bilang kalau kamu belum makan, lebih baik kita makan terlebih dahulu. Mbok tadi sudah membuatkan makanan untuk kita." Laura langsung menganggukkan kepalanya, padahal sejak tadi ia sudah mengepalkan tangannya karena merasa panas melihat pemandangan itu dan disaat mereka berada di meja makan pun, tiba-tiba Anisa menyuapi Riko tanpa banyak bicara, hal itu tentu saja membuat Riko terkejut. Begitu pun dengan Laura, padahal sejak tadi Laura sudah mencuri pandang ke arah kakak iparnya itu.

"Ayo buka mulutnya sayang!" perintah Anisa kepada suaminya. di saat seperti itu Riko hanya bisa menurut, karena ia tidak mau membuat Anisa marah.

"Em, sudah, aku bisa makan sendiri kok, kamu makan saja, habiskan makan kamu dan kamu juga Laura, kamu harus makan. Lihatlah,tubuh kamu tuh sedikit harus digemukkan kamu itu tidak harus menjaga pola makan kamu, kamu lebih cantik jika kamu sedikit gemuk ya kan sayang?" tanya Riko kepada Anisa. Anisa yang sedang mengunyah makanan langsung menatap ke arah adiknya dan menganggukkan kepalanya.

"Betul, apa yang diucapkan suami kakak adalah benar, makanya suami kakak selalu menyuruh kakak untuk makan karena dia sangat suka dengan tubuh yang sedikit gemuk. Katanya enak untuk dipeluk." ucap Anisa sambil menggenggam tangan suaminya dan tersenyum. Laura yang mendengar itu tentu mengepalkan tanganya dan mengutuk apa yang di ucapakan oleh Riko.

Siang harinya disaat Anisa sedang sibuk di dapur, tiba- tiba ia mendapatkan telepon dari ibu tirinya hal itu tentu saja membuat Anisa bingung pasalnya di situ ada adik tirinya yang sedang mengobrol berdua dengan ke suaminya mamah kan HP dia meneleponku, tumben sekali. Ada apa ini?" Anisa langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Halo Ma, selamat siang."

"Siang Anisa. Bagaimana kabar kamu? Kenapa kamu tidak main ke rumah mama, sudah satu minggu kamu tidak ada kabar dan bagaimana Adik kamu? Apakah adik kamu ada di sana?" tanya Maya mamanya Laura. Anisa yang ditanya seperti itu langsung menatap ke arah ruang tamu yang saat ini di mana ada sepasang manusia yang sedang asyik berbicara tanpa memikirkan lingkungan sekitar. "Laura ada kok di sini. Bahkan dia sedang ngobrol sama kakak iparnya, aku senang sekali melihat mereka akur. Aku kira mereka tidak akan akur. ternyata akur. Mama Bagaimana kabarnya? Maaf aku tidak bisa mengunjungi Mama akhir-akhir ini, karena ya Mama tahu sendiri kan kalau aku dan juga Riko itu lagi dalam masa program memiliki anak, jadi ya tiap hari Riko selalu meminta jatah." Entah kenapa Anisa malah ingin berbicara seperti itu kepada Mama tirinya.

Maya yang mendengar itu langsung mendelikkan matanya.

"Oh seperti itu. Baguslah, lebih cepat lebih baik kamu memiliki anak. Ya sudah kalau seperti itu Mama titip Laura ya dan Laura tadi bilang kalau dia akan menginap di sana beberapa hari, kamu tidak apa-apa kan? Karena Mama akan pergi ke luar kota untuk menemui temanku, mama hanya punya kamu untuk menitipkan Adik kamu, kasihan dia, kalau dia tidur di rumah sendirian." Anisa yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya. Pasalnya mau pergi ke mana Mama tirinya itu dan juga permainan apa yang di lakukan oleh Laura.

"Oh seperti itu. Baiklah, Mama tenang saja," panggilan itu pun terputus. Anisa yang saat ini sedang berada di ambang pintu dapur dan sedang mengintip suami dan adik tirinya tentu langsung berjalan dan mengeluarkan suaranya untuk memanggil nama adiknya, agar mereka sadar jika Anisa datang.

"Laura- Laura. Kamu di mana?" teriak Anisa. Laura langsung menggeser tubuhnya.

"Iya kak, aku di sini. Aku di ruang tamu sama Kak Riko. Ada apa ya?" tanya Laura sambil bangkit. Anisa tersenyum.

"Ini loh, tadi Mama telepon sama kakak dia bilang kalau kamu akan menginap di sini beberapa hari, apakah betul?" tanya Anisa dengan lembut sambil memegang bahu adiknya, apalagi sejak tadi matanya begitu panas melihat kalung mewah bertengger di leher adiknya. Kalung itu adalah kalung di mana beberapa hari lalu temukan di balik paku celana suaminya pasalnya ia pikir kalung itu akan diberikan kepadanya, tapi ternyata disaat Riko menyadari kalung itu disimpan oleh Anisa Riko marah dan langsung mengambil kalung tersebut dan berdali jika kalung itu milik temannya.

"Iya kak, aku akan menginap di sini kalau kakak izinkan. kalau tidak ya tidak apa-apa." ucap Laura dengan begitu sangat lembut, memang Laura selama ini selalu bersikap lembut dan juga manja kepada kakaknya itu.

"Oh seperti itu. Kakak tidak keberatan kok, lagian kamu kan cuma punya kakak di sini. Oh ya kalung kamu cantik sekali, kira-kira kamu dapat kalung itu dari mana ya?" Tanya Anisa sambil menatap ke arah suaminya. Riko yang sadar jika saat ini kalung yang dipakai oleh Laura itu kalung yang di mana dilihat oleh Anisa langsung bangkit dan langsung gelagapan bahkan Riko langsung mengeluarkan keringat dingin, karena dia takut Anisa akan berpikir yang tidak-tidak tentangnya. Laura yang ditanya seperti itu langsung melirik ke arah Riko dan memegang kalungnya.

'Oh ini. Ini dikasih sama pacar aku Kak, kata dia karena dia sangat mencintai aku dan juga berjanji akan menikahi aku, makanya dia memberikan kalung Ini, memangnya ada apa ya?"

"Tidak apa-apa, Kakak seperti pernah melihat kalung ini saja. bukan begitu sayang?" tanya Anisa kepada Riko. Riko yang ditanya seperti itu langsung membulatkan matanya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JGB" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JGB
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel An Affair
9.2
Winter Samantha menyamar demi menghancurkan keluarga Smith yang telah merenggut nyawa orang tuanya. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan putranya, David, ke dalam skandal perselingkuhan yang berbahaya. Namun, di tengah misi balas dendam tersebut, muncul Sean William, sahabat masa kecil yang mencintainya dengan tulus. Kini Winter terjebak dalam dilema besar: tetap menghancurkan musuhnya atau memilih hidup bahagia bersama lamaran cinta sejatinya, Sean.
Sampul Novel ANAK CEO TAMPAN
8.1
Candice menjadi korban jebakan keji mantan suaminya yang berujung pada malam bersama pria asing. Empat tahun berlalu, ia kembali ke tanah air bersama putra kecilnya yang cerdas, tampan, dan jenius. Tak disangka, takdir mempertemukannya kembali dengan ayah biologis sang anak. Di tengah rencana balas dendam yang membara terhadap pria yang telah menghancurkannya, akankah Candice menemukan kebahagiaan sejati bersama keluarga kecilnya yang baru?
Sampul Novel Bukan yang Pertama
8.4
Zaina Rahayu menjadi yatim piatu akibat kesalahan fatal seorang sosialita. Sebagai penebus dosa, wanita itu menjanjikan posisi menantu di keluarganya. Namun, sikap dingin calon suaminya serta masa lalu pria itu yang belum usai membuat Zaina membatalkan perjodohan. Meski mencoba menghindar, takdir justru terus menyeretnya kembali pada pria galak tersebut. Bisakah gadis lugu ini bertahan menghadapi cinta yang tumbuh di tengah bayang-bayang masa lalu sang suami?
Sampul Novel Lebih Baik Kejam daripada Penuh Kasih Sayang
9.2
Shanon memutuskan untuk meninggalkan kehidupannya saat ini dan kembali pulang. Atas permintaannya, sistem mengaktifkan proses pelepasan program yang akan selesai dalam waktu setengah bulan. Hal ini membuat sistem bingung, sebab Shanon memiliki suami yang penuh kasih sayang serta putra yang selalu membelanya di dunia ini. Namun, saat sistem menyebut mereka sebagai keluarganya, Shanon tidak bergeming dan hanya menatap layar televisi dengan pandangan yang sulit diartikan.
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Kebahagiaan Tiara hancur saat Andre, suaminya sendiri, menjualnya kepada pengusaha bernama Dewa demi melunasi utang. Meski awalnya pahit, benih cinta mulai tumbuh di hati Tiara saat hidup bersama Dewa. Namun, Dewa justru mengusir Tiara yang tengah hamil saat mantan kekasihnya kembali. Bertekad membesarkan bayinya sendirian, Tiara menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon kembali, namun Tiara tak akan menyerah semudah itu.
Sampul Novel Psikopat & Gadis Desa
8.9
Christian Kim, pewaris kaya yang bengis, memaksa Moon melayaninya melalui ancaman. Murka atas wafatnya sang nenek, gadis desa ini nekat menikam Christian demi balas dendam. Namun, upaya gigih sang tuan muda untuk meraih cintanya mulai meluluhkan hati Moon. Di tengah gejolak rasa, terungkap fakta bahwa Moon memiliki ikatan rahasia dengan keluarga besar Kim. Akankah kebenaran mengejutkan ini menghancurkan asmara mereka atau justru mempererat hubungan yang ada?