Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Melepas dengan Ikhlas

Melepas dengan Ikhlas

Hidup Mutia hancur akibat keserakahan mantan ibu mertuanya yang terus melontarkan hinaan dan fitnah keji. Penderitaannya kian memuncak saat sang suami justru enggan memihak padanya. Muak dengan segala ketidakadilan tersebut, Mutia memutuskan pergi membawa luka mendalam. Ia bersumpah tak akan pernah sudi kembali setelah kakinya melangkah keluar. Akankah Mutia menemukan kebahagiaan baru? Simak perjalanan emosionalnya dalam menghadapi pengkhianatan ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Apa ini jawaban dari kesedihanku selama ini? Tidak, ini uang bukan uangku, bukan hakku. Aku harus menyimpannya, aku harus cari tahu pada si alfaqir ini."

Aku pun membereskan semua barang-barangku dan memilih merehatkan badan, melepas penat, terutama melepas mendung pekat yang menyelimuti hati ini.

"Mas Agha, di mana kamu, Mas. Ayo lah cepet pulang. Kamu akan mencariku kan jika kamu sampai di tanah kelahiran kita ini. Aku akan cerita semuanya, Mas. Saat itu kamu akan memilih dan mulai mengambil sikap, jika aku dianggap akan menguasai hartamu, itu salah, Mas. Semua uang yang kamu kirimkan diambil ibu."

Kala itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa saat ibu meminta paksa uang kiriman Mas Agha, seribu rupiah pun aku tidak diberi bagian. Aku dilarang untuk mengadukan semuanya sama Mas Agha, jika tidak maka aku akan diusir dari rumah itu.

"Tragis sekali, pada kenyataannya. Aku pun terbuang saat ini."

Mati mungkin lebih ringan bagiku saat ini, tidur saja masih bisa berpotensi mimpi buruk, walau kenyataan itu lebih buruk dari mimpi paling menakutkan.

"Apa yang akan aku lakukan besok? Tidak mungkin aku selalu diam. Jika aku diam, maka orang-orang akan memanfaatkanku."

Tidur terasa begitu singkat, saat bangun aku buru-buru mengecek bingkisan cokelat yang kutemui kemarin sore.

Alhamdulillah masih ada, sekarang saatnya aku bersiap, lalu mencari alfaqir. Entah alfaqir itu adalah namanya, atau mungkin hanya sebatas nama samaran saja.

Tok tok tok

Siapa yang akan mengetuk pintu pagi-pagi buta seperti ini. Aku bergegas menuju pintu, kuputar gagangnya dan saat daun pintu terbuka ternyata tidak ada siapa-siapa di sana. Aku teliti lagi, benar tidak ada siapa-siapa.

Saat aku hendak menutup pintu, tiba-tiba tidak sengaja aku menendang lemah sebuah kotak kecil.

"Apa lagi ini? Rumah ini yang serem, apa mungkin ini keberuntungan bagi setiap penghuni baru kontrakan ini, ya."

Tidak mau ambil pusing, aku pun meraih kotak tersebut. Saat kubuka, ternyata ponsel iPhone keluaran terbaru. Tentu aku terbelalak, siapa yang telah mengirimkan ini.

Aku buru-buru masuk ke dalam rumah, ternyata isinya tidak hanya ponsel, lengkap dengan surat petunjuk di dalamnya.

"Alfaqir."

"Alfaqir lagi, siapa sih orang ini. Kenapa dia sepertinya semisterius ini."

'Gunakan ponsel ini jika kamu membutuhkan, dan ingat, ini adalah hakmu. Kamu tidak perlu ragu ataupun berpikir berkali-kali untuk menggunakannya. Hubungi aku jika kamu perlu sesuatu."

Apa mungkin ini Mas Agha, ya. Tapi kurasa tidak mungkin, ini bukan nomornya. Aku ingat betul angka akhiran nomor ponsel Mas Agha, tetapi aku lupa berapanya. Sehingga aku tidak bisa menghubungi dia.

Semua yang terjadi saat ini, tidak lah pernah aku bayangkan sehingga aku harus susah payah menghapal nomor suamiku. Aku tidak pernah membayangkan, ternyata mertua dan adik iparku setega itu padaku.

"Mas Agha, kamu di mana, Mas."

Beberapa jam merenung, aku mulai mengaktifkan ponsel yang baru saja kuterima. Tentu sebelumnya aku masih berpikir berkali-kali apakah aku harus menggunakannya atau tidak.

"Bismillah. Semoga alfaqir ini bisa memberiku celah terang mengenai semua ini."

Tut tut tut

Tidak ada jawaban, sembari menunggu aku berniat untuk membuka medsosku. Payah sekali, aku gagal masuk. Apa mungkin akunku sudah diubah oleh adik iparku, ya. Bagaimana ini.

Aku mencoba membuat akun baru, aku harus berusaha menghubungi Mas Agha, minimal aku akan mencari nomor untuk bisa menghubunginya.

"Widya, jika kamu merasa pintar, maka lihat saja, aku akan jauh lebih pintar."

Belum juga aku melanjutkan proses pencarian, aku dikejutkan dengan status adik iparku itu. Tentu aku stalking secara diam-diam. Dia memasang status bahwa aku telah meninggalkan Mas Agha? Tentu di sana banyak sekali tetangga-tetangga yang berkomentar miring tentangku.

Tidak menjadi masalah bagiku jika kiranya aku dibuang, aku bisa terima. Namun, statusku masih sah sebagai istri Mas Agha, bagaimana bisa Widya menyebarkan isu-isu seperti itu.

Jariku geram untuk ikut memberikan komentar, ingin sekali mengungkap kebenaran yang sesungguhnya. Namun, apalah daya, sekarang suasana masih sangat tidak memungkinkan. Yang ada, nanti aku malah akan semakin mendapatkan hujatan. Mungkin tuk saat ini sebaiknya aku diam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku bukan wanita penggoda
9.1
Anindya terpisah dari teman masa kecilnya, Yeja, setelah orang tuanya berdamai. Sembilan belas tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit. Yeja kini menjadi calon suami Anindira, saudara kembar Anindya. Masalah muncul saat terungkap bahwa Yeja bersedia menikah hanya karena salah mengira Dira adalah teman kecilnya. Kini Anindya terjebak dilema: bungkam atau mengungkap kebenaran meski harus dibenci oleh kembarannya sendiri.
Sampul Novel Antara Dua Hati
8.8
Razi memutuskan menikahi gadis desa pilihan ibunya setelah lamarannya ditolak oleh Maida karena status sosial. Meski awalnya didasari rasa kecewa, prahara muncul saat Razi membawa istrinya pindah ke Jakarta. Maida yang ternyata menyimpan rasa mulai terobsesi merebut Razi kembali. Situasi semakin pelik saat kakak angkat Maida ikut campur memperkeruh suasana. Di tengah tekanan dan gangguan ini, mampukah pernikahan Razi dan Hana bertahan dari kehancuran?
Sampul Novel Gairah Sang Majikan
8.2
Kisah romansa dewasa ini menyoroti dinamika terlarang antara seorang majikan dan asisten rumah tangganya. Sang majikan tak kuasa menahan pesona kecantikan pembantunya yang begitu memikat, hingga percikan gairah di antara mereka meledak dalam hubungan intim yang penuh intensitas. Pembaca diharapkan bijak karena narasi ini dipenuhi adegan panas yang eksplisit, menggambarkan bagaimana keduanya terhanyut dalam godaan yang tak terbendung di dalam rumah.
Sampul Novel Istri Kedua Pak Kades
9.8
Raya, mahasiswi KKN, mengalami tragedi kelam saat Pak Kades yang sedang sakau kehilangan kendali dan merenggut kesuciannya secara paksa. Meski Raya telah memohon dan berteriak histeris di tengah malam yang sepi, tak ada warga yang datang menolong. Kejadian memilukan ini menghancurkan hidup Raya seketika. Bagaimana nasib Raya selanjutnya setelah kehormatannya dirampas oleh pria beristri yang sudah memiliki anak tersebut? Ikuti kelanjutan kisahnya yang penuh duka.
Sampul Novel Kesayangan Paman Mark
8.4
Selva merintih kesakitan saat Mark memaksakan kehendaknya dalam sebuah pertemuan terlarang yang penuh ketegangan. Di tengah pergulatan tersebut, Mark mengerang tertahan sambil membisikkan peringatan agar Selva meredam suaranya. Ia sangat khawatir desahan gadis itu akan membangunkan orang tua Selva yang sedang terlelap di rumah yang sama. Hubungan rahasia ini menuntut keheningan mutlak agar rahasia gelap mereka tidak terendus oleh keluarga terdekat.
Sampul Novel Merengkuh Cinta Ilahi
8.0
Siti Halimah, pemulung yang kehilangan suaminya, Prajana, akibat kecelakaan maut dan penolakan kasta, terpaksa menikahi sang penabrak, Lukman. Pernikahan tanpa cinta ini mengungkap rahasia kelam tentang Laura, mantan kakak iparnya yang ternyata istri pertama Lukman yang kehilangan rahim. Misteri kian pelik dengan kondisi serupa pada ibu tiri Lukman. Di tengah duka dan rahasia medis, mampukah para wanita ini menemukan kebahagiaan serta cinta sejati mereka?