Sampul Novel Aku bukan wanita penggoda

Aku bukan wanita penggoda

9.1 / 10.0
Dalam romance novel Aku bukan wanita penggoda, Anindya terjebak dilema saat Yeja, teman masa kecilnya, hendak menikahi kembarannya karena salah identitas. Anindya harus memilih antara mengungkap kebenaran atau membiarkan takdir salah arah di modern novel yang penuh rahasia ini.
Ringkasan Aku bukan wanita penggoda
Anindya terpisah dari teman masa kecilnya, Yeja, setelah orang tuanya berdamai. Sembilan belas tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit. Yeja kini menjadi calon suami Anindira, saudara kembar Anindya. Masalah muncul saat terungkap bahwa Yeja bersedia menikah hanya karena salah mengira Dira adalah teman kecilnya. Kini Anindya terjebak dilema: bungkam atau mengungkap kebenaran meski harus dibenci oleh kembarannya sendiri.
Baca Selengkapnya

Aku bukan wanita penggoda Bab 1

Anak berusia enam tahun itu terus menatap anak laki-laki berkaca mata yang terlibat fokus dengan buku di tangannya tanpa melihat sekitar.

Sudah satu minggu Anindya ada di sini bermain dengan banyak anak, tapi hanya anak laki-laki itu yang tidak tertarik bermain bersamanya. Hal itu membuat anak itu bertanya-tanya, sebenarnya apa ada yang salah dengan dirinya?

“Jangan melihatnya seperti itu, nanti dia bisa marah,” kata seseorang membuat Anindya tersentak, lalu melihat si pelaku.

Gadis kecil itu menaikkan satu alisnya heran. “Kenapa dia harus marah?” sahutnya heran, lalu kembali menatap anak laki-laki yang masih fokus pada bukunya. “Aku cuma lihat kok.”

Erin, teman baru Anindya di panti berdecak tidak suka. “Aku juga tidak tahu, tapi intinya dia orang yang pemarah.”

“Tapi aku ngga punya salah,” Anindya masih merasa dirinya tidak salah, lalu ia mengalihkan pandangan pada anak berusia sepuluh tahun dengan polos. “Dan–“

“Bagaimana kalau kita main boneka lagi?” Ajak Erin mengalihkan pembicaraan dari anak laki-laki bernama Yezra.

Anak perempuan dengan rambut yang di ikat dua itu mengangguk dengan cepat. “Ayok, tapi tadi kata kakak bosan katanya main boneka terus.”

“Itu kan tadi.” Erin sedikit menyeret Anindya menjauh dari teras dan meninggalkan anak laki-laki yang duduk di bawah pohon sedang menatap mereka.

Seperti yang di janjikan, kedua anak itu bermain boneka di ruang yang berfungsi sebagai tempat meletakkan semua mainan yang di berikan orang baik.

Semua mainan di dalam ruangan ini tidak boleh di mainkan di luar rumah karna akan di curi sebab mereka lupa membawa masuk ke dalam rumah.

“Ngga tahu Dok, tapi anak Yaya tadi pagi bicara sakit panas.”

“Oh, jadi anaknya demam Bu?” Erin pura-pura menulis di atas kertas kosong, lalu mendekat pada boneka yang ada di dekat Anindya.

Anak itu menyentuh kening boneka, lalu tersentak kaget. “Ini panas sekali, Bu.”

“Apakah parah Dok? Apa dia harus di operasi?” Celetuk Anindya dengan polos, membuat Erin tertawa begitu juga dengan si pelaku.

“Sangat parah, tapi ngga sampai di operasi kok,” ucap Erin setelah lelah tertawa. “Aku akan menulis obatnya dan Ibu hanya perlu menebusnya di apotek.”

“Apotek itu apa?” tanya Anindya polos.

“Oh, apotek itu ...” Erin terdiam, anak berusia sepuluh tahun itu bingung mencari cara menjelaskan pada anak enam tahun di depannya. “Ah, apotek itu tempat orang mengambil obat.”

Anindya mengangguk mengerti, namun masih ada yang menjadi tanda tanya untuknya. “Memang apo ... tek, itu ada di rumah sakit? Kalau ngga salah ... Ayah pernah cerita ke Bunda katanya mencari obat untuk Mas Andra jauh.”

“Ada, aku pernah pergi ke apotek!”

“Benar?” Tanya Anindya tidak yakin mendapatkan jawaban berupa anggukan kepala dari Erin. “Berarti selama ini Ayah bohong sama Bunda dong!”

“Belum ...” Erin tidak melanjutkan kata-katanya melihat Anindya sudah berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan bermain.

Sementara itu Anindya sudah keluar dari gerbang panti berjalan menuju rumahnya yang berada di seberang jalan.

Anindya merasa sangat marah karna ayahnya lagi-lagi berbohong pada Bundanya. Pikiran kecilnya terus saja bekerja dengan melangkah mendekati pintu rumah yang terbuka.

“Ayah!” Anindya berteriak ketika baru saja masuk ke dalam rumah. Kaki kecilnya terus berjalan ke kamar pria yang di panggilnya ayah dan mengetuk pintunya dengan brutal.

“Ada apa–“

“Ayah bohongi Bunda lagi ya?” Tanya Anindya tidak membiarkan Adam untuk menyelesaikan perkataannya.

“Bohong?”

“Hm, kata Kak Erin di rumah sakit ada apo ... tek, tapi kata Ayah dulu kalau mencari obatnya jauh,” Anindya menatap ayahnya curiga. “Jujur aja, Yah. Bunda tidak marah, tapi akan memaafkan Ayah.”

Adam terdiam cukup lama mendengar perkataan agak aneh dari putri bungsunya. Ia tidak pernah bercerita tentang masalah rumah tangganya pada siapa pun hingga terdengar oleh anaknya.

Masalahnya yang terusir dari rumah juga hanya di ketahui oleh dirinya dan sang istri. Sebenarnya masalah di rumah tangganya terjadi hanya karna salah paham, sebab Adam tak pernah selingkuh.

Tapi yang namanya wanita, tak akan mengalah. Bahkan istrinya mengancam akan meninggalkan rumah.

Sebagai seorang pria dan ayah, Adam tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Lebih baik ia yang pergi dari pada istri dan anak-anaknya.

“Ih, kok ayah diam aja sih!” Anindya menatap ayahnya kesal. “Aku udah dengar semuanya. Saat Ayah sama Bunda bertengkar, aku juga ada di dapur.”

“Jadi kamu dengar semuanya?” Adam mengulang perkataan putrinya, lalu ayah dari tiga orang anak itu berjongkok menyamakan tinggi dengan sang putri. “Tapi kenapa kamu–“

“Iya, semuanya! Bahkan aku juga dengar Bunda mendapatkan telepon dari seseorang sebelum memanggil Ayah,” kata anak itu polos.

“Apa kata orangnya?” Adam menahan senyum, pria itu mendapatkan titik terang akan masalah rumah tangganya.

“Rahasia,” Anindya melipat kedua tangan di dada dengan terus menatap sang ayah. “Tapi ayah juga harus janji kalau tidak menyakiti Bunda lagi. Ayah sih ngga tahu kalau setelah bertengkar, Bunda nangis. Aku jadi kasihan kan.”

Adam sangat menyadari kalau menghadapi anak perempuannya yang ini sangat sulit dari pada saudaranya. Jika anaknya yang lain dengan mudah di bujuk dengan makanan atau uang maka anak yang ini tidak.

Anindya juga keras kepala atau mungkin keras hati jika sudah menginginkan sesuatu. Sangat mirip istrinya.

“Kalau kasihan dengan Bunda, kenapa malah ikut Ayah?” tanya Adam setelah bosan mendengar omelan dari putrinya cukup lama.

“Karna Ayah jauh lebih kasihan lagi.”

Adam mengerutkan kening, ia semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran anaknya. Pria itu juga tidak buka suara dan menunggu Anindya melanjutkan perkataannya.

“Bunda di temani oleh Mbak Dira dan Mas Andra, sementara Ayah? Tidak ada. Jadi, dari pada Ayah nantinya sedih, lebih baik aku pura-pura menangis ingin ikut.”

Pria itu berdiri dari jongkoknya dan menatap putrinya lelah. “Ya sudah, terserah kamu saja, Ya.”

***

“Baca buku aja terus, apa ngga bosan?” Tanya Anindya begitu lewat di depan seorang anak lelaki yang wajahnya tertutup buku.

Anindya sengaja berjalan pelan dengan tatapan tidak putus dari anak lelaki itu hingga akhirnya berhenti melangkah sebab semakin menjauh.

Anindya mendekati anak lelaki itu dan berhenti tidak jauh darinya. “Yaya lagi ngomong sama manusia lho, bukan–“

“Pergi dan jangan mengganggu!”

“Eh, bisa ngomong ternyata,” Anindya tidak menyerah dengan memberanikan diri untuk semakin dekat anak lelaki itu. “Siapa sih namanya? Namaku Yaya.”

Tidak ada jawab dan hal itu tidak membuat Anindya menyerah. Ia bahkan dengan berani duduk di samping anak lelaki itu, lalu kembali menatapnya.

“Diam lagi,” kemudian ia menghela nafas kasar. “Oke, Yaya juga bisa diam.”

Namun yang namanya Anindya Kalya Putri tidak akan bisa diam, mungkin bisa untuk tidak bicara, tapi tangan anak itu sudah bergerak-gerak menyentuh buku anak lelaki itu.

“Aku bilang pergi dari sini!” Bentak anak itu sambil menepis tangan Anindya dari bukunya. “Dan jangan pernah dekati aku lagi.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Aku bukan wanita penggoda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gairah Suami Perkasa
8.0
Marvin Rock adalah sosok lelaki yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga kekuasaan besar. Meski dikelilingi oleh banyak wanita hebat yang memuja statusnya, Marvin tetap mengutamakan ketulusan hati di atas segalanya. Kehidupannya penuh dengan gairah dan dominasi, bahkan sang istri sendiri mengakui keperkasaan suaminya dengan penuh rasa bangga. Inilah kisah tentang kekuatan, harta, dan pesona seorang pria yang tak tertandingi di dunianya.
Sampul Novel ID-PD76
9.0
Selama tiga tahun, Evelyn merawat Aidan yang amnesia dan menjadi kekasih rahasianya. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Aidan hanya berpura-pura lupa ingatan. Lebih tragis lagi, Aidan dan cinta masa lalunya ternyata terlibat dalam kematian ayah Evelyn. Tak tinggal diam, Evelyn mengumpulkan bukti dan menjebloskan mereka ke penjara tepat di hari pernikahan. Saat Aidan menyadari cinta sejatinya, Evelyn sudah menutup hati dan memilih pergi selamanya.
Sampul Novel Istriku Bukan Selingkuhanku
8.1
Sepuluh tahun menikah, hubungan asmara antara aku dan Mas Bram tetap membara layaknya pengantin baru. Sebagai atasan perusahaan yang sibuk mengontrol cabang luar kota, ia selalu lihai menyusun alasan demi menemui diriku tanpa sepengetahuan ibunya. Pagi ini, kemesraan itu kembali hadir lewat pelukan hangat dan kecupan di leher saat aku memasak. Sosoknya yang romantis sangat memahami cara memuaskan keinginanku hingga aku tak berdaya dalam dekapan gairahnya.
Sampul Novel Pria Impiannya, Sahabat Terbaiknya
7.8
Lima tahun membangun bisnis bersama Danu berakhir tragis bagi Maya. Di hari perayaan, Danu justru bermesraan dengan sahabat Maya, Karina. Pengkhianatan memuncak saat Danu lebih membela Karina hingga Maya mengalami patah kaki akibat kecerobohannya. Puncaknya, liontin warisan nenek Maya dijadikan mainan anjing oleh mereka. Muak dengan sikap dingin Danu yang terus memihak Karina, Maya akhirnya memutuskan pergi membawa luka hati dan fisik yang mendalam.
Sampul Novel RAHASIA SEBUAH DOSA
8.2
Pras meninggalkan Rika yang hamil demi perjodohan, meminta anaknya dianggap yatim. Rika membesarkan John hingga dewasa, sementara Pras memiliki putri bernama Rani. Tanpa sadar, John dan Rani menjalin cinta hingga Rani mengandung. Setelah John menghilang, Rani membesarkan Juli dalam kebencian. Bertahun-tahun kemudian, John muncul kembali sebagai konsultan, bersaing dengan Vico yang mencintai Rani. Saat Juli kecelakaan, rahasia kelam keluarga Pras dan hubungan darah mereka akhirnya terbongkar.
Sampul Novel Short Story
8.5
Menghadirkan antologi kisah romansa modern yang dikemas khusus untuk pembaca dewasa dengan kategori usia 21 tahun ke atas. Koleksi ini menyuguhkan berbagai narasi pendek yang mengeksplorasi kedalaman hubungan interpersonal dan dinamika asmara kontemporer. Setiap cerita di dalamnya dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang intens dan emosional, merangkum berbagai fragmen kehidupan cinta yang penuh warna dalam format cerita singkat yang memikat.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan