Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mawar Hitam Berdarah

Mawar Hitam Berdarah

Maria memilih bercerai setelah lelah disiksa batin oleh mertua dan suaminya yang tidak adil. Dianggap cacat karena belum memiliki anak, ia pun harus menelan pil pahit saat sang suami menikah lagi secara sepihak. Namun, takdir mempertemukannya dengan bos menyebalkan yang perlahan mampu meluluhkan hatinya. Saat benih cinta mulai tumbuh, sang mantan suami justru datang memohon untuk kembali. Kini, Maria terjebak di antara cinta baru atau masa lalunya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Sebaiknya mulai sekarang kamu harus tahu diri!" Sela menyeringai, "Sebelum Fiko membuangmu dengan hina, lebih baik kamu pergi dengan terhormat."

Maria menatap datar Sela. "Sepertinya kamu begitu ingin saya pergi?" Maria tidak tahu letak salahnya di mana sehingga Sela bisa begitu tidak menyukainya. Harusnya, di sini yang merasakan ketidak sukaan adalah dirinya karena sela telah masuk ke dalam pernikahan orang. Walaupun agama memperbolehkannya, tapi itu juga harus sesuai dengan syariat yang telah ditentukan. Dan letak poligami yang Fiko lakukan tentu tidak dapat di benarkan.

"Tentu!" Sela menyilangkan tangannya di dada dan memandang Maria rendah. "Orang sepertimu hanya bagaikan batu kerikil yang ingin dipungut untuk dijadikan berlian. Harusnya kamu sadar, sekali kerikil tetap kerikil. walau digosok sedemikian rupa pun, nilai jualnya akan tetap sama rendah. Sama sepertimu yang rendahan."

"Bicaramu seolah kamu berlian saja. Saya kerikil, namun kemanfaatannya begitu banyak bagi orang lain. Salah satunya selain kerikil itu tahan banting, untuk jalan raya. Tanpa kerikil, tidak akan ada jalan yang kuat untuk dilalui banyak mobil. Lalu kamu seolah merasa dirimu adalah berlian. Ya, mungkin memang benar. Kamukan ular. Dalam film tuh biasanya ular juga pada punya berlian." Maria tersenyum puas mendapti wajah merah Sela. "Ternyata sebegitu tidak sukanya kamu dengan keberadaanku!"

Sela kembali menyeringai. Dia berbalik, namun sebelum melangkah, dia menengok sedikit ke arah Maria. "Baguslah kamu menyadarinya. Untuk membuat Fiko hanya memandangku seorang, maka benalu sepertimu harus kusingkirkan terlebih dahulu."

Maria tertegun dengan apa yang baru saja Sela ucapkan. Apakah baru saja dia diancam madunya? Maria tertawa miris, "sebegitu tidak lakunya kamu sehingga harus merebut suami orang."

Sela yang sudah berjalan sontak menghentikan langkahnya. Dia berbalik sepenuhnya menghadap Maria. "Saya tidak merebutnya dari kamu. Fiko sendiri yang menginginkanku. Lagi pula, apa yang bisa diharapkan dari perempuan mandul sepertimu. Menyusahkan."

Maria meredam gejolak rasa yang ingin meledak keluar dengan beristigfar dalam hati. "Jadilah apa yang kamu inginkan. Sesungguhnya karma tahu harus pada siapa dia membalas."

"Takuuut." Sela tertawa mengejek.

Maria yang melihat kepergian Sela hanya bisa menghela napas pelan. "Kenapa kamu menikahi wanita seperti itu, mas?"

***

Rutinitas sehari-hari Maria tetap sama walau di rumah itu bertambah satu anggota, yaitu Sela. Maria tidak pernah meminta Sela untuk membantu pekerjaannya dalam mengurus rumah, memasak, bahkan memberi ibu obat dengan teratur. Semua kegiatan itu Maria kerjakan sendiri karena ingin memperlihatkan pada Fiko kalau wanita yang menjadi madunya itu tidak sebaik yang Fiko pikirkan. Sela adalah wanita ular berkepala dua.

Setelah kejadian kemarin di belakang rumah. Maria kini paham dengan niat Sela yang ingin merebut Fiko dari dirinya. Dia sengaja menarik perhatian Ibu, karena Ibu merupakan kelemahan terbesar Fiko. Maria sungguh menyayangkan sikap Ibu mertuanya yang gampang terbujuk rayu oleh Sela. Maria yakin, setelah Sela mendapatkan apa yang dia mau, perlakuan Sela pada Ibu pasti berubah.

Maria yang saat ini tengah membuka kulkas guna ingin mengambil sayuran untuk di masak hanya bisa menghela napas lelah. Isi kulkas itu ternyata kosong. Dia bertanya-tanya, apakah Sela tidak berbelanja kebutuhan dapur? Lantas di gunakan untuk apa uang gaji yang di berikan Fiko?

Maria menyeringai samar. Dalam hati dia beristigfar karena memiliki niat tidak baik. Dia tidak akan memasak sarapan untuk pagi ini. Maria akan membiarkan para penghuni lapar karena tidak ada makanan. Biarkan saja Sela yang mendapat kemarahan karena salahnya tidak berbelanja. Tentu Maria tidak akan membiarkan dirinya ikut kelaparan. Dia masih mempunyai uang yang di berikan Fiko kemarin.

Dengan langkah ringan Maria pergi keluar untuk mencari sarapan. Sekitar 1 kiloan dia berjalan, akhirnya dapat menemukan penjual bubur ayam.

"Mang, bubur ayamnya satu porsi. Jangan pakai kecap manis!" Teriaknya pada Mang Ahmad, penjual bubur ayam.

Mang Ahmad mengacungkan jempolnya.

Maria mendudukkan tubuhnya di kursi kosong. Selagi menunggu bang Ahmad membuatkan pesanannya, Maria melihat sekelilingnya. Kedai ini ramai dengan para pembeli dan hampir semua kursi penuh. Mungkin kursi di sebelahnya satu-satunya yang kosong. Maria berucap syukur dalam hati karena kebagian tempat duduk. Kalau tidak, Maria terpaksa harus memakannya di rumah.

"Boleh saya duduk di sini?" Seorang laki-laki berdiri di belakang kursi yang bersebelahan dengan Maria.

Maria mengangguk. "Silakan."

Laki-laki itu duduk dan ikut memesan. "Mang, saya pesan satu porsi bubur ayamnya, jangan tambahkan kecap manis!" Dia lalu menoleh ketika merasakan tatapan dari perempuan di sampingnya. "Kenapa?"

Maria tersenyum kecil. "Pesanan kita sama."

Laki-laki itu juga tersenyum. "Tidak menambahkan kecap manis?"

Maria mengangguk dan tertawa.

"Seleraku memang sama dengan selera adikku waktu kecil." Laki-laki itu tersenyum penuh arti. Ada emosi tertahan dalam matanya ketika memandang Maria.

Tak lama pesanan pun datang. Setelah mengucapkan basmalah dalam hati, Maria memakannya dalam diam.

"Adikku juga suka memisahkan kerupuknya untuk ia makan terakhir." Laki-laki itu berbicara kembali ketika melihat cara makan Maria yang tengah memisahkan kerupuk dari bubur.

Gerakan tangan Maria yang sedang memilah kerupuk sontak terhenti. Maria berpikir, kenapa perkataan laki-laki di sampingnya seolah mengatakan kebiasaan Maria adalah kebiasaan adiknya. Apakah Maria bisa menyimpulkan maksud dari ucapan laki-laki ini adalah Maria itu adik kecilnya karena kebiasaan mereka sama.

"Kenapa berhenti?"

Maria tersenyum kaku. "Tidak." Maria kembali melanjutkan makannya, namun kali ini dengan ritme yang agak cepat. Maria merasa orang di sampingnya punya aura yang dapat membuat orang di sekelilingnya merinding ngeri.

Setelah buburnya habis, dengan cepat Maria berdiri untuk melangkah. Karena tergesa-gesa, pinggul Maria terantuk meja dan menyebabkan Maria akan terjatuh menghantam aspal apabila sebuah tangan kekar tidak memeluk pinggang rampingnya.

Maria mengerjap kaget. Dalam pelukan seorang pria asing, harusnya Maria merasa risih, namun kenapa pelukan laki-laki ini terasa nyaman dan melindungi. Perubahan emosional yang tiba-tiba, mendesak bendungan di mata bulat Maria dan menerobos banjir kecil. Isakan kecil lolos begitu saja. Seolah tubuh Maria begitu merindukan pelukan ini padahal jelas laki-laki ini adalah orang asing.

"Gak pernah berubah. Tetap ceroboh dan cengeng." Suara berat laki-laki itu terdengar mengejek. Ada senyum geli tersungging di bibirnya. Namun, binar matanya tak dapat menutupi kerinduan yang besar pada sosok dipelukannya.

Maria yang baru sadar dengan kondisinya buru-buru melepaskan diri dari pelukan laki-laki yang menolongnya. Dia melihat ke sekelilingnya. Hampir semua orang kini melihat ke arahnya. "Terima kasih karena telah menolongku." Maria berlari tanpa menunggu jawaban dari laki-laki yang menolongnya.

Sedangkan laki-laki itu hanya memandang kepergian Maria dengan sendu sampai menghilang.

Di perjalanan pulang, Maria memikirkan kembali perkataan laki-laki itu. Apa maksudnya dengan kata 'gak pernah berubah. Tetap ceroboh dan cengeng'. Apakah mereka dulu saling mengenal?

"Seperti ini kelakuan istrimu Fiko! Keluarganya kelaparan eh, dia nya malah keluyuran." Marni berucap sinis begitu Maria membuka pintu rumah.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MPB" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MPB
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan
9.1
Nadia menghabiskan malam bersama pria asing setelah dikhianati orang terdekatnya. Meski sempat menyesal, ketampanan pria itu justru membuatnya malu hingga ia nekat meninggalkan uang sebelum pergi. Kresna, sang pria misterius, merasa sangat terhina karena dianggap sebagai pria bayaran. Dengan amarah yang meluap, ia segera memerintahkan asistennya melacak identitas Nadia melalui rekaman CCTV hotel demi membalas perbuatan wanita tersebut.
Sampul Novel Balas Dendam Lima Anak Kembar
9.4
Isabella Ardhani mengalami nasib tragis setelah terjebak di kamar Rafael Damar, bos mafia penguasa bisnis. Insiden tersebut membuatnya hamil lima anak kembar jenius. Diusir dari rumah, ia kabur ke luar negeri demi membesarkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, Isabella kembali sebagai wanita berkuasa. Takdir membawanya bertemu Rafael lagi, namun kali ini kelima anaknya telah menyiapkan rencana balas dendam besar terhadap ayah kandung mereka.
Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra terpisah selama lima tahun akibat kecelakaan yang memicu amnesia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Theo jatuh hati pada Lili yang kini menjadi dokter. Demi meminang Lili, Theo rela menyerahkan sepuluh miliar kepada ayah Lili. Meski temperamen, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili mulai merangkai kepingan ingatan masa lalunya melalui sentuhan Theo guna mempertahankan pernikahan rumit mereka.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Hasrat Terlarang dengan Atasan
8.8
Hidup Venina Anastasya berubah drastis setelah satu malam terlarang dengan atasannya, Erlangga Krisdiantoro. Terjebak dalam pesona pria itu, Venina mengabaikan kenyataan bahwa Erlangga telah memiliki wanita lain. Hubungan penuh gairah ini mengancamnya dengan skandal besar, namun ia tak berdaya melepaskan diri. Di sisi lain, Erlangga bimbang memilih Venina atau kekasih lamanya yang kembali. Apakah Venina hanya pelarian sementara tanpa ada cinta sejati bagi Erlangga?
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia merasa muak karena terus direndahkan oleh ibu mertuanya hanya karena dianggap miskin dibanding menantu lainnya. Meski dihina secara zalim, Mia memilih bungkam dan menyembunyikan rahasia besar. Tanpa ada yang tahu, ia sebenarnya memiliki kekayaan melimpah dan tumpukan logam mulia dari hasil jerih payahnya menulis secara daring. Ia sengaja merahasiakan aset tersebut agar suami dan mertuanya yang rakus tidak bisa menyentuh hartanya sedikit pun.