Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia

Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia

Dante Adiwangsa menyelamatkanku dari maut, namun sepuluh tahun kemudian, dia mengkhianatiku demi aliansi kriminal. Dia membiarkan tunangannya menghinaku meski tahu nyawaku terancam. Sadar hanya dianggap properti, cintaku musnah seketika. Di hari perayaannya, aku memutuskan kabur dari sangkar emas ini. Sebuah jet pribadi siap membawaku pulang ke pelukan ayah kandungku, sosok pria yang ternyata adalah musuh bebuyutan sang bos mafia tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudut Pandang Safira:

Lampu tidur kucing keramik kecil itu duduk di meja samping tempat tidurku, cahayanya yang lembut menjadi penghiburan yang akrab di tengah kegelapan. Selama sepuluh tahun, ia telah mengusir mimpi burukku. Malam ini, rasanya seperti sebuah ejekan.

Aku mengulurkan tangan dan mencabut stekernya dari dinding. Ruangan itu tenggelam dalam kegelapan yang menindas, begitu pekat hingga aku merasa seperti tercekik. Bagus. Aku ingin merasakannya. Aku ingin kegelapan menelanku utuh.

Kakiku yang telanjang melangkah di atas lantai kayu yang dingin menuju lemariku. Aku menarik tas ransel berdebu dari rak paling atas. Satu per satu, aku mengumpulkan hantu-hantu kehidupanku bersama Dante. Liontin perak kecil dengan lambang Adiwangsa yang dia berikan untuk ulang tahunku yang kelima belas. Botol parfum "Samudra Koral" yang dia belikan karena katanya baunya seperti tempat yang suatu hari akan dia bawa aku kunjungi, tempat tanpa darah dan tanpa rahasia.

Semuanya masuk ke dalam tas. Relik dari sebuah keyakinan yang telah mati.

Di bawah tempat tidurku ada sebuah kotak kayu terkunci. Di dalamnya ada buku harianku. Aku membolak-balik halaman-halamannya, jari-jariku menelusuri tulisan tangan kekanakan yang panik. Ini adalah sejarah menyedihkan dari pengabdianku. Setiap kata baik, setiap gestur kecil darinya, dicatat dan dianalisis seperti kitab suci.

Lalu aku menemukannya. Sebuah halaman dari bertahun-tahun yang lalu, setelah seorang saingan mencoba mengirimiku "pesan" dengan menyuruh preman-premannya mengikutiku pulang dari sekolah. Dante telah membereskan mereka. Aku tidak pernah melihat mereka lagi. Malam itu, dia menemukan buku harianku terbuka di mejaku. Dia tidak mengatakan apa-apa, tetapi keesokan paginya, aku menemukan entri baru yang ditulis dengan tulisan tangannya yang tajam dan agresif. Itu bukan dengan tinta. Itu dengan darah.

*Fira adalah properti Adiwangsa. Sentuh dia dan mati.*

Properti.

Kata itu menghantamku, membuat udara keluar dari paru-paruku. Bukan saudara perempuan. Bukan anak angkat. Bahkan bukan manusia. Aku adalah sebuah benda. Aset yang harus dilindungi, seperti mobil-mobilnya atau koleksi senjata antiknya. Perlindungannya bukan tentang cinta. Ini tentang kepemilikan.

Sebuah isakan keluar dari tenggorokanku, serak dan buruk rupa. Dengan tangan gemetar yang panik, aku mulai merobek halaman-halaman dari buku harian itu. Aku merobek setiap kenangan yang berharga, setiap harapan rahasia, sampai yang tersisa hanyalah tumpukan potongan seukuran confetti dari hatiku yang bodoh.

Keesokan harinya, Isabella secara resmi pindah ke kamar yang bersebelahan dengan kamar Dante. Kamarku. Kamar yang dulu kumiliki sebelum aku dipindahkan ke sayap tamu tahun lalu karena aku "mulai menjadi seorang wanita."

Dia memanggilku ke ruang duduk. Seluruh keluarga—para kapten Dante, para letnannya—ada di sana, menjadi penonton bisu untuk penghinaanku.

Isabella tersenyum, ekspresi merendahkan yang tenang. "Safira, sayang. Sebuah hadiah selamat datang."

Dia mengangkat sebuah kalung. Itu bukan perak atau emas halus yang biasa kupakai. Itu adalah pita tebal dan norak dari logam gelap murahan, bertabur batu berkilauan yang membentuk lambang keluarga Wijoyo. Itu bukan kalung. Itu adalah sebuah kerah.

Napas ku tercekat. Aku alergi terhadap logam campuran murahan. Dante tahu ini. Dia pernah membuang gelang yang diberikan teman sekolahku, bibirnya melengkung jijik saat melihat ruam merah terbentuk di pergelangan tanganku.

Aku menatapnya, memohon dengan mataku. *Jangan lakukan ini. Kumohon.*

Wajahnya adalah topeng ketidakpedulian. Dia menatap mataku, mata gelapnya dingin dan kosong, dan menjatuhkan hukuman.

"Pakai."

Suaranya datar. Final. Itu adalah perintah. Di depan semua orang, dia menunjukkan kepada mereka tempat baruku dalam hierarki. Di bawahnya. Di bawah wanita itu.

Tanganku gemetar saat aku meraih kerah itu. Jari-jari Isabella menyentuh jariku saat dia mengencangkannya di leherku. Logam itu dingin, berat.

"Itu cocok untukmu," desisnya, cukup keras untuk didengar semua orang. "Setiap peliharaan harus punya kerah."

Tawa itu sopan, tapi rasanya seperti batu yang dilemparkan ke arahku. Aku berdiri di sana, kepalaku tertunduk, saat logam itu mulai menghangat di kulitku. Rasa gatal yang familiar dan membakar dimulai hampir seketika, sebuah lingkaran api yang mengencang di leherku.

Aku tidak menggaruknya. Aku tidak menangis. Aku hanya berdiri di sana dan membiarkannya membakar, mencapku dengan kebenaran. Aku adalah properti. Dan aku baru saja diserahkan kepada pemilik baru.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ADA DARAH DI DALAM AIR
8.8
Seorang pemuda bertekad menuntut balas atas kematian tragis ibunya yang dibunuh secara keji oleh ayahnya sendiri. Namun, targetnya bukanlah orang biasa, melainkan pemimpin MBR, organisasi mafia paling kuat dan ditakuti di seluruh Asia. Di tengah bayang-bayang kekuasaan besar sang ayah, mampukah ia menuntaskan dendam membara tersebut? Ataukah perlawanan nekat ini justru akan berbalik menjadi bumerang mematikan yang menghancurkan hidupnya selamanya?
Sampul Novel Balas Dendam Seorang Janda
9.6
Ardena Alverio, anggota pasukan khusus yang dikhianati hingga tewas, terbangun dalam tubuh Lyra Elvine, seorang janda bisu dengan tiga anak kembar. Dunia terkejut saat Lyra yang dianggap lemah tiba-tiba mampu bicara dan menunjukkan otoritasnya. Mantan tentara bayaran hingga peretas jenius kini tunduk di hadapannya. Meski tangguh dalam strategi dan tempur, Ardena kini menghadapi tantangan tersulit: belajar menjadi ibu bagi anak-anaknya di tengah intrik berbahaya.
Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Devil Heart Angel
9.7
David Edward dikenal sebagai sosok pria kejam yang menyandang julukan malaikat berhati iblis. Namun, segalanya berubah drastis saat takdir mempertemukannya dengan Anesia Sabila. Kehadiran wanita tersebut menjungkirbalikkan dunia David hingga hidupnya terasa kacau dan tidak terkendali lagi. Apa sebenarnya yang membuat Anesia mampu mengusik ketenangan sang iblis? Ikuti kisah penuh konflik dan romansa yang akan mengungkap alasan di balik kekacauan hidup David.
Sampul Novel Dinodai Kakak Angkat
8.9
Dalam kondisi tak terkendali, Yugo melakukan tindakan keji terhadap Maheswari, adik angkatnya sendiri. Saat mengetahui Maheswari mengandung darah dagingnya, pria yang sangat mementingkan harga diri itu justru melarikan diri dari tanggung jawab. Kejamnya lagi, Yugo malah menjebak Junior sebagai kambing hitam atas perbuatannya. Kini, Maheswari terjebak dalam dilema besar mengenai masa depannya bersama Junior di tengah situasi penuh kekerasan dan ancaman yang menghimpit.
Sampul Novel Gairah Cinta Mr. Luca
8.8
Pertemuan maut terjadi saat Luca tertembak di tengah konflik mafia. Kondisinya memburuk akibat kesalahan suntikan hormon yang memicu gairah tak terkendali. Sarah, kurir makanan yang menolongnya, terpaksa menjadi pelampiasan hasrat Luca. Demi menutupi jejak, keluarga mafia memutuskan menghabisi semua saksi. Sarah pun dibuang ke jurang oleh pengawal Luca setelah kehormatannya direnggut. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali setelah pengkhianatan keji ini?