Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mantan Kekasihku Menjadi Bosku

Mantan Kekasihku Menjadi Bosku

Nina terkejut saat takdir mempertemukannya kembali dengan mantan kekasih yang sangat ia benci. Meski sudah pindah kota demi memulai hidup baru, pria dari masa lalunya itu kini justru muncul sebagai bos di kantornya. Hubungan mereka hancur akibat kesalahpahaman pahit yang menyisakan kebencian mendalam. Di tengah tekanan pekerjaan dan konflik batin, Nina bimbang antara melarikan diri lagi atau bertahan menghadapi pria yang dahulu sangat ia cintai itu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Nina berdiri tegak, matanya menatap Leo dengan perasaan yang sulit diungkapkan. Ada kebingungan yang begitu mendalam, rasa sakit yang tak terucapkan, dan kebencian yang terus membara. Semua perasaan yang pernah dia pendam untuk Leo kini muncul kembali, lebih kuat dari sebelumnya.

"Apa yang harus aku lakukan, Leo?" Tanya Nina dengan suara yang terhenti. "Apa yang kamu ingin aku lakukan di sini? Apa kamu berharap kita bisa bekerja bersama seperti tidak pernah terjadi apa-apa di masa lalu?"

Leo menghela napas panjang, dan untuk pertama kalinya, ada keraguan di matanya. Ia menatap Nina dengan sorot mata yang berbeda dari biasanya, lebih lembut, lebih penuh penyesalan. Namun, itu hanya sementara. Begitu Leo kembali tersadar dari perasaannya, wajahnya kembali kaku dan dingin. "Aku tidak menginginkan ini, Nina," jawabnya dengan nada rendah. "Aku tidak menginginkan pertemuan ini. Tapi kamu harus bekerja di sini, seperti yang sudah ditentukan. Tidak ada pilihan lain."

Nina merasa seperti tubuhnya dipenuhi dengan energi negatif yang datang dari setiap kata yang keluar dari mulut Leo. Dia tahu, seberapa pun kerasnya dia berusaha, tidak ada yang bisa mengubah kenyataan ini. Mereka terjebak dalam situasi yang mereka ciptakan. Mereka berdua.

"Tidak ada pilihan lain?" Nina hampir tidak bisa menahan tawa sinis yang keluar dari bibirnya. "Kamu benar-benar berpikir aku akan tinggal di sini, bekerja denganmu, setelah semua yang terjadi? Setelah cara kamu meninggalkan aku tanpa penjelasan yang layak?"

Leo terdiam, tidak menjawab. Hatinya yang keras seakan terbelah melihat Nina yang kini berdiri dengan raut wajah penuh kemarahan dan kekecewaan. Dalam sekejap, kenangan tentang mereka berdua yang indah dulu kembali menghantui Leo. Bagaimana Nina selalu ada untuknya, bagaimana dia mengandalkan Nina dalam segala hal. Tapi itu semua kini terasa seperti mimpi buruk yang tak bisa ia lupakan.

"Aku benar-benar tidak bisa mengerti, Leo," Nina melanjutkan, suaranya penuh dengan ketegangan. "Kenapa kamu melakukannya? Kenapa kamu memilih untuk pergi tanpa menjelaskan kenapa? Aku bahkan tidak tahu apa yang salah antara kita. Kamu benar-benar membuat aku merasa seperti aku tidak berarti apa-apa."

Leo mengalihkan pandangannya, menatap jendela di seberang ruangan. Ada rasa bersalah yang menghimpit dadanya, tapi dia tidak bisa menunjukkannya. "Nina..." Suaranya pecah, seolah ada sesuatu yang ingin ia sampaikan namun terhambat oleh kebanggaan dan ketakutannya. "Aku... Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku pikir itu yang terbaik. Aku pikir kamu bisa lebih baik tanpaku."

Nina merasa hatinya tersentak mendengar kata-kata Leo. "Apa kamu pikir aku bisa lebih baik tanpamu?" tanyanya, nada suaranya naik. "Apakah kamu benar-benar percaya itu, Leo? Kamu meninggalkan aku tanpa kata-kata, tanpa penjelasan, dan kamu pikir itu akan membuat aku lebih baik? Kalau itu yang kamu pikirkan, berarti kamu tidak tahu betapa hancurnya aku waktu itu!"

Leo menoleh, wajahnya kini penuh dengan penyesalan. "Nina... aku minta maaf," katanya pelan. "Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Aku tidak ingin menyakitimu, tapi saat itu aku merasa terjebak dalam hidupku. Aku merasa aku harus pergi."

Nina menatapnya dengan mata penuh kebingungan, rasa sakit yang dia rasakan semakin dalam. "Terjebak? Terjebak dalam hidupmu?" Dia mendekat, suara Nina semakin keras dan penuh emosi. "Kamu meninggalkan aku tanpa penjelasan, tanpa mencoba untuk memperbaiki apa yang salah di antara kita. Kamu bahkan tidak memberi aku kesempatan untuk menjelaskan diriku! Aku terjebak, Leo. Aku yang harus bertahan hidup tanpa kamu, tanpa penjelasan."

Leo ingin menjawab, tetapi kata-katanya terhenti. Apa yang bisa ia katakan? Semua yang telah ia lakukan terasa salah sekarang. Semua alasan yang ia berikan terasa kosong di hadapan Nina. Dia tahu, dia telah merusak semuanya.

Nina menunduk, mengusap wajahnya dengan tangan, mencoba menenangkan diri. "Aku tidak tahu apa yang kamu harapkan dari aku sekarang," lanjutnya, suaranya lebih tenang, meskipun penuh dengan kepahitan. "Kamu sudah membuat aku merasa tak berarti. Dan sekarang, kamu datang ke sini, ke tempat kerja ini, sebagai bosku. Seolah-olah tidak ada yang terjadi di masa lalu. Kamu pikir aku bisa melupakan semuanya begitu saja?"

Leo menggelengkan kepalanya, matanya tetap menatap Nina dengan rasa yang campur aduk. "Aku tidak mengharapkan kamu melupakan semuanya," katanya, suaranya lirih. "Aku hanya berharap kita bisa mulai dengan hal yang baru, meskipun itu sangat sulit."

Nina memandangnya dengan tatapan tajam, berusaha menahan air matanya. "Mulai dengan hal baru? Kamu ingin kita bekerja bersama, tetapi aku harus berpura-pura tidak ada yang terjadi?" tanyanya, nada suaranya naik kembali. "Leo, itu tidak akan pernah terjadi. Kamu bisa jadi bosku, tapi itu tidak akan pernah mengubah apa yang kamu lakukan kepadaku."

Leo merasa ada sesuatu yang menyesakkan di dadanya. Dia ingin meraih Nina, ingin menjelaskan semuanya, tapi dia tahu itu tidak akan membuat perbedaan. Nina sudah terluka terlalu dalam. Dan ia tahu, segala kata maaf yang keluar dari mulutnya takkan pernah cukup untuk menghapus rasa sakit yang telah ia sebabkan.

"Jika kamu merasa begitu, maka aku tidak akan memaksamu," jawab Leo pelan. "Aku tidak akan memaksamu untuk tinggal di sini jika itu membuatmu terluka lebih dalam."

Nina merasa sedikit lega mendengar kata-kata itu, meskipun masih ada perasaan amarah yang mengendap. "Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan," jawabnya dengan suara pelan. "Tapi aku tidak akan tinggal di sini untuk membiarkan diriku terluka lebih jauh lagi."

Leo menatap Nina dengan tatapan yang penuh makna. "Aku tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki semuanya, Nina. Tapi aku akan berusaha. Jika kamu ingin pergi, aku tidak akan menghentikanmu. Tetapi aku berharap kamu memberi aku kesempatan untuk menunjukkan bahwa aku bisa berubah."

Nina tidak menjawab, hanya menghela napas panjang dan memutar tubuhnya menuju pintu. "Kita lihat saja nanti," jawabnya, suaranya penuh ketegasan. "Aku akan pikirkan semuanya. Tapi jangan berharap aku akan mudah melupakan apa yang kamu lakukan."

Dengan langkah berat, Nina keluar dari ruang direktur itu, meninggalkan Leo di belakangnya dengan semua penyesalan yang tak bisa diubah. Dunia mereka sudah terlalu rusak, dan seiring waktu, mereka akan tahu, apakah ada jalan untuk memperbaiki semuanya atau tidak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pembantu Kalian
9.2
Sudah lebih dari tujuh bulan lamanya, keluarga iparku menumpang dan hidup layaknya benalu di kediamanku. Mirisnya, mereka justru memperlakukanku seperti seorang pelayan di rumahku sendiri. Di sisi lain, suamiku merasa tidak tega untuk mengusir mereka keluar. Karena kesabaranku telah habis, kini aku memutuskan untuk menyusun rencana cerdik demi membuat mereka merasa tidak nyaman dan segera pergi selamanya dari kehidupanku yang tenang ini.
Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama
8.1
Dalam suasana penuh ketegangan, Tama berusaha meyakinkan Runa agar tidak menolak kehadirannya. Dengan suara serak yang sarat akan emosi, ia mendekap Runa dan menghirup aroma tubuh istrinya tersebut dengan penuh damba. Di tengah pergolakan batin yang terjadi, Tama membisikkan penegasan bahwa hubungan intim mereka adalah hal yang sah secara hukum dan agama. Sebagai sepasang suami istri, ia merasa tidak ada lagi alasan bagi Runa untuk terus menghindar darinya.
Sampul Novel DIKEJAR CINTA CEO PREMAN
8.8
Hubungan Khanza Azzahra dan Erlangga Yudistira kandas akibat penolakan ayah Zahra. Sosok Erlangga yang dianggap preman urakan dinilai tidak memiliki masa depan. Demi membuktikan ketulusannya, Erlangga pun kembali ke identitas aslinya dan bertransformasi menjadi CEO berwibawa. Namun, rintangan baru muncul saat Zahra justru dijodohkan dengan pria bernama Andi. Mampukah Erlangga meyakinkan ayah Zahra dan memperjuangkan kembali cinta mereka yang terpisah?
Sampul Novel Cinta, Pengkhianatan dan Dendam: Godaan Mantan Istri yang Tak Tertahankan
8.0
Dikhianati hingga menjadi pembunuh, Maria menceraikan James dan pergi membawa dendam. Enam tahun berselang, ia kembali bersama rival mantan suaminya dengan identitas baru yang tangguh. Meski bekerja sama dengan James hanya demi membalas sakit hatinya, Maria tidak menyadari bahwa ia justru masuk ke dalam jebakan pria itu. Di tengah pergolakan antara gairah dan niat balas dendam, mereka terjebak dalam permainan perasaan yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Gairah Sang Dosen
8.8
Ryan, dosen muda kaya, menghadapi konflik awal pernikahan dengan Tania. Keharmonisan mereka terusik oleh Maya, rekan kerja yang terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Joko, serta Rani, mahasiswi yang memanfaatkan bantuan Ryan. Di sisi lain, Tania kembali bertemu Robi, mantan kekasih yang kini menjadi bos pinjol ilegal. Di tengah pengkhianatan dan intrik asmara, Ryan dan Tania berjuang mempertahankan rumah tangga mereka hingga para pengganggu akhirnya tersisih dari kehidupan mereka.
Sampul Novel HASRAT ISTRIKU
8.5
Mengisahkan dinamika kehidupan rumah tangga yang penuh lika-liku, pembaca akan dibawa menyelami berbagai konflik batin antara suami dan istri. Setiap permasalahan yang muncul perlahan menciptakan benang kusut yang menguji kesetiaan serta komitmen mereka. Ketegangan yang terus meningkat membuat hubungan yang semula sederhana menjadi sangat rumit untuk dijalani. Sebuah narasi mendalam tentang perjuangan mempertahankan keutuhan cinta di tengah badai problematika.