Sampul Novel Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Bisa Tidak Mencintaimu Saja

8.2 / 10.0
Akibat perselisihan yang menyebabkan Shinta, kekasih rahasia Samuel Dirja, keguguran dan mandul, protagonis dikirim paksa ke sebuah biara di luar negeri. Setahun berlalu, Samuel berniat menjemputnya kembali. Namun, ia terkejut mendapati wanita itu telah lama melarikan diri dan kini menggendong seorang anak. Mengira anak itu adalah alat untuk menghina Shinta atau memaksanya menikah, Samuel murka tanpa menyadari bahwa bayi tersebut bukanlah darah dagingnya, dan sang protagonis kini bersiap menikahi pria lain.

Bisa Tidak Mencintaimu Saja Bab 1

Cinta sejati Samuel Dirja diam-diam mengenakan gaun pengantinku. Saat kami berkelahi, dia yang sedang hamil tidak sengaja terjatuh.

Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa dia tidak akan bisa hamil lagi.

Samuel yang murka pun mengirimkanku ke sebuah biara di luar negeri untuk menjadi biarawati.

Setahun kemudian, Samuel datang menjemputku dari biara. Namun, saat dia mengetahui bahwa aku sudah kabur sejak lama dan sekarang menggendong seorang anak, dia memarahiku dengan mata memerah.

"Kamu ingin menikah karena memiliki anak, atau kamu ingin menggunakan anak ini untuk menghina Shinta yang nggak bisa hamil?"

Samuel tentu tidak tahu bahwa anak ini bukan anaknya. Selain itu, aku pun juga akan segera menikah.

Setelah lebih dari setahun tidak bertemu, Samuel masih bersikap sombong seperti biasa.

Namun, aku tetap menahan emosiku, menatapnya dengan mata berbinar sambil berkata dengan nada lembut.

"Kamu salah menebak semuanya."

Kilat penghinaan di mata Samuel tidak berkurang sedikit pun. Bahkan, tersirat sedikit kebanggaan serta ejekan di matanya itu.

"Aku nggak menyangka sifat burukmu sama sekali nggak berubah. Bagaimana mungkin orang sepertimu bisa menjadi menantu Keluarga Dirja?" ujar Samuel.

Pada saat itu, Fandy yang baru berusia sebulan mulai menangis tanpa henti, memotong ocehan Samuel.

Alis Samuel sedikit berkerut. Di matanya bahkan terlintas rasa kasihan pada anak itu. Samuel hendak mengulurkan tangan untuk menggendong Fandy.

Namun, dari kejauhan terdengar panggilan manja, membuat Samuel menurunkan tangannya kembali. Pandangannya langsung tertuju ke arah suara.

"Kak Samuel."

Shinta melangkah mendekat. Begitu melihatku dan Fandy, wajahnya langsung berubah muram.

Namun, dia langsung merangkul lengan Samuel dengan manja, menunjukkan kedaulatan, serta kepemilikannya atas pria itu.

"Kak Samuel, aku nggak tahu kamu datang ke sini mencari Kak Laura. Apakah kehadiranku di sini mengganggu ...."

Samuel langsung menjelaskan.

"Bagaimana mungkin mengganggu? Dia sudah merenung selama setahun, apa mungkin dia masih suka cemburu seperti dulu?"

Samuel mengangkat kepalanya untuk melihat reaksiku, sementara aku hanya tersenyum dengan tenang.

"Bagaimana mungkin kamu mengganggu? Yang mengganggu tentu saja aku. Aku akan pergi dulu," kataku.

Ketika aku hendak pergi, Samuel langsung menarik pergelangan tanganku, lalu memarahiku dengan penuh amarah.

"Aku baru saja mengatakan kalau kamu nggak akan bersikap cemburu lagi, tapi ternyata kamu masih sama seperti dulu. Aku sudah menilaimu terlalu tinggi!"

Jika ini dulu, aku pasti akan patah hati karena dia membela Shinta. Namun, sekarang aku tidak ingin berdebat sepatah kata pun dengannya.

Aku langsung melepaskan diri dari cengkeramannya dengan keras.

"Aku masih harus mengejar pesawat. Kalian berdua silakan lakukan urusan kalian," kataku.

Aku masih memiliki urusan besar yang harus diselesaikan dengan kepulanganku ke tanah air.

Namun, begitu aku menggendong Fandy menuju bandara, Samuel juga menelepon, memesan tiket pesawat untuk mereka berdua pulang ke tanah air.

Begitu naik pesawat, Fandy langsung menangis karena kelaparan. Aku bergegas ke ruang ibu dan anak untuk menyusuinya.

Namun, Shinta langsung menghalangiku, hendak merebut anakku.

"Kak Laura, kenapa kamu nggak bisa menidurkan anak? Fandy terus menangis, biar aku yang menidurkannya."

Aku menghindar dengan cepat, memeluk Fandy erat-erat dengan waspada, lalu berujar.

"Fandy punya asma, biar aku saja yang mengurusnya."

Tak disangka, Shinta malah menangis tersedu-sedu sambil menyeka air matanya.

"Aku nggak akan bisa punya anak lagi. Aku nggak menyalahkan Kakak yang menyebabkan aku keguguran. Tapi apa aku juga nggak boleh menggendong anakmu sebentar saja?"

Begitu Shinta menangis, semua orang di pesawat memandangku, mengira aku yang mengusik Shinta.

Samuel yang mendengar suara itu pun datang, memandangku dengan tatapan merendahkan.

"Laura, apa yang salah kalau Shinta ingin menggendong anak itu? Apa yang dia lakukan sampai kamu begitu nggak mau mengalah? Kamu benar-benar nggak tahu sopan santun!" ujar Samuel.

Aku benar-benar tidak bisa menahannya. Aku menatap Samuel dengan tegas, nada suaraku mengandung peringatan.

"Fandy adalah anakku. Shinta mengalami keguguran karena kecelakaan, kenapa harus menyalahkan aku?"

Begitu aku selesai bicara, Samuel hendak memarahiku, tetapi wanita-wanita lain di pesawat mulai membelaku.

"Setelah mendengarkan sekian lama, ternyata ada yang berpura-pura polos dan menyedihkan hanya untuk merebut anak orang lain. Benar-benar nggak tahu malu!"

"Di depan banyak orang, dia nggak hanya ingin merebut anak orang lain, tapi masih berani menangis juga!"

Shinta dimarahi sampai wajahnya menjadi merah padam, Samuel pun maju untuk membelanya.

"Aku adalah Ayah dari anak ini. Ini urusan keluargaku!"

Pada saat itu, seorang penumpang wanita dari tempat duduk tertentu mencibir memarahi.

"Apa kamu masih bisa disebut sebagai Ayah anak ini? Kamu membantu wanita lain merebut anak itu, bagaimana mungkin kamu bisa menjadi Ayah yang baik?"

"Jangan naik pesawat ini lagi nanti. Melihat sepasang bajingan seperti kalian benar-benar sebuah kesialan ...."

Samuel yang tidak pernah diperlakukan seperti ini murka setengah mati. Dadanya naik turun secara berlebihan, tetapi dia tidak bisa berkata apa-apa.

Shinta bahkan lebih marah sampai menggertakkan giginya. Matanya penuh air mata, sebelum akhirnya dia menangis sambil berlari ke toilet.

Ketika aku hendak mendorong pintu ruang ibu dan anak, Samuel mengangkat tangan untuk menghalangi gagang pintu.

Suara pria itu sangat dingin, tampak hampir menggertakkan gigi ketika memerintahkan pramugari yang ada di samping.

"Di pesawat ini ada banyak orang yang membawa anak. Mereka membutuhkan ruang ibu dan anak, tapi Nona Laura, kamu nggak memerlukannya."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan