Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mantan Gay Kaum Pelangi

Mantan Gay Kaum Pelangi

Kehilangan sosok ayah membuat Leo tersesat hingga terjerumus ke dunia hitam demi mencari kasih sayang. Trauma masa lalu membawanya terjebak dalam lingkaran cinta terlarang yang kelam. Namun, sebuah hidayah muncul dan memicu niatnya untuk berhijrah karena takut akan dosa. Meski tekadnya kuat, berbagai godaan masa lalu terus datang menguji iman. Mampukah Leo tetap istiqomah, meninggalkan identitas lamanya, serta menjalani hidup normal dengan membina keluarga?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Bang! Abang…”

Sayup-sayup kudengar suara seorang gadis. Begitu aku membuka mata dan menoleh. Kulihat seorang gadis telah duduk di sampingku. Dia lah Lastri. Aku tak menduga ia telah ada di sini entah sejak kapan. Kupikir aku telah mati.

“Masha Allah, Abang sudah sadar!”

"Iya, Dek."

Aku mengangguk perlahan. Kedua mata Lastri tampak berkaca-kaca. Aku pun cukup terharu. Gadis imut yang baik hati itu selalu menolongku.

“Abang mau minum?” tanyanya. Aku menggeleng. Sebenarnya aku ingin sekali menegakkan punggung. Namun aku tak kuat. Sekujur tubuhku ini terasa ngilu.

“Jangan bangun dulu, Bang.”

Lastri lekas membantu merebahkan diriku. Semua tulang terasa ngilu. Danu memang luar biasa. Aku bersyukur ia tidak menghilangkan nyawa.

"Abang, sakit, ya?"

"Iya, Dek."

Aku tersenyum lemah. Tetapi gadis itu menatapku dengan tatapan prihatin.

“Zulfi yang ngasih tahu Lastri lewat telepon. Katanya Abang dipukulin Mas Danu sampai pingsan."

“Dokter juga langsung ngambil vissum. Katanya sekarang lagi diproses. Abah yang ngurusin semuanya ke kantor polisi.”

Dahiku berkerut. Visum? Kantor polisi?

“Yang mukulin Abang bakal dijeblosin ke penjara. Abah yang gugat. Saksi udah banyak, hasil visum juga udah diterima polisi. Tinggal keputusan Abang sendiri, temen Abang bakal diperkarain atau enggak.”

Aku menghela napas. Penjara? Apakah itu perlu? Bagaimana sekarang keadaan Danu?

“Tapi tenang, temen Abang udah dipisahin jauh. Dia gak bakalan gangguin Abang lagi.”

Ah, Danu. Dia memang keras kepala.

“Abang kenapa bisa dipukulin dia, sih? Biasanya Abang kan akrab sama Mas Danu, kok tiba-tiba kalian bisa berantem?”

Lastri memandangku dengan tatapan sedih. Aku menggeleng lemah. Sejak awal kenal, Lastri tak pernah tahu hubunganku dengan Danu. Yang ia tahu aku dan Danu adalah sepasang sahabat.

“Kaget banget Lastri, pas dikasih tau temen-temen Abang kalo Abang duel beneran sama Mas Danu. Mas Danu kan jago. Abang jangan cari perkara sama dia.”

"Iya," kataku. Namun, aku terenyuh atas perlakuan Lastri. Lastri memang baik hati. Sejak pertama kali aku menginjakkan kakiku di tanah Jakarta, aku bertemu Lastri secara tak sengaja. Saat itu aku menolongnya dari jambret. Aku berhasil melumpuhkan jambret ketika berada di sebuah jembatan penyeberangan. Namun naasnya jambret itu berhasil menusuk punggungku dari belakang, aku terluka dan Lastri membawaku ke rumahnya. Abah Lastri juga sangat baik. Dia tidak segan-segan memberiku tumpangan menginap selama beberapa hari. Mengetahui bahwa aku adalah seorang pemuda dari kampung yang nekat mencari nafkah di ibu kota untuk menghidupi ibu dan adikku, rupanya membuat iba Abah Anom. Maka sejak saat itu lah aku menjadi penghuni tetap kontrakkan Abah Anom. Hubungan kami bahkan sudah seperti keluarga. Lastri enam tahun lebih muda dariku, sehingga aku merasa mempunyai adik kandung di lingkungan ibu kota yang kejam ini.

Lalu tak lama kemudian Lastri tiba-tiba menangis. Hatiku jadi tesentuh. Aku tak menduga rasa khawatir Lastri bisa sampai sejauh itu.

“Adek, jangan nangis. Abang gak kenapa-napa, kok."

“Enggak Bang… kasian Abang… kalau emak sama adik Abang di kampung tau, pasti mereka bakalan nangis juga.”

Aku memaksakan diriku tersenyum. Lastri memang baik hati.

“Kalau gitu jangan ngasih tau mereka, ya. Apalagi emak. Emak orangnya lemah kalau denger berita musibah," katanya.

Aku semakin tersentuh.

“Sekali lagi, makasih banyak ya, Dek. Abang gak tau harus bilang bagaimana lagi. Kamu selalu bantuin Abang.”

“Iya, makanya Abang jangan cari perkara lagi. Mulai sekarang jangan berususan lagi sama si Danu! Dia itu aneh! Nyeremin! Masa temen sendiri dipukulin!"

Aku tersenyum lagi. Kalau sudah mengoceh seperti ini, Lastri akan berubah menjadi lucu.

"Pokoknya Abang jangan temenan sama dia lagi!"

"Iya," kataku. Memang itu niatku. Aku memang ingin berhenti dari dunia kelam. Aku memang ingin bertaubat. Aku ingin terlepas dari jeratan Danu. Dan aku telah memikirkannya matang-matang sejak lama.

“Assalamualaikum.”

Tiba-tiba terdengar suara seseorang. Aku dan Lastri lekas menoleh, lalu kulihat seseorang masuk ke dalam.

"Assalamualaikum."

Hatiku lega. Aku melihat Pak Haji Kadir datang menjengukku bersama cucu kecilnya, Hamid. Pak Haji adalah pembimbingku. Satu-satunya orang di dunia ini yang tahu rahasiaku hanyalah Pak Haji Kadir. Selain sebagai penceramah, Pak Haji juga seorang guru dan pendidik. Dia sangat bijak dalam menyikapi orang-orang sepertiku. Pak Haji tak pernah sekalipun memandang rendah diriku. Dia malah merangkulku. Aku sangat bersyukur bisa dipertemukan dengannya. Lastri dan ayahnya juga mengenal Pak Haji. Namun mereka hanya sebatas tahu sekedarnya.

“Waalaikum salam.”

Lastri kemudian membungkuk dengan sopan seraya mengucap salam.

Aku mengangguk saat Pak Haji datang mendekat. Dia menggeleng-geleng prihatin.

“Subhanallah,” gumamnya. Ia menghela napas berat.

Aku terdiam. Lalu Pak Haji menoleh kepada Lastri.

“Neng Lastri, maaf bisa tinggal kami sebentar, Nak?” tanyanya. Pak Haji selalu bersikap halus dan sopan.

“Baik, Pak Haji.”

“Maaf ya, Nak.”

“Gak apa-apa kok, Pak Haji.”

Lastri kemudian keluar. Gadis itu juga mengajak cucunya Pak Haji ikut serta. Selain baik, Lastri juga cepat sekali akrab dengan anak-anak. Kemudian mereka pun keluar kamar. Lalu tinggallah aku berdua dengan Pak Haji di dalam ruangan. Pak Haji kemudian duduk di sebelah ranjangku.

“Gimana ceritanya? Kamu kok bisa jadi begini?” tanya Pak Haji.

Wajah cemasnya entah kenapa membuat aku terharu. Jika kuingat masa lalu, sungguh ia jauh berbeda dengan ayahku. Lalu air di dalam mataku tak dapat lagi kubendung.

“Saya sudah berusaha sebisanya Pak Haji. Saya tahu resikonya, dan pasti akan seperti ini. Danu gak akan pernah mau menerima ini. Saya pun merasa… ini sepadan dengan dosa-dosa saya… seharusnya… seharusnya… saya mati saja Pak Haji… daripada menanggung ujian ini.”

Aku terisak. Batinku serasa diaduk. Ketakutan, kemarahan, kebencian, semua tercampur menjadi satu. Aku takut kepada Danu. Aku marah pada keadaan. Dan aku benci masa lalu.

Lalu saat Pak Haji menyentuh punggungku dengan lembut dan mengusapnya, tangisku kian meledak. Selama ini aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah. Dan aku tak tahu kepada siapa aku harus menyalahkan keadaan. Andai saja aku tumbuh di lingkungan keluarga yang bahagia, mungkin aku tak akan menjadi makhluk kotor seperti ini. Mungkin aku tak akan mengambil jalan pintas. Mungkin aku tak akan pernah masuk ke dalam kegelapan.

Lalu tiba-tiba kenangan itu melayang. Ia menghempasku ke dalam memori masa lalu. Pelita kebencianku seketika kembali menyala.

Aku tak akan pernah bisa melupakan semua kejadian yang teramat menorehkan luka. Semuanya.

PRRAAAAANNNG!!!

“KAMU KOK GAK PERNAH BECUS MASAK NASI, SIH, SURTI?! UDAH BERKALI-KALI KUBILANG KALAU AKU TAK SUKA NASI KERAS BEGINI! SURTIIIIIII!!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Altair Onder de
9.4
Altair dan Claretta dipertemukan dalam situasi ganjil setelah dewa menukar tubuh mereka tanpa izin. Meski awalnya murka, Altair luluh saat melihat Claretta menangis merindukan kasih sayang ibu. Mereka saling memahami penderitaan masing-masing di tengah hembusan angin dan kelopak bunga. Akhirnya, keduanya sepakat menerima takdir baru ini. Altair merelakan identitasnya, sementara Claretta berjanji menjaga ibu Altair dengan tulus sebelum cahaya memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel Bukan Sugar Baby
8.8
Tachi Gumama, seorang mucikari, merasa terhina saat Padrone Ricco menolak tawaran pelacur andalannya. Padahal, Padrone dikenal sebagai miliarder Manhattan yang sangat setia kepada istrinya, mendiang Nyonya Deceduto Ricco. Penolakan ini memicu kecurigaan Tachi bahwa pria kaya tersebut sebenarnya menyembunyikan seorang gadis simpanan. Benarkah sosok suami sempurna ini memiliki rahasia gelap di balik kesetiaannya, ataukah tuduhan Tachi hanyalah sebuah kekeliruan?
Sampul Novel Godaan si Petani Tampan
8.8
Mengikuti program nasional tahun 1970-an ke pedesaan membawa babak baru dalam hidupku. Di sana, ketertarikanku justru tertuju pada Adri, seorang petani lokal yang maskulin dan berotot. Keberanian memanjat jendela kamarnya di suatu malam menjadi awal dari hubungan intim kami yang tak terduga. Di sela-sela kesibukan menggarap ladang, kami menjalin asmara rahasia yang membara. Dari sudut pegunungan sepi hingga tempat terpencil di desa, kami mengukir jejak cinta yang mendalam berdua.
Sampul Novel Istri yang Dianggap Sempurna
9.6
Keyyan Munir dua kali gagal berumah tangga karena masalah finansial, meski ia memiliki fisik menawan. Pengalaman pahit itu menyadarkannya bahwa ketampanan tak cukup untuk mempertahankan cinta. Di sisi lain, Shabilal Haq atau Shabby lahir dengan organ ganda dan memilih hidup sebagai wanita cantik meski memiliki rahasia biologis yang unik. Saat Keyyan jatuh cinta dan menikahi Shabby, ia tak tahu jati diri istrinya. Akankah cinta Keyyan bertahan saat rahasia Shabby terungkap?
Sampul Novel Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
8.2
Gala adalah pria yang dihantui rasa takut akan luka emosional, sementara Lingga merupakan sosok haus popularitas yang justru membenci sanjungan. Di balik topeng kemunafikan, keduanya terjebak dalam hubungan penuh ancaman dan pemerasan untuk meraih kebahagiaan semu. Kolaborasi antara jiwa yang fasik dan munafik ini melahirkan dinamika cinta yang destruktif, di mana mereka saling menyakiti demi memuaskan hasrat batin serta obsesi gelap masing-masing.
Sampul Novel Kontrak Cinta Terlarang
8.8
Dua tahun membina rumah tangga, Celine harus menelan kenyataan pahit bahwa Alister, suaminya, adalah seorang penyuka sesama jenis. Tekanan keluarga untuk segera memiliki keturunan membuat Alister nekat menyewa pria bernama Jonathan demi menghamili istrinya melalui pernikahan kontrak. Terjebak dalam rencana gila sang suami, Celine kini menghadapi dilema moral yang hebat. Mampukah ia menjalani skenario terlarang ini demi sebuah ekspektasi keluarga yang semu?