
Lyana
Bab 2
Setelah mendapatkan setuju dari keluarganya, Lyana pun menghubungi Putri untuk memberitahukan bahwa dia bisa ikut ke kota dan bekerja bersamanya.
"Put, Alhamdulillah Ibu dan juga Adikku setuju untuk aku pergi ke kita,'' ucap Lyana dengan senang
"Baik lah Lyana. Dua hari lagi aku akan menjemputmu dan kita akan pergi ke kota ya." ucap Putri dari seberang sana
"Baik lah Put. Makasih banyak ya, Assalamualaikum,"
"Iya. Waalaikumsallam." jawab putri
Lyana pun mematikan telefonnya dan menyiapkan semua keperluannya untuk dia bawah ke kota.
Dan waktu pun berjalan begitu cepat, kini Lyana sudah tiba dimana dia akan berangkat ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih menghasilkan.
"Bu, doain Lyana ya. Semoga di sana Lyana mendapatkan pekerjaan dan semoga juga Lyana di permudahkan dalam mencari Rizkinya, Bu hiks" ucap Lyana meminta doa pada Sang Ibu sambil menangis
"Amin Nak. Ibu selalu mendoakan kamu yang terbaik, semoga kamu di sana baik baik saja. Satu pesan ibu Nak, jangan pernah lupakan sholatmu ya." pesan Sang Ibu
"Iya Bu," Lyana pun menghampiri Rika yang saat ini tengah menangis.
" Dek, Mbak titip ibu ya. Jaga Ibu buat mbak ya dan ingat kamu harus belajar dengan sungguh sungguh, gapai lah cita citamu, Rika. Kau harus menjadi orang sukses dan bisa membanggakan mbak juga Ibu." ucap Lyana pada Rika lalu memeluknya
" Iya mbak. Rika janji bakalan jagain ibu dan juga belajar dengan giat, aku tidak akan mengecewakan mbak yang sudah bersusah payah membiayai sekolah Rika." ucap Rika sambil menangis di pelukan Lyana
Lyana pun menghapus air matanya, lalu mengambil tas dan juga perlengkapan yang akan dia bawah ke kota.
" Titip Lyana ya, Nak" ucap Sang Ibu pada Putri
" Iya Bu. Insya Allah aku akan jaga Lyana dengan baik di sana." jawab putri sambil tersenyum
" Baik lah. Lyana pamit dulu ya Bu, Rik. Assalamu'alaikum" ucap Lyana menyalami tangan ibunya
"Waalaikumsallam." jawab Ibu dan juga Rika bersamaan
" Jangan lupa Nak ,sering sering hubungi kami.'' ucap Ibu sambil melihat kepergian Lyana
" Iya Bu. Lyana pasti akan sering sering menghubungi Ibu." jawab Lyana sambil berteriak
Lyana menangis di dalam mobil, dia tidak menyangka bahwa dia akan meninggalkan Ibu dan juga adiknya. Tapi Lyana harus kuat, semua ini dia lakukan untuk keluarganya. Dia harus berjuang agar keluarganya mendapatkan kebahagian yang seperti yang lainnya.
"Kau harus kuat Lyana. Semua ini kamu lakukan untuk keluargamu, untuk pengobatan Ibunya dan juga untuk biaya sekolah adikmu. Ayo Lyana, kau harus semangat." ucap Lyana dalam hati menyemangati dirinya sendiri
Dan setelah tiba di kota, Lyana menatap sepanjang perjalanan. Dia sangat kagum dengan gedung gedung bertingkat tinggi dan juga gemerlap lampu di sepanjang jalan yang menerangi perjalanannya.
"Ya Allah Putri, itu beneran bangunan. Itu yang buat butuh berapa tahun, tinggi bener putri??" ucap Lyana dengan kagum
" Hahah..Kau ini lucu banget ya, Ly. Kita itu udah hidup di jaman modern dan kalau kamu masih berpikir kuno, pasti bangunan itu gak akan selesai sampai kamu punya cucu." ucap Putri ngeledek ke arah Lyana.
"Heheh.. Iya Put. Maklum lah, orang desa masuk kota jadi agak sedikit norak." ucap Lyana tersenyum
" Ya udah. Sebentar lagi kita akan sampai di kontrakan aku, dan mungkin besok kamu sudah bisa interview. Semoga aja kamu di terima dan kita bisa bekerja di tempat yang sama."
" Iya Amin Put. Semoga aja aku di terima dan aku bisa satu kerjaan sama kamu. Pasti sangat menyenangkan, bekerja sama sahabat sendiri." ucap Lyana tanpa melupakan senyumannya
" Oh ya nanti kalau udah sampai. Jangan lupa kasih kabar ke Ibu kamu, biar mereka gak khawatir sama kamu." ucap Putri memberikan hpnya
Benar, di rumahnya Lyana hanya memiliki satu hp dan dia berikan pada adiknya agar saat di kota dia bisa menghubungi keluarganya. Dan karena dia tidak memiliki uang untuk membeli hp baru jadi dia meminjam hp Putri untuk menghubungi keluarganya di desa.
" Iya Put. Nanti aku pasti akan menghubungi mereka, makasih banyak ya put karena kamu udah ngebantu aku. Aku tidak tau harus bagaimana caranya untuk membalas semua kebaikan mu." ucap Lyana sambil menundukkan kepalanya
" Lyana, kita ini adalah sahabat dan sesama sahabat kita harus saling membantu. Apalagi waktu masih sekolah, kamu sering membantu aku. Dan sekarang sudah waktunya untuk aku membalas semua kebaikan kamu." ucap Putri lalu memeluk Lyana.
Lyana pun mengambil hp yang tadi diberikan oleh Putri. Lyana pun menekan nomor ponsel keluarganya dan dengan cepat nomer itu langsung tersambung.
''Assalamualaikum,'' ucap Lyana saat telefonnya terangkat.
''Waalaikumsallam, Mbak.'' Rika menjawab telefon Lyana dengan perasaan gembira.
''Dek, Mbak udah sampai di kota dan Alhamdulillah Mbak besok sudah langsung interview di tempat pekerjaannya, Mbak.'' ucap Lyana memberikan kabar pada Rika
''Alhamdulillah, selamat ya Mbak. Semoga Mbak bisa diterima bekerja dan disana tanpa halangan apapun.'' ucap Rika memberikan doa pada Lyana
''Amin, Dek. Makasih ya udah doain Mbak. Oh ya Ibu kemana Dek, Mbak mau bicara sama Ibu.''
''*Bentar ya Mbak, aku kasih ke Ibu dulu." Rika berjalan ke kamarnya Ibu sambil memberikan hpnya.
"Assalamu'alaikum Lyana," ucap Ibu dengan suara lemah seperti ingin menangis*
"Waalaikumsallam, Bu. Ibu lagi apa??" tanya Lyana basa basi meskipun saat ini dia tengah menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Ibu sedang sholat, Nak. Gimana kamu udah sampai kan di kota, Nak??" tanya Lina dengan perasaan cemas
"Alhamdulillah, Bu. Lyana udah sampai kok dan doain Lyana ya Bu, Semoga besok Lyana acara interviewnya berjalan dengan lancar dan Lyana bisa diterima di sana, Bu." ucap Lyana pada sang Ibu meminta doanya.
"Tentu saja, Nak. Ibu pasti doakan Lyana disana , Semoga kamu baik baik saja dan segera mendapatkan pekerjaan. Maafkan Ibu, Lyana karena Ibu kamu harus berjuang menjadi tulang punggung keluarga. Maafkan Ibu yabg tidak berguna ini, seharusnya kau tidak merasakan semua kesusahan ini. Tidak seharusnya kau harus memikul beban seberat ini, Lyana." ucap Ibu sambil menangis, tidak bisa menahan air matanya untuk tidak jatuh.
Lina sangat terpukul saat harus melepas Lyana bekerja di kota dan jauh darinya. Tapi dia juga tau bahwa kebutuhannya disini juga banyak, jadi mau tidak mau. Lina harus merelakan putri sulungnya untuk bekerja di kota demi membiayai semua kebutuhannya dan juga adiknya yang masih duduk di bangku SMA.
Lyana berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Tapi dia tidak bisa saat mendengar suara Ibunya yang terisak dan membuat air matanya jatuh.
''Ibu, Ibu jangan berfikir seperti itu. Sudah berapa kali Lyana katakan pada Ibu, semua kebutuhan Ibu dan juga Rika sudah menjadi tanggung jawab Lyana. Jadi Ibu jangan pernah menyalakan diri Ibu sendiri, Lyana juga ikhlas dalam menjalani semua takdir kehidupan Lyana. Meskipun Lyana harus pergi jauh dari Ibu dan juga Rika, tapi ini hanya sementara, Bu. Jika suatu hari nanti Lyana sudah mendapatkan uang yang cukup banyak, Lyana akan pulang kok, Bu. Lyana akan tinggal disana bersama Ibu dan juga Rika. Lyana juga akan memulai usaha kecil kecilan agar Lyana tidak perlu bekerja di kota lagi.'' ucap Lyana menjelaskan semua keinginannya dan berusaha menenangkan hati Ibunya.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Lyana pada Ibunya. Dia memiliki rencana jika suatu hari nanti dia telah memiliki beberapa tabungan yang cukup, maka Lyana akan kembali ke desanya dan memulai usaha kecil kecilan. Lyana akan memulai usahanya dari nol dan jika Lyana memiliki rejeki yang lebih, maka dia akan melanjutkan pendidikan sang adik hingga dia sukses dan apa yang dia cita cita kan bisa terwujud.
Itu lah Rencana Lyana selama ini, membahagiakan keluarganya tanpa memikirkan dirinya sendiri. Lyana ikhlas jika dia harus bekerja keras tapi membuat keluarganya bahagia tanpa kekurangan apapun seperti yang pernah mereka alami.
Kini Lyana bertekad mengadu nasib di kota agar dia dan keluarganya tidak lagi merasakan kesusahan dan yang terpenting bagi Lyana adalah mereka semua dalam keadaan sehat dan berkecukupan.
''Amin, Nak. Semoga semua kerja kerasmu bisa mendapatkan hasil yang kau inginkan dan apa yang menjadi cita cita mu bisa segera terwujud, Lyana. Ibu disini hanya bisa mendoakan mu agar kau disana baik baik saja.'' ucap Ibu dengan perasaan lega
''Amin, Bu. Ya udah ya Bu, Lyana mau istirahat dulu. Lyana juga capek dan besok Lyana juga harus interview lebih awal jadi Lyana harus bangun pagi untuk bersiap siap.'' ucap Lyana mengakhiri pembicaraannya.
''Iya, Nak. Assalamu'alaikum,''
''Waalaikumsallam, Bu.'' Lyana pun mematikan telefonnya.
Lyana pun memberikan kembali hpnya pada Putri.
''Makasih banyak ya, Put. Kamu udah mau meminjamkan hpnya sama aku.'' ucap Lyana berterima kasih.
''Iya sama sama, Ana. Lagian cuma masalah hp kok.'' ucap Putri dengan santai sambil tersenyum kearah Lyana.
Anda Mungkin Juga Suka





