
Lyana
Bab 3
Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini Lyana sudah bersiap untuk menjalankan interview di tempat dia akan bekerja. Meskipun merasa gugup Lyana berusaha menenangkan dirinya, agar tidak gugup.
''Ana, Kamu udah siap??'' tanya Putri menghampiri Lyana yang saat ini tengah bercermin dengan ekspresi wajah tegang.
''Eemm..Aku sedikit gugup Put, aku takut nanti jika aku malah salah bicara.'' ucap Lyana dengan perasaan panik.
Putri pun menghampiri Lyana yang saat ini tengah panik. Dia mencoba menenangkan Lyana.
''Ana, kamu gak usah gugup kayak gini. Lagian insya Allah nanti kamu bakalan diterima kok, Manajer yang ada di tempat kita bekerja meminta aku untuk mencarikan seseorang yang niat dalam bekerja. Jadi nanti kamu gak usah tegang, santai aja. Ok,'' ucap Putri berusaha membuat Lyana tenang.
Setelah mendengar ucapan Putri, Lyana pun mengambil nafas dalam dan berusaha untuk menenangkan dirinya.
''Udah tenang Lyana??'' tanya Putri saat melihat Lyana tersenyum
''Iya Put, Ayo kita berangkat.'' ajak Lyana pada Putri
Akhirnya mereka berdua pun berangkat bersama ketempat kerja mereka. Dan setelah setengah jam menaiki angkutan umum, mereka pun telah tiba di tempat kerja mereka.
Mereka bekerja di sebuah hotel swasta yang berada di kota Jakarta. Dan saat ini mereka berjalan masuk kedalam untuk melakukan tugas mereka. Sedangkan Lyana, Putri mengantar Lyana menuju ketempat manajer untuk melakukan interview.
''Assalamualaikum, Mbak.'' Putri mengetuk pintu ruangan manajer.
''Waalaikumsallam, silahkan masuk.'' ucap seseorang dari dalam ruangan itu.
Putri dan juga Lyana pun masuk kedalam ruangan manajer. Dan mereka berdua pun langsung duduk.
''Ini temen kamu, Put??'' tanya Siska yang menjadi HDR di hotel ini.
''Iya Mbak. Ini temen aku yang kemaren aku ceritain sama, Mbak.'' jawab Putri memperkenalkan Lyana.
''Perkenalkan Mbak, Nama saya Lyana.'' ucap Lyana memperkenalkan dirinya.
Siska pun mengulurkan tangannya dan diterima langsung oleh Lyana sambil tersenyum.
''Perkenalkan nama saya Siska. Saya manajer disini,'' ucap Siska memperkenalkan dirinya
''Oh ya. Apakah kamu memiliki pengalaman dalam bekerja??'' tanya Siska
''Waktu di kampung, saya pernah bekerja di toko baju, Mbak. Dan selain itu saya tidak memiliki pengalaman pekerjaan apa lagi.'' jawab Lyana.
''Oh jadi kamu udah pernah bekerja di toko baju. Lyana, apakah kamu bersih bersih??'' tanya Siska
''Kalau masalah bersih bersih, setiao hari saya bersih bersih di rumah Mbak. Dan saya juga bisa melakukan pekerjaan yang bersangkutan dengan pekerjaan rumah tangga. Saya bisa memasak, mencuci baju, mengepel dan lainnya, Mbak.'' ucap Lyana mengatakan semua yang dia bisa.
Siska pun tersenyum saat melihat suara polos Lyana yang membuatnya sangat lucu.
''Baik baik lah. Kamu tidak usah melakukan semua pekerjaan itu, Lyana. Kamu hanya perlu membersihkan ruangan hotel yang kotor atau tempat tempat yang perlu di bersihkan.'' ucap Siska menjelaskan pekerjaannya.
''Cuma itu doang, Mbak. Saya pikir pekerjaannya akan berat,''
'' Cukup berat jika kamu tidak berpengalaman, tapi saya rasa kamu sangat berpengalam dalam urusan bersih bersih. Dan selamat Lyana kamu di terima bekerja disini,'' ucap Siska dan membuat Lyana bahagia.
''Mbak beneran??, Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Mbak.'' ucap Lyana dengan perasaan bahagia sambil mencium tangan Siska.
''Ya ampun Lyana gak usah sungkem juga kali,'' ucap Siska menarik tangannya.
''Maaf Mbak. Aku seneng banget akhirnya bisa diterima bekerja disini dan terima kasih banyak, Mbak. Insya Allah Lyana akan bekerja dengan sungguh sungguh dan tidak akan mengecewakan, Mbak.'' ucap Lyana dengan bersemangat
''Semoga saja Lyana. Dan Bayaran kamu selama satu bulan yaitu sekitar 3 juta, tapi jika pekerjaan kamu bagus dan juga rajin. Maka gaji kamu akan saya tambahin sesuai kinerja kamu.'' ucap Siska menjelaskan bayarannya yang akan dia terima selama bekerja disini.
Lyana tampak terkejut saat mendengar bayaran yang akan dia terima. Karena bayaran 3 juta di kampung itu sangat besar, lain halnya jika di kota. Semua biaya makan, transportasi dll nya itu mahal. Dan Lyana sudah senang saat mendengar bayaranya yang menurut Lyana itu besar.
''Alhamdulillah. Iya Mbak, iya. Lyana bakal kerja dengan sungguh sungguh dan tidak akan malas malasan.'' ucap Lyana mengatakannya dengan yakin.
''Syukur lah Lyana. Semoga saja kamu tidak mengecewakan saya ya,''
''Insya Allah Lyana tidak akan mengecewakan Mbak Siska.'' ucap Lyana sambil tersenyum.
Setelah menjalankan interview dan Lyana di terima bekerja di hotel tersebut. Putri pun menyuruh Lyana untuk kembali ke kostannya dan memberikan dia sejumlah uang untuk biaya ongkosnya.
"Ana, Ini uang buat kamu." ucap Putri memberikan uang kepada Lyana.
"Ini uang buat apa Put??" tanya Lyana dengan perasaan bingung.
"Ini ongkos buat kamu kembali ke kost, Ana." jawab Putri
"Gak usah, Put. Aku punya uang kok, dan aku rasa uang ini masih cukup kok." Lyana menolak uang yang diberikan oleh Putri.
"Udah ambil aja. Uang yang kamu punya itu buat kebutuhan kamu yang lain aja, Ana."
"Tapi, Put-" belum selesai Lyana menyelesaikan kalimatnya, Putri memotongnya.
"Udah Lyana, ambil saja. Dan sekarang kamu cepat cari angkot takutnya gak ada angkot lewat lagi." ucap Putri mendorong tubuh Lyana agar dia cepat pergi.
"Makasih banyak ya, Put. Kamu udah mau membantu aku." ucap Lyana sebelum dia menaiki angkotnya.
"Iya sama sama. Udah ah sana, nanti kita ketemu lagi.'' Putri melambaikan tangannya saat Lyana sudah menaiki angkotnya.
Putri memberikan uang tersebut agar Lyana tidak banyak mengeluarkan uang. Apalagi Putri tau bahwa Lyana hanya memiliki uang pas Pasan. Dan dengan ikhlas Putri membantu Lyana yang saat ini tengah kesusahan.
Di dalam angkot Lyana melihat uang yang diberikan oleh Putri tadi. Lyana tersenyum sambil menghapus air matanya yang jatuh karena dia terharu atas kebaikan Putri yang selalu membantunya.
"Terima kasih banyak, Put. Insya Allah jika nanti aku udah memiliki rejeki aku tidak akan lupa dengan kebaikan kamu ini dan aku juga akan membalas semua yang telah kamu berikan padaku." ucap Lyana sambil menggenggam uang pemberian dari Putri.
Setelah sampai di kostannya, Lyana pun langsung membereskan kostannya itu dan di saat malam tiba. Lyana menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
"Assalamu'alaikum," ucap Putri dan membuka pintu kostannya. Dan betapa terkejutnya Putri saat melihat Lyana tengah memasak makanan untuknya.
"Waalaikumsallam." jawab Lyana dari dalam dapur.
" Ya ampun Ana, kamu ngapain??" tanya Putri menghampiri Lyana yang saat ini tengah memasak makan malam.
" Eh, Kamu udah datang Put. Aku lagi masak nih buat makan malam kita, ya udah sekarang kamu tunggu di sana dulu. Makanannya sudah siap kok," ucap Lyana sambil menyiapkan makan malamnya.
Putri menggelengkan kepalanya saat melihat Lyana yang tengah kelimpungan menyiapkan makanan buat mereka berdua.
"Ana, Kamu ngapain repot repot masak kayak gini??" Putri melihat beberapa makanan yang dimasak oleh Lyana.
"Gak papa, Put. Lagian aku masaknya makanan sederhana. Ya udah ayo kita makan bersama." ucap Lyana mengajak Putri.
Dan akhirnya mereka berdua pun makan malam bersama.
Mentari pun kembali menampakkan sinar paginya. Saat ini Lyana dan juga Putri sudah bersiap untuk berangkat bekerja.
Dan setelah sampai di tempat kerjanya, Lyana langsung mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Bahkan dalam satu bekerja Lyana sudah mendapatkan nilai positif dari atasannya.
"Dia anak baru itu??" tanya pemilik hotel tersebut.
"Benar, Pak. Dia baru sekarang ini bekerja dan bagaimana menurut Bapak??" tanya Siska pada pemilik hotel tersebut
"Dia cukup rajin bahkan semua pekerjaannya bisa diselesaikan dengan baik. Saya suka dengan cara dia bekerja, Sis. Laporkan pada saya jika terjadi sesuatu pada dia." ucap sang pemilik Hotel pada Siska.
"Siap, Pak." jawab Siska.
Waktu pun berjalan begitu cepat, sudah satu bulan lamanya dia bekerja di sini. Dan saat ini bayaran pertama baginya.
"Ini Lyana bayaran buat kamu." Siska. memberikan gajinya pada Lyana.
Lyana menerimanya sambil tersenyum.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak, Mbak." ucap Lyana tersenyum dan menerima gajinya.
"Ada sedikit bonus buat kamu Lyana, karena kinerja kamu yang cukup memuaskan. Saya harap kamu bisa mempertahankan kinerja kamu ini." ucap Siska mengatakan tentang kinerjanya yang baik.
"Benarkah, Mbak. Alhamdulillah, terima kasih banyak Mbak. Insya Allah saya akan lebih rajin lagi. Terima kasih banyak, Mbak.'' ucap Lyana sangat senang karena ia mendapatkan bonus dan Lyana bisa segera mengirimkannya pada keluarganya.
Anda Mungkin Juga Suka





