
Luka Yang Tak Termaafkan
Bab 2
Ponsel di tangan Celeste bergetar beberapa kali. Pesan misterius itu terus memenuhi pikirannya-siapa yang mengiriminya dan apa rahasia tentang Darian yang dimaksud? Selama dua tahun, Celeste sudah berusaha untuk melupakan masa lalu yang menyakitkan, tapi malam ini, sebuah pintu baru terbuka kembali ke dalam hidupnya.
"Siapa kamu sebenarnya?" bisiknya pelan sambil menatap layar.
Detik berikutnya, ponselnya bergetar lagi, sebuah nomor yang tak dikenal.
"Datanglah ke kafe 'Elysium' malam ini pukul 9. Jawaban ada di sana," bunyi pesan singkat itu.
Celeste menelan ludah. Dia tahu ini bukan kebetulan.
Malam itu, hujan gerimis menambah suasana mencekam ketika Celeste melangkah masuk ke kafe kecil yang terletak di sudut kota. Tempat itu remang dan dipenuhi aroma kopi hangat serta bisikan rahasia yang tak terdengar oleh orang biasa.
Di pojok ruangan, seorang pria bertubuh tinggi dengan jaket kulit hitam duduk sambil menatap lurus ke arahnya. Tatapannya tajam, penuh rahasia yang ingin ia ungkapkan.
"Celeste Marvina," pria itu menyapa dengan suara berat. "Aku tahu ini sulit dipercaya, tapi aku adalah satu dari sedikit orang yang masih peduli pada kebenaran."
Celeste duduk di hadapannya, napasnya berirama cepat. "Apa yang kau tahu tentang Darian?"
Pria itu menarik napas dalam-dalam. "Darian bukan seperti yang kau kira. Ada sisi gelap yang kau belum tahu. Dan wanita itu, Ivana, bukan sekadar perusak rumah tangga kalian."
Celeste menatap tajam. "Apa maksudmu?"
Pria itu mengeluarkan sebuah amplop berisi dokumen. "Ini bukti keterlibatan Ivana dalam skema yang lebih besar. Dia bukan hanya pacar Darian, dia agen yang sengaja ditempatkan untuk menghancurkan keluargamu."
Celeste merasakan jantungnya berdegup kencang. "Mengapa?"
"Ada orang-orang di balik layar yang ingin mengambil alih kekuasaan keluarga Elwood. Ivana hanyalah pion mereka," kata pria itu serius.
Malam itu, pikiran Celeste dipenuhi oleh kekacauan baru. Ia sudah dikhianati, diusir, dan dihancurkan reputasinya. Tapi kini ia menyadari, pengkhianatan itu lebih rumit dan berbahaya dari yang pernah ia bayangkan.
Ia pulang ke apartemennya dengan tekad baru. Rencana balas dendamnya harus lebih dari sekadar mengalahkan Darian. Ia harus menggali lebih dalam, menyingkap rahasia yang mengancam bukan hanya hidupnya, tapi juga seluruh keluarga Elwood.
Sementara itu, di rumah megah keluarga Elwood, suasana tak kalah mencekam.
Ivana berdiri di depan cermin besar, menatap bayangannya sendiri dengan senyum licik. "Semua berjalan sesuai rencana," gumamnya.
Margarethe, yang duduk di sofa, memandang Ivana dengan tatapan dingin. "Jangan terlalu percaya diri, Ivana. Celeste mungkin sudah jauh, tapi dia lebih berbahaya dari yang kau kira."
Ivana menoleh. "Biarkan aku yang mengurusi itu. Aku sudah memiliki Darian di tanganku. Dia akan melakukan apa pun untukku."
Margarethe tersenyum sinis. "Jangan lupa siapa yang memegang kendali sebenarnya di sini."
Hari-hari berlalu, dan Celeste semakin dalam menyelidiki rahasia di balik pengkhianatannya. Ia bertemu dengan mantan asisten Darian, yang membocorkan informasi tentang transaksi mencurigakan dan hubungan gelap Ivana dengan jaringan bisnis bawah tanah.
Celeste juga bertemu dengan pengacara yang selama ini diam membela kepentingan keluarga Elwood, yang kini mulai ragu dengan semua kebohongan yang disusun di atas meja mereka.
Pada satu titik, Celeste menerima undangan rahasia dari sebuah pertemuan bisnis yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting yang ternyata terkait dengan Ivana dan skema penghancuran keluarganya. Dengan topeng dan identitas yang disamarkan, Celeste masuk ke dalam lingkaran itu, mengumpulkan bukti dan saksi yang akan menjadi senjatanya.
Di sisi lain, Darian mulai merasakan tekanan yang semakin berat. Usahanya mempertahankan posisi di keluarga dan bisnis mulai tergoyahkan oleh rumor dan desas-desus yang beredar. Dia tak menyadari, bahwa wanita yang dulu dia tolak dengan kasar kini kembali dengan kekuatan yang jauh melebihi dirinya.
ketika Celeste, dengan wajah serius dan penuh tekad, berdiri di balik tirai kaca sebuah gedung tinggi, menatap gedung Elwood yang megah di kejauhan.
"Ini baru permulaan," ucapnya lirih. "Darian, aku akan membuatmu menyesal telah mengkhianatiku."
Anda Mungkin Juga Suka





