
Luka Yang Tak Termaafkan
Bab 3
Malam itu, Celeste berdiri di balkon apartemennya yang kecil namun nyaman, menatap kota yang gemerlap di bawahnya. Lampu-lampu jalanan berpendar seperti bintang yang tak pernah padam, namun di hatinya hanya ada satu cahaya yang menggebu: dendam.
Selama berbulan-bulan, ia telah bekerja tanpa henti, menyusun strategi untuk membalas pengkhianatan yang telah merenggut segalanya darinya. Setiap detik yang ia habiskan di dunia bisnis bukan sekadar membangun karier, melainkan juga menyiapkan jebakan rapi untuk Darian dan keluarganya.
Di sisi lain kota, di ruang kerja besar yang dipenuhi lukisan dan patung antik, Darian Elwood duduk menatap layar laptopnya dengan wajah tegang. Rumor dan berita negatif mulai menghantam bisnis keluarganya, dan walau ia mencoba menepisnya, tekanan itu makin nyata.
Malam itu, Darian menerima pesan yang membuatnya membeku: sebuah foto Celeste bersama seorang pria yang tidak dikenalnya, sedang berdiskusi serius di sebuah gedung pertemuan rahasia.
Keesokan harinya, Celeste menghadiri pertemuan penting di sebuah gedung perkantoran megah. Ia mengenakan blazer hitam yang dipadukan dengan celana kain elegan, rambutnya terikat rapi. Wajahnya dingin dan penuh fokus.
Di ruang konferensi, ia bertemu dengan beberapa orang yang selama ini menjadi bagian dari jaringan bisnis bawah tanah yang terkait dengan Ivana. Dengan gaya yang tegas, Celeste membuka pembicaraan.
"Kita semua tahu apa yang harus dilakukan. Ivana dan Darian bukan hanya sekadar ancaman pribadi, tapi juga ancaman terhadap bisnis kita. Ini kesempatan untuk mengambil alih kekuasaan secara total."
Suara-suara setuju memenuhi ruangan. Tapi Celeste tidak puas hanya dengan kekuasaan ekonomi. Ia ingin sesuatu yang lebih-penghancuran reputasi dan kekuasaan keluarga Elwood dari dalam.
Di rumah Elwood, Margarethe duduk bersama Ivana di ruang tamu yang mewah. Mata mereka beradu dengan dingin dan penuh strategi.
"Kamu sudah mengambil langkah besar dengan Darian," kata Margarethe pelan, "tapi aku tahu Celeste tidak akan diam saja. Dia punya rencana, dan itu jauh lebih berbahaya daripada yang kita perkirakan."
Ivana tersenyum sinis. "Biarkan aku yang menghadapinya. Darian sudah sepenuhnya di tanganku. Celeste tidak akan bisa melawan kami."
Namun, di dalam hatinya, Ivana juga merasakan ketakutan yang mulai tumbuh. Celeste bukanlah wanita yang mudah dilupakan begitu saja.
Sementara itu, Celeste melanjutkan langkahnya dengan menyusup ke dalam lingkaran keluarga Elwood melalui koneksi bisnis yang selama ini tak terlihat. Ia berhasil merekrut seorang pegawai dalam yang memiliki akses ke dokumen rahasia dan transaksi keluarga.
"Dengan data ini, kita bisa menjatuhkan mereka," kata Celeste saat menerima laporan rahasia itu di kantor kecilnya. "Ini bukan hanya soal bisnis. Ini soal harga diri dan keadilan."
Di tengah intrik yang semakin panas, muncul pula sisi lain dari Darian yang mulai goyah. Di balik kekerasan sikapnya, ia merindukan Celeste dan merasa bersalah atas keputusan yang dibuatnya.
Suatu malam, Darian berdiri di depan cermin, menatap bayangan dirinya sendiri. "Apa yang sudah aku lakukan?" gumamnya. Namun, kesempatan untuk memperbaiki semuanya sudah hampir tertutup oleh bayang-bayang Ivana dan ambisi keluarganya.
Suatu malam, Celeste menerima undangan dari seseorang yang mengaku memiliki informasi penting tentang masa lalu Darian dan Ivana. Mereka bertemu di sebuah restoran kecil, jauh dari hiruk-pikuk kota.
"Darian dan Ivana memiliki hubungan yang jauh lebih gelap dari yang kau kira," ujar pria itu. "Mereka terlibat dalam skandal bisnis yang bisa menghancurkan keluarga Elwood jika terungkap."
Celeste menatap serius. "Aku ingin semua bukti itu."
Pria itu menyerahkan sebuah flashdisk. "Gunakan dengan bijak. Jangan sampai kau jadi korban berikutnya."
Celeste kembali ke apartemennya, menyalakan laptop, dan membuka file-file rahasia itu. Mata wanita itu membara penuh tekad.
"Darian, ini waktumu merasakan apa yang aku rasakan dulu," ucapnya pelan. "Aku tidak akan berhenti sampai semuanya hancur-mulai dari bisnis, reputasi, sampai keluargamu."
Anda Mungkin Juga Suka





