Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka yang Kucinta

Luka yang Kucinta

Lima tahun pernikahan Dira hancur seketika saat Reza terbukti berkhianat. Tanpa sepatah kata, Dira pergi membawa luka. Tiga tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok wanita tangguh dan bertemu lagi dengan Reza yang kini penuh rahasia. Meski Dira berupaya menjauh, ikatan masa lalu kembali mengusik perasaannya. Saat kebenaran tersembunyi mulai terungkap, Dira harus memilih: tetap menyimpan benci atau kembali jatuh cinta pada pria yang pernah menghancurkan hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dira seharusnya sudah sembuh.

Setidaknya, itulah yang ia katakan pada dirinya sendiri saat pesawatnya mendarat di kota ini-kota yang dulu ia tinggalkan dalam keadaan hancur.

Tiga tahun sudah berlalu sejak malam itu. Malam ketika ia mendapati Reza bersama wanita lain, dan hatinya terkoyak tanpa bisa diperbaiki lagi. Sejak saat itu, ia berusaha membangun ulang hidupnya di kota yang berbeda, jauh dari semua kenangan yang menyakitkan.

Namun kini, takdir membawanya kembali.

Dira menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tak beraturan. Matanya menatap keluar jendela taksi yang membawanya menuju hotel tempat ia akan menginap. Jalanan yang dulu terasa begitu familiar kini seperti dunia lain. Kota ini tetap sama, tapi entah mengapa, ia merasa seperti orang asing di dalamnya.

Ia menggigit bibirnya. Ia bisa melewati ini. Ia sudah jauh lebih kuat daripada tiga tahun lalu.

Bukan, Dira. Kau hanya ingin percaya bahwa kau sudah kuat.

Dira mengalihkan pandangannya ke luar jendela lagi, berusaha mengusir suara di kepalanya.

Taksi berhenti di depan sebuah hotel mewah di pusat kota. "Ini tempatnya, Bu," kata sopir taksi dengan ramah.

Dira tersenyum tipis dan menyerahkan sejumlah uang sebelum turun. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha mengusir perasaan tak nyaman yang tiba-tiba merayapi dadanya.

Ia datang ke kota ini bukan untuk mengenang masa lalu. Ia datang untuk bekerja.

Tapi kehidupan memang punya cara kejam untuk mempermainkan manusia.

Hari itu, seharusnya menjadi awal baru baginya. Tapi semua rencana itu hancur seketika saat ia masuk ke ruang rapat perusahaan tempat ia akan bekerja selama beberapa bulan ke depan.

Di sana, duduk di ujung meja dengan jas hitam dan wajah tanpa ekspresi, adalah pria yang selama ini ia hindari.

Reza.

Dira membeku di ambang pintu. Napasnya tercekat. Dadanya bergemuruh hebat, seolah seseorang baru saja meninju ulu hatinya.

Tidak mungkin.

Matanya melebar, dan untuk beberapa detik, ia tidak bisa bergerak.

Reza juga menatapnya. Tatapannya tidak lagi penuh kasih seperti dulu. Tidak ada lagi kelembutan di sana. Yang tersisa hanyalah sepasang mata tajam dan dingin-seolah ia hanyalah orang asing yang kebetulan masuk ke dalam ruangannya.

Semua orang di ruangan terus berbicara, tapi bagi Dira, dunia terasa hening. Suaranya menghilang, hanya ada detak jantungnya yang berdebar tak terkendali dan tatapan Reza yang menelannya bulat-bulat.

Kenapa dia ada di sini?

Kenapa dari sekian banyak perusahaan, proyek yang kutangani harus milik dia?

"Silakan duduk, Bu Dira."

Suara seseorang menyadarkan Dira dari kekosongan itu. Dengan cepat, ia mengendalikan ekspresi wajahnya, menekan semua emosi yang tadi hampir menyeruak. Ia tidak boleh terlihat lemah. Tidak di hadapan pria itu.

Dengan dagu terangkat, ia melangkah masuk dan duduk di kursi kosong di seberang Reza. Ia bisa merasakan tatapan pria itu masih tertuju padanya, tapi ia tidak menggubrisnya.

Rapat dimulai.

Orang-orang mulai mempresentasikan proyek renovasi kantor besar yang akan Dira tangani. Mereka berbicara tentang konsep desain, target penyelesaian, dan anggaran.

Tapi Dira nyaris tidak bisa berkonsentrasi.

Hanya ada satu kesadaran yang terus menghantui pikirannya-ia sedang berada dalam satu ruangan dengan Reza.

Dan Reza belum mengatakan apa pun sejak ia masuk.

Namun, saat rapat hampir selesai, pria itu akhirnya berbicara.

"Saya harap Anda bisa bekerja dengan profesional, Bu Dira," katanya, dengan suara yang begitu dingin dan terukur.

Seolah tidak pernah ada masa lalu di antara mereka.

Seolah mereka benar-benar orang asing.

Dira menguatkan dirinya. Ia menatap lurus ke matanya, tidak ingin menunjukkan sedikit pun kelemahan.

"Tentu saja," jawabnya datar.

Reza menatapnya beberapa detik lebih lama dari seharusnya, lalu mengalihkan pandangannya.

Dira merasakan sesuatu di dadanya mencelos. Ia tidak tahu apa yang lebih menyakitkan-tatapan dingin itu, atau kenyataan bahwa Reza bisa berpura-pura seolah tidak pernah ada apa pun di antara mereka.

Tapi ia menolak untuk peduli.

Rapat selesai, dan semua orang mulai keluar dari ruangan. Dira mengemasi dokumennya dengan tangan sedikit gemetar.

Saat ia berdiri dan hendak pergi, ia mendengar suara Reza berbicara dengan seseorang di dekat pintu.

Ia tidak berniat menguping, tapi kata-kata yang ia dengar berikutnya membuat tubuhnya menegang.

"Waktuku tidak banyak lagi."

Langkah Dira terhenti.

Napasnya tercekat. Apa maksudnya?

Ia berbalik untuk melihatnya, tapi Reza sudah pergi, meninggalkan ruangan tanpa menoleh sedikit pun.

Dira berdiri di tempatnya, hatinya tiba-tiba dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa ia abaikan.

Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Dan kenapa hatinya masih bergetar saat memikirkannya?

Malam itu, Dira berdiri di balkon kamarnya, menatap langit kota yang kelam. Angin dingin menerpa wajahnya, tapi ia hampir tidak merasakannya.

Bayangan Reza terus menghantui pikirannya.

Selama tiga tahun ini, ia mencoba menghapus pria itu dari ingatannya. Ia berpikir Reza adalah bagian dari masa lalu yang tidak akan pernah ia sentuh lagi.

Tapi pertemuan tadi siang membuktikan bahwa semua luka itu masih ada.

Matanya terpejam. Ingatan tentang malam penuh pengkhianatan itu kembali menyerang.

Bagaimana ia bisa melupakan rasa sakit yang begitu dalam?

Tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Ia tidak boleh lemah.

Besok, ia akan bekerja di perusahaan Reza setiap hari. Ia tidak bisa membiarkan masa lalu mengendalikan dirinya.

Dira menghembuskan napas panjang, lalu berbalik masuk ke dalam kamarnya.

Namun, sebelum ia menutup pintu balkon, matanya menangkap sosok seseorang di trotoar seberang jalan.

Seseorang yang mengenakan jas hitam, berdiri di bawah cahaya lampu jalanan.

Jantung Dira berdegup kencang.

Reza.

Pria itu berdiri di sana, menatap ke arah hotelnya dengan ekspresi yang sulit dibaca.

Seolah ia ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak bisa.

Dira menelan ludah. Mereka berdiri terpisah oleh jarak yang cukup jauh, tapi entah kenapa, rasanya seperti hanya ada mereka di dunia ini.

Detik berikutnya, Reza berbalik dan berjalan pergi, menghilang di balik bayangan kota.

Dira masih berdiri di tempatnya, matanya tertuju ke arah pria itu menghilang.

Dan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, ia merasa ada sesuatu yang lebih besar dari kemarahan di dalam dirinya.

Sebuah pertanyaan yang mengusik hatinya.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Reza?

Dan kenapa ia merasa... ada sesuatu yang salah?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Bertahun-tahun Terpisah, Hati Terbangun
9.2
Identitas Nyonya Marshall terbongkar dan memicu skandal besar. Dituduh mencelakai kekasih gelap suaminya, ia dipenjara hingga dikabarkan tewas bersama seorang bayi. Namun, enam tahun kemudian, Callie muncul kembali sebagai sosok baru yang mempesona. Saat bertemu Pak Marshall, ia tak lagi tunduk. Dengan senyum anggun, Callie menegaskan bahwa dirinya telah menikah bahagia dan meminta mantan suaminya itu untuk menjaga jarak demi menghormati kehidupan barunya yang sekarang.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
9.1
Johanna terpaksa menjadi simpanan Carson demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan. Meski awalnya dimanja, ia hancur saat tahu dirinya hanya pion dalam rencana licik Carson. Johanna pun pergi untuk memulai hidup baru yang mandiri. Saat bertemu kembali, ia telah berubah menjadi wanita tangguh yang dikerumuni banyak pria. Carson yang menyesal memohon kesempatan kedua, namun Johanna justru mengaku sudah menikah dan menolaknya dengan dingin.
Sampul Novel Kisah Cnta Pembantu Sexy
7.8
Alfarezi adalah seorang pria religius yang memiliki prinsip hidup yang sangat kuat. Namun, dunianya berubah drastis saat ia mempekerjakan Aruna, seorang model majalah dewasa yang berpenampilan berani, sebagai asisten rumah tangga. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, Alfarezi tak mampu menahan debaran jantungnya setiap kali berdekatan dengan Aruna. Apakah iman Alfarezi akan goyah karena pesona Aruna, atau justru sang model yang akan berubah?
Sampul Novel Mantan Suamiku
9.7
Dua tahun pasca perceraian, Aurora kembali dipertemukan dengan mantan suaminya. Meski hubungan mereka telah berakhir, Henry tidak berniat melepaskannya begitu saja. Dengan berbagai taktik licik, Henry bertekad menaklukkan kembali hati Aurora dan memilikinya secara utuh. Di tengah deburan ombak, api gairah yang membara membawa mereka ke dalam penyatuan intim yang penuh damba. Meski penuh kerumitan, Henry terus berusaha menjerat Aurora dalam jerat asmara yang tak terelakkan.
Sampul Novel Mengasuh CEO amnesia
9.7
Hidup Aurora berubah sejak menyelamatkan pria misterius di malam Valentine. Tak disangka, pria amnesia itu adalah Roberto, CEO kaya raya. Meski sempat terpisah paksa selama lima tahun, takdir mempertemukan mereka kembali di Gemini Group. Namun, Roberto yang sekarang sangat dingin dan tak mengenalinya. Aurora pun hancur saat menyadari cinta pertamanya telah melupakan janji mereka, bahkan kini ia telah memiliki tunangan yang siap bersanding di sisinya.