Sampul Novel Luka yang Kucinta

Luka yang Kucinta

8.4 / 10.0
Lima tahun pernikahan Dira hancur seketika saat Reza terbukti berkhianat. Tanpa sepatah kata, Dira pergi membawa luka. Tiga tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok wanita tangguh dan bertemu lagi dengan Reza yang kini penuh rahasia. Meski Dira berupaya menjauh, ikatan masa lalu kembali mengusik perasaannya. Saat kebenaran tersembunyi mulai terungkap, Dira harus memilih: tetap menyimpan benci atau kembali jatuh cinta pada pria yang pernah menghancurkan hatinya.

Luka yang Kucinta Bab 1

Dira menatap lilin-lilin kecil yang bergetar di atas kue cokelat yang ia bawa. Kue ini tidak mewah, hanya buatan sendiri, tapi penuh dengan cinta. Hari ini ulang tahun pernikahan mereka yang kelima, dan meskipun Reza belakangan sibuk dengan pekerjaan, ia tetap ingin memberikan kejutan kecil.

Langkah kakinya ringan saat memasuki apartemen mereka. Suasananya sepi. Tidak ada suara televisi, tidak ada suara langkah kaki Reza yang biasanya menyambutnya dengan senyum hangat.

Ia mengerutkan kening. Kemana Reza?

Lampu ruang tamu mati, hanya ada seberkas cahaya samar dari kamar mereka. Jantung Dira berdebar. Mungkin Reza sudah tidur? Tapi jam baru menunjukkan pukul sembilan malam, terlalu awal bagi suaminya untuk beristirahat.

Senyumnya melebar saat membayangkan betapa terkejutnya Reza saat ia masuk dan menyanyikan lagu ulang tahun dengan suara falsnya.

Namun, ketika ia melangkah lebih dekat, sesuatu yang lain menangkap perhatiannya.

Suara wanita.

Tawa kecil. Lirih. Hampir tidak terdengar, tapi cukup untuk membuat tubuh Dira menegang.

Dira mengerutkan alis. Hawa dingin tiba-tiba merayap di tengkuknya. Ia berdiri di depan pintu kamar yang sedikit terbuka, napasnya terasa berat.

Dada Dira bergemuruh saat ia mengangkat tangan untuk mendorong pintu lebih lebar.

Dan di detik berikutnya, dunianya runtuh.

Di sana, di ranjang yang dulu penuh dengan cinta dan tawa, Reza sedang bersama seorang wanita.

Dira tidak bisa bernapas.

Matanya melebar, dadanya sesak, dan suara di sekelilingnya menghilang.

Kue dalam genggamannya terlepas, jatuh ke lantai dengan bunyi tumpul, lilinnya padam seketika.

Seketika itu juga, wanita di ranjang melirik ke arah Dira, wajahnya berubah panik. Reza menoleh dengan ekspresi terkejut.

“Dira…”

Hanya satu kata. Hanya namanya. Tapi cukup untuk membuat sesuatu di dalam dirinya hancur berkeping-keping.

Dira tidak bisa berkata-kata. Tenggorokannya terasa terbakar, seolah ada ribuan jarum menancap di sana. Kakinya terasa lemas, tapi ia memaksa dirinya untuk tetap berdiri.

Reza bangkit dari tempat tidur dengan cepat, mengenakan celana panjangnya, lalu berusaha mendekatinya.

“Dira, aku bisa jelaskan—”

“Jangan.”

Suaranya terdengar parau, hampir seperti bisikan.

Tangannya terangkat, memberi jarak. Ia tidak ingin Reza semakin dekat. Ia bahkan tidak bisa menatapnya lebih lama.

Tapi matanya menangkap sesuatu—gaun wanita itu tergeletak di lantai.

Dada Dira terasa semakin sakit. Seolah jantungnya diremas paksa. Ini nyata. Ini bukan mimpi buruk yang bisa ia bangun dan lupakan.

Ia menggeleng pelan, berusaha menenangkan dirinya, berusaha mencari alasan. Tapi tidak ada alasan yang bisa membenarkan ini.

Dira berbalik dan melangkah keluar.

“Dira, tunggu!” Reza menarik tangannya, tapi Dira menepisnya dengan kasar.

“Aku bilang jangan sentuh aku!” suaranya pecah.

Reza terdiam. Matanya menunjukkan kepanikan, tapi Dira sudah tidak peduli. Ia berlari keluar apartemen dengan air mata yang akhirnya jatuh tanpa bisa ia hentikan.

Hujan turun dengan deras saat Dira melangkah di trotoar, tubuhnya basah kuyup. Ia tidak peduli. Ia tidak bisa peduli.

Tadi ia ingin pulang, membawa kebahagiaan untuk pernikahannya. Sekarang, ia hanya ingin berlari sejauh mungkin.

Jantungnya berdebar cepat, tapi bukan karena dinginnya hujan, melainkan rasa sakit yang menghancurkan hatinya.

Reza telah mengkhianatinya.

Pria yang ia percayai sepenuh hati. Pria yang ia cintai lebih dari siapa pun di dunia ini.

Air matanya semakin deras.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar di dalam tas. Ia tahu siapa yang menelepon tanpa perlu melihat layar.

Reza.

Dira mengabaikannya.

Tapi Reza tidak berhenti. Panggilan masuk terus muncul, satu demi satu.

Akhirnya, Dira mengeluarkan ponselnya dan menatap layar itu dengan mata penuh air mata. Tangan gemetarnya mengangkat panggilan itu, tapi ia tidak berbicara.

“Dira, kumohon… jangan pergi.” Suara Reza terdengar di seberang. Serak. Lelah. “Aku bisa menjelaskan semuanya.”

Dira menggigit bibirnya, mencoba menahan isakan.

“Apa yang perlu dijelaskan?” suaranya bergetar. “Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, Reza.”

“Tidak seperti yang kamu pikirkan.”

Dira tertawa sinis, meskipun air matanya masih mengalir. “Oh ya? Jadi, aku salah lihat? Salah dengar? Salah segalanya?”

Hening.

Reza tidak bisa menjawab, dan itu semakin membuat dada Dira sakit.

Tangannya mengepal. “Lima tahun, Reza. Lima tahun aku mencintaimu, mempercayaimu. Dan kau hancurkan semuanya dalam satu malam.”

Hening lagi. Hanya suara hujan yang mengisi sela-sela keheningan mereka.

Akhirnya, Dira menarik napas panjang dan menghapus air matanya dengan kasar.

“Aku sudah selesai, Reza.”

Ia menekan tombol merah di ponselnya, mengakhiri panggilan.

Saat itu, sesuatu dalam dirinya juga terasa mati.

Di tempat lain, Reza menatap layar ponselnya dengan tatapan kosong.

Tangannya mengepal kuat. Napasnya berat.

Lalu, ia menatap keluar jendela, menatap langit yang menangis seperti hatinya.

Suara langkah kaki membuatnya menoleh. Wanita tadi berdiri di ambang pintu, wajahnya dipenuhi rasa bersalah.

“Reza, aku—”

“Keluar,” suara Reza dingin.

“Tapi aku ingin—”

“Keluar.” Kali ini lebih tajam, lebih menusuk.

Wanita itu menggigit bibirnya, lalu mengambil gaunnya dan bergegas pergi.

Saat pintu tertutup, Reza duduk di tepi ranjang, menatap tangannya yang gemetar.

Lalu, ia berbisik pelan, hampir tidak terdengar.

“Maafkan aku, Dira…”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Luka yang Kucinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Satu-PD155
9.7
Sam menikahi Sinta demi mengambil ginjalnya untuk Ayu, teman masa kecilnya. Sinta yang hancur setelah tahu dirinya hanya cadangan medis pun memalsukan kematiannya. Usai Ayu sembuh, Sam baru menyadari sifat asli Ayu yang egois dan rasa cintanya pada Sinta. Lima tahun berlalu, Sinta kembali sebagai wanita sukses. Meski Sam memohon ampun, segalanya sirna saat Ayu dipenjara karena jahat. Sam hidup menderita, sementara Sinta meraih bahagia tanpa bayang masa lalu.
Sampul Novel SEPENGGAL KISAH TANPA JUDUL
8.9
Jeany, gadis Minang yang pendiam, terjebak dalam pusaran luka mendalam. Setelah diselingkuhi kekasihnya, ia harus menyaksikan kehancuran keluarganya. Sang papa pergi demi wanita lain, bahkan selingkuhannya tega mengirimkan video asusila yang membuat mama Jeany depresi berat. Trauma pernikahan kini menghantui Jeany. Bersama Jeje, saudara perempuannya, ia berjuang menghadapi teror pelakor dan cobaan hidup yang seolah tak kunjung usai. Sanggupkah Jeany bertahan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan