Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love my adoptive father

Love my adoptive father

Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent dari panti asuhan sejak usia tiga belas tahun untuk mengobati luka hatinya. Meski awalnya Alex berjanji tak ingin menikah lagi, kebersamaan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang yang sangat mendalam. Kehadiran Bella membawa warna baru bagi Alex hingga hubungan mereka menjadi sangat intim. Namun, romansa ini terancam saat orang tua Alex memaksanya dijodohkan dan sang mantan kekasih kembali muncul mengusik mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

15 menit kemudian, Alex dan Bella keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membelit tubuh mereka masing masing.

Alex melangkah sambil menggendong tubuh Bella menuju ranjang. Ia lalu menurunkan tubuh itu di-sana.

Beberapa menit di kamar mandi tadi mereka hanya benar benar mandi tanpa melakukan aktivitas panas di dalam sana, Alex tidak tega harus menggempur tubuh Bella.

Mengingat semalam ia sudah menguras semua tenaga Bella sehingga ia memutuskan untuk menahan hasratnya untuk pagi ini, tapi tidak dengan malam nanti, karena ia akan meminta jatahnya saat itu.

Bella tersenyum mendapatkan perlakuan manis seperti ini setiap harinya, delapan tahun tinggal bersama pria matang tersebut membuatnya begitu diperlakukan bak ratu di rumah pria tersebut. Ia begitu dimanja oleh Alex.

Alex bahkan selalu menuruti perkataannya jika menurut pria itu masih di batas wajar. Hanya saja ia masih bingung sampai detik ini kenapa cinta pria itu begitu besar tapi tak membuatnya kunjung menikahi dirinya.

"Kamu tunggu di sini, Daddy mau ambil-in baju buat kamu." Ucap Alex sambil berjalan ke lemari pakaian berukuran besar tersebut.

Lemari dengan bahan klasik modern itu sangat terlihat begitu mewah.

"Hmm makasih Dad." Ucap Bella tersenyum.

Alex menoleh sebentar sambil tersenyum, lalu kemudian ia beralih ke pakaian yang tersusun rapi disana.

"Oh iya tadi Daddy belum jawab pertanyaan aku, sebenarnya kita mau kemana sih Dad?" Tanya Bella sambil menyadarkan punggungnya di sandaran ranjang.

"Kejutan sayang, Daddy ngga akan kasih tau kamu sebelum sampai di tempat yang akan jadi kejutan buat kamu." Ucap Alex sambil meraih sepasang pakaian untuknya dan juga Bella.

"Ish nggak asik banget deh, aku udah terlanjur penasaran banget Dad." Ucapnya dengan bibir terlihat manyun ke-depan.

Hal itu membuat Bella terlihat lucu dimata Alex. Alex lalu beranjak dari depan lemari melangkah mendekati Bella di atas kasur.

"Ayo pakai baju kamu, setelah itu kita sarapan dulu baru pergi." Ucapnya.

Bella membiarkan Alex memakaikan baju untuknya, terlihat layaknya anak kecil berumur lima tahun yang harus dipakaikan pakaian oleh orangtuanya.

Alex tersenyum melihat wajah Bella yang terlihat pasrah saat dipakaikan pakaian.

"Kamu akhir akhir ini kenapa manja banget sih, Hmm?" Ucap Alex saat sudah memakaikan pakaian pada tubuh Bella.

Bella menaikkan bahunya tidak mengerti. "Aku juga ngga tau kenapa akhir akhir ini aku suka banget manja sama Daddy." Ucap Bella.

"Nggak pa-pa malahan Daddy suka kalau kamu tambah manja sama Daddy." Ucap Alex sambil mengecup pipi Bella.

"Tapi Dad aku pernah dengar dari orang orang kalau biasanya wanita yang tiba tiba manja kayak gini tuh biasanya karena pengaruh hormon kehamilan." Ucap Bella.

"Maksudnya?" Pergerakan tangan Alex pun terhenti saat mendengar penuturan Bella. Ia masih belum mengerti dengan apa yang dimaksud perkataan Bella barusan.

"Hmm aku pernah dengar dari pengalaman orang yang udah pernah hamil kalau tiba tiba perempuan itu manja sama seseorang itu bisa jadi dia hamil Dad." Ucap Bella dengan wajah terlihat senang.

"Hamil?"

"Iya, dan mungkin aja bisa jadi aku hamil Dad mengingat kita udah dua beberapa bulan ini lakuin itu bahkan Daddy nggak pake pengamanan sama sekali kan." Ucap Bella yang langsung membuat raut wajah pria tersebut terlihat dingin. Raut wajah yang baru pertama kali Bella lihat.

"Itu nggak mungkin, selama beberapa bulan ini Daddy selalu buang luar dan itu nggak mungkin terjadi." Ucapnya dengan nada terdengar tidak suka.

Senyuman yang sedari tadi menghiasi wajah Bella seketika sirna saat mendengar ucapan Alex, ucapan pria itu seakan akan tidak ingin dirinya hamil.

"Ya bisa aja kan Dad, siapa yang nggak tau mungkin aja itu bisa terjadi tanpa kita sadari." Ucap Bella lagi.

"Ng-nggak, itu nggak mungkin." Ucap Alex sambil menggeleng kepalanya cepat.

"Daddy kenapa sih kayak nggak suka banget kalau aku hamil, lagian wajar aku hamil karena kita udah mutusin buat lakuin hubungan ini kan." Ucap Bella.

"Ya tapi nggak sekarang juga Bel, kamu tau kan hubungan kita belum diketahui papa sama mama? Dan Daddy ngga mau nambah masalah baru lagi dengan kehamilan yang kamu bilang tadi."

"Daddy berlebihan, lagian Bella juga cuman nebak nebak aja dan belum tentu juga kan kalau Bella hamil." Ucap Bella dengan mencoba tersenyum.

Padahal dalam hatinya sedikit merasa sakit karena ucapan Daddy-nya yang jelas jelas tidak ingin dirinya hamil.

Padahal dengan hadirnya sebuah anak bisa saja membuat pria itu tidak berniat meninggalkan dirinya, ya walaupun Alex pernah mengatakan padanya jika ia tidak akan pernah meninggalkannya. Tapi tetap saja Bella masih begitu merasa khawatir mengingat pria itu banyak sekali dikejar kejar oleh wanita wanita diluar sana.

"Sudah jangan bahas itu lagi, ayo cepat siap siap kita akan berangkat." Ucap Alex lalu berjalan ke walk in closet untuk berganti pakaian. Bahkan pria itu tidak berganti pakaian didepannya lagi hanya karena ucapannya tadi.

Bella tersenyum kecut melihat punggung kekar itu berlalu masuk kedalam ruangan tersebut.

"Semoga perasaan aku ngga benar kalau Daddy ngga mau anak dari aku, mungkin emang benar kalau hubungan ini belum saatnya punya anak." Batin Bella.

Bella lalu beranjak ke meja rias, memoles wajahnya dengan makeup natural yang terlihat segar.

Sementara Alex termenung sebentar didalam walk in closet, "maaf bukannya Daddy ngga pengen kamu hamil tapi Daddy hanya butuh waktu yang tepat untuk hal itu, Daddy pengen orang tua Daddy tahu terlebih dahulu hubungan kita." Batinnya merasa bersalah.

Beberapa menit kemudian Alex sudah selesai memakai pakaiannya, ia lalu melangkah keluar. Saat sudah di kamar ia tidak mendapati Bella di ruang itu. Keningnya mengerut bingung.

"Dia kemana?" Batinnya, "Bella!" Teriak Alex memanggil Bella. Ia lalu melangkah kearah balkon tapi tak mendapati sosok wanita itu.

"Sayang kamu di mana?" Teriaknya lagi sambil melangkah keluar kamar.

Ia berlari pelan menuju ruang tamu. Saat di-sana ia berpapasan dengan bibi yang kebetulan akan memanggil pria itu untuk segera makan.

"Bi, bibi lihat Bella nggak?"

"Itu Bella nya udah di ruang makan pak, baru beberapa menit yang lalu turun." Ucap bibi Sania.

"Oh ya udah," ucap Alex segera melangkah keruang makan.

Bella menyuapkan makanan kedalam mulutnya dengan wajah yang tidak terlihat semangat.

Alex yang memasuki ruang makan itu, menatap Bella sambil menghela nafasnya pelan. Ia lalu melangkah mendekati wanita cantik yang ia cintai.

"Sayang, kenapa nggak nungguin Daddy? Daddy nyariin kamu loh diatas." Ucap Alex sambil memberikan kecupan pada puncak kepala Bella.

Bella yang sedikit tersentak karena Alex yang tiba tiba sudah berada di belakangnya dan mengecupnya. Ia lalu tersenyum manis yang senyuman itu adalah senyuman dipaksakan.

"Abisnya Daddy lama jadi Bella turun duluan, udah lapar soalnya." Ucapnya tersenyum.

"Lain kali harus nunggu Daddy biar kita makan sama-sama." Ucapnya tersenyum mengelus pipi Bella sebentar kemudian menarik satu kursi di-samping Bella.

Bella mengangguk mengiyakan ucapan Alex. "Iya Dad." Ucapnya.

Keduanya pun melanjutkan makan mereka kali ini suasana terasa hening antara keduanya karena sama sama diam dan hanya fokus pada makanan mereka. Dan hal ini tidak seperti biasanya.

Jika makan seperti ini mereka akan terlibat pembicaraan ringan. Tapi kali ini tidak karena soal kehamilan tadi.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu
8.8
Pasca diceraikan suami pelit yang merendahkannya karena hanya lulusan SD, seorang wanita miskin dipaksa orang tuanya menikahi duda kaya raya. Pernikahan kedua tanpa cinta ini menjadi awal babak baru yang penuh tanda tanya. Sanggupkah ia menyembuhkan luka batin akibat hinaan mantan mertua dan membangun kebahagiaan bersama pria asing? Simak perjuangannya keluar dari derita demi menemukan cinta sejati dalam rumah tangga yang diawali keterpaksaan.
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian
8.6
Intan Malika, yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan, harus menelan pahitnya dikhianati oleh Zayn Alarik. Saat Intan hamil, Zayn menolak bertanggung jawab dan justru pergi ke luar negeri. Bertahun-tahun berlalu, Intan bangkit menjadi sosok sukses berjuluk Ratu Berlian. Kini ia kembali untuk membalas dendam pada keluarga Pradipta. Namun, kehadiran putra mereka yang merindukan sosok ayah membuat Intan bimbang antara dendam atau memaafkan masa lalu.
Sampul Novel Tidak Pernah Melihat Kembali: Hati Menginginkan Apa yang Diinginkannya
8.0
Lorenzo dianggap mencintai Gracie hingga ia tega memberikan donor jantung putri mereka kepada wanita lain. Kecewa berat, Gracie menggugat cerai dan bersekutu dengan Waylon, paman Lorenzo, untuk membalas dendam. Rencana itu sukses menghancurkan hidup Lorenzo hingga ia memohon ampun dalam penyesalan. Namun, saat Gracie mengira urusannya selesai, Waylon justru menolak melepaskannya. Kini ia terjerat dalam dominasi pria yang membantunya bangkit tersebut.
Sampul Novel Mendadak Dinikahi CEO Galak
7.9
Reva Queen Arabella terpaksa mengubur mimpinya kuliah setelah dipaksa menikah muda. Ia menjadi pengganti kakaknya yang melarikan diri tepat di hari pernikahan. Kini, gadis manja itu terikat dengan Zidan Adnan Fernando, CEO dingin yang berusia jauh lebih tua. Tanpa rasa cinta, mereka sepakat menandatangani kontrak pernikahan yang hanya berlaku selama enam bulan. Akankah ikatan paksa ini berakhir sesuai perjanjian, atau justru tumbuh benih cinta yang tak terduga?
Sampul Novel MENIKAHI CEO KEJAM
9.5
Obsesi Jennifer pada Maximilian Jefferson, pengusaha real estate Jerman, berujung penyesalan. Awalnya ia berniat meminta maaf pada kakak korban perundungannya, namun Jennifer justru menjebak Max dalam pernikahan karena cinta buta. Meski disiksa secara emosional, ia bertahan hingga fakta kelam terungkap bahwa Max adalah dalang kematian ayahnya. Saat cinta Jennifer berubah jadi benci, Max justru mulai mencintainya. Akankah dendam memisahkan mereka selamanya?
Sampul Novel RAHASIA SANG PLAYBOY
9.1
Seorang miliarder ternama yang dikenal sebagai playboy kelas atas tidak pernah memercayai kekuatan cinta. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu wanita unik yang mampu mengguncang dunianya. Di tengah jalinan asmara yang begitu membara, pria ini terjebak dalam dilema besar. Ia dipaksa memilih antara mempertahankan kebebasan hidup masa lalunya yang liar atau menyerahkan seluruh hatinya demi menyambut kehadiran cinta sejati yang nyata.