
Love my adoptive father
Bab 3
Mobil yang yang dikendarai Alex sudah tiba di sebuah bangunan yang begitu besar dan terlihat mewah, tempat dimana orang-orang tertentu yang menempati bangunan tersebut.
Alex memarkirkan mobilnya di loby apartemen mewah tersebut. Ia melirik sekilas kearah Bella yang terlihat dengan wajah bertanya tanya, ia mengulas senyum tipis melihat wanita itu.
"Ayo turun, kamu harus lihat lihat dulu." Ucap Alex membuyarkan lamunan Bella.
"Sayang tapi in-ini apa? Kenapa kita malah ke sini? Bukannya tadi Daddy ngomong kalau ada kejutan buat aku?" Segala pertanyaan itu ia lontarkan kearah pria matang tersebut.
"Udah kamu turun dulu nanti Daddy jelaskan sama kamu." Ucap Alex tersenyum mengusap kepala Bella.
Bella akhirnya mengikuti saja apa yang Alex katakan, ia lalu turun dari mobil itu dengan mata yang terus melihat kearah bangunan tersebut dengan decak kagum.
Alex pun ikut turun lalu menghampiri Bella didepan sana. Ia berjalan mendekati Bella lalu merengkuh pinggang Bella dengan posesif.
"Ayo kita keatas." Ucap Alex.
Bella menatap Alex dengan tersenyum, walaupun ia belum mengerti dengan maksud semua ini.
"Iya Dad." Ucap Bella.
Keduanya pun melangkah masuk kedalam bangunan apartemen mewah tersebut.
Saat sudah berada di unit apartemen yang akan menjadi hadiah untuk Bella nanti, tiba tiba Bella menghentikan langkahnya. Hal itu membuat Alex mengerutkan keningnya bingung.
"Kenapa?"
"Dad, jangan bilang Daddy mau main itu, di sini?" Ucap Bella yang berpikir Alex ingin mengajak nya main kuda-kudaan di apartemen.
Pletak!
"Aow, sakit Dad." Keluh Bella dengan wajah kesal karena Alex tiba tiba menyentil dahinya.
"Ya abisnya pikiran kamu selalu negatif sama Daddy." Ucap Alex.
"Ya terus kita mau ngapain Dad, ah dari tadi buat Bella penasaran terus ih." Sebalnya sambil menghentakkan kakinya ke lantai.
"Udah, ayo masuk kamu harus lihat isinya di dalam sana." Ia lalu memencet pas kode apartemen itu.
Saat melangkah kedalam Bella makin dibuat semakin takjub dengan isinya, begitu terlihat mewah dengan tema klasik modern.
"Dad astaga ini, ini bagus banget." Ia lalu menoleh kearah Alex sambil menutup mulutnya dengan tangan.
Alex tersenyum. "Gimana, kamu suka?" Tanya alex.
"Ini buat siapa Dad?" Tanya Bella.
"Ini buat kamu. Yang Daddy maksud adalah kejutan buat kamu ya ini." Kata Alex.
"Ap-apa, yang benar Dad? Kenapa tiba tiba?" Ucap Bella.
"Memangnya buat kejutan harus ada waktunya? Daddy ingin kamu punya satu apartemen buat kamu kalau lagi pengen nenangin diri." Ucapnya.
"Aaa makasih Dad." Ucap Bella lalu memeluk tubuh Alex.
"Sama-sama sayang, gimana suka nggak sama Hadianya?"
"Hum suka banget." Ucapnya sambil membenamkan wajahnya di dada Alex.
"Syukurlah kalau kamu suka, Daddy jadi nggak sia sia buat nyari apartemen ini buat kamu." Kata Alex sambil mengecup kepala Bella.
"Sweet banget sih Dad," ucap Bella lalu melepaskan pelukannya, ia meraih kedua rahang tegas Alex lalu memberikan kecupan pada bibir pria mapan itu.
"I love you." Ucapnya setelah kecupan itu terlepas.
"I love you to, sayang." Balas Alex.
Keduanya pun kembali berpelukan di dalam ruangan apartemen itu sambil pandangan mereka mengarah di-setiap sisi ruang tersebut.
***
Pukul jam 2 siang, Alex dan Bella telah tiba di rumah mereka. Setelah beberapa jam yang lalu menghabiskan waktu di luar rumah juga melihat lihat apartment yang Alex beli tersebut, keduanya pun memutuskan untuk kembali pulang.
Bella dan Alex memasuki kamar mereka, "Daddy ganti baju dulu, pasti pengap udah beberapa jam di luar rumah." Ucap Bella sambil bersiap membuka jas Alex.
"Iya kayaknya Daddy akan mandi lagi, kita mandi bareng ya yank." Ucap Alex sambil tersenyum nakal kearah Bella.
"Iya sesuai permintaan Daddy aja." Ucap Bella tersenyum.
Ia lalu menanggalkan seluruh pakaian Alex dan juga dirinya. Dan kini keduanya sama sama polos.
"Ayo kita mandi." Setelah mengatakan itu Alex langsung mengendong Bella ke kamar mandi.
Bella sempat tersentak tapi ia dengan cepat mengalungkan kakinya di-pinggang Alex dengan Alex yang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
"Dasar nggak sabaran." Ucap Bella terkekeh.
Alex tersenyum mendengar ucapan wanita itu.
Setelah berada di kamar mandi. Alex langsung menyalakan shower memposisikan tubuh mereka tepat dibawah shower itu.
Kini tubuh mereka sama sama diguyur air. Alex lalu menyabuni tubuh Bella dari belakang, ia menuangkan sabun itu di punggung halus Bella. Bella pun membiarkan Alex melakukan semua itu.
Semua bagian inci tubuh Bella tak lepas dari sentuhannya, hingga kemudian tangan yang menyabuni Bella mendadak berhenti di kedua bukit kembarnya.
Ia meremas kedua benda kembar itu dengan gerakan lembut. "Eungh Dad." Lenguh Bella sambil mengigit bibirnya.
"Mereka selalu jadi favorit Daddy yang nggak akan Daddy lewatkan," ucap Alex sambil terus meremas keduanya dengan gerakan yang semakin kuat.
Alex lalu membalikkan badan Bella, dan kini mereka saling berhadapan dengan saling memandang lekat wajah satu sama lain.
"Janji sama Daddy kalau tubuh dan hati kamu hanya milik Daddy." Ucap Alex sambil memegang kedua pipi Bella.
Bella tersenyum lalu mengangguk. "Bella janji seluruh yang ada dalam diri Bella adalah milik Daddy." Ucap Bella.
"Jangan pernah tinggalin Daddy apapun yang terjadi." Ujar Alex lalu menyatukan dahi mereka.
"Aku janji, lagipula kemana lagi harus Bella pergi kalau di dunia ini hanya Daddy yang Bella punya." Ucap Bella.
"I love you more and more." Ucapnya.
"Bella juga cinta sama Daddy, jangan pernah tergoda sama cewek cewek cantik di luar sana ya Dad!" Ucap Bella.
"Haha, mana mungkin Daddy mau berpaling kalau di rumah sudah ada perempuan yang lebih dari segalanya buat Daddy." Nafas mereka bahkan tercium karena bibir mereka begitu dekat.
"Daddy akan selalu mencintai kamu, ingat itu." Ucap Alex.
Bella tersenyum. Dan beberapa detik kemudian bibir keduanya pun perlahan menempel.
Alex melumat dengan lembut bibir Bella, Bella tak tingal diam ia juga membalas ciuman itu.
Dan ciuman yang tadinya lembut kini semakin menuntut saat Alex menahan tengkuk bella memperdalam ciuman mereka.
Saling menyesap, melumat, membelit dan merasakan manisnya bibir satu sama lain. Lidah Alex semakin berselancar di dalam rongga mulut Bella, menyapu bersih di dalam sana.
Bella semakin mempererat kedua tangannya di leher Alex saat pria itu membawa tubuhnya kedalam gendongannya.
Dan adegan hiya hiya pun terjadi, di kamar mereka siang terik itu.
***
Di kediaman orang tua Alex.
"Ma, udah buat janji sama Alex belum?" Tanya pria tua yang sedang menyesap kopinya itu, yang tak lain adalah papa dari Alexander Lux.
Mama Alex menoleh kearah suaminya, "Udah, dan dia maunya malam."
"Dia tidak sibuk kan?"
"Kalau malam mungkin tidak, makanya dia mintanya malam." Ucap mama Alex.
"Anak itu selalu aja sibuk, papa jadi heran sama dia dia sibuk sekali sama kerjaan sampai perempuan pun nggak pernah dia dekatiin." Omel papa Alex.
"Ya semenjak dia putus cinta sama mantan pacarnya itu loh Pi, dari situ dia udah ngga mau lagi sama perempuan. Dan dia malah ngadopsi anak dari panti." Ucap mama Alex.
"Haaa papa juga heran, bukannya cari pasangan lalu nikah biar dapat anak kandung, dia malah ngadopsi anak dari panti." Ucap pria tua itu sembari menggelengkan kepalanya.
"Mama jadi curiga kalau gara gara putus cinta dia jadi ngga normal lagi." Ucap mama Alex sambil menatap cemas kearah suaminya.
"Astaga mama ngomongnya seram banget, mana ada keluarga Lux ngga normal." Kesal papa.
"Ya itu buktinya Alex belum juga punya pacar yang dikenalin ke kita, padahal umur dia udah nggak Mudah lagi loh pa." Keluh mama Alex.
"Dia normal papa yakin itu, maka dari itu papa mau rencanakan pertemuan makan malam bersama Alex. Kita akan atur perjodohan Alex dengan putri teman papa. Dia cantik dan juga sama berpendidikan loh ma."
"Oh ya? Teman papa yang mana?" Tanya mama Alex yang terlihat sudah excited.
"Itu loh anaknya pemilik rumah sakit terbesar di ibukota ini,"
"Pa Wahid itu kan pa?" Tebak mama Alex.
"Nah itu, dia orangnya yang putrinya rencana akan papa jodohkan sama Alex. Ya siapa tau aja cocok kan ma." Ucap pria itu.
"Iya juga, mama ikut saran papa aja kalau itu baik buat Alex."
Dan perbincangan itu pun terus berlanjut mengenai rencana perjodohan yang akan mereka lakukan untuk Alex.
***
Berbeda dengan kedua orangtuanya, Alex kini sedang berbaring di-atas ranjang dengan tubuh telanjang bersama Bella. Setelah aktivitas yang menguras banyak tenaga beberapa jam yang lalu, kini keduanya memutuskan untuk berbaring dengan saling memeluk tubuh polos satu sama lain di balik selimut.
"Eungh, aaa jangan digigit Dad. Sakit ih!" Keluh Bella saat Alex dengan nakalnya mengigit kedua puncak dada nya.
"Abisnya gemas sayang, merek berdua pengen banget Daddy manjain." Ucap Alex lalu memasukkan satu puncak payudara Bella di dalam mulutnya.
"Ahmmpt," Bella mengeram sambil menahan kepala Alex agar terus menyesap benda kenyal itu.
Jika mulut Alex sedang sibuk mengulum dan menyesap benda kembar Bella yang satunya, berbeda dengan tangan Alex yang satu lagi ia gunakan untuk meremas benda kenyal Bella yang sedang menganggur itu.
"Hmmpt, sssst." Bella terus mengeluarkan suara suara manjanya.
Sementara Alex terus menyesap dan menyedot kuat kedua benda itu bergantian.
***
Anda Mungkin Juga Suka





