Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian

LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian

Lintang, agen elite Telik Sandi 69, menggunakan pesonanya untuk menjebak Bernardo demi mencari petunjuk. Meski targetnya hanya pria mesum, misi ini jauh lebih besar. Bersama empat rekannya, Lintang mengemban tugas kerajaan guna menyelidiki teror di Benua Swarna Dwipa. Perjalanan mereka bermuara di Tanah Kematian, wilayah tanpa hukum yang penuh kebrutalan. Kini, mereka harus membongkar konspirasi gelap yang mengancam seluruh nyawa manusia di Jagad Mayapada.
Bab
Bagikan

Bab 1

Swarna Dwipa merupakan satu dari tiga benua besar yang membentang di jagad Mayapada. Sebenarnya di benua tersebut terbagi atas 5 wilayah teritorial, namun hanya 4 wilayah yang dikuasai oleh Raja-Raja. 

Dibagian utara dikuasai oleh DATUK PATUA LORE, Raja Kerajaan LORENA. Kerajaan LORENA menguasai wilayah pelabuhan sebagai pintu masuk utama kapal-kapal yang membawa barang dagang dari mancanegara. Karena itu Kerajaan tersebut dikenal sebagai penguasa lautan dengan armada laut yang tangguh.

Bagian barat merupakan wilayah gurun berpasir yang kering berdebu. Meski demikian wilayah Kerajaan AL-BARTA yang dipimpin oleh Raja OMAR ARBA itu tidak bisa dikatakan gersang. 

Dengan banyaknya oase-oase bertebaran disana-sini menjadikan tanah disekitarnya subur dengan berbagai macam tanaman herbal dan buah unik gurun yang menjadi buah favorit para bangsawan di benua Swarna Dwipa, bahkan dikirim hingga ke kedua benua lainnya. 

Selain itu wilayah AL-BARTA juga dikenal sebagai SWARGA MANIK yang berarti butiran batu sorga sebab banyak ditemukan batuan berharga di goa-goa perbukitan gurun.

Berbeda dari Kerajaan Utara, Barat, dan Timur yang dikuasai Raja, bagian tengah benua dipimpin oleh seorang wanita cantik bernama Ratu DELIA ASTA sebagai penguasa Kerajaan MEDILAN. 

Karena berbatasan dengan tiga Kerajaan lainnya, otomatis MEDILAN yang mempunyai dataran luas dan lembah subur menjadi wilayah paling ramai dikunjungi di seluruh benua Swarna Dwipa. Pusat perniagaan, Pusat akademi, Pusat hiburan, Pusat pemerintahan, semua berada diwilayah ini.

Berbanding terbalik dengan Kerajaan MEDILAN, wilayah Timur yang sebagian besar tanahnya berupa pegunungan dan hutan bisa dikatakan jauh dari hiruk pikuk keramaian. Namun demikian justru suasana sejuk dan tenang sangat terasa di wilayah Kerajaan TIMORA yang dikuasai TENGKU BALMORA. 

Karena tanah diseluruh wilayah Kerajaan ini sangat subur, tak heran jika Kerajaan TIMORA menjadi pemasok utama bahan pangan di seluruh benua Swarna Dwipa.

Disamping itu hutan di wilayah ini jarang ditemui binatang buas, sehingga binatang buruan yang biasa dikonsumsi manusia semacam Rusa, Babi Hutan, Ayam Hutan, Kelinci, bahkan kerbau liar semua berkembang pesat di hutan-hutan Kerajaan TIMORA.

Wilayah terakhir yang terletak dibagian selatan dikenal sebagai Tanah Kematian, SELATOR. Dimana tidak ada pemerintahan yang mampu menguasai wilayah itu. SELATOR terkenal akan struktur teritori alam yang tidak mudah ditaklukkan manusia. Sebagian besar berupa hutan perawan dengan banyak binatang buas, tanah berbatu, jurang dan tebing yang curam. 

Dengan tidak adanya pemerintahan, tak heran jika tempat itu jadi tujuan utama para penjahat buronan kerajaan-kerajaan. Akibatnya berbagai macam tindakan kriminal, brutal, amoral, dan segala bentuk kejahatan tumbuh begitu subur.

SELATOR menjadi wilayah rebutan para bandit, perampok, dan para pelaku tindak kriminal karena memang tidak ada hukum di wilayah tersebut. Dengan berlakunya hukum rimba, dimana yang kuat memangsa yang lemah seiring berjalannya waktu pada akhirnya muncullah penguasa-penguasa di banyak area di Tanah Kematian, SELATOR.

Tampak di ufuk timur, sinar mentari masih malu malu menampakkan cahayanya. Bahkan rona merahnya masih belum mampu meluruhkan embun yang menetes dari ujung ujung daun. Sepi dan dinginnya suasana jelas membuat para suami enggan melepas kelonan mereka dari kehangatan tubuh istrinya.

Tenangnya alam di hutan area dukuh Pepesan, masuk ke dalam perbatasan wilayah Kerajaan TIMORA dan SELATOR, tiba-tiba suasana dikejutkan oleh dentuman keras yang meledakkan bukit diatas pedukuhan.

BOOM !!! BOOM !!! BOOM !!!

Begitu dahsyatnya tiga ledakan dari area berbeda di lereng bukit itu, hingga menyebabkan tanah longsor hebat. Longsoran tanah dan batu deras meluncur ke area pemukiman penduduk di bawahnya diikuti deru menakutkan dari segala sesuatu yang tergerus luluh lantak dilandanya.

Suara kentongan peringatan dari berbagai sudut di dukuh Pepesan sontak ramai terdengar, menyusul banyak penduduk yang keluar dari rumah mereka masing-masing.

Sayangnya peringatan itu jelas tidak mampu direspon para penghuni rumah yang terletak di samping tebing. Tanpa ampun mereka tertimbun longsoran maut yang melebar hingga hampir seratus meter.

Teriakan, jerit tangis para bocah yang tiba-tiba ditarik bapaknya saat terlelap, atau orang tua yang diseret paksa karena sudah tidak mampu berlari jadi pemandangan yang memilukan.

Di beberapa tempat terlihat tangisan pilu para wanita yang bahkan tidak sadar mereka hanya sekedar menutup tubuh telanjang mereka dengan kain seadanya.

Pagi itu suasana duka yang dalam tampak menyelimuti hampir seluruh warga dukuh Pepesan. Belasan rumah terkubur rata bersama puluhan penghuninya. Jerit tangis pilu tak bisa disembunyikan dari mereka yang tiba-tiba kehilangan sanak kadang, saudara, ataupun tetangga yang mereka sayangi.

Sementara itu pada waktu yang hampir bersamaan, dua ledakan serupa juga terjadi di wilayah barat, Kerajaan AL-BARTA.

Komplek pergudangan dimana buah gurun akan dikirim meledak dahsyat hingga mencapai radius ratusan meter. Tidak banyak korban jiwa memang, tapi bagaimanapun kejadian tersebut menciptakan teror bagi penduduk Al Barta yang biasa hidup damai.

Di Wilayah tengah, Kerajaan MEDILAN, memang tidak ada ledakan, namun di Dadaha, kota perbatasan antara Kerajaan tersebut dengan Kerajaan AL-BARTA terkena imbas cukup parah akibat ledakan pergudangan yang ternyata mengakibatkan kebakaran hebat lantaran buah gurun ternyata memiliki kandungan zat semacam alkohol.

Yang lebih mengejutkan, di wilayah Utara, Kerajaan LORENA, tempat dimana dikenal banyak mempunyai prajurit tangguh, dan memiliki sistem pengamanan ketat, ledakan dahsyat juga terjadi. Sebagian wilayah Utara pelabuhan meledak bersama lima buah kapal besar para saudagar yang tengah berlabuh.

Bencana beruntun yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan itu sontak menjadi perbincangan khalayak ramai di seluruh benua Swarna Dwipa. Dari rakyat jelata hingga pucuk pimpinan kerajaan-kerajaan, mengingat hubungan keempat Kerajaan di Swarna Dwipa terjalin cukup baik dan solid selama ini.

Para petinggi istana dari keempat Kerajaan akhirnya sepakat mengirim duta raja masing-masing untuk membicarakan masalah ini. Untuk tempat pertemuan, diputuskan akan diadakan di Kerajaan MEDILAN sebagai Pusat pemerintahan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 7 NAGA BEREBUT RAGA
8.5
Davey Torres, pria lemah yang sering sakit, tak sengaja menelan makanan bermantra yang memasukkan jiwa Raja Naga berusia 12.000 tahun ke tubuhnya. Davey dan sang naga, Chen, terus berselisih hingga Chen mengungkap misi balas dendamnya terhadap keturunan Ming yang tamak. Keluarga Ming telah menghancurkan bisnis keluarga Torres hingga bangkrut. Kini, Davey harus memilih apakah akan bekerja sama dengan Chen demi menghabisi musuh dan merebut kembali Torres Group.
Sampul Novel Alkisah Bunga Teratai
9.8
Terinspirasi oleh simbol reinkarnasi bunga teratai, tujuh pemuda dengan kekuatan mistik luar biasa disatukan dalam satu tim khusus. Di bawah bimbingan Sagara Widyatama, mereka menjalani latihan keras demi menstabilkan dunia supranatural yang sedang kacau. Namun, misi berbahaya yang mempertaruhkan nyawa ini bukan sekadar pertarungan fisik. Kehadiran Sagara perlahan membuka tabir rahasia mengenai hubungan mendalam mereka di kehidupan masa lalu yang misterius.
Sampul Novel DENDAM INDRIANA
9.0
Indriana harus menelan pil pahit saat status pengantin barunya berubah menjadi janda dalam semalam. Setelah kepergian sang ayah pasca pernikahan mendadak dengan Andi, dunianya runtuh seketika. Pengkhianatan keji dan perselingkuhan yang terungkap menghancurkan kepercayaannya pada cinta. Kini, putri terpandang itu bangkit dengan kemarahan membara untuk membalas dendam pada mereka yang telah menghancurkan hidupnya. Sanggupkah ia melewati ujian ini?
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
8.7
Malam pertama Joseph Hunter berubah tragis saat istrinya, Camila, jatuh ke laut demi menghindari restu maut sang ayah. Setelah nyaris tewas, Joseph terjebak kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi, ia bertemu Vanessa, kekasih musuh bebuyutannya yang berwajah identik dengan mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terkuak kemudian menyeret Joseph ke dalam pusaran dendam mendalam, memaksanya berjuang demi sebuah kepercayaan di dunia mafia.
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati
8.7
Permana Brata adalah pendekar dengan masa lalu kelam yang penuh noda hitam. Demi menebus dosa lamanya, ia berkelana menyebar kebaikan. Berbekal jurus Sepuluh Syair Bumi Pertiwi dan Pedang Kebenaran Sejati, Permana bertekad mencari orang tuanya. Meski rintangan berat menghadang, ia tak gentar menghancurkan setiap aral. Prinsipnya teguh: membasmi angkara murka dan memusnahkan kejahatan agar kedamaian sejati tercipta di seluruh jagat raya.
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 2
8.1
Permana Brata, putra Prabasari dan Baron Smith, memulai misi baru mencari sang ayah. Berbekal pusaka Pedang Kebenaran Sejati serta teknik Sepuluh Syair Bumi Pertiwi dari Ki Sasmaya, ia menghadapi kerasnya dunia persilatan. Meski lahir dari hubungan gelap, tekadnya tak tergoyahkan. Segala rintangan dan musuh yang menghadang diterjang demi menuntaskan pencariannya. Sebuah petualangan penuh aksi dalam membuktikan keteguhan hati di tengah pahitnya konflik.