Sampul Novel Lima Tahun yang Tiada Artinya

Lima Tahun yang Tiada Artinya

8.6 / 10.0
Dalam novel romantis Lima Tahun yang Tiada Artinya, pernikahan hancur saat Derrick membawa selingkuhannya yang hamil ke rumah istrinya. Muak membiayai keluarga parasit, sang istri menuntut cerai. Baca novel online ini untuk mengikuti perjuangannya.
Ringkasan Lima Tahun yang Tiada Artinya
Pernikahan yang dibina selama lima tahun seketika runtuh saat Derrick kembali dari dinas luar kota. Bukannya membawa kebahagiaan, dia justru memboyong Syifa, cinta pertamanya yang tengah hamil tiga bulan, untuk tinggal di vila mas kawin milik istrinya. Alih-alih merasa bersalah, Derrick malah bersikap kasar saat permintaannya ditolak. Sadar bahwa selama ini suami dan keluarganya hanya menumpang hidup dari kekayaannya, sang istri akhirnya mengambil langkah tegas. Dia menghentikan seluruh bantuan keuangan dan segera menyiapkan surat cerai untuk mengakhiri hubungan beracun ini.
Baca Selengkapnya

Lima Tahun yang Tiada Artinya Bab 1

Kami sudah menikah selama lima tahun. Suamiku, Derrick, pergi dinas selama setengah tahun, lalu membawa pulang cinta pertamanya, Syifa.

Syifa sudah hamil lebih dari tiga bulan dan Derrick bilang hidupnya tidak mudah, jadi akan tinggal di rumahku untuk sementara waktu.

Aku menolak, tetapi Derrick malah memintaku untuk jangan bersikap tidak tahu diri. Nada bicaranya penuh rasa jijik, seolah-olah dia lupa vila ini adalah bagian dari mas kawinku.

Selama ini, mereka sekeluarga menggunakan uangku. Kali ini, aku memutuskan untuk menghentikan semua sokongan hidup itu.

Sambil tersenyum, aku menelepon asisten. "Segera buatkan aku surat perjanjian cerai. Seorang menantu pecundang saja berani terang-terangan membawa selingkuhan pulang ke rumah."

Mendengar bahwa Derrick akan kembali ke tanah air hari ini, sejak pagi-pagi sekali aku sudah menata berbagai benda kecil yang kukumpulkan dari berbagai tempat selama setengah tahun terakhir untuknya. Aku juga menyuruh Nabila, pembantu di rumah, untuk menyiapkan semeja penuh makanan kesukaannya.

Tepat saat itu, pintu depan terbuka. Derrick muncul di hadapanku sambil merangkul mantan pacar pertamanya.

Aku tertegun. Syifa melangkah ke arahku sambil tersenyum, tangan lembutnya menyentuh perut yang mulai membuncit.

"Kak Olivia, lama nggak bertemu," sapanya ramah.

Aku menatap perutnya yang membesar dan amarah langsung membuncah dalam dadaku.

Syifa tampaknya menyadari perubahan ekspresiku. Dia segera mendekat, lalu menggenggam pergelangan tanganku dengan manja dan berkata lembut, "Kak Olivia, tolong jangan marah. Ini semua salahku. Kalau kamu ingin menyalahkan seseorang, salahkan aku saja. Jangan sampai Kak Derrick yang jadi korban."

Hanya satu kalimat sederhana darinya, tapi bagai petir menyambar kepalaku. Aku belum sempat mengatakan apa-apa, tapi Syifa sudah mengungkapkan segalanya.

Derrick hanya berdiri di samping dan memperhatikanku dengan saksama. Sikapnya seperti siap melindungi Syifa kapan saja. Aku mengepalkan tangan erat-erat, menatap Derrick tajam dan bertanya, "Kamu nggak berniat menjelaskan?"

Namun, dia hanya menghela napas, lalu menggandeng Syifa dan berkata pelan, "Aku antar kamu pilih kamar dulu. Urusan ini biar aku yang selesaikan."

Nada bicaranya lembut, nyaris tak bisa dipercaya. Selama lima tahun menikah, Derrick belum pernah bicara padaku dengan nada seperti itu sekali pun.

Aku hanya bisa mematung, menyaksikan dia membantu Syifa naik ke lantai atas.

Tak lama kemudian, sopir datang mengantar tiga koper besar. Sepertinya Syifa membawa setengah isi rumahnya kemari. Padahal wajah Syifa tampak lebih segar dan cerah dariku, tapi Derrick memperlakukannya seolah boneka porselen yang rapuh.

Aku terduduk lemas di sofa, menunggu Derrick selesai mengurus Syifa dan memberiku penjelasan.

Namun, belum sempat aku naik ke lantai atas setelah mendengar suara tawa yang menyakitkan dari lantai dua, bel pintu rumah kembali berbunyi. Orang tua Derrick masuk dengan wajah masam. Tanpa menoleh padaku, mereka langsung naik ke atas.

Aku pun mengikuti mereka. Di atas sana, kulihat Derrick sedang memegangi tangan kedua orang tuanya sambil berkata dengan tulus, "Aku bukannya sengaja menyembunyikan ini dari kalian. Kehamilan Syifa sempat tidak stabil di awal, aku takut terjadi apa-apa."

"Aku harap kalian bisa mengerti. Aku dan Syifa saling mencintai, dan bagaimanapun juga, anak dalam kandungannya adalah cucu kandung kalian. Tolong jangan salahkan dia," ucap Derrick.

Aku teringat lima tahun pernikahanku dengan Derrick. Setiap kali aku berselisih pendapat dengan ibunya, Derrick selalu berkata bahwa ibunya sudah tua, lalu memintaku untuk lebih bersabar dan mengalah. Tidak sekali pun dia pernah membela atau berdiri di pihakku.

Dulu aku pikir memang begitulah wataknya. Sampai hari ini, ketika aku melihat bagaimana dia melindungi Syifa dalam segala hal. Baru kusadari, selama ini aku hanyalah sebuah lelucon.

Syifa menggenggam tangan ibu Derrick dan ikut berkata, "Sebenarnya aku nggak pernah berniat menghancurkan pernikahan Kak Derrick. Kami benar-benar saling mencintai. Aku harap Om dan Tante bisa memahami."

Wajah ibu Derrick perlahan melunak, pandangannya beralih ke arahku yang berdiri terpaku di ambang pintu.

Aku tahu dia sedang bimbang. Lima tahun terakhir, aku selalu mengirim uang bulanan tepat waktu untuk memenuhi kebutuhannya. Siapa pun bisa melihat bahwa kemampuan ekonomiku jauh di atas Syifa.

Namun, hatiku terasa membeku. Sebagai suamiku, Derrick bukannya terlebih dahulu bicara padaku soal kejadian ini, tapi malah mempermalukanku di depan semua orang.

Apa dia benar-benar mengira aku ini tidak punya emosi? Tidak punya harga diri?

Melihat semua orang diam membisu, mata Syifa tiba-tiba memerah dan mulai terisak.

"Anak dalam kandunganku ngak bersalah. Bagaimanapun juga, aku akan tetap melahirkannya," katanya sambil tersedu.

"Aku bisa menerima semua caci maki yang ditujukan padaku, tapi aku harap anakku tidak ikut terluka."

Air mata mengalir deras di pipinya, memperlihatkan ekspresi memilukan yang mampu meluluhkan hati semua orang.

Dengan wajah penuh iba, Derrick menghapus air mata di sudut matanya. Suaranya penuh keluhan saat berkata, "Bu, jawab dia, dong. Ibu tahu sendiri, wanita hamil harus menjaga kestabilan emosinya."

Setelah kami menikah, orang tua Derrick langsung mendesak agar kami segera punya anak. Lima tahun berlalu dan aku tak kunjung hamil. Aku tahu mereka pernah mengatakan banyak hal buruk di belakangku dan aku mendengarnya semua.

Mempertimbangkan soal garis keturunan, ayah Derrick yang sedari tadi diam akhirnya buka suara.

"Bagaimanapun juga, Syifa sedang mengandung anak dari keluarga kita. Untuk beberapa bulan ke depan, semua orang sebaiknya bisa menahan emosi masing-masing."

Begitu kalimat itu dilontarkan, semua tatapan langsung tertuju padaku. Mereka berdiri bersama, terlihat begitu serasi. Untuk sesaat, aku justru merasa akulah orang asing di rumah ini.

Aku tak kuasa menahan diri dan tertawa sinis. "Nggak ada satu pun yang mau tanya pendapatku?"

Melihat wajahku yang dipenuhi kekesalan, Derrick langsung marah dan berdiri di depan Syifa untuk melindunginya, lalu membentakku, "Olivia, kamu nggak dengar tadi mereka sudah jelaskan semuanya?"

"Sudah disampaikan di depan matamu, kamu masih mau tahu apa lagi?"

Aku kembali tertawa sinis. Suamiku pergi dinas setengah tahun, lalu pulang dan membawakan kejutan besar seperti ini. Bukan hanya tidak memberi penjelasan langsung, dia malah bersikap seakan-akan akulah pihak yang bersalah.

Melihatku diam saja, Syifa kembali menangis. Dia menarik pergelangan tangan Derrick sambil terisak, "Kak Derrick, kalau Kak Olivia benar-benar marah, bagaimana kalau aku pergi saja?"

Ibu Derrick langsung tidak terima dan menyela, "Kamu sedang mengandung cucu keluarga kami, mana bisa kami biarkan kamu pergi?"

Usai bicara, Derrick menatapku tajam dan berkata, "Kamu bilang sesuatu, dong. Lihat, Syifa sampai ketakutan!"

"Bagaimanapun juga, anak yang dikandungnya adalah anakku. Kalau kamu memang marah, silakan lampiaskan padaku secara pribadi. Tapi aku nggak akan membiarkan kamu menyakitinya."

Syifa segera menarik tangan Derrick dengan cemas dan berkata, "Nggak boleh, Kak. Aku juga nggak mau kamu jadi sasaran. Aku pasti sedih."

Kalimat pendek dari Syifa itu membuat mata Derrick berkaca-kaca. Orang tua Derrick pun tersenyum dan mengangguk pelan. Jelas sekali mereka sangat menyukai Syifa.

Aku tak sanggup lagi mendengar kelanjutan sandiwara ini. Tanpa berkata apa-apa, aku berbalik dan pergi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Lima Tahun yang Tiada Artinya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
9.5
Kania Halim, jurnalis pemberontak, terjebak dalam hubungan rahasia dengan CEO Elang Solehudin. Ternyata, ia hanyalah alat bagi Elang untuk melindungi Clara. Pengkhianatan Elang mencapai puncaknya saat ia membiarkan Kania dipenjara hingga membiarkannya terluka dalam kecelakaan demi menyelamatkan Clara. Sadar hanya menjadi beban yang dikorbankan, Kania bangkit dari kehancuran. Ia menghancurkan dunia Elang dan memulai hidup baru melalui pernikahan dengan miliarder lain.
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK HARI PERNIKAHAN
8.9
Persahabatanku dengan Ratna berujung pengkhianatan pahit. Pria pilihannya, Bagas, yang hampir kunikahi ternyata adalah kekasih gelapnya sendiri. Mereka bersekongkol demi mengincar kekayaan keluargaku, namun rencana busuk itu terbongkar tepat sebelum janji suci terucap. Pernikahan pun batal, tapi Papa justru memaksaku menikahi pria lain yang sangat aku benci. Di balik luka penipuan ini, dimulailah babak baru hidupku bersama sosok yang tak pernah kuinginkan.
Sampul Novel Pelabuhan Akhir Sang Pewaris
7.8
Sean Axel William merupakan pewaris tunggal Grup William yang disegani karena ketegasannya di dunia bisnis. Meski dikelilingi banyak wanita dari kalangan selebriti yang haus akan kekayaannya, Sean merasa jenuh dengan segala kepalsuan tersebut. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu sosok perempuan unik yang memikat hatinya. Kini sang miliarder justru berbalik mengejar cintanya demi menjadikan wanita itu sebagai pelabuhan terakhir dalam hidupnya.
Sampul Novel PEMBALUT SUAMIKU
9.3
Setelah menghilang tanpa jejak selama sepuluh tahun dan sempat dinyatakan wafat, suami Laksmi tiba-tiba kembali ke rumah. Namun, kepulangannya justru membawa suasana mencekam bagi sang istri. Laksmi menemukan sebuah kebiasaan mengerikan yang dilakukan suaminya, yakni mengumpulkan serta menyimpan pembalut bekas pakai secara sembunyi. Perilaku ganjil tersebut memicu kecurigaan besar di benak Laksmi tentang apa yang sebenarnya terjadi selama ini.
Sampul Novel Pernikahan yang Gagal
7.9
Tiga tahun membina rumah tangga, sang protagonis meyakini hidupnya dipenuhi kebahagiaan bersama Elina, istri yang perhatian, serta putra mereka yang menggemaskan. Namun, ilusi keluarga harmonis itu runtuh saat ia pulang kerja lebih awal. Menemukan sang istri tertidur lelap di dekat ranjang bayi, ia berniat memindahkannya dengan penuh kasih sayang. Langkahnya terhenti ketika layar ponsel Elina tiba-tiba menyala, menampilkan sebuah pesan singkat yang mempertanyakan apakah anak mereka sudah tidur.
Sampul Novel Sage Benua Longwu
9.1
Di Benua Longwu, penguasaan energi Mingzhu dan Nebula menentukan kasta seseorang. Li Wei, pemuda tanpa bakat dari Kota Shuimiao, awalnya dianggap sampah sebelum pertemuan tak terduga dengan monster laut legendaris, Longxu, mengubah takdirnya. Kini ia memiliki kemampuan beladiri dan sihir yang langka. Namun, ambisinya menjadi Sage menyeretnya ke perserikatan rahasia yang berbahaya. Diincar banyak ahli karena rahasia besar, mampukah Li Wei mencapai keabadian di tengah kejaran musuh?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan