Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kuyang Kalimantan

Kuyang Kalimantan

Teror mistis menghantui tanah Kalimantan melalui legenda kuno yang haus darah. Fokus utama ancaman gaib ini mengincar para ibu hamil serta mereka yang tengah berjuang dalam proses persalinan. Di tengah suasana mencekam, hukum adat menjadi perlindungan terakhir yang mutlak. Siapa pun, termasuk anggota suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci yang telah ditetapkan secara turun-temurun. Pelanggaran kecil sekalipun dapat berujung pada petaka yang sangat fatal.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku jadi takut setelah tau ada bekas biru di pahaku. Ceramah bertubi-tubi dilontarkan dari Mas Pras. Kupingku jadi panas mendengarnya.

"Ku kira perempuan aja yang cerewet, Mas. Rupanya Mas Pras yang bergelar suamiku ini bisa juga secerewet ini," keluhku. Mas Pras malah narik nafas kasar.

"Lagian kamu ini aneh, Dek. Sudah tau pantang disini gak menjaga adab-adab kalau mau tidur, apalagi kamu itu hamil." Mas Pras duduk didekatku sambil melihat lagi bekas biru dipahaku.

"Ngeri banget ya, Dek. Apa ini ditandai gitu sama makhluk itu ya?" tanyanya.

"Ih, jangan gitu, ah. Bikin aku tambah takut," keluhku. Mas Pras cuma tertawa melihatku ketakutan.

"Masih berani kamu gak dengar sama, Mas atau Mama?"

Aku hanya menggeleng lemah, sembari menghusap perutku. Semoga saja tidak apa-apa. Dan Alhamdulillah, aku masih merasakan gerakan cinta dari si bayi, aku sudah khawatir karena sempat keras dan kaku.

Mas Pras berangkat kerja setelah sarapan pagi. Yang memasak Mas Pras, karena dia tau kalau aku menggoreng atau menumis makanan dengan bahan utama bawang merah pasti muntah, jadi Mas Pras gak tega dengan itu.

Tugasku tinggal membersihkan semua sisa makanan, tempat yang kotor, terutama cuci piring. Jadi ingat kata Mama, kalau cuci magickom atau bekas masak nasi harus cepat di cuci agar nanti mudah melahirkan. Ari-ari gak lengket gitu, kayak nasi lengket didalam magickom. Ah, lagi-lagi itu seperti mitos bagiku.

Dibelakang rumah ini terdapat hutan karet. Kalau sudah panen Masya Allah baunya menyengat busuk sekali. Aku dulu gak tau itu apaan, soalnya bau banget. Ketika aku tanya sama pekebun, rupanya panen getah karet. Sumpah aku pikir itu comberan, bau banget.

Dan disamping kanan rumah ini ada bengkel yang sudah lama gak dioperasikan. Kadang malam sering aku mendengar beberapa remaja menggunakan entah untuk apa. Dan sebelah kiri terdapat tetangga asli orang sini, bersuku Banjar.

Serta bagian depan rumahku, jalan besar menuju kota. Karena aku mau masak, jadi menunggu beberapa tukang sayur lewat depan rumah. Ketika aku menunggu, ada tetangga ikutan duduk didepan teras rumahku.

"Mbaknya baru ya tinggal disini," tegurnya. Aku kaget kemudian tersenyum padanya.

"Iya, mungkin sekitar 4 bulan lah disini. Suamiku kerja di proyek situ, jadinya ikut kemari," jelasku.

"Kalau malam apa Mbak berani? Apalagi lagi hamil besar gitu."

"Ya berani aja. Emangnya ada apa?"

"Banyak kejadian disini, Mbak. Ibu yang ngontrak disini lagi hamil juga, gak tahan. Katanya sering diganggu," jelasnya yang membuatku syock.

"Aduh ... jangan nakutin dong. Lagian kan yang kayak gitu sebenarnya bisa kita jaga." Jujur aja aku agak takut kayak semalam lagi. Bener-bener takut.

"Yah, intinya jangan lakuin pantangan aja sih, Mbak."

Kemudian ada tukang sayur berhenti tepat didepan kami. Banyak sekali sayur terpampang disitu.

"Duh, musim nya hamil ya ini, Buk," canda Paklek penjual sayur.

Aku cuma mesam-mesem aja malu mendengarnya.

"Cuma yang aku herannya, Buk. Kalau yang hamil pasti diberi ucapan selamat ya kan? Kalau yang ngehamilin ini malah dibuli, gak pernah dapat selamat gitu. Padahal kan dia hamil dari yang ngehamilin dari suaminya. Tapi gak pernah dapat selamat sambil dielus gitu kayak ibu-ibu hamil," candanya.

Paklek sayur itu dipukul sayur sama tetangga yang duduk disampingku tadi. Aku ketawa juga melihat tingkahnya.

"Jangan didengar ya, Mbak. Begini memang Paklek sayur ini, sangklek." Tetangga itu memilih kembali beberapa sayur.

************

Malam ini aku sendiri. Agak takut sih, jadinya aku sehabis maghrib membaca alquran sembari menunggu kepulangan suamiku. Beberapa kali melirik smartphone melihat jam. Biasanya Mas Pras pulang berkisar jam 9 malam sudah sama lemburnya.

Ketika ingin merebahkan diri di kasur, karena lama duduk untuk membaca tilawah. Tiba-tiba ada yang memegang pundakku. Sontak aku kaget, dan merinding. Bersamaan ketukan pintu disamping dekat dapur. Aku segera berdiri dan mengintip lewat sela jendela.

"Siapa?" tanyaku keras. Aku beristighfar, dan membaca berkali-kali ayat kursi.

Ada seorang wanita paruh baya sedang memegang sesuatu. Kelihatannya bawa makanan. Aku membuka pintu itu, rupanya manusia bukan hantu hehe.

"Saya tetangga sebelah, maaf ganggu malam-malam. Ini ada beberapa masakan yang saya masak sendiri. Diterima ya, Buk."

"Oh, iya. Makasih banyak ya, Bu. Gak mampir dulu sebentar kedalam?"

"Ah, gak usah. Cuma mau antar ini aja, Buk. Mari." Seseibu itu pergi meninggalkanku.

Ketika aku membuka tutup kotak makanan itu, isinya ikan asin dibuat asam manis. Harumnya mengelilingi ruang dapurku. Terlihat enak sekali.

Tak berapa lama suamiku pun tiba dirumah. Aku menyambutnya dengan senang. Kuletakkan kotak makanan itu diatas meja.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam." Aku menyambut tangan Mas Pras kemudian menciumnya. Tak lupa memeluk hangat mesra suamiku tercinta ini.

"Ada berita apa nih?" tanyanya.

"Gak ada, cuma tadi aku agak takut aja sih," jawabku.

"Banyakin amalan ya, Sayang. Jangan sembarang membuka pintu rumah sama yang gak dikenal," ceramahnya lagi.

"Eh bau busuk apa ini?" suamiku mencari bau busuk yang dimaksud.

"Hah? Bau busuk apa? Gak ada yang busuk, Mas."

"Beneran ada bau busuk," ucapnya sambil mentautkan alisnya. Mas Pras berkeliling mencari bau itu dan rupanya Mas Pras menatapku saat melihat ada sekotak makanan. Tanpa perlu ditanya Mas Pras membuka, otomatis suamiku pergi ke kamar mandi dan muntah.

"Astagfirullah, apa itu, Dek?"

Aku bengong. Dan aku gak mencium yang dimaksud suamiku.

"Itu dari tetangga sebelah, Mas. Ikan asin asam manis itu," kataku.

Matanya mengernyit. Kemudian memegang kepalaku.

"Belum kamu makan kan? Dia kesini sama siapa? Sendiri? Ucap salam gak?"

Aku langsung diam. Dia sama sekali gak ucapkan salam, dan hanya sendiri. Dan lagi, tadi sekilas aku melihat ada garis merah di lehernya. Badanku langsung dingin juga berkeringat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku  Dan Ayahku Super Tajir Melintir
7.8
Kehidupan Ana berubah total saat jiwanya tertukar dengan sang ibu secara misterius. Melalui raga ibunya, ia mengungkap fakta mengejutkan bahwa ayah kandungnya adalah bangsawan keraton kaya raya yang pernah menghancurkan hidup mereka. Di tengah rahasia kelahiran yang pelik, Ana bertekad menyatukan kembali kedua orang tuanya meski status sosial mereka berbeda jauh. Namun, perjuangan menyatukan cinta yang kontras ini ternyata penuh tantangan berat.
Sampul Novel Aku Saingan Ibu Mertuaku
8.1
Setiap hari, ibu mertuaku selalu meniru gaya rambut dan pakaianku secara identik. Keanehan ini memuncak pada petaka saat ayah mertuaku salah mengenali orang dan memelukku dari belakang. Kemarahan membuatku menampar suamiku yang manja, memicu pertikaian hebat hingga ibu mertuaku mendorongku dari lantai atas. Namun, kematian bukanlah akhir. Saat membuka mata, aku terlempar kembali ke masa lalu, tepat di hari ketika ibu mertuaku ingin meminjam rantai celana dalam milikku.
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince
8.6
Pembunuh bayaran bereinkarnasi sebagai Athea Dominic, putri bangsawan yang dibenci karena darah Klan Api. Di kehidupan lalu, ia tewas tragis akibat cinta buta pada Pangeran Alexander. Kini, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam saat keluarganya dibantai. Athea kemudian bersekutu dengan Azrael, pria misterius yang ternyata Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang menggulingkan takhta sang pangeran jahat dan menuntut keadilan bagi klan mereka.
Sampul Novel Kenangan Obsidian
9.3
Pasca pelarian dari Kekaisaran Ezen, Asha, Kael, dan Lirien bersembunyi di Pegunungan Broken. Di sana, misteri Penjaga kuno terungkap saat Asha bergulat dengan kekuatan abu dan memori yang menyiksanya. Sementara itu, tubuh Kael perlahan membatu, mengancam sisi manusianya. Konflik antarras ternyata hanyalah manipulasi belaka. Di tengah pengkhianatan dan pengorbanan, Asha harus memilih: menjadi senjata mematikan atau pelindung dunia dengan harga yang sangat mahal.
Sampul Novel My Ghost
8.4
Syafira baru menyadari alasan di balik harga sewa apartemennya yang sangat murah. Hunian itu ternyata berhantu, hingga membuat para tetangga merasa ngeri. Bukannya takut, Syafira justru terpesona oleh ketampanan sang arwah. Imajinasi romantisnya mulai liar hingga ia merasa nyaman dengan sentuhan dingin makhluk tersebut. Namun, perbedaan alam mulai menghantui logika Syafira. Mampukah hubungan beda dunia ini berakhir indah layaknya novel yang ia tulis?
Sampul Novel Pendekar Dataran Tengah
8.5
Jiu Cien nekat menikahi bibi gurunya meski ditentang keras oleh dunia. Namun, kebahagiaan mereka hancur saat sang istri yang tengah hamil dibantai oleh orang-orang iri. Terpukul oleh tragedi itu, Jiu Cien harus bangkit untuk membalas dendam pada para penghancur hidupnya. Ikuti perjuangan hebat Jiu Cien dalam menapaki jalan kependekaran hingga ia berhasil mencapai puncak tertinggi dan diakui sebagai sosok nomor satu dengan julukan Pendekar Dataran Tengah.