Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince

I Choose The Villain Crown Prince

8.6 / 10.0
Pembunuh bayaran bereinkarnasi sebagai Athea Dominic, putri bangsawan yang dibenci karena darah Klan Api. Di kehidupan lalu, ia tewas tragis akibat cinta buta pada Pangeran Alexander. Kini, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam saat keluarganya dibantai. Athea kemudian bersekutu dengan Azrael, pria misterius yang ternyata Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang menggulingkan takhta sang pangeran jahat dan menuntut keadilan bagi klan mereka.

I Choose The Villain Crown Prince Bab 1

“Kau memesan pembunuh bayaran untuk bunuh diri?”

Archelia terkekeh tak percaya dengan orang yang ia hadapi. Dia adalah seorang pria berkaca mata, tampak begitu tenang di depan layar laptop. Pemuda paling aneh yang pernah ditemuinya. Barang kali Archelia tidak akan pernah percaya ada kasus seperti ini jika bukan karena pemuda itu adalah partnernya sendiri.

“Hidup terlalu melelahkan untuk memuaskan semua orang,” gumam pemuda itu setelah mematikan layar laptopnya.

Bangkit dari kursi putarnya, melewati Archelia lalu berdiri di depan rak besar yang penuh dengan novel karyanya. Pemuda itu mengambil sebuah novel, lantas kembali mendekati Archelia.. Tangannya terulur, menyerahkan buku dengan sampul berwarna ungu dengan hiasan cahaya dan pita berjudul, “Villain’s Darkside”.

“Untukmu. Anggap saja sebagai rasa berterimakasihku.”

“Aku tidak suka membaca,” dengkus Archelia tidak menerima uluran buku itu.

Namun, meski mendapat peolakan, pemuda itu tetap memaksanya dengan menggenggamkan novel itu ke tangan Archelia.

“Anggap saja itu permintaan terakhirku,” ucap si pemuda lalu membalikkan badan.

Sekali lagi, Archelia benar-benar dibuat terheran-heran dengan pemuda yang dihadapinya. Jika dilihat dengan mata telanjang, pemuda itu tampak tidak memiliki masalah. Baik-baik saja, malah. Itu terbukti dengan deretan novel yang telah naik cetak, bahkan di beberapa novelnya terlihat tulisan “Best Seller”.

“Kau bisa membunuhku sekarang,” ucap pemuda itu membuat perhatian Archelia pecah.

Memang, jika dilihat lebih dalam, tatapan pemuda itu tampak sangat kosog seolah tak memiliki kehidupan. Lebih tepatnya tidak memiliki harapan hidup di sana. Seolah, di balik tubuh sehatnya terdapat sesuatu yang rapuh dan mungkin telah hancur.

Archelia seharusnya bersikap profesional, tetapi kali ini pikirannya dibuat sangat terganggu. Wanita itu berjalan mendekati pemuda yang duduk di atas kursi menghadap jendela kaca menghadap pemandangan kota. Mungkin dia bisa membujuk pemuda itu untuk mengurungkan niatnya. Mati memang mudah, tetapi siapa yang tahu ada apa di balik kematian itu sendiri.

“Hei, Nak. Bisakah kau pikirkan lagi keputusanmu ini?” Archelia menimbang-nimbang novel di tangannya. “Aku bisa mentransfer kembali uangmu jika kau mengurungkan niat untuk mati. Kau masih muda, kau juga sukses. Hidup terlalu baik untuk kau tinggalkan.”

Ada seulas senyum yang terbit di wajah pemuda itu. “Kau tidak akan mengerti. Orang yang bersusah payah berusaha untuk dirinya sendiri tidak akan mengerti cara hidup orang yang berusaha untuk pengakuan orang lain."

“Kau bisa juga bisa melakukan-“

“Bisakah kau membunuhku sekarang?”

Dor!

Setelah kematian pemuda itu dan novel yang diberikannya pada Archelia, entah mengapa pikiran wanita itu menjadi tidak tenang. Dalam beberapa misi, ia selalu melakukan kesalahan yang nyaris membunuhnya. Selalu ada keresahan yang menerornya, seolah tak ingin membiarannya mendapat ketenangan, meskipun itu dalam tidur. Hingga saat itu datang.

Archelia terbangun di tempat yang gelap dan sunyi. Entah tempat apa itu, tetapi hanya ada kegelapan. Paling tidak, semua gelap sebelum ia menoleh pada seorang wanita jelita yang bersamanya bersama serta cahaya surgawi. Tatapan sayu pemilik Surai legam itu seolah mengantarkan perasaan sesak yang lantas membuat Archelia memegang dadanya yang mendadak nyeri luar biasa. Bukan karena luka, tetapi karena sebuah perasaan yang tak mampu didefinisikan.

Namun, paras menawannya tak berbanding lurus dengan dress kuning gadingnya yang tampak begitu kotor dipenuhi tanah cokelat. Bahkan, terdapat sisa cairan berwarna merah yang telah mengering di sekujur tubuhnya, yang tentu saja terlalu mudah dikenali Archelia. Mata Archelia menyipit ketika melihat leher wanita itu mengeluarkan darah.

"Siapa kau?" Archelia bersikap waspada. Ia hendak melangkah, tetapi mendadak tubuhnya menjadi beku. Ia tak mampu bergerak.

"Kau adalah diriku, dan aku adalah dirimu. Seluruh jiwa dan raga baru ini milikmu. Balaskan dendam atas kematianku."

"Kematianmu?" Kening Archelia mengernyit heran.

Alih-alih menjawab, wanita itu justru lenyap secara perlahan menjadi butiran cahaya hingga membuat tempat itu kembali dipenuhi kegelapan. Namun, tak lama setelah itu, sebuah memori kehidupan muncul secara acak di kepalanya bagai kaset rusak. Teriakan, cacian dan kekerasan.

Mengapa dia mengalami hal semacam ini?

"Ayah?" panggil sang gadis serayaengulurkan tangan meminta tolong. Namun, pria gagah yang dipanggilnya ayah itu malah berpaling dan meninggalkannya diseret paksa memasuki penjara yang gelap mengerikan.

Slide memori meloncat pada gadis yang menangis ketakutan di dalam penjara yang sunyi. Secercah harapan muncul dalam binar tatkala ia mendapati kedatangan sosok pria berpakaian elite nan gagah. Sosok pria pujaan hati yang membuat akal sehat Athea hilang karena kegilaannya pada sang pangeran.

"Yang Mulia, apakah Anda datang kemari untuk menolongku?" Athea malang mengesot, sesekali meringis karena memar di tubuhnya bergesekan dengan lantai. Ia bergerak terseok layaknya anjing kehausan. Hanya bisa mencengkeram besi penjara yang memisahkannya dengan sang pangeran.

"Kau bilang, kau mencintaiku, 'kan?" Suara berat yang dingin tanpa empati.

"Ya! Tentu saja aku sangat mencintai Pangeran."

"Jadi, kau rela berkorban untukku?"

"Aku rela mati untukmu!" sahut Athea cepat.

Hal itu membuat salah satu sudut bibir Sang Pangeran terangkat. Pria itu malah membalikkan badan dan pergi begitu saja.

"Yang Mulia!" Athea panik.

"Besok aku akan melihat bukti cintamu!" Sang Pangeran berkata dengan entengnya sebelum tubuhnya menghilang di balik pintu kayu yang memisahkan tahanannya.

Archelia yang melihat itu lantas berjalan mendekat. Menatap iba pada Athea malang yang hanya bisa menangis tersedu-sedu. Pria yang dicintainya bahkan keluarganya, semua pergi ketika Athea berada di titik terbawah dalam hidupnya.

Nyaris saja Archelia menyentuh Athea, tetapi dunia seolah berputar dan berpindah ke suatu lapangan luas yang dipenuhi tentara. Di tengah lapangan, Athea duduk bersimpuh dengan semangkuk racun.

"Athea Dominic, hari ini dijatuhi hukuman mati karena telah melakukan pemberontakan! Apakah kau mengakuinya?"

Sorot mata tajam Athea jatuh pada Pangeran Pertama.

"Aku ...."

"Aku ... tidak mengakuinya."

Sayang, kesadarannya terlalu terlambat. Kebutaannya pada cinta sepihak membuat Athea terjebak dalam khayalan romansa yang manis, tetapi terasa sangat pahit.

Namun, siapa sangka, justru Pangeran Pertama langsung berjalan ke arahnya seraya mengangkat pedang. Wajahnya memerah dengan rahang mengeras. Tubuh Athea terlalu syok melihat kemarahan sang pria.

"Kau telah membuat keluargaku terbunuh, wanita sialan!"

Dan pedang itu tak ubahnya bagai kilat yang menyambar leher jenjang Athea yang menegang beku.

Crash!

Dan semua berubah menjadi hitam.

***

"Bangsat, siapa yang mengikatku di pohon?!" teriak Archelia ketika ia terbangun di sebuah tempat asing. Tempat yang di sisinya terdapat pepohonan rindang dan hamparan rumput hijau yang luas, di mana di ujung lapangan rumput terdapat bangunan kastil yang sangat megah.

Kedua matanya menyipit, merasa silau terhadap bias cahaya mentari yang begitu menyengat. Sejenak Archelia tertegun melihat pemandangan di sekitarnya. Apalagi saat ia melihat kakinya yang sangat kecil. Ah, bukan hanya kaki, bahkan tubuhnya juga tampak sangat kecil.

"Apa-apaan ini?!"

Archelia berusaha keluar dari tali yang mengikatnya di sebuah pangkal pohon. Namun, tubuh kecilnya yang terlampau kecil seperti anak berusia enam tahun ini membuatnya sangat kesulitan. Tentang apa yang terjadi di sini, bisa ia cari tahu nanti setelah ia lepas dari ikatan.

Di tengah usaha Archelia meloloskan diri, telinganya sedikit terusik tatkala ia mendengar suara patahan ranting kayu dan daun kering. Benar saja, ketika pandangannya terangkat dan menyapu sekeliling, ia mendapati seorang anak laki-laki yang kira-kira berusia tujuh tahunan tengah berjalan terseok-seok dengan luka di sekujur tubuhnya. Pakaian yang dikenakannya khas klan bangsawan, tetapi tampak kotor dan lusuh dipenuhi debu dan bekas darah mengering.

Melihat itu, Archelia segera memanggilnya. "Hei, Nak! Tolong bantu aku melepas ikatan ini! Nanti aku bantu mengobati lukamu!"

Wajah si anak laki-laki mendongak. Tampak dipenuhi berbagai luka memar. Sangat menyedihkan. Dalam benak Archelia terheran-heran, apa yang sebenarnya terjadi?

Anak laki-laki itu mendekat dan tanpa sepatah kata membantu Archelia melepaskan ikatan tali.

"Apakah mereka melakukan ini lagi kepadamu?" tanya si anak laki-laki dengan wajah datar. Napasnya sedikit berat karena kelelahan.

Mendengar ucapan si anak laki-laki, Archelia lantas mengernyit. "Mereka?"

Setelah melepas ikatan tali yang membelit tubuh Athea, anak itu menatap sepasang manik legam milik Athea kecil.

"Usiamu itu empat tahun lebih kecil dariku, Athea."

Setelah berkata demikian, tiba-tiba tubuh anak laki-laki itu tumbang dan jatuh menimpa tubuh mungil Athea. Atyea kecil terkesiap, ia kurang sigap sehingga membuat tubuhnya ikut jatuh dengan posisi tubuh si anak laki-laki menindih tubuhnya.

Awalnya, Archelia ingin memaki. Namun, kedua mata Archelia dibuat terbelalak kemudian, tenggorokannya terasa tercekat ketika matanya jatuh pada sebuah panah yang menancap di punggung si anak. Darah segar merembes begitu deras, menebarkan bau anyir yang menyengat.

"Astaga! Kau terluka!"

Dengan bersusah payah, Archelia menyingkirkan tubuh si anak laki-laki dari atas tubuhnya. Ia bangkit dan berusaha menggendong si anak laki-laki. Namun, ukuran tubuhnya jelas tidak sebanding dengan anak laki-laki yang mengaku empat tahu lebih tua darinya itu. Ya, memang benar, postur tubuhnya bahkan jauh lebih tinggi dari Archelia.

Sejenak, setelah berhasil mengangkat si anak laki-laki di punggungnya. Yah ... meski hanya melingkarkan kedua tangan si anak laki-laki pada lehernya lalu membuat anak itu terangkat, Archelia sudah menganggapnya menggendong daripada menyeret. Ia terdiam sejenak karena tidak tahu harus dibawa ke mana.

Hingga tiba-tiba muncul sebuah ingatan kilat yang membuat mata Archelia langsung tertuju pada bangunan kastil megah di sana.

Ya!

Sekarang, dia adalah Athea.

Nona muda, putri dari Duke Aaron Dominic.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi I Choose The Villain Crown Prince

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika dan mentornya, Charli, mengelola ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali. Di sana, Randika jatuh hati pada Andini Wijaya, seorang wanita mandiri pemilik sekolah. Namun, asmara mereka terancam saat Junot, mantan Andini, mendadak kembali. Di sisi lain, adik Andini yang bernama Lily berambisi merebut Randika demi mendapat pengakuan sang ayah, Sigit Wijaya. Terjebak dalam dilema masa lalu dan ambisi keluarga, mampukah cinta Randika dan Andini bertahan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan