Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kisah Yuna

Kisah Yuna

Yuna adalah mahasiswi biasa yang tengah berjuang keras meraih impian masa depannya. Dunianya seketika berubah penuh warna saat idola kampus menyatakan perasaan kepadanya. Namun, perjalanan asmara ini tidaklah mudah. Yuna terjebak dalam dilema besar ketika situasi memaksanya memilih antara pacar pertamanya saat ini atau sosok cinta pertama dari masa lalu. Siapakah yang akan memenangkan hati Yuna pada akhirnya di tengah persimpangan emosi ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tidak terasa sudah semester lima. Rasanya baru kemarin aku datang ke kampus ini sebagai mahasiswa baru. Semester ini jadwal kuliahku lumayan padat. Alhamdulillah karena IPK-ku kemarin cukup memuaskan, semester ini aku ambil beberapa matkul dari semester atas. Semoga bisa lulus tepat waktu.

"Yun, sendirian aja lo? Ulfa sama Rika mana?" tanya Bendot sambil merangkul pundakku. Aku refleks melepas rangkulannya. Bendot berdecak.

"Elaah, napa lo, cuma gitu doang, kok. Lagian gue 'kan udah bilang, gue udah anggap lo adek gue sendiri. Elo anggap aja gue abang lo. Jadi rangkul-rangkul gini, nggak papa, dong." Bendot merangkulku lagi. Sekali lagi aku lepas tangannya dari pundakku.

"Tetep gue nggak mau! Berat!" sahutku.Bendot tertawa, tangannya mengacak-acak rambutku.

Nama aslinya Beno. Dia anak Tanggerang, katanya dia anak Betawi asli seperti si Doel. Tapi sudah tergusur dari Jakarta, sekarang orang tuanya tinggal di Tanggerang. Dia lebih tua tiga tahun dari teman-teman seangkatan. Dia sempat kerja dulu sebelum kuliah. Karena itu kami panggil dia, Bendot artinya Beno Bandot. Hihihi...

Seperti yang dikatakannya tadi, dia anggap aku adik, Bendot itu perhatian banget. Perhatian layaknya seorang kakak ke adiknya, bukan perhatian seperti sepasang kekasih, loh ya .... Bendot sudah punya pacar. Aku juga kenal, namanya Teh Mia. Anak kampus sebelah. Orangnya cantik, anggun, dan baik hati. Dia sekarang lagi nunggu jadwal sidang. Berarti Teh Mia bakal lebih dulu lulus dibanding Bendot.

"Ntar sore gue maen ke tempat elo, yak."

"Mau ngapain?" tanyaku.

"Hehehehe biasaa ... " Bendot cengengesan. Aku menghela napas, tidak heran dengan tingkahnya yang satu ini.

"Nape sih lo? Gue kangen sama baso Mang Enjay. Baso paling enak se-Bandung," lanjut Bendot, tangannya menarik tanganku ketika ada beberapa mahasiswa hampir menabrakku. Awal semester baru kampus memang lebih ramai dari biasanya.

"Ya, iyalah paling enak, gratis!" jawabku sambil cemberut. Bendot tertawa melihat reaksiku. Jadi begini, perlakuan Bendot yang perhatian itu sebanding dengan tingkah menyebalkannya. Dia sering ke kostan untuk numpang makan. Numpang makan gratis lebih tepatnya. Buatku, selama dia tidak minta makan yang mahal-mahal tak masalah. Bendot sering minta traktir baso Mang Enjay. Tukang baso yang mangkal dekat kost'an. Terkadang dia juga minta dibelikan nasi rames di kantin sebelah kost'an.

"Bang Beno apa kabar? Kok, udah lama nggak ngechat aku, sih?" Tiba-tiba ada seorang gadis menyapanya. Aku tidak mengenalnya, mungkin anak fakultas lain.

Cukup banyak perempuan yang mendekati Bendot. Dia itu ganteng sebenarnya, cuma orangnya slengean, sering cengengesan tidak jelas. Rambut gondrongnya yang cuma diikat asal, berantakan. Katanya, itu yang membuat para perempuan menjadi gemas. Jangan lupa juga, dia itu genit. Semua perempuan digodanya, padahal sudah punya pacar. Jawabnya, 'lah punya bini aja boleh sampe empat. Masak gue punya pacar lebih dari satu kagak boleh'. Terserah kamu, Ben!

"Sorry, Beb. Cewek gue yang ini cemburuan banget," ucap Beno sambil merangkul pundakku lagi. Aku berusaha melepas, tetapi Bendot memberi kode agar aku menurut.

Perempuan itu melengos sambil menatapku sinis. Bendot cekikikan melihat salah satu fansnya kesal.

"Lepas ah, berat tahu!"

"Baru tangan loh ini, Yun. Kalo gue tindihan lo, gimana? Ehz elo keenakan sih pastinya." Bendot mengedipkan mata kirinya, sembari tersenyum jahil menggodaku.

"Dasar mesum! Gue laporin ke Teh Mia, tahu rasa!" Aku bergegas masuk ke kelas, mengabaikan Bendot yang masih tertawa.

Bendot itu selain menumpang makan, dia juga sering curhat. Dia suka cerita tentang pacarnya. Dia sering menceritakan apa saja yang dia lakukan dengan pacarnya. Awalnya aku kaget mendengar cerita dia, tidak menyangka gaya pacaran Bendot sebebas itu. 

Aku sempat menjauh, takut ternyata dia seperti itu. Otak aku yang awalnya bersih dan lurus, sedikit tercemar. Bendot menyakinkan aku, bahwa dia tidak akan berbuat macam-macam. Dia benar-benar menganggap ku sebagai adiknya. Setelah itu barulah aku bisa berinteraksi dengan dia seperti biasa.

Setelah perkuliahan aku langsung ke kantin. Mau pulang nanggung. Hanya ada waktu sejam sebelum jadwal kelas berikutnya. Aku tidak sendiri, ada Rika juga Bendot. Ulfa tidak masuk karena KRS nya tidak cukup untuk ambil matkul statistik.

"Bang, bagi minum, dong?" Itu suara Lucky. Anak kelas sebelah yang akhir-akhir ini jadi dekat karena kita sering ambil matkul yang sama.

"Nih! Jangan diabisin, gue masih haus!" Bendot menggeser gelasnya.

"Kenapa nggak pesen sendiri aja, sih?" tanya Rika.

"Udah, tapi belum jadi. Gue haus banget," jawab Lucky setelah menyedot es teh manis Bendot.

"Yun, nanti sore gue maen, ya?" tanyanya.

"Ngapain lo?" sahut Bendot lebih dulu.

"Ya maen ajalah, emang harus ada alasan?" jawab Lucky.

"Ya, emang kudu ada alasan. Inget, Yuna ntuh adek gue!" sahut Bendot.

"Kenapa elo posesif banget sama Yuna? Adek ketemu gede juga!" Rika menoyor kepala Bendot. Bendot mendengkus.

"Ya gue sih maunya posesif ke elu, Yang. Elu nya kagak maoo ...," jawab Bendot dengan logat Betawi yang khas. Rika berdecih. Bakal ramai kalau Rika sama Bendot sudah saling sahut seperti itu.

"Yang, yang, pala lo peyang!" sewot Rika.

"Elu mah aneh. Gue perhatian sama Yuna, elu cemburu. Gue kasih perhatian, elu kagak mau. Padahal elu itu cewe pertama yang gue ajak pacaran di kampus ini. Elu langsung nolak sebelum mencoba. Padahal udah gue kasih garansi," ujar Bendot.

"Siapa yang cemburu, Pe'a! Udahlah emosi gue kalo ngomong sama kambing!"

"Ih, gemess kalau lihat Neng Rika ngambek gini. Jadi pengen cepet-cepet Abang halalin," goda Bendot, mukanya dibuat imut sambil menempelkan sumpit di kedua pipinya.

Rika memukul kepala Bendot dengan buku statistik.

"Woyy...sakit anjir!" Bendot mengusap kepalanya.

Aku dan Lucky tertawa melihat interaksi mereka berdua. Sudah bukan rahasia lagi kalau Bendot naksir Rika dari awal kuliah. Sayangnya, Rika menolak mentah-mentah. Dia bilang Bendot bukan tipenya.

"Mau ketemu Ulfa ya, Ky?" tanyaku mengabaikan pertengkaran Rika dan Bendot. Lucky cuma senyum mendengar pertanyaanku.

"Antara iya dan engga, sih. Gue mau ngajak lo nonton basket. Syukur-syukur bisa ketemu Ulfa. Menyelam sambil minum air 'kan. Dia  nggak ada jadwal kuliah hari ini?"

Aku menggeleng, lalu menusuk somay pesananku dengan garpu. Lapar banget, tadi pagi cuma minum kopi tidak sempat sarapan. Lucky ini salah satu dari sekian banyak penggemar Ulfa. Dia dekatu aku juga karena sedang pendekatan dengan Ulfa. Aku tidak keberatan, selama aku tidak dimanfaatkan. Toh, selama ini Lucky baik, kok. Andai Ulfa putus sama Dani, Lucky bakal jadi orang pertama yang aku rekomendasikan untuk jadi pacar Ulfa. Sudah lulus seleksi. Cakep, sholeh, pinter dan tidak merokok. Sudah masuk kriteria lelaki idaman aku juga, sih. Sayangnya dia naksir Ulfa. Asli, aku tidak menaksir Lucky, hanya kagum.

"Kalian ngobrolin apaan, sih? Jangan bisik-bisik!" Bendot melempar gelas plastik kosong ke arah Lucky.

"Kenapa sih, Bang, sensi amat?" Temen-temen yang lain walaupun tau Bendot umurnya lebih tua tetap manggil nama saja. Termasuk aku, Ulfa dan Rika. Namun, Lucky memanggilnya dengan panggilan 'abang'. Satu lagi point plusnya Lucky, sopan.

"Pokoknya elu kagak boleh maen ke kost'an Yuna. Ntar sore gue mau ke sana, jangan ganggu!" Aku mengode Lucky untuk diam. Untung saja dia paham.

"Yun, ke toilet, yuk. Touch up bentar, mau ketemu Pak Dodik dosen handsome."

"Genit lo! Pak Dodik udah tua, mendingan sama gua!" Bendot mencibir.

"Bodo amat! Males gue ngobrol sama kambing!" Rika menarik tanganku. Tiba-tiba ponselku bergetar, ada pesan masuk di aplikasi WhatsApp.

"Bentar, ada yang nge-WA. Siapa ya kok nomornya nggak kenal?"

"Udah nanti lagi, gue kebelet. Buruan ...."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhirnya KAU Mencintaiku
8.0
Tiga belas tahun lamanya Rea mencintai Jeno, termasuk dua tahun pernikahan paksa yang penuh pengorbanan. Meski telah mengabdi sepenuhnya, Jeno tetap berpaling pada mantan kekasihnya. Lelah karena cintanya tak pernah dihargai dan terus diperlakukan kasar, Rea akhirnya memilih menyerah dan meminta cerai. Namun, saat Rea berubah menjadi dingin, Jeno justru mulai merasa kehilangan. Ia baru menyadari betapa berharganya Rea tepat di saat wanita itu ingin pergi.
Sampul Novel Aktor Idola Dan Author Barbar
8.4
Erick Adrian merupakan aktor ternama yang memiliki karier cemerlang dan kekasih seorang model cantik. Meski bergelimang harta, ia merasa resah dengan citranya sebagai bintang film dewasa. Hidupnya berubah saat ia terlibat konflik dengan penulis novel bernama Kaemila. Sebuah kecelakaan tragis yang menyebabkan Kaemila lumpuh dan hilang ingatan memaksa Erick untuk bertanggung jawab melalui pernikahan. Akankah Kaemila pulih dan sanggup menerima Erick sebagai suaminya?
Sampul Novel CINTA DINGIN TUAN BESAR
8.4
Marla masuk ke kediaman Austin sebagai pelayan, namun ia tidak menyadari bahwa Margaret memiliki agenda tersembunyi untuk menjodohkannya dengan sang cucu tertua, Richard Branson Austin. Richard adalah pria kaku yang sangat pendiam, kontras dengan adiknya, Ascar, yang gemar memberontak. Terjebak di antara dua kepribadian yang bertolak belakang, Marla kini menghadapi dilema besar: bertahan dalam rencana perjodohan tersebut atau memilih untuk melarikan diri.
Sampul Novel Dari Benci Jadi Tayang Tayang
9.2
Karra Bella Atmadja terjebak dalam dilema cinta segitiga rumit dengan teman kecilnya, Darayan Noah Tedja. Masalahnya, Noah justru mencintai Kanaya, sementara Kanaya sendiri telah lama ditaksir oleh sepupu Bella yang bernama Raquello. Ketidakpastian menyelimuti hubungan mereka karena sikap Noah dan Naya yang sulit jujur. Saat Bella mulai lelah berjuang dan menyerah pada perasaannya, siapakah yang akhirnya akan saling memiliki dalam romansa dewasa muda ini?
Sampul Novel DILEMA CINTA SEGITIGA
9.3
Marlon dan Sarah menjalani pernikahan yang hanya berlandaskan urusan bisnis semata. Di balik itu, mereka memiliki pasangan rahasia masing-masing. Sarah sebenarnya berniat menjatuhkan reputasi Marlon demi perceraian kilat, namun ia justru mulai merasa cemburu melihat kemesraan Marlon dengan Natalia. Kini, Marlon terjebak dalam situasi rumit karena istri dan kekasihnya sama-sama enggan melepaskannya. Ia pun bimbang harus memilih siapa di antara mereka.
Sampul Novel Istri Kontrak: Penebusan Thorne
8.8
Clara kehilangan bayinya akibat ulah kejam Marko, suaminya sendiri. Bukannya berduka, Marko justru menyodorkan surat cerai demi menikahi sahabat Clara yang sedang mengandung anaknya. Diancam akan dijebloskan ke RSJ, Clara terdesak hingga pengacara orang tuanya datang membawa kunci rahasia. Kunci itu mengungkap kontrak kuno yang menjodohkannya dengan Julian Aditama, miliarder tangguh yang sangat ditakuti Marko. Kini, Clara memiliki peluang untuk membalas dendam.