Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk

Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk

Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Alvina POV:

Anehnya, aku tidak merasa marah sedikit pun. Hanya ada ketenangan yang aneh, seolah hatiku sudah terlalu lelah untuk merasakan emosi yang membakar. Aku duduk di bangku taman, di bawah langit malam yang dipenuhi bintang.

Sudah lama sekali aku tidak melihat bintang sebanyak ini. Cahaya-cahaya kecil itu mengingatkanku pada banyak hal, banyak kenangan yang sudah lama terkubur. "Indah sekali," gumamku, entah kepada siapa.

Tiba-tiba, sebuah tangan kasar meraih pergelangan tanganku. Sebelum aku sempat bereaksi, sebuah tamparan keras mendarat di pipiku. Rasa panas membakar kulitku, membuatku terkejut dan terdiam.

Pradipa berdiri di hadapanku, wajahnya gelap karena amarah. Matanya menyala-nyala, seolah siap membakar apa pun yang ada di depannya. "Dasar wanita kejam!" raungnya, suaranya bergetar. "Apa yang sudah kamu lakukan pada Riana?!"

Aku menatapnya, bingung. "Apa maksudmu?"

"Jangan pura-pura tidak tahu!" Dia mencengkeram lenganku lebih erat. "Kamu menyuruh orang untuk mempermalukan Riana di depan umum, bukan? Kamu mengatakan hal-hal kotor tentang dia!"

Aku terdiam. Tidak ada yang kulakukan.

"Riana... dia mencoba bunuh diri karena kamu!" Suaranya bergetar, penuh keputusasaan. "Dia tidak tahan dengan semua penghinaan itu! Apakah kamu tidak puas dengan pernikahan yang kubiarkan terjadi ini? Apakah kamu tidak akan puas sampai dia mati?!" Tanpa menunggu jawabanku, dia menamparku lagi, kali ini lebih keras dari sebelumnya.

Aku tidak memiliki kesempatan untuk membela diri. Aku hanya bisa merasakan sakit yang menjalar di pipiku, di hatiku. Tubuhku terasa lemas. Dia menyeretku dengan paksa, memasukkanku ke dalam mobil.

Kami tiba di sebuah klinik kecil. Di salah satu ruangan, Riana terbaring di tempat tidur, wajahnya pucat pasi. Melihatnya, aku sadar bahwa tuduhan Pradipa memang benar. Riana memang mencoba bunuh diri.

Bahkan dalam keadaan tidak sadarkan diri, Riana terus menggumamkan namaku, "Maafkan aku... kumohon, jangan ganggu aku lagi..."

Aku baru akan bertanya, namun Pradipa mendorongku dengan sangat keras. Aku kehilangan keseimbangan dan punggungku membentur sudut meja. Rasa sakit yang tajam menyengatku, membuatku memejamkan mata dan wajahku memucat.

Pradipa menatapku dengan mata setajam pisau. "Lihatlah apa yang sudah kamu lakukan!" Dia berteriak. "Minta maaf pada Riana sekarang juga!"

Aku menatapnya dengan tatapan kosong. "Aku tidak melakukannya," gumamku, suaraku nyaris tak terdengar.

"Kamu berbohong!" Dia berteriak lagi, amarahnya meluap-luap.

Tepat saat itu, seorang perawat masuk ke dalam ruangan. "Maaf, Tuan. Tapi pasien membutuhkan transfusi darah segera. Dia kehilangan banyak darah."

Pradipa langsung mencengkeram lenganku. "Ambil darahnya!" Ia memerintah perawat itu, menunjuk ke arahku.

Aku menatapnya, sadar sepenuhnya. Aku tahu kondisiku. Aku sering kelelahan, dan aku menderita anemia. Donor darah dalam kondisi seperti ini bisa membahayakan nyawaku.

Tapi Pradipa tidak peduli. Ia menarik lengan bajuku dengan kasar. "Ini adalah bayaranmu untuk Riana!"

Jarum tebal menembus kulitku. Aku merasakan sakit yang menusuk, lalu cairan merah hangat mengalir dari nadiku ke dalam tabung. Aku mengangkat kepalaku, menatap Pradipa yang berdiri di sampingku seperti penjaga, seolah takut aku akan melarikan diri.

"Apakah kamu menyesal telah menyelamatkanku?" tanyaku, suaraku datar, tak menunjukkan emosi.

Pradipa terdiam. Ia menundukkan kepalanya, menghindari tatapanku. "Tidak," gumamnya, "Aku akan menyelamatkan siapa pun yang dalam bahaya saat itu."

Aku tersenyum pahit, memalingkan wajahku agar dia tidak melihat air mata yang mengalir di pipiku.

Perawat mencabut jarum dari lenganku. Aku mencoba berdiri, tapi kepalaku pusing. Aku merasa sangat lemah. Tubuhku limbung, hampir jatuh. Pradipa refleks meraihku, tapi aku mendorong tangannya menjauh.

"Mulai sekarang," kataku, suaraku bergetar, "Aku tidak akan mengganggumu lagi." Aku menatapnya, ada tekad yang kuat di mataku. "Aku membebaskanmu, Pradipa. Dan aku membebaskan diriku sendiri."

Butuh seluruh kekuatanku untuk menyadari bahwa kami berdua tidak seharusnya bertemu.

Pradipa menatapku, matanya dipenuhi kebingungan dan kegelisahan. "Apa yang kamu bicarakan?" Ia bertanya, suaranya sedikit panik. "Kita akan menikah sebentar lagi, kan?"

Perawat kembali masuk, memotong ucapannya. "Pasien sudah sadar, Tuan. Dia ingin bertemu dengan Anda."

Pradipa mengerutkan kening. Ia menatapku, ragu-ragu. "Aku akan segera kembali. Aku akan mengantarmu pulang."

Aku tidak menjawab. Aku hanya menatap punggungnya yang menjauh.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan betaku, Kyan, mendadak amnesia setelah diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru memilih Gamma Evelyn sebagai pendamping barunya. Kyan menghinaku sebagai kasta rendah yang tak layak bersamanya, hingga aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku hendak bersatu dengan Raja Alpha, Kyan muncul penuh penyesalan dan menanyakan janinnya. Dengan dingin, aku menegaskan bahwa anak itu sudah tiada sebelum memulai hidup baru.
Sampul Novel One Chance without Change
9.0
Dalam sebuah kisah yang menyelimuti misteri dan kengerian mendalam, muncul sebuah pertanyaan penuh keputusasaan mengenai batas penderitaan manusia. Tokoh utama terjebak dalam situasi yang sangat menyiksa hingga ia mempertanyakan apakah ada bentuk kematian yang jauh lebih menyakitkan daripada apa yang sedang ia alami saat ini. Keadaan ini memicu ketakutan luar biasa di tengah dunia fantasi yang kelam, di mana rasa sakit menjadi inti dari eksistensi.
Sampul Novel Pawang Hati
9.6
Dalam sebuah kisah romansa fantasi yang memikat, sosok pangeran yang dikenal memiliki kepribadian sedingin es ini menyimpan rahasia tak terduga. Di balik sikapnya yang kaku dan tidak tersentuh, ia secara perlahan mulai menunjukkan sisi hangat yang mampu meluluhkan perasaan siapa pun di sekitarnya. Kehadirannya yang misterius membawa keajaiban tersendiri, mengubah suasana dingin menjadi penuh kehangatan saat ia diam-diam menaklukkan hati.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 1
8.9
Suro Joyo memilih meninggalkan takhta Kerajaan Krendobumi demi menolong sesama. Dikenal sebagai Pendekar Rajah Cakra Geni, ia menjelajahi jagat raya hingga dijuluki Pendekar Kembara Semesta. Dalam perjalanannya, Suro terjebak perebutan Bunga Puspajingga, ancaman Dewi Pemikat, serta kehebatan Tombak Siung Sardula. Ia pun terseret konflik harta karun Goa Barong. Demi keadilan, Suro harus bertarung menghadapi kekuatan Putri Siluman Alas Waru.
Sampul Novel Pendekar Pedang Patah
7.9
Pancaka dikenal sebagai musuh besar bagi seluruh golongan persilatan, mulai dari sekte hitam hingga putih. Tanpa alasan jelas, ia menghancurkan organisasi tersebut dengan pedang tanpa bilah miliknya yang legendaris. Namun, kejayaan sang pendekar berakhir setelah ia menderita kekalahan telak. Secara misterius, Pancaka terlempar kembali ke masa lalu. Kini, ia harus memilih untuk memperbaiki perilakunya atau justru menjadi sosok yang jauh lebih kejam dari sebelumnya.
Sampul Novel PENDEKAR Sabda JAGAD
8.4
Jalu Sajiwo, seorang yatim piatu, memulai pengembaraan demi menuntut keadilan bagi keluarganya. Dahulu, Sekte Rajawali Emas sangat perkasa sebelum fitnah keji dari rival-rivalnya menghancurkan kejayaan mereka. Di masa kepemimpinan Ki Respati, ayah Jalu, sekte ini terus ditindas dan dihina. Kini, Jalu harus berjuang di tengah intrik, pengkhianatan, dan duel maut untuk membersihkan nama baik sekte serta membawa Rajawali Emas kembali ke puncak tertinggi dunia persilatan.