Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan

Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan

Mutiara Embun Pagi terpaksa pindah ke Jakarta demi memenuhi wasiat mendiang ayahnya. Di sana, ia terusik oleh Leon Bhaskara Granada, pemenang King of School yang arogan dan gemar meremehkannya sebagai gadis kampungan. Tak terima dihina, Embun bertekad memenangkan ajang Queen of School untuk membuktikan kemampuannya. Di tengah persaingan dan intimidasi Leon, mampukah Embun bertahan, meraih takhta sekolah, sekaligus menaklukkan hati sang playboy kaya tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 1

Semenjak kepergian ayahnya. Gadis berusia tujuh belas tahun yang mempunyai nama lengkap "Mutiara Embun Pagi" mau tidak mau harus menjalankan wasiat yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya.

------------------------

Untukmu anakku tersayang : Mutiara Embun Pagi

Surat ini adalah permohonan maaf sekaligus harapan ayah padamu.

Embun...

Ketika kecil, kamu bernaung di dalam pelukan ayah.

Membiarkan ayah melindungi, mengarahkan, mengajarkanmu hal-hal yang perlu kamu tahu dalam menghadapi dunia ini.

Ayah berusaha memberikan cinta dan perhatian kepadamu, meski terkadang kamu tidak dapat mengerti cara ayah melakukannya.

Pada akhirnya, kamu percaya bahwa kamu akan aman selama ayah ada bersamamu, karena ayah yang memberi kehidupan kepadamu.

Bahkan, kamu menganggap ayah superhero-mu.

Maafkan ayah, Nak.

Jika kamu membaca ini, berarti ayah sudah tidak lagi berada disampingmu.

Ayah harap kamu bisa meraih cita-cita yang kamu impikan, Nak.

"Rumah nomor 01. Jl. Johar Baru Utara 01, Jakarta Pusat."

Setelah membaca surat ini, ayah harap kamu dapat secepatnya datang kesana.

Ada sedikit uang yang ayah tinggalkan didalam guci di meja dapur.

Sekali lagi, maafkan ayah. Nak.

-------------------

Embun membaca surat itu dengan tangan yang bergetar dan hati yang menangis. Ia tidak menyangka, secepat itu ayahnya akan meninggalkannya. Ibunya telah meninggal disaat ia masih kecil, mungkin saat itu ia masih berusia dua tahun. Akhirnya ia hanya dirawat oleh nenek dan ayahnya. Akan tetapi tahun lalu, neneknya juga meninggal. Dan tahun ini ayahnya yang meninggalkannya.

***

Pagi- pagi buta, Embun sudah bersiap untuk pergi ke Jakarta. Dari Demak, ia menaiki biss untu pergi ke Jakarta. Embun membawa beberapa lembar uang seratus ribuan yang ditinggalkan ayahnya di dalam guci dapur.

Suasana pagi itu tak seramai biasanya. Kursi- kursi di dalam bis banyak yang kosong. Embun duduk di kursi tengah, di dekat jendela. Barang- barang yang dibawanya sudah dikemas rapi didalam koper yang ia taruh di bagasi bawah bus. Embun membawa beberapa bekal makanan, ada roti, permen, pisang, dan air putih untuk ia minum di dalam bis. Embun harus berhemat, ia harus segera sampai di alamat yang ditulis oleh ayahnya di surat itu.

Setelah menempuh kurang lebih sepuluh jam perjalanan, akhirnya Embun telah sampai di Jakarta Pusat. Jam tangannya telah menunjukkan pukul empat sore. Ia turun di Terminal Senen, Jakarta Pusat. Tak lupa, Embun mengambil koper yang ditaruhnya di bagasi bis. Dan Embun segera berjalan keluar dari Terminal Senen. Ia mencari kendaraan yang bisa mengantarkannya ke alamat yang tertera di surat wasiat ayahnya. Embun tampak menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia berpikir keras.

"Duh, naik apa ya. Ojek? Ah, tapi aku takut kalo naik ojek. Naik taxi? Mahal. Naik bajaj?" batinnya dalam hati.

Akhirnya ia terus saja berjalan. Sampai ia lihat ada Halte Bus.

"Sepertinya itu halte bus dalam kota, coba aja kesana lah," pikirnya sambil berjalan menyeret kopernya.

Awalnya ia tidak tahu, akan tetapi di halte bus ada penjaganya. Tanpa malu- malu, Embun segera bertanya pada perempuan muda penjaga halte.

"Permisi, Mbak. Maaf, saya mau bertanya. Kalo mau ke Jalan Johar Baru Nomor 01 bisa naik Busway Trans Jakarta ini?" tanya Embun.

"Bisa, dek. Silakan beli tiket busway dulu ya, harganya tiga ribu lima ratus, dek." jelas mbak penjaga halte.

"Oh, iya. Ini uangnya, Mbak." Embun menyerahkan selembar uang lima ribuan ke penjaga halte.

"Iya, tunggu sebentar ya." Tampak perempuan muda penjaga halte itu memencet mesin tiket, dan selembar struk tiket pun keluar dari mesin itu.

"Ini, struknya, ini kembaliannya. Silakan tunggung di koridor tiga ya!" perintah penjaga halte itu.

Embun menerima kembalian uang dan struknya. Lalu mengangguk dan berucap kearah penjaga itu, "terimakasih."

Embun duduk di kursi tunggu penumpang busway. Hingga terdengar seruan dari penjaga perempuan tadi.

"Dek, masuk bis itu," kata penjaga itu sambil menujuk bis yang berhenti.

Dengan cepat, Embun segera menaiki Busway Trans Jakarta itu.

"Wuah, bagus banget bis ini. Andai aja di Demak ada Trans Demak ya, pasti berangkat sekolah akan lebih nyaman. Gak perlu naik sepeda," pekiknya dalam hati.

Embun memejamkan matanya. Menikmati suasana menaiki Busway Trans Jakarta. Ada lagu- lagu yang diputar lembut dan AC bus yang dingin. Membuat Embun sangat betah berada di dalam busway.

Entah berapa menit lamanya ia berada di dalam busway. Penjaga bus menuju ke arahnya dan bertanya, "Mau turun dimana, dek?"

"Di jalan Johar Baru No.1, Kak." Embun menjawabnya,

"Oh, berarti habis ini turun ya," kata Mas laki-laki yang bertugas membukakan pintu busway.

"Iya Mas." Embun hanya mengangguk mengikuti arahannya.

Ting Tong!

Bel busway telah berbunyi. Setelah pintu terbuka, Embun segera turun dari bus dengan menyeret kopernya. Ia membuka ponselnya. Dilihatnya google maps. Embun berjalan kaki mengikuti peta. Memang benar ia sudah berada di Jalan Johar Baru No. 1 sekarang. Ia hanya perlu mencari rumah dengan nomor 01. Embun berjalan melihar satu persatu deretan ruko dan rumah mewah yang berada di jalan itu. Hingga dilihatnya ada pagar tinggi bernomor 01 diatasnya. Rumahnya gedongan dari luar tampak luas dan sangat mewah. Ada pak satpam yang berjaga di pintu gerbang rumah itu.

"Ini, pasti ini. Nomor 01," batinnya dalam hati.

Sebelum memasukinya. Embun membaca kembali suratnya. Jikalau saja ia salah alamat.

"Udah bener kok. Tapi apa ini? Aku disuruh ayah mendatangi rumah artis atau bagaimana? Luas banget!" pekiknya dalam hati.

"Huuuhh. Semoga ada banyak hal baik untukku di dalam sana."

Embun menyempatkan diri untuk berharap sebelum ia memasuki rumah itu. Dan akhirnya, ia melangkahkan kaki mendekati pintu gerbang yang dijaga oleh beberapa satpam.

"Permisi, Pak. Saya Embun. Saya mendapatkan pesan jika saya harus datang ke rumah ini," jelasnya pada pak satpam.

Pak Satpam yang melihat kedatangan Embun itu tampak saling pandang dengan rekannya.

"Joko! Mungkin ini gadis yang dimaksud Nyonya? Yang dsatang dari desa itu, disuruh menjadi pembatu di rumah ini?" Pak Satpam yang bernama Kris itu tampak bertanya- tanya.

"Iya, mungkin. Suruh masuk aja, jangan sampai Nyonya marah kembali dengan kita nanti," sahut Pak Satpam yang bernama Joko.

Ingin sekali Embun menjelaskan dengan Pak Satpam jika saja ia bukan pembantu. Tapi lebih tepatnya disebut tamu. Yang datang dari desa untuk memenuhi wasiat ayahnya. Akan tetapi, ia takut jika menjelaskannya pada Pak Satpam, ia tidak akan diizinkan masuk ke rumah itu.

"Bodo amat lah. Pak satpam mau nyebut aku calon pembantu atau apa! Yang penting aku bisa masuk ke rumah ini dan menunjukkan surat wasiat bapak pada pemilik rumah ini," pekiknya dalam hati.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 7 NAGA BEREBUT RAGA
8.5
Davey Torres, pria lemah yang sering sakit, tak sengaja menelan makanan bermantra yang memasukkan jiwa Raja Naga berusia 12.000 tahun ke tubuhnya. Davey dan sang naga, Chen, terus berselisih hingga Chen mengungkap misi balas dendamnya terhadap keturunan Ming yang tamak. Keluarga Ming telah menghancurkan bisnis keluarga Torres hingga bangkrut. Kini, Davey harus memilih apakah akan bekerja sama dengan Chen demi menghabisi musuh dan merebut kembali Torres Group.
Sampul Novel Aku  Dan Ayahku Super Tajir Melintir
7.8
Kehidupan Ana berubah total saat jiwanya tertukar dengan sang ibu secara misterius. Melalui raga ibunya, ia mengungkap fakta mengejutkan bahwa ayah kandungnya adalah bangsawan keraton kaya raya yang pernah menghancurkan hidup mereka. Di tengah rahasia kelahiran yang pelik, Ana bertekad menyatukan kembali kedua orang tuanya meski status sosial mereka berbeda jauh. Namun, perjuangan menyatukan cinta yang kontras ini ternyata penuh tantangan berat.
Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel Asmara Cinta Dan Benci
9.3
Hubungan Adelia dan Edwin terancam runtuh akibat campur tangan sang ayah yang ingin memisahkan mereka. Di tengah perjuangan tersebut, pengkhianatan dan salah paham besar mengubah kasih sayang menjadi kebencian mendalam. Edwin yang sempat dikira tewas tiba-tiba muncul kembali sebagai pria asing yang hanya didorong oleh dendam. Kini, Adelia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok yang ia cintai berbalik menjadi musuh yang ingin menghancurkannya.
Sampul Novel Cinta Ellina
9.7
Ellina adalah sosok ceria dan ramah yang mendambakan pernikahan penuh kebahagiaan di hari Valentine. Namun, impian memiliki keluarga kecil yang harmonis hancur saat sang suami justru menawarkan kebahagiaan semu. Kehadiran cinta pertama sang suami yang terus membayangi rumah tangga membuat Ellina terjebak dalam kerapuhan. Akankah suaminya memilih masa lalu dan meninggalkan Ellina, ataukah harapan Ellina untuk hidup bahagia akhirnya bisa menjadi kenyataan?
Sampul Novel DI JODOHKAN DENGAN PAK GURU
9.6
Alvino Rakha Satyawidjaya, putra tunggal konglomerat properti Asia, memilih mandiri sebagai guru meski bergelimang harta. Di sisi lain, Rachelia Amora Dirgantara adalah primadona SMA Cakrawala yang menjalin kasih dengan Leonel Grestavio. Hubungan harmonis mereka seketika hancur saat Rachel mengetahui rencana perjodohan dirinya. Tak disangka, sosok calon suaminya adalah gurunya sendiri di sekolah. Konflik pun bermula saat cinta dan kewajiban mulai berbenturan.